Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Tuesday, December 6, 2011

RIMPANG JAHE DAPAT DIBUAT INGGUR WINE


oleh Tarmizi, B.Sc, S.Pd


          Tanaman jahe memang banyak gunanya. Mulai dari bumbu dapur, obat,kosmetika, campuran biskuit, hingga bahan baku minuman "wine”. Selain menyehatkan, wine jahe bise dijadikan produk industri rumah.
     Tanaman jahe (Zingiber officinale Rose) merupakan tanaman tahun yang berbatang semu dan tumbuh tegak dengan tinggi 30-100 cm, Nilai tanaman ini terdapat pada bagian rimpangnya (rizoma). Dari rimpang ini dapat dihasilkan minyak atsiri sekitar 1,5-3%
dan oleoreain 3% yang sangat bermanfaat bagi manusia sebagai bahan baku kosmetik,  obat-obatan, penyegar dan penambah cita rasa makanan.
     Mengingat kegunaannya yang begitu banyak, jahe dapat dimasukkan sebagai salah satu mata dagangan yang cukup potenaial, baik untuk kebutuhan pasar dalam maupun luar negeri. Sejalan dengan meningkatnya industri minuman makanan dan farmasi di Indonesia, maka rimpang jahe sangat dibutuhkan sebagai bahan baku. Peluang inilah yang harus dimanfaatkan petani sebaik-baiknya ,
     Di negara-negara barat, rimpang jahe banyak dipakai sebegai campuran dalam industri pembuatan roti, biakuit dan bumbu masak. Selain itu, juga diproduksi dalam bentuk minuman beralkohol seperti dalam pembuatan minuman bir atau Wine.
     Memang, umumnya jenis minuman bir memakai bahan baku dari dari buah anggur yang difermentasi dengan ragi dalam waktu tertentu. Cara ini mulanya dipakai untuk memberikan nilai tambah pada  buah anggur.
     Dalam rangka meningkatkan dayaguna jahe, tak ada selahnya bila kita coba membuat minumen yang diolah dari dari rimpang jahe, yang pengolahannya meniru pembuatan wine dari  buah anggur.
Jenis jahe yang dipakai
     Di nusantara ini umumnya dikenal dua Jenis jahe, yaitu jahe gajah (yang dijuluki pula jahe badak) dan jahe emprit (disebut juga jahe Sunti). Dari kedua Jenis jahe ini yang baik digunakan untuk bahan baku pembuatan minuman adalah jahe gajah, karena kandungan minyak atsirinya sangat rendah, Minyrak atsiri, :inilah yang mempengaruhi tingkat kepedesan rasa wine.
     Selain pemilihan jenis jahe, umurnya pun diperhatikan. Yang paling baik pada tanaman umur 4-6 bulan, pada saat itu kadar serat dan tingkat kepedasannya belum begitu tinggi, sehingga dapat memenuhi selera konsumen.
Kandungan Alkhohol
     Sesuai dengan peraturan, yang termasuk minuman keras golongan A yaitu yang mengandung alkohol 1-5%. sedangkan berdasarkan standar industri, minuman yang dikategorikan sebagai.obat (anggur obat) memiliki kandungan alkohol 9-18%.
     Dari hasil percobaan yang dilakukan menurut standar  tertentu, diperoleh data bahwa dengan perlakuan memberi gula sebanyak 30% per volume dari jahe yang difermentuai 15 hari, akan memberikan hasil/rasa wine paling disukai. Dengan kandungan alkohol sekitar 1,49%. Wine ini termaauk layak dikonsumsi.
Warna wine
     Warna wine ditentukan oleh bahan daaus dan kepekatan Iarutan gula. Umumnya, warna yang didapat mulai dari bening, kuning kecokletan sampai coklat terang. Dari gradasi warna tersebut, wine jernih atau bening dengan rasa manis yang paling disukai konsumen, sedangkan rasa asam (masam), asin dan yang agak pedas kurang disukai karena rasanya kurang harmonis.
Cara Membuat wine jahe
     Untuk membuat wine jahe yang enak dan segar, terlebih dahulu disiapkan bahan-bahan, yakni rimpang jahe segar berusia 4-6 bulan, gula pasir, asam sitrat, nutrisi  dan air bersih secukupnya. Sebelum membuat wine, siapkan starter yang berfungsi sebagai media pertumbuhan khamir dalam proses peragian(fermentasi) dari jahe untuk dijadikan wine. Sari jahe dibuat dengan perbandingan air dan rimpang !banding satu. Tambakkan 5% gula pasir dari dari jahe, masukkan dalam botol dan sterilken pada suhu 121 derajad Celsius selama 15 menit. Bila sudah dingin, botol tadi disimpan pada suha ruang selama 24 Jam. Setelah masa inkubasi dalam ruang sudah lewet, stater ini siap digunakan sebagai pencampur dari jahe untuk pambuatan .wine jahe dengan proses fermentasi.
     Selesai proses pembuatan starter, maka pembuatan wine yang sebenarnya dimulai. Rimpang jahe yang telah disiapkan dicuci bersih dan dikupas kulitnya. Setelah dipotong dadu dan ditambah air sebanyak 3x berat jahe, panaskan 80-90 derajad selama 15 menit, kemudian angkat.
     Bila sudah dingin, rebusan rimpang diblender hingga hancur agar mudah disaring dengan kain bersih. Tambahkan gula paair sebanyak 3x dari volume dari jahea dan sedikit nutrisi agar terjadi keharmonisan rasa, jangan lupa menambahkan sedikit asam aitrat, baru kemudian dimasukkan ke botol. Seleasi itu, lakukan sterilisasi pada suhu 121 derajad Celsius selama 15 menit, angkat Ialu dinginkan.
     Larutan yang sudah dingin ini kemudian dicampur dengan stater yang telah disiapkan sebelumnya. Tujuannya untuk merombak gula menjadi alkohol. Lakukan proses peragian ini pada suhu kamar selama 15 hari atau sampai gelembung karbondioksida (CO2) habis. Nah, selesailah prosesnya. Selamat mencoba, semoge sukses!
Tarmizi, B.Sc, S.Pd 

Tumbuhan Obat

Followers