Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Monday, January 17, 2011

RAMUAN TRADISIONAL UNTUK MENGOBATI KEPUTIHAN

 Bagian 2 

oleh Tarmizi, B.Sc., S.Pd

Terjadinya keputihan
     Dinding vagina terdiri dari berbagai lapisan gepeng tanpa kelenjer. Cairan vagina berasal dari epitel atau dapat juga berasal dari mulut rahim. Cairan vagina dapat pula berasal dari alat kelamin bagian atas serta sel-sel darah putih. Jumlahnya akan meningkat bila kadar hormon estrogen dalan darah naik atau bila mendapat rangsangan seksual.
     Cairan vagina sebagian besar terdiri atas protein, karbohidrat dan asam lemak. Asam lemak tersebut dapat menimbulkan bau karena dirombak berbagai bakteri yang hidup dalam vagina. Kehidupan kuman-kuman itu mempunyai kaitan erat satu sama lain sehingga merupaken ekosistem terpendiri bermacam bakteri yang hidup di bagian permukaan vagina bersimbiosis atau hidup saling menguntungkan, bakteri tersebut ikut serta dalam
mekanisme pertahanan tubuh. Mencegah beberapa penyakit tertentu. Sebegai contoh adalah baktari basil doderlein Yang sangat penting bagi kesehatan vagina. Basil Ini akan memecah glikogen di lapisan vagina menghasilkan asam laktat. Asam ini menyebabkan vagina menjadi masam. Dalam suasana asam ini vagina akan terlindung dari berbagai penyakit serta serangan dari kuman lainnya.
     Apabila suatu sebab dimana vagina berubah dari asam menjadi basa akan terjadi perubahan sifat dari bakteri-bakteri tersebut. Bakteri akan menjadi ganas dan menimbulkan infekei pada vagina, Kadang kala apabila pertahanan tubuh menurun dapat menimbulkan peradangan yang merupakan suatu penyakit dengan bermacam keluhan. Jadi dapat disimpulkan bahwa apabila terjadi ketidakseim-bangran di dalam vagina akan menimbulkan infeksi pada vagina.
Keputihan
     Keputihan dapat dialami oleh wanita yang telah berkeluarga  maupun wanita yang belum berkeluarga. Keputihan ditandai dengan keluarnya cairan melalui liang kemaluan berupa cairan kental berwarna putih. Tidak jarang gangguan ini disertai rasa gatal pada kemaluan dan cairan keputihan berbau tidak sedap.
Penyebab:
Keputihan dapat disebabkan oleh peradangan alat-kelamin ataupun karena gangguan hormon estrogen, di samping kemungkinan akibat faktor psikis.
Pengobatan:
·        30 gram kulit delima kering dan 30 gram sambiloto direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
·        Lidah buaya secukupnya dikupas kulitnya lalu dijus kemuthan direbus bersama 30 gram sambiloto dengan air secukupnya. Setelah itu, airnya diminum selagi hangat.
·        Lidah buaya secukupnya dikupas kulitnya lalu bagian dalamnya dijus, kemudian direbus bersama 30 gram sambiloto dan sirih secukupnya dengan air secukupnya. Setelah mendidih, gunakan air rebusan untuk membersihkan vagina dalam keadaan hangat‑hangat.
·        30 gram tapak liman direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
·        Daun pohon turi yang berbunga putih setengah genggam, dua jari isi kunyit ukuran sedang dan gula enau tiga potong yang panjangnya masing-masing 8 cm. Semuanya dipotong-potong lalu dicuci. Setelah itu dimasak dengan air bersih empat gelas minum penuh.
Bila telah mendidih dan airnya tinggal tiga perempat nya saja, diturunkan dari kompor.
Jika telah dingin, disaring kemudian diminum. Sekali minum harus 3/4 gelas minum. Seharinya tiga kali oleh wanita penderita keputihan
 Pilih satu resep dan lakukan secara  teratur 2 kali sehari

Tumbuhan Obat

Followers