Automatic translation of this blog page

Jumat, 03 September 2010

Senduduk


Senduduk obat keputihan, disentri, sariawan, diare bisul, menetralkan racun singkong, dan pendarahan rahim



Senduduk aliax sengggani (Melastoma candidum D. Don)tumbuh liar pada tempat-tempat yang mendapat cukup sinar matahari, seperti lereng gunung, semak belukar, lapangan yang tidak terlalu gersang atau di daerah obyek wisata sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini bisa ditemukan sampai ketinggian 1.650 m dpl.
Perdu, tegak, tinggi 0,5 - 4 m, banyak bercabang, bersisik dan berambut. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan ersilang. Helai daun bulat telur memanjang sampai lonjong, ujung lancip, pangkal membulat, tepi rata, permukaan berambut pendek yang jarang dan kaku sehingga teraba kasar dengan 3 tulang daun yang melengkung, panjang 2 - 20 cm, lebar 0,75 - 8,5 cm, warnanya hijau. Perbungaan majemuk keluar di ujung cabang berupa malai rata dengan jumlah bunga tiap malai 4 - 18, mahkota 5, warnanya ungu kemerahan. Buah masak akan merekah dan berbagi dalam beberapa bagian, warnanya ungu tua kemerahan. Biji kecil-kecil, warnanya cokelat. Buahnya dapat dimakan, sedangkan daun muda bisa dimakan sebagai lalap dan disayur. Perbanyakan dengan biji. http://www.pdpersi.co.id/pdpersi/news/alternatif.php3?id=974, 23 Jan 2003

Sifat dan Khasiat
Sikaduduk (demikian orang Sumatera Tengah menyebutnya) yang pahit ini berkhasiat sebagai pereda demam (antieprik), penghilang nyeri (analgesik), peluruh kencing (diuretik), menghilangkan pembengkakan, melancarkan aliran darah dan penghenti perdarahan (hemostatis).
Kandungan dan khasiatnya

Daun senduduk mengandung saponin, flavonoida dan tanin.
Bagian yang digunakan adalah daun, akar, biji dan buah.
Senduduk berkhasiat untuk mengatasi:

* Gangguan pencernaan makanan (dispepsi), disentri basiler, diare
* Hepatitis
* Keputihan (leukorea), sariawan
* Darah haid berlebihan, perdarahan rahim diluar waktu haid
* Mimisan, berak darah (melena), wasir berdarah
* Radang dinding pembuluh darah disertai pembekuan darah di dalam salurannya (tromboangitis)
* Air Susu Ibu tidak lancar
* Keracunan singkong, mabuk minuman keras
* Busung air, dan Bisul

Cara Pemakaian

Akar sebanyak 30 - 60 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar atau yang telah dikeringkan digiling halus lalu dibubuhkan pada luka bakar atau luka berdarah. Luka tersebut lalu dibalut.
obat keputihan
daun senduduk segar sebanyak 2 genggam, jahe dan bengle masing-masing seukuran ibu jari dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Masukkan 3 gelas air dan 1 sendok makan cuka, lalu direbus sampai airnya tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
Catatan: Jahe dan bengle dapat diganti dengan 3 kuncup bunga cempaka dan 3 biji pinang yang tua.
Disentri basiler
Daun senduduk dan aseman (Polygonum chinense), masing-masing bahan segar sebanyak 60 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sekaligus.
Sariawan, diare
Daun senduduk muda sebanyak 2 lembar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Daun tersebut lalu dikunyah dengan sedikit garam, lalu airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
Diare
Daun senduduk muda sebanyak 1 genggam, 5 g kulit manggis, dan 3 lembar daun sembung, semua bahan segar setelah dicuci lalu direbus dengan 1 1/2 gelas air bersih sammpai tersisa 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang dan sore.
Bisul
daun senduduk segar sebanyak 50 g direbus. Air rebusannya diminum, ampasnya dilumatkan dan dibubuhkan pada bisul, lalu dibalut.
Menetralkan racun Singkong
Akar atau daun senduduk sebanyak 60 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum sekaligus.
Perdarahan rahim
Biji senduduk sebanyak 15 g digongseng sampai hitamlalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas. akukan setiap hari sampai sembuh.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia;Dr. Setiawan Dalimartha/hd; Tanaman Berguna Indonesia; Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer Pekan Ini

Universitas Negeri Padang, Padang Ekspress

Loading...