Automatic translation of this blog page

Showing posts with label identifikasi. Show all posts
Showing posts with label identifikasi. Show all posts

Saturday, July 12, 2014

Identifikasi Senyawa Organik Bahan Alam pada Tumbuhan Urang-aring

(Tridax procumbens L)
oleh Delma Ulya Putri Mhs Kimia UNIVERSITAS NEGERI PADANG


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan judul Identifikasi Senyawa Organik Bahan Alam pada Tumbuhan Urang-aring (Tridax procumbens L).
Paper ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di laboraturium kimia organik jurusan Kimia FMIPA UNP serta didukung oleh teori-teori yang didapat dari berbagai literatur.
Penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yagn sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membimbing dan membantu penulisan paper ini yaitu, kepada:
·        Ibu dosen pembimbing, Dra. Yustini Ma’arif dan Ibu Nurhasnah Aliunir, M.Si.
·        Kakak-kakak Asisten Pratikum Kimia Organik 2 Rahmi Desrita dan Etika Adellina.
·        Teman-teman penulis
Penulis menyadari bahawa paper ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritikan, saran dan masukan dari pembaca, agar paper ini lebih baik lagi.
Padang,        Desember 2007
                 Peneliti

Thursday, August 30, 2012



IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK BAHAN ALAM PADA TUMBUHAN MELATI
RINI FEBRIANI 67003 / 2005 PENDIDIKAN KIMIA 

Saturday, August 11, 2012

IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK BAHAN ALAM ( KACANG TUJUH HELAI DAUN


PRATIWI YUDA 66978/2005 PENDIDIKAN KIMIA 
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2007

IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK BAHAN ALAM PADA TANAMAN KETELA POHON


RIUNI PUSPITA SARI 66993 / 2005 Jurusan Kimia FMIPA-UNP 

1.1  Latar Belakang
Senyawa organik bahan alam adalah senyawa organik yang merupakan hasil proses metabolisme dalam organisme hidup. Dewasa ini yang dimaksud senyawa organik bahan alam adalah terbatas pada senyawa – senyawa yang di kenal sebagai senyawa metabolit sekunder.
Senyawa metabolit sekunder adalah senyawa-senyawa dari hasil metabolit sekunder, yang tidak terdapat merata dalam makhluk hidup dan ditemukan dalam jumlah yang sangat sedikit. Pada akhir abad ke-18 Schele misalnya telah mengekstraksi beberapa senyawa organik sederhana baik sumbernya dari tumbuhan  maupun dari hewan antara lain gliserol, asam oksalat, asam sitrat dan laktat.

Monday, June 27, 2011

Identifikasi Senyawa Organik Bahan Alam pada Tumbuhan Urang-aring

Identifikasi Senyawa Organik Bahan Alam pada Tumbuhan Urang-aring (Tridax procumbens L)
oleh Delma Ulya Putri Mhs Kimia UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Tuesday, March 15, 2011

Analisa Zat Kimia Berkhasiat Obat dari Daun Dewa Gynura procumbens (Lour.) Merr

Oleh Para Mahasiswa Pendidikan Kimia Tim Peneliti Kimia Organik Universitas Negeri Padang


PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Kebutuhan manusia akan obat – obtan  terus meningkat, seiring pola hidup yang tidak sehat. Baik dalam segi makanan maupun dari segi lingkungan sekitar yang mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit yang dapat mengganggu aktivitas kehidupan manusia itu sendiri. Tapi tidak semua masyarakat yang dapat membeli obat – obatan yang diberikan oleh dokter.

Identifikasi Senyawa Organik Bahan Alam pada Tumbuhan Urang-aring (Tridax procumbens L)

oleh Delma Ulya Putri Mhs Kimia UNIVERSITAS NEGERI PADANG

IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK BAHAN ALAM “DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum cassia (Nees) Nees ex BI)”


OLEH: Whyndie Permata Sari 66988  JURUSAN KIMIA Pendidikan Kimia
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2007

Monday, March 14, 2011

IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK BAHAN ALAM KACANG TUJUH HELAI DAUN

OLEH: PRATIWI YUDA  JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA NIM:66978
FMIPA UNIVERSITAS NEGERI PADANG
http://www.fao.org/ag/AGP/agpc/doc/Show/SAfrica/sapaper/Figure42a.jpg

Thursday, January 27, 2011

IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK BAHAN ALAM PADA DAUN KAPUK (Gossypium arboreum L. ) OLEH : LIFIA RAHAYU 66972 / 2005

Menurut kamus dewan, tumbuh-tumbuhan adalah segala yang hidup dan berbatang, berakar,berdahan,berdaun dan sebagainya.Tumbuh-tumbuhan dapat digunakan sebagai penawar dan peracun dalam kehidupan seharian manusia.Dalam aspek ini, tumbuh-tumbuhan dapat dibagi kepada dua kategori yaitu tumbuhan beracun dan tidak beracun.. Aspek-aspek yang dikaji adalah tentang bahagian yang tidak  beracun atau berkhasiat bagi manusia terutama pada bagian daunnya.

Tercatat Indonesia memiliki ratusan jenis tanaman yang potensial mengandung bahan obat.Meskipun belum semua terteliti, sekitar 200 jenis tanaman telah melalui proses skrining oleh kalangan peneliti. Konon, Indonesia memang memiliki lebih dari 9.000 spesies tanaman obat.Namun,ternyata baru 350 spesies yang teridentifikasi dan hanya 3–4% yang telah dimanfaatkan secara komersial ( Abdul, 2007 ).

Selanjutnya

IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK BAHAN ALAM PADA TANAMAN SIRIH

IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK BAHAN ALAM PADA TANAMAN SIRIH
Oleh : LANANG HENDRO SUSILI 66966 / 2005
JURUSAN KIMIA FMIPA-UNIVERSITAS NEGRI PADANG

A.      Latar Belakang
Daun sirih secara umum dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk perlengkapan dalam upacara adat, apalagi rumpun Melayu. Tumbuhan merambat ini biasanya dapat ditemukan di pekarangan rumah, namun masih jarang masyarakat menanamnya secara khusus karena tanaman ini tumbuh secar liar. Namun setelah diketahui selain digunakan sebagia pelengkap dalam upacara adat, sirih juga dapat digunakan sebagai obat tradisional. Sekarang masyarakat sudah mulai membudidayakan tanaman ini.
Sirih mengandung senyawa metabolit sekunder yang membuatnya dapat dijadikan obat. Senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam tanaman sirih ini antara lain : minyak atsiri, seskuiterpen, pati, diatase, gula, zat samak chavical dan senyawa metabolit sekunder lainnya, yang memiliki daya mematikan kuman antioksi dan fungisida.
Selain itu sirih juga dapat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan pendarahan, menyembuhkan luka dikulit dan gangguan saluran pencernaan. Sirih bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan luka, hemokstatik, dan menghentikan pendarahan. Senyawa metabolit sekunder untuk pengobatan ini lebih dikenal dengan senyawa bioaktif.
Tanpa suatu senyawa bioaktif dalam tumbuhan, secara umum tumbuhan itu tidak dapat digunakan sebagai obat. Hampir semua tumbuhan memiliki zat bioaktif terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun (klorofil). Senyawa bioaktif yang terdapat dalam tumubuhan biasanya merupakan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, saponin dll.
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekonologi serta semakin banyak temuan manusia di bidang bioteknologi yang memproduksi kosmetik, obat dan makanan yang menggunakan ekstrak tumbuhan dan buah. Salah satunya menggunakan ekstraksirih sebagai bahan baku produk mereka. Rata – rata produk pembersih kewanitaan, sabun, pasta gigi dan minuman.

Tujuan
Paper ini penulis buat dengan tujuan :
1.      Memberikan gambaran tentang senyawa metabolit yang terdapat dalam tanaman sirih.
2.      Memberi pengetahuan kepada pembaca cara mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam tanama sirih.
Batasan Masalah
Dalam paper ini penulis membatasi masalah pada empat point saja yaitu senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam sirih.
Manfaat Penulisan
Sesuai dengan tujuan diatas, maka kegunaan penulisan paper ini adalah :
1.      Sebagai pengetahuan terhadap pemnbaca tentang kandungan yang terdapat dalam tanaman sirih.
2.      Sebagai penelitian lebih lanjut.
Botani Tumbuhan
Sirih nama sejenis tumbuhan merambat, daun dan buahnya dimakan orang, dikunyah bersama gambir, pinang dan kapur. Berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat rumpun melayu. Tanaman ini juga digunakan sebagi tanaman obat. Tanaman sirih tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga dikenal di luar negeri. Di Inggris sirih dikenal dengan nama kind of plant, betel vine. Sedangkan di Iondonesia sendiri sirih juga dikenal dengan bermacam – macam nama, misalnya ranub (Aceh), sireh, sirih (Palembang), belo (Batak Karo), demban (Batak Toba), lahina tawuo (Nias), sirih (Minang), canbai
(Lampung), seureuh (Sunda). Namun nama yang paling umum adalah sirih.

Betel leavesKlasifikasi Ilmiah
       Kerajaan: Plantae
       Kelas: Magnoliopsida
       Ordo: Piperales
       Familia: Piperaceae
       Genus: Piper
       Spesies P. betle

Gambar  1. Tanaman Sirih
Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih bewarna coklat kehijauan, berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar.  Daunnya  yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang seling, bertangkai dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 – 8 cm dan lebar 2 – 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panajngnya sekitar 1,5 – 3 cm dan terdapat kepal putik tiga sampai buah bewarna hijau keabu – abuan. Akarnya tunggang, bulat dan bewarna coklat kekuningan.

Selembar daun Sirih
Gambar 2. Selembar daun sirih

Kandungan kimia yang terdapat pada daun sirih terdiri dari minyak atsiri hidroksikavical, kavicol, kavibetol, allylprokaterol, eugenol, p – cyneme, cineole, caryfelen, kadimen etragol, terpena, fenil propada , tanin dan sebagainya. Karena kelengkapan kandungan zat senyawa kimia bermanfaat ilmiah, daun sirih memiliki banyak manfaat yang sangat luas sebagai obat. Bahkan dalam upacara adat, peranan daun sirih sangat dominan, seperti antara lain dalam upacara adat, upacara sehari sebelum pernikahan di keluarga Sunda, “Sekapur Sirih” pada acara – acara kawasan sumatera.
Yang paling menonjol adalah manfaat sirih untuk pengobatan, yang jumlahnya sanagat banyak, mulai dari sebagai obat batuk, bronchitis, gangguan lambung, rematik, menghilangkan bau badan, keputihan dan sebagainya. Bahkan rebusan air sirih juga sangat bermanfaat untuk obat sariawan, pelancar dahak, pencuci luka, obat gatal – gatal, obat sakit perut yang melilit, obat jantung dan menghentikan pendarahan.
Budidaya tanaman sirih sangat sederhana, umumnya berbentuk stekkan batang dewasa yang memiliki bagian bukunya (yang akan menghasilkan akar kalau ditanamkan), atau distek pada bagian buku atas. Kalau kemudian sediaan batang lilitan tersebut, ditanamkan pada tanah gembur and basah, hanya dalam waktu singkat tunas akan tumbuh. Perlu disediakan batang karena sirih merupakan tanaman merambat. 
Kegunaan Sirih
Beberapa pengguanan daun sirih, seperti yan sudah diaki dimana – mana, diantaranya :
1.      Sebagai obat dalam
a.       Batuk
b.      Sariawan
c.       Bronchitis
d.      Jerawat
e.       Keputihan
f.        Sakit gigi karena berlubang (daunnya)
g.       Demam berdarah
h.       Baun mulut
i.         Haid tidak teratur
j.        Asma
k.      Radang tenggorokan (daun dan minyaknya)
l.         Gusi bengkak (getahnya)
2.      Sebagai obat luar
a.       Eksim
b.      Luka bakar
c.       Koreng (pyodermi)
d.      Kurap kaki
e.       Bisul
f.        Mimisan
g.       Sakit mata
h.       Pendarahan gusi
i.         Mengurangi produksi ASI
j.        Menghilangkan gatal
Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar Piper bettle, di cuci, digulung kemudian dimasukkan kedalam lubamg hidung.
Metabolit Sekunder
Senyawa metabolit sekunder adalah senyawa – senyawa hasil metabolis sekunder, yang tidak terdapat secara merata dalam makhluk hidup dan ditemukan dalam jumlah sedikit. Umumnya terdapat pada semua organ tumbuhan (terutama tumbuhan tingkat tinggi) pada akar, kulit, batang, daun, dan biji serta sedikit pada hewan.
Penggunaan tumbuhan sebagai obat berkaitan dengan kandungan kimia yang terdapat dalam tumbuhan, secara umum tumbuhan itu tidak dapat digunakan sebagai obat. Senyawa bioaktif yang terdaat dalam tumbuhan biasanya merupakan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, saponin dll.
Alkaloid
Alkaloid sekitar 5500 telah diketahui, merupakan golongan zat tumbuhan sekunder yang terbesar. Tidak satupun istilah alkaloid yang memuaskan, tetapi pada umumnya alkaloid mencakup senyawa yang bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom Nitrogen, biasanya dalam gabungan, sebagai bagian dari sistem siklik.
 Alkaloid menurut Winterstein dan Trier didefinisikan sebagai senyawa yang bersifat basa, mengandung atom nitrogen yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Alkaloid seringkali beracun bagi manusia dan banyak yang mempunyai kegiatan fisiologi yang menonjol, jika digunakan secara luas dalam bidang pengobatan. Alkaloid biasanya tidak bewarna, seringkali bersifat optis aktif, kebanyakan berbentuk kristal hanya sedikit yang berbentuk cairan (misalnya nikotina) pada suhu kamar.
Uji sederhana, tetapi yang sama sekali tidak sempurna. Untuk alkaloid dalam  daun dan buah segar adalah rasa pahit dan lidah. Misalnya, alkaloid kuina adalah zat yang dikenal paling pahit dan pada konsentrasi 1 x 10-3 memberikan rasa pahit yang berarti.
Struktur alkaloid beranekaragam, dari yang sederhana sampai yang rumit. Satu dari yang sederhana strukturnya , tetapi efeknya tidak sederhana adalah nikotina. Dalam, dosis tinggi nikotin bersifat toksik dan pernah digunakan sebagai insektisida. Dalam dosis rendah nikotin bertindak sebagai stimulan terhadap sistem syaraf otonom. Jika dengan dosis tinggi nikotin dapat menekan sistem syaraf sehingga aktivitas dibawah sadar.
Secara umum, golongan senyawa alkaloid mempunyai sifat – sifat sebagai berikut :
a.       Biasanya merupakan kristal tak bewarna, tidak mudah menguap, tidak larut dalam air, larut dalam pelarut organik seperti etanol, eter dan kloroform.
b.      Bersifat basa, pada umumnya beberapa pahit, bersifat racun, mempunyai efek fisiologis secara optis aktif.
c.       Dapat membentuk endapan dengan larutan asam fosfowolframat, asam fosfomolibdat, asam pikrat, kalium merkuriiodida dan lain sebagainya. Dari endapan – endapan ini, banyak juga yang memiliki bentuk kristal yang khusus sehingga sangat bermanfaat  dalam identifikasinya.
Senyawa alkaloid dapat diklasifikasikan dari gugus fungsi yang dikandungnya : (Rangke, 1998 : 133)
a.       Alkaloid feniletamin, misalnya efedrin.
b.      Alkaloid pirolidin, misalnya higrin dari koka.
c.       Alkaloid piridin, misalnya asam nikotinat.
d.      Alkaloid perpaduan pirolidindan piridin, misalnya nikotin.
e.       Alkaloid kuinolin, misalnya kuinin.
f.        Alkaloid isokuinolin, misalnya papaverin.
g.       Alkaloid fenantrena, misalnya emetin.
h.       Alkaloid indole yang masih dapat digolong – golongkan menjadi :
a)      Alkaloid sederhana, misalnya triptamin.
b)      Alkaloid ergot, misalnya serotonin.
c)      Alkaloid hermala, misalnya β-karbolin.
d)      Alkaloid yahimbe, misalnya reserpin.
e)      Alkaloid strychnos, misalnya brusin dan strinkin.
Flavonoid
Flavonoid adalah salah satu jenis senyawa yang bersifat racun/aleopati terdapat pada tumbuhan, merupakan persenyawaan glukosida yang terdiri dari gula yang terikat dengan flavon. Flavonoid yang tidak ada rasanya disebut hesperidin, sedangkan limonin menyebabkan rasa pahit. Flavonoid merupakan salah satu golongan fenol alam yang terbesar. Golongan flavonoid mencakup banyak pigmen yang palig umum dan terdapat pada seluruh dunia tumbuhan mulai dari fungi sampai angiospermae.
Golongan flavonoid dapat digambarkan sebagai deret senyawa C6, C3 artinya kerangka karbonnya terdiri atas 2 gugus C6 (cincin benzena tersubstitusi) disambungkan oleh rantai alifatik ketiga karbon. Flavonoid mempunyai sifat yang khas yaitu bau yang sangat tajam, sebagian besar merupakan pigmen warna kuning, dapat larut dalam air dan pelarut organik. Mudah terurai pada temperatur tinggi.
Flavonoid punya sejumlah kegunaan. Pertama, tyerhadap tumbuhan, yaitu sebgai pengatur tumbuhan, pengatur fotosintesis, kerja antimiroba dan antivirus. Kedua, terhadap manusia, yaitu sebagai antibiotik terhadap penyakit kanker dan ginjal, menghambat pendarahan. Ketiga, terhadap serangga, yaitu sebagai daya tarik serangga untuk melakukan penyerbukan. Keempat, kegunaan lainnya adalah sebagai bahan aktif dalam pembuatan insektisida nabati adari kulit jeruk manis.
Terpenoid
Kata terpenoid mencakup sejumlah besar senyawa tumbuhan dan istilah ini digunakan untuk menunjukkan bahwa secara biosintesis semua senyawa tumbuhan itu berasal dari senyawa yang sama. Jadi semua senyawa terpenoid berasal dari molekul isoprena dan senyawa karbonnya dibangun oleh penyambungan dua atau lebih satuan C5 ini.
Para ahli kimia mengetahui bahwa terpene – terpene ini tersusun dari senyawa – senyawa yang mengandung suatu gabungan kepala – ke – ekor dari satuan – satuan kerangka isoterpena (kepala adalah ujung yang terdekat ke cabang metil. (Fessenden Ralph : 148)
Terpene dikategorikan berdasarkan banyaknya pasangan satuan isoprena yang dikandungnya :
  Tabel 1
NO
KLASIFIKASI ISOPRENA
SATUAN ISOPRENA
1
Monoterpena
Dua satuan isoprena
2
Seskuiterpena
Tiga satuan isoprena
3
Diterpena
Empat satuan isoprena
4
Triterpena
Enam satuan isoprena
5
Tetraterpena
Delapan satuan isoprena

Terpenoid terdiri atas beberapa macam senyawa, mulai dari minyak atsiri yaitu monoterpena dan seskuiterpena yang mudah menguap (C10 dan C15), diterpena yang sukar menguap (C20), sampai ke senyawa yang tidak menguap, yaitu triterpenoid dan sterol (C30), serta pigmen katenoid (C40). Masing – masing golongan terpenoid itu (tabel 1) penting, pada tumbuhan dan metabolisme maupun ekologi tumbuhan.
Senyawa terpena dihasilkan oleh polimerisasi isoprena. Tahap pertama       biosintesis terpena adalah kondensasi ester secara enzimatik dari porsi – porsi asetil dari asetilkoenzime A. Zat antara dalam pembentukkan terpena adalah pirofosfat dari mevalonat dan sepasang isopentil alkohol. Suatu jalur biosintetik ke terpena dan steroid yang disingkat.
Saponin
Saponin merupakan  suatu senyawa glikosida kompleks yaitu senyawa hasil kondensasi suatu gula dengan suatu senyawa hidroksil organik yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan gula (glikon) dan non-gula (aglikon), saponin ini terdiri dari dua kelompok : saponin triterpenoid dan saponin steroid. Saponin banyak digunakan untuk bahan pencucui kain (batik) dan sebagai shampo. Saponin dapat diperoleh dari tumbuhan melalui metode ekstraksi.
Steroid
Steroid adalah suatu senyara yang mengandung sistem cincin berikut. Keempat cincin tersebut ditandai dengan A, B, C, dan D. Diawali dengan cincin A, menuju ke cincin D, kemudian gigis metil angular (ujung titian) dan akhhirnya ke rantai samping yang ada. Steroid dapat diartikan sebagai kelas senyawa organik bahan alam yang kerangka strukturnya terdiri dari androstan (siklopentana fentrena). (Fessenden : 422)
 Sebagian besar dari steroid mempunyai sifat sebagai berikut:
·        Mengandung gugus fungsi oksigen (sebagai = O atau OH) pada C3
·        Mengandung gugus samping pada C17
·        Banyak yang mengandung ikatan rangkap C4 – Cs atau C5 – C6
Beberapa steroid penting adalah kolesterol, yaitu steroid hewani yang terdapat paling meluas dan dijumpai pada hampir semua jaringan hewan. Batu kandung kemih dan kuning telur merupakan sumber yang kaya akan senyawa ini. Hormon-hormon seks yang dihasilkan terutama dalam testes dan indung man seks yang dihasilkan terutama dalam testes dan indung telur adalah suatu steroid. Hormon jantan disebut androgen dan hormon betina estrogen, dan hormon kehamilan progestin.

Data Hasil
Tabel 1. Data hasil identifikasi senyawa Bioaktif dari Daun Sirih
Uji
Pereaksi
Hasil
Keterangan
Alkoloid
Mayer
Wagner Dragendorf
+
+
+
Keruh
Endapan coklat
Endapan orange
Flavonoid
HCl pekat dan serbuk magnesium
-
-
Steroid/terpenoid
Anhidrida asetat dan H2SO4 pekat
-
-
Saponin
Air suling
+
Terbentuk busa yang stabil

Pembahasan
1.      Identifikasi Alkaloid
Pada identifikasi alkaloid ini  digunakan metoda Culvenor – Fitzgerald, filtrat yang diperoleh dengan merajang halus dan mengerus sampel dalam lumpang kemudian ditambahkan dengan amoniak – kloroform 0,05 N serta larutan H2SO4 2 N diuji dengan beberapa pereaksi. Bersadarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa sirih mengandug alkaloid. Hal ini ditunjukkan denga adanya warna keruh ketika filtrat direaksikan dengan pereaksi Mayer dan endapan coklat ketika direaksikan dengan pereaksi Wagner serta endapan orange bila direaksikan dengan Dragendorf. Hal ini sesuai dengan literatur yang ada.
2.      Identifikasi Flavonoid
Pada percobaan identifikasi flavonoid, sampel juga dirajang halus kemudian diekstrak dengan metanol dan dipanaskan selama 5 menit, Sampel yang diuji adalah daun sirih. Setelah daun sirih dipanaskan, sampel ditetesi dengan HCl dan sedikit serbuk Magnesium, ternyata tidak didapat warna kuning. Hal ini menunjukkan bahwa sirih tidak mengandung flavonoid.

3.      Identifikasi steroid/terpenoid
Pada percobaan identifikasi steroid, lapisan kloroform yang diperoleh pada uju alkaloid ditempatkan pada plat tetes yang dikeringkan. Pengeringan memerlukan waktu yang sangat lama. Jika sampel tidak dikeringkan maka akan susah untuk mengamati perubahan warna pada asampel setelah ditambahkan H2SO4 pekat. Pada percobaan ini setelah ditambahkan H2SO4 pekat tidak diperoleh warna. Hal ini menunjukkan daun sirih tidak mengandung steroid atau terpenoid.

4.      Identifikasi Saponin
Pada percobaan pengujian saponin digunakan sampel yang kering. Sampel kering yang digunakan, dirajang halus dan ditambakan air suling kenudian dipanaskan. Hasil yang didapat positif yang ditandai dengan terbentuknya busa stabil selama 5 menit.
Kesimpulan
Tanaman sirih awalknya digunakan masyarakat untuk pelengkap upacara adat dan obat tradisional. Sirih dapat digunakan sebagi obat karena sirih mengandung senyawa metaboli sekunder atau yang lebih dikenal sebagai senyawa bioaktif. Dengan berkembangnya kemajuan IPTEK, tanaman sirih telah dimodifikasi dalam produk kosmetik, obat dan makanan. Senyawa metabolit sekunder yang terdapat didalam tanaman sirih yang diidentifikasi dalam paper ini adalah alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin dan steroid.
Daun sirih yang dijadikan sampel memberikan tes positif pada alkaloid dengan terdapatnya endapan pada larutan setelah ditambahkan pereaksi Mayer, Wagner, dan Dragendorf dan tes saponin yang ditanai dengan adanya busa yang stabil selam 5 menit. Sirih tidak mengandung flavonoid, steroid dan terpenoid yang ditandai dengan tidak terjadinya perubahan warna.

 Saran
a.       Agar pembaca dapat mempergunaka sirih sebagai salah satu tanaman obat.
b.      Memberi pengetahuan tentang cara mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder pada tanaman sirih.
DAFTAR PUSTAKA
Fessenden, Fessenden. 1982. Kimia Organik Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Hart, Harold. 1990. Kimia Organik. Terjemahan Suminar Achmad. Jakarta : Erlangga.
L. Tobing, M.Sc., Rangke. 1989. Kimia Bahan Alam. Jakarta: Depdikbud.
Tim Kimia Organik. 2007. Penuntun Pratikum Kimia Organik 2. Padang: FMIPA UNP.
2006. Sirih Panjang. http//www.phm-my/sirih pinang/sp sirih.htm. Diakses tanggal 6 November 2007.

Tuesday, February 17, 2009

Analisa & Khasiat Melur


IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK BAHAN ALAM PADA DAUN MELUR
(Brucea javanica (L.) Mess)
OLEH:SUSI ANNARIA 66986/2005 PENDIDIKAN KIMIA Universitas Negri Padang
Tumbuhan melur (Brucea javanica (L.) Mess ) ini banyak tersebar di seluruh Indonesia, oleh karena itu mempunyai banyak nama daerah, seperti dadih – dadih, tambursipago, tamban bui melur ( sumatera ), kendang pencang, kipades, trawalot ( jawa ), tambara marica, amber marica ( sulawesi ) dan nagas ( Maluku ) ( Departemen Kesehatan RI, 1985 )
Deskripsi :
Semak tinggi, tegak, sangat pahit, tinggi 1-2,5 m. Susunan daun menyirip ganjil; anak daun 5-13, sebagian besar berhadapan, anak daun berbentuk bulat telur memanjang lanset, ujung meruncing, tepi bergerigi beringgit, pangkal membulat atau runcing, berambut 5,5-17,5 kali 2-7,5 cm. Bunga berkelamin 1 atau 2, dalam susunan malai sempit panjang 2-30 cm. Perhiasan bunga berupa kelopak; segmen kelopak sangat kecil, bentuk oval bulat telur terbalik, 0.75-1 mm. Mahkota memiliki 5 daun mahkota, bentuk memanjang, tumpul, berambut jarang, sepanjang tepi berkelenjar, berwarna hijau ungu. Benang sari sebanyak daun mahkota, kepala sari tidak ada pada bunga betina. Putik pada bunga jantan rudimenter, bertaju 4, pada bunga yang berkelamin 2 atau bunga betina bakal buah dan tangkai putik 4, lepas, tonjolan penebalan dasar bunga jelas. Buah batu bulat memanjang,panjang 8mm. Waktu berbunga Januari - Desember. Tumbuhan ini dapat hidup pada daerah dengan ketinggian 0,5-550 m dpl. Lebih kurang ditemukan 6 jenis tumbuhan yang tumbuh di Afrika. Di Indonesia banyak tumbuh di Jawa dan Madura, yaitu biasanya terdapat pada belukar, di tepi sungai, hutan jati, hutan sekunder muda, dan sebagai tanaman pagar.

Tumbuhan Obat

Followers