Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Monday, July 18, 2011

Kencur dan khasiatnya

Kencur (Kaempferia Galanga L.) obat Masuk angin, Melangsingkan tubuh dam Menambah nafsu makan
Kencur satu diantara bumbu dapur berupa tanaman rimpang yang sangat populer. Sebagai rempah - rempah, dibalik rimpangnya berbentuk mungil yang menggembung banyak memberi manfaat bagi kesehatan dan enak diolah dalam berbagai hidangan.
 Bunga Kaempferia galanga
 Rimpang Kaempferia galanga
 TanamanKaempferia galanga

Bagi pecinta masakan Indonesia sudah tentu tak asing lagi dengan bumbu masakan yang satu ini. Rimpang kencur sering digunakan sebagai bumbu masakan ataupun bahan utama untuk minuman jamu tradisional. Rasanya yang khas serta aromanya yang tajam dan menyegarkan menjadikan kencur banyak disukai oleh sebagian kalangan orang. Dalam penggunaannya kencur dapat dihaluskan dengan cara di blender / diparut. Bahkan ada juga yang hanya dimemarkan.
Tanaman rimpang yang berserabut halus dengan bentuk mungil ini bermanfaat ganda jika digunakan. Bisa sebagai bumbu masakan, sekaligus sebagai obat. Dampaknya yang langsung terlihat jika mengkonsumsi ini adalah dapat menghangatkan tubuh.
Secara morfologis, kencur merupakan tanaman kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2 - 3 lembar dengan susunan berhadapan.
Tanaman yang daunnya bulat melebar dengan ujung mengecil, berwarna hijau gelap ini memiliki batang semu yang tergolong pendek dengan tinggi 10 hingga 50 cm. Rimpang kencur tumbuh bergerombol dan bercabang - cabang. Warna rimpang cokelat gelap dan berkesan mengkilap. Kencur juga bisa berbunga, yang muncul disela - sela daun bentuknya kecil.

Kencur (Kaempferia galanga L.), dengan rizoma dan akar. Sumber: [1].
Kencur (Kaempferia galanga L.) adalah salah satu jenis empon-empon/tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpang atau rizoma tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang dimanfaatkan sebagai stimulan.
Kencur merupakan terna kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan. Bunganya tersusun setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga berwara lembayung dengan warna putih lebih dominan.
Kencur tumbuh baik pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan di tempat terbuka.
Berbagai resep masakan tradisional Indonesia dan jamu menggunakan kencur sebagai komponennya.
Komposisi kimia rimpang:
  • pati (4,14 %),
  • mineral (13,73 %),
  • minyak atsiri (0,02 %), berupa
    • sineol,
    • asam metil kanil dan penta dekaan,
    • asam sinamat,
    • etil ester,
    • borneol,
    • kamphene,
    • paraeumarin,
    • asam anisat,
    • alkaloid dan
    • gom.
Nama Lokal : Kencur (Indonesia, Jawa), cikur (Sunda), ceuko (Aceh); kencor (Madura), cekuh (Bali), kencur, sukung (Minahasa); asauli, sauleh, soul, umpa (Ambon), cekir (Sumba).
Beberapa Khasiat dan Manfaat Kencur antara lain :
1.      Masuk angin.
Siapkan 1 rimpang kencur sebesar ibu jari, kuliti dan cuci pada air mengalir. Kunyah dan makan dengan garam secukupnya, lalu minum segelas air hangat. Lakukan 2 kali sehari.
2.      Melangsingkan tubuh.
Ambil 1 rimpang kencur, 1 sendok teh tepung beras basah dan 1 potong gula kelapa. Bersihkan rimpang kencur, lalu seduh semua bahan dengan segelas air panas. Saring dan minum sehari 3 kali.
3.      Menambah nafsu makan.
Ambil 1 rimpang kencur, 1 sendok teh tepung beras basah dan 1 potong gula kelapa. Bersihkan rimpang kencur, lalu seduh semua bahan dengan segelas air panas. Saring dan minum sehari 1 kali.

 

SumberDari:

 Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Tumbuhan Obat Indonesia. 1985. Depkes RI

Khasiat Cekur. Harian Independen Singgalang. 1997. Singgalang Press

Kencur yang berkhasiat obat. Padang Ekspress. 2006. Padek Press

 

 


Tumbuhan Obat

Followers