Automatic translation of this blog page

Wednesday, January 4, 2012

Sawi Tanah




Sawi Tanah
(Nasturtium montanum Wall.)
Sinonim :
Rorippa indicum, (Linn.), Hieron. = R. montana, (Wall.), small. = Sinapis pusilla, Roxb.
Familia :
Cruciferae (Brassicaceae)
Uraian :
Terna, tumbuh liar di tepi saluran air, di ladang dan di tempat-tempat yang tanahnya agak lembab sampai setinggi 1.300 m dari permukaan laut. Berbatang basah, tinggi sampai 55 cm. Daun bentuk bulat telur, atau bulat memanjang, ujung melancip, tepi bergerigi atau beringgit, tunggal, duduk tersebar. Bunga kecil warna kuning, tersusun dalam tandan pada ujung-ujung batang. Buah berupa buah lobak, bila masak membuka dengan 2 katub.
Nama Lokal :
Sawi lemah, sawi taneuh, jukut sakti, rom taroman,; tempuyung, kamandilan, maru maru.; Han cai (China).;
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Radang saluran nafas, Batuk, TBC, Panas, Campak, Reumatik; Sakit tenggorokan, Hepatitis, Bisul, Memar, Luka berdarah; Gigitan ular, Kencing berkurang;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman, segar atau kering. KEGUNAAN: 1. Radang saluran nafas, batuk berdahak, TBC. 2. Panas, campak, sakit tenggorok. 3. Rheumatik persendian yang akut (acute rheumatic arthritis). 4. Hepatitis, kencing berkurang (oliguria). 5. Bisul, memar, luka berdarah, gigitan ular.
PEMAKAIAN:
15 - 30 gr. bahan kering atau 30 - 60 gr., bahan segar, direbus, minum.
PEMAKAIAN LUAR:
Luka, bisul, tanaman segar dilumatkan, sebagai tapal.
CARA PEMAKAIAN:
1.   Radang saluran nafas (chronic bronchitis):
Dengan pengolahan, ambil zat berkhasiat yaitu rorifone, 200 - 300 mg/hari, dibagi dalam 4 dosis, selama 10 hari. Pada pemberian lebih dari 300 pasien. efek expectorant: baik, dahak berkurang banyak.
2. Influenza:
30 - 60 gr. sawi tanah segar dan 10 - 15 gr. bawang putih, seluruhnya digodok, minum.
3. Campak:
Sawi tanah segar, ditumbuk Ialu peras ambil airnya, ditambah sedikit garam, minum. Kemudian diminumkan air putih. Umur 1 - 2 tahun, sekali minum 30 gr. Lebih dari 2 tahun: 60 gr.
4. Rheumatik sendi:
30 gr. sawi tanah segar direbus, minum.
5. Sakit lambung, melancarkan pencernaan:
30 gr. sawi tanah kering direbus, minum.
6. TBC:
30 gr. sawi tanah direbus, kemudian ditambah gula enau, minum setiap hari.
7. Sakit kuning:
1/4 genggam akar sawi tanah, 1/3 genggam daun sawi tanah dan 3 gelas air, semuanya rebus menjadi 1 1/2 gelas. Sesudah dingin disaring, + madu, sehari 2 x 3/4 gelas.
8. Kencing darah:
5 pohon sawi tanah (berikut akar) dan 3 gelas air, direbus menjadi 1% gelas sehari 3 x 1/2 gelas.
9. Sakit kandung kencing akibat kedinginan:
7 herba sawi tanah + akamya dan 3 gelas air direbus menjadi 1 gelas, minum.
10. Mencret (diare):
1 batang sawi tanah seutuhnya ditambah 3 gelas air, direbus menjadi 1 1/2 gelas, setelah dingin, disaring, ditambah madu. Sehari 2 x 3/4 gelas.
EFEK ANTI BAKTERI:
Eksperimen pada plat microbiology, rorifone dengan konsentrasi 5 mglml. menghambat pertumbuhan Diplococcus pneumonlac, Staphylococcus aureus, Hemophilus influenzae Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli.
EFEK SAMPING (SIDE EFFECT):
Pada beberapa individu, kadang-kadang timbul rasa mulut kering, dan sedikit rasa tidak enak di lambung. Rasa tidak enak di lambung dapat dinetrahsir dengan menambahkan gula batu pada air rebusan atau minum larutan gula batu.
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Rasa pedas, " hangat ", penurun panas, anti racun, peluruh air seni, mencairkan dahak (mucolitik), anti bakteri.
KANDUNGAN KIMIA:
 Rorifone, rorifamide, 6 crystalline substans (2 substansi netral dan 4 asam organik) dan beberapa turunan decyanated.
Tips menghilangkan jerawat
Tips menghilangkan jerawat adalah kalimat luar biasa yang bisa menarik minat banyak remaja puber. Secara, gimana bisa pede kalo ada jerawat iseng yang nangkring di pipi, dahi dan yang paling parah di atas hidung. Ihh, bisa bikin bete berhari-hari tuw.
Tapi, tenang aja, sayuran adalah cara alami menghilangkan jerawat. Waduh, maaph-maaph ya buat yang alergi konsumsi sayur ( aku juga kok :’[ hehehe ). Emangnya sayur berjenis apa sih yang ampuh kaya gitu? Baca terus dech..
Jerawat muncul dengan alasan berbeda-beda pada tiap individu. Untuk cewek biasanya muncul saat menjelang / pra menstruasi, yang kadang kala munculnya keterusan dan ga mau ilang. Ada juga yang gara-gara kebersihan muka nggak terjaga. Malahan sering nih, tangan kita pengennya ngubek-ubek muka, padahal kita belum cuci tangan.
Ga perlu khawatir, ini dia tips menghilangkan jerawat:
Wajib hukumnya buat ngebersihin muka setelah ngelakoni kegiatan di luar ruangan dan sebelum tidur, meski hanya dengan mencuci muka.
Sekilas tentang jerawat
Kita semua tentu sudah tahu apa itu jerawat. Ya, jerawat atau dalam bahasa bule nya kita kenal dengan Acne, menurut wikipedia.org Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceous gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit.
Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85% populasi mengalami jerawat pada usia 12-25 tahun, 15% populasi mengalaminya hingga usia 25 tahun. Jika tidak teratasi dengan baik, gangguan jerawat dapat menetap hingga usia 40 tahun, nah lo.
Penyebab timbulnya jerawat :
1. Produksi kelenjar minyak terlalu aktif
2. Penyumbatan pori-pori
3. Inveksi bakteri
Jenis-jenis jerawat :
1. Komedo, adalah pori-pori yg tersumbat, bisa terbuka atau tertutup.
2. Jerawat biasa, berupa tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan.
3. Jerawat batu, Inilah `godfather’nya jerawat, yang paling merusak tidak hanya secara fisik, tapi juga kepercayaan diri.
Cara lama menyembuhkan jerawat :
1. Memakai obat jerawat. Hanya mematikan bakteri yang bersifat sementara
2. Memakai berbagai produk kebersihan wajah. Membersihakn wajah memang baik. Tapi bukan berarti terbebas dari jerawat bukan?
3. Pergi ke dokter spesialis. Harga nya sangat mahal dan membuat ketergantungan.
4. Facial/Masker. Banyak orang yang pori-porinya malah semakin terbuka, dan menyebabkan wajah menjadi berlubang (bopeng) bahkan setelah 1-2 bulan tidak melakukan facial.
Diterbitkan di: Juni 30, 2010
Influenza
Influenza adalah penyakit saluran pernapasan yang ditandai dengan gejala demam secara mendadak, sakit kepala, badan terasa dingin, batuk, pilek, otot-otot sakit, dan badan terasa lemah.
Penyebab Influenza:
Influenza disebabkan oleh virus. Influenza sangat mudah menular dan biasanya berjangkit saat udara dingin/ lembap, yaitu saat musim hujan.
Saat kondisi badan dalam keadaan baik, serangan influenza tidak akan menimbulkan akibat yang terlalu berat. Namun saat kondisi tubuh lemah, virus influenza mudah sekali menyerang dan menimbulkan akibat yang parah yang jika tidak segera teratasi dapat menyerang otak dan menimbulkan gejala seperti rasa nyeri di kepala, insomnia, menurunnya kesadaran, kejang, depresi mental, radang saraf, dan lain-lain.
Pengobatan Influenza:
30 gram sawi tanah dan 10 gram bawang putih direbus dengan air secukupnya kemudian airnya diminum hangat.
60 gram tanaman sawi tanah dan 15 gram bawang putih direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusannya diminum selagi hangat.
Pilih satu resep tersedia dan lakukan 2 kali sehari.
Rematik
Rematik merupakan penyakit yang menyerang tulang dan persendian serta menimbulkan rasa nyerf. Biasanya rasa nyen ini disertai peradangan berupa pembengkakan dan suhu tubuh yang tinggi.
          Gejala yang sering kali menyertai rematik adalah rasa lelah, letih, lemah, kaku pada persendian, ketegangan pada otot-otot, dan lain-lain. Penderita rematik akan mengalami gangguan­gangguan seperti susah berjalan, tidak dapat memegang gelas, susah membalikkan badan, susah menyisir rambut, dan sebagainya.
Penyebab Rematik:
Rematik dapat merupakan manifestasi dari stres. Saat stress otot-otot tertentu akan mengalami ketegangan. Jika ketegangan berlangsung terus-menerus, akan menyebabkan timbulnya serat-serat jaringan pengikat di antara serat-serat otot.
Hal lain yang dapat memicu timbulnya rematik adalah pekerjaan yang terlalu memberatkan salah satu organ tubuh atau aliran darah yang kurang lancar. Darah yang terlalu banyak dibebani dengan sisa-sisa buangan menyebabkan prosentase oksigen dan unsur lainnya menjadi kecil. Dalam. keadaan seperti ini, otak dan sel saraf tidak memiliki kekuatan sebagaimana semestinya. Zat-zat polutan dari udara seperti timah hitam, merkuri, dan lain-lain juga dapat memicu timbulnya rematik.
Pengobatan Rematik:
15 gram akar sawi tanah direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
Hepatitis
Hepatitis yaitu peradangan pada hati. Gejalanya adalah lemah, otot dan sendi sakit, sakit kepala, nafsu makan berkurang, sariawan, pusing, muntah-muntah, demam, air kencing keruh, kulit dan putih mata bewarna kuning, serta kelenjar getah bening bengkak.
Hepatitis disebabkan oleh virus.
Pengobatan Hepatitis:
30 gram akar sawi tanah dan 30 gram temu lawak yang sudah diiris-iris direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
Keseleo
Keseleo akan menyebabkan rasa nyeri yang semakin lama semakin terasa sakitnya, yang jika tidak segera diatasi akan menyebabkan pembengkakan pada jaringan otot.
Penyebab Keseleo:
          Keseleo terjadi karena otot atau urafdiregangkan secara mendadak sehingga otot yang bersangkufan terpaksa memanjang il sehingga ada serat-serat yang putus. Hal ini dapat terjadi karena terpeleset, berlari, angkat barbel, dan lain-lain.
Pengobatan Keseleo:
Tanaman sawi langit sec'ukupnya ditumbuk hingga halus kemudian ditempelkan pada bagian yang keseleo ( Tarmizi, BSc., S.Pd).
Referensi:
Drs. Djoko Hargono et al, "Tanaman Obat Indonesia Jilid I & II," 1985, Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan - Depkes RI. Jakarta
Dra. H.Cir," Obat-obat Peninggalan Nenek Moyang," 1982, Ikhwan Jakarta.
Dra. Balkiah S & Anawati," Aneka Resep Obat Kuno Warisan Nenek Moyang," Anugerah Surabaya. DJoko Hargono"Khasiat Daun Kelor," (Majalah Trubus No. 242,1990. Yayasan sosial Tani Membangun, jakarta.
Marah Maradjo & Ir.Saleh Widodo," Flora Indonesia, Tanaman Rempah-rempah," 1985, PT Gita Citra, Jakarta.
Hembing, Penyembuhan dengan Tanaman Obat, 2002, Komputindo, jkt.

Sawi Tanah

(Nasturtium montanum Wall.)
Sinonim :
Rorippa indicum, (Linn.), Hieron. = R. montana, (Wall.), small. = Sinapis pusilla, Roxb.
Familia :
Cruciferae (Brassicaceae)
Uraian :
Terna, tumbuh liar di tepi saluran air, di ladang dan di tempat-tempat yang tanahnya agak lembab sampai setinggi 1.300 m dari permukaan laut. Berbatang basah, tinggi sampai 55 cm. Daun bentuk bulat telur, atau bulat memanjang, ujung melancip, tepi bergerigi atau beringgit, tunggal, duduk tersebar. Bunga kecil warna kuning, tersusun dalam tandan pada ujung-ujung batang. Buah berupa buah lobak, bila masak membuka dengan 2 katub.

Nama Lokal :
Sawi lemah, sawi taneuh, jukut sakti, rom taroman,; tempuyung, kamandilan, maru maru.; Han cai (China).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Radang saluran nafas, Batuk, TBC, Panas, Campak, Reumatik; Sakit tenggorokan, Hepatitis, Bisul, Memar, Luka berdarah; Gigitan ular, Kencing berkurang;
Pemanfaatan :
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pedas, " hangat ", penurun panas, anti racun, peluruh air seni, mencairkan dahak (mucolitik), anti bakteri. KANDUNGAN KIMIA: Rorifone, rorifamide, 6 crystalline substans (2 substansi netral dan 4 asam organik) dan beberapa turunan decyanated.

(Nasturtium montanum Wall.)
Sinonim :
Rorippa indicum, (Linn.), Hieron. = R. montana, (Wall.), small. = Sinapis pusilla, Roxb.
Familia :
Cruciferae (Brassicaceae)

Uraian :
Terna, tumbuh liar di tepi saluran air, di ladang dan di tempat-tempat yang tanahnya agak lembab sampai setinggi 1.300 m dari permukaan laut. Berbatang basah, tinggi sampai 55 cm. Daun bentuk bulat telur, atau bulat memanjang, ujung melancip, tepi bergerigi atau beringgit, tunggal, duduk tersebar. Bunga kecil warna kuning, tersusun dalam tandan pada ujung-ujung batang. Buah berupa buah lobak, bila masak membuka dengan 2 katub.

Nama Lokal :
Sawi lemah, sawi taneuh, jukut sakti, rom taroman,; tempuyung, kamandilan, maru maru.; Han cai (China).;
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Radang saluran nafas, Batuk, TBC, Panas, Campak, Reumatik; Sakit tenggorokan, Hepatitis, Bisul, Memar, Luka berdarah; Gigitan ular, Kencing berkurang;
Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI: Seluruh tanaman, segar atau kering. KEGUNAAN: 1. Radang saluran nafas, batuk berdahak, TBC. 2. Panas, campak, sakit tenggorok. 3. Rheumatik persendian yang akut (acute rheumatic arthritis). 4. Hepatitis, kencing berkurang (oliguria). 5. Bisul, memar, luka berdarah, gigitan ular. PEMAKAIAN: 15 - 30 gr. bahan kering atau 30 - 60 gr., bahan segar, direbus, minum. PEMAKAIAN LUAR: Luka, bisul, tanaman segar dilumatkan, sebagai tapal. CARA PEMAKAIAN: 1. Radang saluran nafas (chronic bronchitis): Dengan pengolahan, ambil zat berkhasiat yaitu rorifone, 200 - 300 mg/hari, dibagi dalam 4 dosis, selama 10 hari. Pada pemberian lebih dari 300 pasien. efek expectorant: baik, dahak berkurang banyak. 2. Influenza: 30 - 60 gr. sawi tanah segar dan 10 - 15 gr. bawang putih, seluruhnya digodok, minum. 3. Campak: Sawi tanah segar, ditumbuk Ialu peras ambil airnya, ditambah sedikit garam, minum. Kemudian diminumkan air putih. Umur 1 - 2 tahun, sekali minum 30 gr. Lebih dari 2 tahun: 60 gr. 4. Rheumatik sendi: 30 gr. sawi tanah segar direbus, minum. 5. Sakit lambung, melancarkan pencernaan: 30 gr. sawi tanah kering direbus, minum. 6. TBC: 30 gr. sawi tanah direbus, kemudian ditambah gula enau, minum setiap hari. 7. Sakit kuning: 1/4 genggam akar sawi tanah, 1/3 genggam daun sawi tanah dan 3 gelas air, semuanya rebus menjadi 1 1/2 gelas. Sesudah dingin disaring, + madu, sehari 2 x 3/4 gelas. 8. Kencing darah: 5 pohon sawi tanah (berikut akar) dan 3 gelas air, direbus menjadi 1% gelas sehari 3 x 1/2 gelas. 9. Sakit kandung kencing akibat kedinginan: 7 herba sawi tanah + akamya dan 3 gelas air direbus menjadi 1 gelas, minum. 10. Mencret (diare): 1 batang sawi tanah seutuhnya ditambah 3 gelas air, direbus menjadi 1 1/2 gelas, setelah dingin, disaring, ditambah madu. Sehari 2 x 3/4 gelas. EFEK ANTI BAKTERI: Eksperimen pada plat microbiology, rorifone dengan konsentrasi 5 mglml. menghambat pertumbuhan Diplococcus pneumonlac, Staphylococcus aureus, Hemophilus influenzae Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli. EFEK SAMPING (SIDE EFFECT): Pada beberapa individu, kadang-kadang timbul rasa mulut kering, dan sedikit rasa tidak enak di lambung. Rasa tidak enak di lambung dapat dinetrahsir dengan menambahkan gula batu pada air rebusan atau minum larutan gula batu.


Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pedas, " hangat ", penurun panas, anti racun, peluruh air seni, mencairkan dahak (mucolitik), anti bakteri. KANDUNGAN KIMIA: Rorifone, rorifamide, 6 crystalline substans (2 substansi netral dan 4 asam organik) dan beberapa turunan decyanated. 

http://pertanian.sragenonline.com/2011/01/sawi-tanah-nasturtium-montanum-wall.html 

No comments:

Post a Comment

Tumbuhan Obat

Followers