Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Monday, May 23, 2011

KASTURI

KAPASAN ALIAS KASTURI UNTUK OBAT DALAM DAN LUAR
Oleh Tarmizi, B.Sc, S.Pd





        Kapasan (Abelmoschus moschatus (L) Medic), termasuk familia Malvaceae, dikenal dengan banyak nama. Di Sumatera dikenal sebagai gandapura dan kapas sedeki. Di Jawa disebut kakapasan, kaworo, kapasan, kasturi, regula, rewulow, waron, kastore, dan bukal. Sementara orang Maluku mengenalnya sebagai kasturi.
Sosok tanaman
     Kapasan tumbuh berupa semak berumur panjang, tegak dan bercabang sedikit, tinggi 50-250 cm. Batangnya bulat dan berambut kasar. Dapat ditemukan di tempat terbuka, di sela semak tanah kosong atau dipelihara di kebun-kebun. Dapat tumbuh sampai ketinggian 650 meter di atas permukaan laut.
     Daunnya tunggal, bertangkai panjang, helaian daun berbagi lima yang sangat dalam.panjang daun 6-22 cm, kedua permukaan berambut kasar, bertulang menjari, tepi daun bergerigi, ujung-ujungnya runcing, warnanya hijau.
     Bunganya besar, keluar dari ketiak daun, bewarna kuning. Buah lonjong, bersegi, panjang 5-8 cm berambut seperti sikat, bila masak membuka dengan lima katup. Biji berbentuk ginjal bewarna kelabu dan berbau wangi.
     Biji kapasan menghasilkan minyak kasturi yang banyak dipakai sebagai campuran kosmetika, obat gosok pada reumatik, campuran bedak untuk menghaluskan kulit dan obat ruam kulit.
Kandungan zat berkhasiat
     Tiap bagian tumbuhan ini berbeda kandungan dan khasiatnya. Akar kapasan dikenal dengan nama simplisia Abelmoschi radix. Analisa biji kapasan menunjukan kandungan minyak lemak, ambretolid, ambretol, afamesol, dan furfural.
Kegunaan
     Akar kapasan dipakai untuk panas tinggi, batuk, sembelit, batu saluran kencing, dan pelembut kulit. Bijinya untuk peluruh air seni (diuretic), pereda kejang, penambah nafsu makan, dan obat sakit kepala. Daun kasturi untuk pelembut kulit, penurun panas (antipiretik), juga untuk pemakaian luar seperti pada bisul, koreng, dan patah tulang. Bunganya untuk luka bakar dan tersiram air panas. Daun, bunga, biji: untuk membasmi serangga.
Pemakaian
     Untuk minum: 10-15 gram akar kapasan digodok.  Digunakan untuk obat penurun panas tinggi, obat batuk, susah buang air besar, dan batu saluran kencing.
     Pemakaian luar: daun kapasan digiling sampai seperti bubur. Balurkan ke tempat yang sakit Digunakan untuk obat bisul, koreng, dan patah tulang.
     Bunganya: direndam dalam minyak, dipakai pada tempat yang sakit.

Tumbuhan Obat

Followers