Automatic translation of this blog page

Showing posts with label ginjal. Show all posts
Showing posts with label ginjal. Show all posts

Monday, February 7, 2011

OBAT TRADISIONAL UNTUK SAKIT PINGGANG DAN BATU GINJAL

Oleh Tarmizi, B.Sc, S.Pd


Sakit pinggang dapat disebabkan oleh banyak hal. Bisa saja karena Anda tidak buang air seharian atau beberapa hari, pinggang Anda. akan terasa sakit. masuk angin juga dapat mengakibatkan sakit pinggang, apalagi karena terlalu lama membungkuk atau duduk. Yang paling nyata adalah karena batu ginjal.
          Sakit pinggang terasa sebagai rasa nyeri di pinggang, kadang kala jika penyakitnya kumat bisa-bisa penderitanya tak dapat berjalan, hanya bisa berbaring saja.
          Secara turun temurun, nenek moyang kita telah meninggalkan berbagai ramuan, terutama dari tetumbuhan sesuai dengan tumbuhan yang tersedia di daerah yang berbeda, dan juga disesuaikan dengan penyebab, parah atau.tidaknya. Untuk itu, cobalah pilih diantara ramuan berikut ini.
          Daun alpokat 10 lembar yang tidak terlalu tua, bersihkan. Rebuslah dengan 2 gelas air, biarkan mendidih sampai airnya tinggal separuh. Saring dan minumlah setelah dingin satu gelas, lakukan setiap hari selama seminggu. Insya Allah pinggang Anda yang tidak terlalu parah sakitnya (misalnya karena terlambat buang air atau karena masuk angin), akan pulih lagi dan ginjal Anda akan bersih.
Daun dan buah apokat.
Daun dan buah apokat.

          Daun meniran atau sidukung anak (Phillanthus niruri L) yang telah dikeringkan sebanyak 1 sendok makan,daun kumis kucing 1/2 genggam, temulawak 2 potong sebesar jempol, dan sejempol kunyit. Daun meniran dan daun kumis kucing ditempatkan dalam wadah tertutup. Temulawak dan kunyit diiris tipis lalu direbus dengan 3 gelas air, biarkan mendidih kemudian dituangkan ke dalam panci berisi dedaunan tadi, tutup dan tunggu sampai dingin. Ramuan ini dibagi untuk diminum 2 atau 3 kali sehari, dan boleh diulangi lagi dengan cara yang sama bila belum sembuh. Biasanya digunakan untuk obat sakit pinggang karena mengangkat beban terlalu berat, banyak bekerja, atau karena duduk yang terlalu lama.
          Bila penderitanya mengidap kencing batu, dapat juga mencoba ramuan ini, dengan tambahan daun keci beling (Strobilanthes crispul BL) yang sudah dikeringkan.

          Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) yang segar diambil 2 genggam. Cuci bersih dan rebuslah dengan 1/2 liter air, biarkan mendidih hingga tinggal separuh. Setelah dingin disaring, dan air rebusannya diminum secara teratur setiap hhari selama seminggu. Bila ingin yang lebih praktis, Anda dapat mebeli tablet atau kapsul daun kumis kucing di toko obat atau apotik.
          Bila buang air kecil Anda kurang lancar, ambillah 10 lembar daun kumis kucing, kemudian dijemur pada panas matahari. Setelah kering dapat diseduh sepeti membuat air teh. Teh kumis kucing ini diseduh tiap hari, boleh ditambah gula enau secukupnya yang diminum sebagai teh manis. Insya Allah berkhasiat untuk antidiuretik atau memperlancar buang air seni.
Orthosiphon aristatus
Orthosiphon aristatus

          Telur ayam kampung satu butir diambil kuningnya saja.
Cangkangnya dijadikan penakar bahan lain, yaitu madu asli, minyak samin dan bawang merah (Allium ascolanum) ditumbuk halus. Setiap bahan diukur dengan cangkang telur lalu dimasukkan ke gelas. Dikocok rata dengan sendok lalu diminum sampai habis. Lakukan sekali dalam 3 hari, sebanyak 3 kali minum. Ramuan ini untuk sakit pinggang yang sudah parah.
Bawang merah di pasar
Bawang merah di pasar

          Kacang kedelai 3 sendok makan dicuci dan direbus dengan 4 gelas air. Biarkan mendidih hingga airnya tinggal 1 gelas. minumlah setiap pagi sampai Anda merasakan khasiatnya sebagai untuk sakit ginjal.
Biji kedelai

          Akar enau segenggam dan akar alang alang (Imperata cylindica) sengenggam dicuci sebersih mungkin. Tambahkan adaspulosari dan gula enau secukupnya. Rebuslah dengan 2 gelas air hingga iarnya tinggal 1 gelas. Saring dan minum setelah dingin. Lakukanlah sekali 2 hari hingga kencing batu Anda lenyap.
          Sebuah kelapa hijau yang muda dilubangi kepalanya. Lubangi pula sebutir telur ayam kampung, buang putihnya dan aduk‑aduk kuning telurnya dengan lidi atau tangkai sendok, lalu dimasukkan ke dalam kelapa tadi. minumlah pakai sedotan atau pipet, lakukan tiap hari sampai Anda merasa yakin sudah pulih.
Pohon enau

          Biji petai cina (Leucaena glauca) diambil yang sudah tua dan sangrai (goreng tanpa minyak) sampai kering. Tumbuk halus hinggga menjadi tepung. Seduhlah 1 sendok tepung biji petai cina ini dengan air panas 3/4 gelas bersama gula, seperti membuat air kopi. Lakukanlah dengan teratur. 
Polong petai cina yang mengering.

          Rimpang jahe muda (Zingiberis officinales) 1 ons dibersihkan dan diparut ketika sore. Tambahkan kapur sirih 1/5 bagian dari jahe. Seduh dengan 1/2 liter air mendidih, aduk sampai tercampur rata. Adonan ini didiamkan selama semalam. Pagi harinya dibuang lapisan di atas cairan dengan sendok, dan tuangkan air campuran jahe ini ke gelas. Jagalah jangan sampai endapannya ikut tertuang ke gelas. Tambahkan air perasan dari sebuah jeruk nipis ke dalamnya bersama gula enau dan garam sejumput. 
 Tanaman Jahe
          Minumlah ramuan ini pagi hari sebelum makan apa-apa (ketika perut masih kosong). Lakukan setiap pagi selama 10 hari atau lebih, sampai Anda merasakan radang ginjal sembuh. Gejala radang ginjal antara lain rasa mual, ingin muntah, dan air liur mau keluar saja. Akan tetapi, ada juga penyakit lain dengan gejala serupa. Nah, selamat mencoba! (Tarmizi, BSc, S.Pd)
Dari berbagai sumber 

Saturday, February 5, 2011

Teh Hijau Bisa Sembuhkan Penyakit Ginjal

Teh Hijau Bisa Sembuhkan Penyakit Ginjal


Teh hijau

Bila menyimak iklan di media massa, baik di media cetak maupun elektronika, tampaklah khasiat teh hijau masih ditonjolkan pada khasiatnya untuk melangsingkan tubuh. Meskipun ada benarnya, manfaat utama mengkonsumsi teh hijau sebenarnya mencegah beberapa penyakit degeneratif seperti kanker, proses penuaan, maupun mutagenik.
Hasil penelitian terakhir makin menunjukkan keunggulan teh yang satu ini.Teh hijau ternyat dapat mencegah dan mengobati penyakit ginjal.Sungguh harapan baru yang maat melegakan para penderita ginjal.
Hasil ini tentu saja erat hubungannya dengan kandungan senyawa golongan tanian yang dikandungnya. Dalam daun teh segar terdapat sekitar 30 persen senyawa penyamak tanin, yang sebagian besar dari golongan katekin.
Daun teh juga dilengkapi dengan enzim katekol oksidase yang siap bekerja mengubah tanian menjadi sederetan senyawa turunan melalui suatu reaksi kondensisa. Seperti diketahui, pada proses pengolahan teh, perubahan biokimiawi dengan reaksi kondensasi dapat dikendalikan. Kondisi teh bisa diubah sempurna, setengah-setengah, atau tetap.

Potongan membujur ginjal

Perubahan kimia
Perubahan biokimiawi bisa disebut sempurna bila terbentuk sepasang senyawa turunan yang dikenal sebagai theaflavin dan thearubigin. Ini yang terjadi pada proses pembuatan teh hitam (Black tea). Dalam teh hitam,hampir semua tanin mengalami reaksi kondensasi menjadi kedua senyawa turunan tadi. Itu sebabnya mengapa teh hitam juga disebut sebagai teh terfermentasi sempurna (fully fermented tea). Di pasar, jenis teh hitam mudah dikenal dengan bentuknya yang berupa bubuk dengan warna hitam.
Sementara perubahan yang berlangsung setengah-setengah atau setengah sempurna dihasilkan dengan fermentasi sebagian yang dikenal sebagai cara pengeringan "penggorengan".
Ini menghasilkan teh pouchong atau teh calong yang juga dikenal dengan teh fermentasi sedang (partially fermented tea). Teh pouchong atau teh colong masih mengandung sebagian tanin dan beberapa senyawa turunannya.
Di tingkat petani atau perkebunan rakyat, teh jenis ini banyak diproduksi dan di kenal sebagai teh gunung karena umumnya diproduksi di daerah pegunungan. Teh gunung biasanya dicampur dengan bunga melati sehingga menjadi teh wangi.
Terakhir, apabila perubahan biokimiawi selama proses pengolahan dicegah dengan cara pemanasan pendahuluan yang bertujuan untuk membuat enzim menjadi loyo (blanching), maka hasilnya adalah teh tanpa fermentasi (unfermented tea).
Meskipun teh "digoreng", teh ini tetap berwarna hijau sehingga lebih dikenal dengan sebutan teh hijau (green tea).Jenis teh terakhir ini, masih mengandung tanin relatif tinggi, belum mengalami derivatisasi menjadi theaflavin dan thearubigin.
Khasiat tanin
Dari hasil penelitian,tanin teh hijau mempunyai kemampuan yang dapat diandalkan untuk mencegah dan penyembuhan penyakit ginjal. Diketahui, senyawa tanin dalam daun teh yang juga dikenal dengan katekin, terdiri dari epikatekin, epikatekin galaf, epigalokatekin, dan epigalokatekin galaf.
Pada daun teh segar, senyawa-senyawa tadi secara berturut-turut semakin kecil konsetrasinya, sedang pada teh hijau, terdapat sebaliknya. Meskipun semua komponen tanin yang digunakan dalam percobaan diketahui mempunyai kemampuan dalam penyembuhan penyakit ginjal,namun tanin dalam bentuk epigalokatekin galat yang merupakan tanin predominan dari teh hijau paling berkhasiat.
Salah satu tolok ukur penderita penyakit ginjal adalah meningkatnya senyawa metilguanidin dalam darah maupun urin. Metilguanidin merupakan racun uremik yang potensial,indeks kesalahan metabolik dan kondisi patologis uremia.
Dengan eksperimen invitro (menggunakan hati tikus) maupun invivo (menggunakan tikus percobaan) diketahui metilguanidin di produksi dari senyawa protein kreatin melalui kreatol (5-hidroksi-kreatinin) oleh oksigen aktif atau radikal hidroksil. Rupanya, oksigen aktif dan radikal hidroksil adalah yang menjadi biang penyebab kesalahan metabolik uremia tadi. Keterlibatan oksigen aktif dan hidroksil radikal pada beberapa penyakit ginjal dan kerusakan histologis juga telah diketahui dari para pasien penderita ginjal.
Dicoba pada tikus
Kemampuan tanin menyembuhkan penyakit ginjal mula-mula dicoba pada tikus. Dari hasil percobaan,tanin tanaman rhubarb dan ekstrak ompi-to (wen-pitang), resep medis oriental atau semacam resep tradisional Cina yang diberikan pada tikus yang dirusak ginjalnya dengan induksi adenin, dapat menurunkan metil guanidin urin. Hasil yang menakjubkan ini menunjukkan tanin dapat "beraksi" menetralkan hidroksil radikal (radical scavenging action).
Yang lebih "hebat" lagi adalah kemampuan ekstrak tanin daun teh hijau, epigalokatekin galat, sebagai penetral hidroksil radikal. Bila diberikan pada jumlah yang sama dengan jumlah tanin rhubarb, ekstrak tanin teh hijau dapat menurunkan metilguanidin dalam tempo lebih cepat.
Pada percobaan selanjutnya, pemberian 2 mg ekstrak tanin campuran dari teh hijau setiap hari pada tikus menunjukkan,pada hari ketujuh terjadi penurunan nyata metilguanidin urin. Sedang hanya dengan pemberian 0,25 mg ekstrak epigalokatekin galat setiap hari dapat menurunkan metilguanidin pada hari keenam.
Ini menunjukkan yang paling berpengaruh sebagai penetral radikal hidroksil adalah komponen epigalokatekin galat (komponen tanin dominan dalam teh hijau). Berarti, tanin teh hijau mempunyai khasiat lebih baik untuk pencegahan dan penyembuhan penyakit ginjal dibanding tanin dari sumber lain.
Baik utuk ginjal
Meskipun percobaan ini baru diujikan pada hewan percobaan tikus, namun hasil yang memuaskan tersebut merupakan suatu indikasi teh hijau pun dapat mencegah dan mengobati penyakit ginjal atau keadaan patologis urenina pada manusia.
Dari segi kandungan tanin, semua jenis teh maupun kemampuan menetralkan radikal hidroksil atau mencegah dan mengobati penyakit ginjal dengan urutan tingkat khasiatnya adalah teh hijau, teh pouchong kemudian teh hitam. dewi sartika sptabuf copy yellowb
 

Monday, June 21, 2010

Pepaya 3

Pepaya, dari Daun hingga Bijinya Berkhasiat Obat
Oleh Tarmizi, B.Sc,S.Pd
bagian 3
(rematik, nyeri haid, kanker, radang ginjal, cacing gelang, difteri, luka bakar, beri-beri, tersedu-sedu)
Pepaya merupaka buah yang mudah didapat, karena buah yang dihasilkan dari tanaman ini tidak mengenal msim, dapat ditanam dan panen kapan saja.
Pepaya banyak mengandung pencahar, Vitamin A, Riboflavin dan enzim papain yang berguna untuk mencerna protein menjadi asam-asam amino sehingga pencernaan bahan makanan yang kaya akan protein dapat dibantu dengan adanya. papain ini. Dengan mengkonsumsi buah pepaya masak setiap hari akan mengatatasi gangguan- gangguan pencernaan, konstipasi, serta dapat mengusir cacing dalam perut.
Pepaya yang dicampur dengan kuning telur yang direbus dapat mengobati stomatitis (radang mulut), memperbanyak air susu ibu (ASI) dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pepava yang dicampur dengan SuSu dan madu merupakan tonikum yang berguna untuk anak-anak yang sedang tumbuh, wanita hamil dan wanita menyusui. Apa ' bila resep tadi dicampur dengan sari bawang putih, campuran ini konon dapat sebagai "Sex Tonic" bagi orang-orang yang "gugup dan lemah".
Selain buah, daun pepaya juga dapat digunakan sebagai obat. Dengan memeras daun pepaya, cairan ini dapat digunakan sebagai pencahar dan sebagai obal cacing. Akan tetapi cairan ini tidak boleh digunakan oleh ibu yang sedang hamil muda, sebab dapat menyebabkan gugurnya kandungan.
Reumalik
• Dua potong akar dan selembar daun pepaya ditumbuk halus, direbus dalam seliter air sampai mendidih. Setelah disaring air rebusan ini diminum setiap sore sebanyak satu gelas.
Menghilangkan rasa sakil ketika haid
• Satu lembar daun pepaya dibersihkan dan dibuang tulang daunnya. Diremas-remas dalam sedikit air ininuin hingga keluar klorofilnya yang berwama hijau. Saring dan remas lagi untuk mengambil zat hijau daunnya. Setelah cukup satu gelas, klorofil dalam air minum ini diminum hingga habis dan tahan rasa pahitnya.
Obat kanker
• Daun pepaya sepertiga pelepah, daun ceremai muda 1/2 genggam, dan bayam merah 1/3 genggam, wortel dua potong yang panjangnya masing-masing 8 cm dan daun belimbing 1/4genggam.
Semuanya dicuci kemudian digiling sampai halus. Diremas dengan air masak ½ gelas minum dan madu tiga sendok makan. Semuanya diperas dan disaring. Air yang diperas itu diminuni o1ch si sakit dalam satu hari tiga Lili. Tiap kali minum setengah gelas minum.
Obat cacing kremi
• Dua potong akar pepaya kira-kira 8 cm, bawang putih 3 butir yang telah dicuci dan 2 potong gula enau lalu dipotong-potong keniudian direbus dengan air 3 gelas minum. Jika telah mendidih dan airnya tinggal 1/2 nya didinginkan lalu disaring untuk diminum dua kali schari. Tiap kali minum 3/4 gelas minum.
Radang ginjal
• Ambillah tiga potong akar pepaya a" 8 cm lalu dicuci dan dipotong-potong baru direbus dengan air matang 4 ½ gelas minum. Bila telah mendidih hingga tinggal separohnya, didinginkan dan disaring supaya dimi numkan kepada si sakit tiga kali sehari. Tiap kali meminumnya harus 3/4 gelas minum.
Obat cacing gelang
• Gilinglah biji pepaya sebanyak 2 sendok makan. Setelah halus diseduh dengan air panas 1/2 cangkir dan madu satu sendok makan. Jika telah suam diminum, satu kali sehari.
Obat difteri
• Ambillah 15 tetes getah pepaya kemudian diseduh dengan air hangat satu sendok makan. Obat Difteri Obat itu bukan obat minum melainkan obat kumur. Si penderita harus mengumurnya selama 3 menit. Dalam sehari harus mengkumurnya sampai tiga kali. Cara mengumurnya sampai ditenggorokan.
Obat luka bakar
• Gosoklah luka itu dengan 1/3 cangkir getah pepaya.
Menggosoknya harus dengan kapas. Obat itu dipakai tiga kali sehari.
• Campurlah dua sendok makan minyak kelapa dengan dua sendok teh getah buah pepaya yang masih muda dan sedikit kapur sirih. Bila telah rata campurannya, dapat digosokkan pada luka itu. Dalam sehari bisa digosokkan sampai tiga kali.
obat beri-beri
• Daun pepaya yang agak muda sebanyak tiga perempat pelepah. Ditumbuk sampai halus kemudian diremas dengan air garam setengah cangkir. Sebelum menumbuknya daun itu dan alat penumbuknya harus dicuci sampai bersih. Jika perlu dicuci dengan air mendidih. Semuanya diminum, tak boleh disisakan. Dalam sehari dua kali minum obat itu.
Obat tesedu-sedu
• Cincang sepotong buah pepaya yang telah matang kemudian diberi air jeruk nipis satu, sendok teh dan madu 2 sendok makan. Semuanya diaduk lalu di,makan sedikit demi sedikit. Dilakukan dua kali sehari.

Tumbuhan Obat

Followers