Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Tuesday, January 3, 2012

ANEKA TUMBUHAN OBAT DIURETIC


Oleh Tarmizi, B.Sc, S.Pd
 

 Dalam pengobatan, diuretik digunakan untuk mengobati gagal jantung, sirosis hati, hipertensi dan penyakit ginjal tertentu. Beberapa diuretik, seperti acetazolamide,membantu untuk membuat urin lebih basa dan membantu dalam meningkatkanekskresi zat-zat seperti aspirin dalam kasus overdosis atau keracunan. Diuretik seringdisalahgunakan oleh penderita gangguan makan, terutama bulimia, dalam upayapenurunan berat badan [1].
Tindakan antihipertensi dari beberapa diuretik (tiazid dan diuretik loop pada khususnya) yang independen dari efek diuretik mereka. Artinya, penurunan tekanandarah bukan karena penurunan volume darah yang dihasilkan dari produksi urin meningkattetapi terjadi melalui mekanisme lain dan pada dosis yang lebih rendahdari yang dibutuhkan untuk menghasilkan diuresisIndapamide secara khusus dirancang dengan pikiran inidan memiliki jendela terapi yang lebih besar untuk hipertensi (tanpa diuresis diucapkan) dibandingkan diuretik yang lain.

             Caranya dengan menyediakan lima tongkol jagung muda yang dikupas, direbus dengan air 3 gelas dan biarkan mendidih hinga airnya tinggal separoh. Air rebusan jagung muda ini disaring dan diminum 3 x ½ gelas untuk pagi siang dan malam.
Jagung
Sediakan 10-15 gram akar kapasan digodok, untuk diminum  Digunakan sebagai obat penurun panas tinggi, obat batuk, susah buang air besar, dan batu saluran kencing.
Kapasan
Sediakan  9-15 gram krokot lalu digodok, airnya diminum atau 60-120 gram herba segar dicuci bersih lalu ditumbuk, perasannya diminum.
Krokot
            Penyediaan obat minum dilakukan dengan menggodok herba atau daun lamtoro 5-10 gram, kalau dari bijinya disediakan 3-5 gram biji kering, diseduh lalu diminum seperti minum teh (dr.Setiawan Dalimartha 1994).
Petai cina atau lamtoro                           keji beling
Rambut jagung yang banyak mengandung kalium  nitrat dan alkaloid ini  telah di uji secara klinis  ternyata bisa di pakai  sebagai pelancar keluarnya air seni  dan penurun tekanan darah tinggi. Sayang, penelitian di  Hongkong itu belum berhasil  mengungkap zat mana  yang berkhasiat sebagai diuretik dan bagaimana proses pengobatannya. Dari uji klinis itu diketahui ,hasil rebusan dari 50 gram rambut jagung yang di cacah dalan 50 cc air,jika di minum dua kali sehari, bisa memperlancar keluarnya air kecil.
Rambut jagung
Kalau ginjal tidak beres karena ada gangguan berupa  endapan  dalam  saluran kencing yang disebut juga batu ginjal,  cobalah kumpulkan : 25 gram daun kejibeling lalu ditumbuk. Daun  kumis kucing  25 gram, daun ngokilo 25 gram dan daun  meniran  (daun sidukung  anak)  beserta  akarnya 25 gram.  Semua  ramuan  ini  direbus dalam air 4 gelas dan biarkan mendidih beberapa  saat. Minumlah airnya dalam sehari.
Daun  kumis kucing satu genggam, meniran 7 batang, ngokilo  10 lembar,  temulawak 10 potong, jagung muda 4 buah.  Bahan-bahan ini  direbus dalam 4 gelas air sampai mendidih. Nah,  minumlah air rebusan ini dalam sehari.
Daun kumis kucing                         Meniran atau sidukung anak
Kalau waktu  kencing terasa nyeri  dan  keluarnya  tersendat-sendat,  siapkanlah satu sendok daun kumis kucing  yang  telah ditumbuk atau dihaluskan, 7 batang tumbuhan meniran. Rebuslah dalam dua gelas air sampai airnya tinggal separo. Air  rebusan ini dibagi tiga dan diminum  tiga kali sehari.
Menurut departemen kesehatan dalam buku tanaman obat keluarga edisi III, disebutkan daun alpokad dapat digunakan untuk mengobati sariawan mulut, kencing batu, dan juga berfungsi diuretic. Tak jarang pula masyarakat menggunakan air remasan daunnya untuk penurun tensi.
Selamat mencoba, sebagaimana banyak yang mencoba dan mangkus.

Tumbuhan Obat

Followers