Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Wednesday, December 14, 2011

DAUN JINTAN


Coleus Amboinicus lour
Coleus amboinicus Lour. dengan Sinonim: = Coleus aromaticus Benth. = Coleus camosus Hassk. = Coleus suborbiculata Zoll.& Mor. = Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng. = Plectranthus aromaticus Roxb. Termasuk ke dalam Familia  Labiatae (Lamiaceae).
Berbagai sebutan
Di Sumatera disebut: bangun-bangun, daun jintan, daun hati-hati, sukan, tramun. Jawa: ajeran, acerang (Sunda), daun jintan, daun kucing (Jawa), daun kambing, maiha nereng (Madura). Nusatenggara: iwak (Bait), golong (Flores), kumu etu (Timor).
Nama Simplisia: Plectranthi amboinicus folium (daun jintan).
Uraian Tanaman
        Daun jintan diperkirakan berasal dari India, tersebar di kawasan tropika dan pantropika. Tumbuh liar di pegunungan yang atau tempat-tempat lainnya, kadang ditanam di halaman dan di kebun, pada tempat-tempat yang sedikit terlindung dan dapat ditenaukan dari dataran rendah sampai 1.100 m dpl.
Terna tahunan,' lunak, pangkalnya seringkali agak seperti kayu, menaik, tinggi sampai 1 m, beruas-ruas, ruas yang menyentuh tanah akan keluar akar, batang muda berambut kasar,'warnanya hijau pucat. Daun tunggal, tebal berdaging, letak berhadapan, bertangkai, bentuknya bulat telur agak bundar atau berbentuk ginjal, ujung runcing, pangkal ruembulat, tepi bergerigi sampai beringgit kecuali bagian pangkainya, permukaan berambut jarang sampai tebal seperti beludru warnanya putih, tulang menyirip dan bercabang-cabang serta menonjol sehingga tampak seperti jala, paniang daun 5-7 cm, lebar 4-6 cm, warnanya hijau muda, bila diremas baunya harum. Perbungaan majenauk berupa tandan yang hijau paniangnya sampai 20 cm, keluar di ujung cabang dan di ketiak daun keunguan. Bijinya keras, bentuknya gepeng, warnanya coklat muda.
Daunnya dapat dimasak dengan daging kambing, dipakai untuk melumas dan meremas-remas rambut atau pakaian sewaktu dicuci.
Perbanyakan: Stek batang, biji.
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Baunya harum, rasa agak pedas, agak asam, getir dan membuat rasa tebal di lidah. Karminatif, laktagoga, menghilangkan sakit, penurun panas dan antiseptik.
KANDUNGAN KIMIA:
Daun: Kalium dan minyak atsiri 0,2 % mengandung karvakrol serta isoprofil-kresol, fenol, sineol. Bagian yang dipakai adalah daun atau seluruh herba.
KEGUNAAN:
Daun: Batuk, sesak napas (asma), intluensa, Difteri, Rematik, Sariawan, Perut mules, kembung, sembelit, Demam, sakit gigi, sakit kepala, ASI sedikit, Ayan (Epilepsi), Keracunan tempe bongkrek.
Buah, biji: Muntah-muntah, Batuk rejan, Panu.
PEMAKAIAN:
Minum : 5-10 lembar daun, digodok-atau ditumbuk, minum airnya.
Pemakaian luar :Daun secukupnya dicuci bersih, digiling halus untuk dipakai ditempat yang sakit seperti luka, borok, panu.
CARA PEMAKAIAN:
 Sariawan
·         5 lembar daun segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Daun yang telah bersih lalu dikunyah perlahan-lahan, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
 Demam:
·         7 lembar daun segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang, tumbuk sampai seperti bubur kenaudian diperas dan disaring. Air perasannya diminum dan ampasnya dipakaj untuk menggosok badan.
 Asma, batuk.
·         10 lembar daun segar dicuci bersih lalu,dibilas dengan air matang, tumbuk sampai seperti bubur lalu diperas dan disaring. Air perasannya ditambahkan beberape telas minyak vAjen, minum.
Batuk rejan:
·         3/4 sendok teh biji jintan digiling halus, lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas, tambahkan I sendok makan madu, aduk sampai merata. Diminum selagi hangat, lakukan 2 kali sehari
·         10 lembar daun jintan, 6 lembar daun waru yang masih muda, 1 buah mengkudu yang telah masak, 1/2 jari bidara upas, dicuci bersih dan dibilas dengan air matang ditumbuk sampai halus, tambahkan 3/4 cangkir air matang dan 1 sendok makan madu, diperas dan disaring, Ialu diminum. Lakukan 2 kali sehari.
Sakit kepala :
·         Daun segar dicuci bersih lalu dimemarkan, tempelkan di kepala dan pelipis.
Influenza
·         Daun jintan, daun pegagan, daun sembung masing-masing 1/4 genggam, 4 buah kapulaga, 2 butir bawang putib, 1 jari rimpang kencur, 1 jari rimpang jahe, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, lalu direbus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3 x ¾                                  gelas.
Rematik :
·         10 lembar daun segar dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan air kapur sirih secukupnya dan diramas sampai marata. Bubur daun tersebut digunakan untuk malumas dan manggosok bagian yang sakit. Lakukan 3-4 kali sehari.
Ayan :
·         30 lembar daun jintan, 10 lembar daun ngokilo, 25 lembar daun lenglengan, 40 lembar daun sambiloto, 8 sirip daun meniran, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya lalu direbus; dengan 4 gelas air bersh sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disarft lalu diminum. Sehari 3 x 3/4 gelas.
Difteri :
·         1/3 genggam daun jintan, 1/4 genggam daun legetan-warak, 1 buah mengkudu masak, dicuci bersih dan dibilas dengan air matang lalu ditumbuk sampai halus. Peras dan disaring, diaduk dengan 4 sendok makan madu murni. Larutan ini dipakai untuk berkumur di tenggorokan (gargle), lalu ditelan. Setiap kali 2 sendok makan, lakukan 3 kali Sehari.
Sembelit :
·         1/5 genggam daun jintan, 1/4 genggam daun sena, 1/4 genggam daun iler, 1/4 genggam daun pegagan, 1/5 genggam daun saga, 1/6 genggam daun meniran, 1/2 pelapah daun pepaya, 3/4 jari rimpang kunyit, 1/2 jari rimpang temulawak, 3/5 jari keleamnbak, 2 jari asam trengguli, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong                           separlunya. Rebus dengan 4 1/2 gelas air sampai tersisa separuh. Setelah dingin disaring, lalu diminum, sehari 3 x 3/4 gelas.
Perut mulas dan kembung :
·         1/4 genggam daun jintan, 4 buah kapulaga, 1 jari rimpang kencur, 1/2 jari rimpang tenaulawak, 3/14 sendok teh ketumbar, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotmg-potong seperlunya. Rebus dengan 4 1/2 gelas air barsih sampai tersisa saparuhnya. Satelah dingin disaring lalu diminum, sehari 3 x 3/4 gelas.
·         1/4 genggam daun jintan, 1/4 genggam daun sendok, 1/3 genggam daun melati poncosudo, 1/4 genggam daun sembung, 1 bji kepayang (simaung), 4 buah kapulaga, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4 gelas air bersih sampaii tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, diminum, sehari 3 x 3/4 gelas.
Perut kembung :
·         5 lembar daun jinten dicuci bersih laki ditumbuk halus, seduh dengan 3/4 cangkir air panas. Seteh dingin disaring lalu diminum.
Keracunan tempe bongkrek
·         Daun jintan, daun bidara laut, daun pegagan masing-masing 1/4 genggam, 3/4 jari rimpang kencur 2 jari gula enau, dicuci dan dipolong-potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum, sehari 2 x 3/4 gelas.
Panu :
·         5 lembar daun jintan, 3 butir bawang putih, dicuci lalu ditumbuk sampai halus, tambahkan minyak kelapa seperlunya lalu diramas sampai merata, dipakai untuk menggosok dan melumas kulit yang terserang panu. Lakukan 2-3 kali sehari.
Memperbanyak ASI:
·         Daun jintan secukupnya dimasak dengan sop ayam. Sopnya berikut daun jintan dimakan, airnya diminum.

Referensi Tumbuahan Obat:
Achamad, S.A. 1986. Kimia Organik Bahan Alam. Universitas Terbuka : Jakarta.
C Wahyu Suryowidodo, "Kecubung Kasihan Obat Keseleo," (Trubus No.248, juli 1990) Yayasan Sosial Tani Membangun, Jakarta.
Della, "Resep Jamu Awet Muda," Yayasan Sosial Tani Membangun Jakarta, 1984.
Djauhariya, E. dan Hernani. 2004. Gulma Berkhasiat Obat. Penebar Swadaya. Jakarta.
Dra. Balkiah S & Anawati," Aneka Resep Obat Kuno  Warisan  Nenek Moyang," Anugerah Surabaya.
Dra. Balkiah S & Anawati," Aneka Resep Obat Kuno  Warisan  Nenek Moyang," Anugerah Surabaya.
Dra. H.Cir," Obat-obat Peninggalan Nenek Moyang," 1982, Ikhwan Jakarta.
Drs. Djoko Hargono et al, "Tanaman Obat Indonesia Jilid I & II," 1985, Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan - Depkes RI. Jakarta.
Fessenden, Fessenden. 1982. Kimia Organik Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Gunawan, D. dan S. Mulyani. 2004. Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) Jilid 1. Penebar Swadaya. Jakarta.
Taksonomi Tumbuhan Obat‑Obatan, Gembong Tjitrosoepomo ‑ Gaiah Mada Univ.Press, cetakon 1, 1994.
Hart, Harold. 1990. Kimia Organik. Terjemahan Suminar Achmad. Jakarta : Erlangga.
Kardinan, A. dan F.R. Kusuma. 2004. Meniran Penambah Daya Tahan Tubuh Alami. Agromedia Pustaka. Tangerang.
Kartasapoetra, G. 1992. Budidaya Tanaman Berkhasit Obat. Rineka Cipta. Jakarta.
L. Tobing, M.Sc., Rangke. 1989. Kimia Bahan Alam. Jakarta: Depdikbud.
Lubis, S. 1983. Mengenal Apotik Hidup Obat Asli Indonesia. Bahagia. Pekalongan.
Marah Maradjo & Ir.Saleh Widodo," Flora Indonesia, Tanaman Rempah-rempah," 1985, PT Gita Citra, Jakarta.
Portal. Net.2006. Tanaman Obat Indonesia
Prof.Hembing WK,”Penyembuhan dengan Tanaman Obat,” 2003, Komputindo, Jakarta.
Roth, Herman. 1998. Analisis Farmasi.Bandung: Gajah Mada University  Press
S "Akar Kecubung untuk Obat Kolera" (Majalah Tumbuh No.15, Nopember 1990). PT Menara Bangun Tanindo, Jakrta.
Sardianto " daun dewa   (Gynura segetum (Lour.) Merr.) " Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu, 1990.
Sardianto "Kecubung Sebagai Obat" Balai Penelitian Tanaman Obat   Tawangmangu, 1990.Setiawan, Delimarta.2002 .Atlas Tanaman Obat Indonesia. Jogjakarta
Sinse Usen Wijaya, "Jamu Kembang Teratai," Yayasan sosial Tani   Membangun, Jakarta, 1984.
Siswanto, Y.W. 2004. Penanganan Hasil Panen Tanaman Obat Komersial. Penebar Swadaya. Jakarta.
Slamet  Soeseno,  "Khasiat  Pisang  Kelutuk  untuk   Pencernaan," (Majalah Trubus No.285 1993) Yayasan Sosial Tani  Membangun Jkt.
Soeharso,"Daun saga Obat Sariawan," BPTO Tawangmangu,Maret 1990.
Suci Puji Suryani "Kecubung" (Majalah Trubus No.278, Januari 1993). Yayanas Sosial Tani Membangun, Jakarta.
Suryani, H. 1991. Kimia dan Sumber Daya Alam. Padang : Pusat Penelitian Universitas Andalas Padang.
Tarigan, P. 1980. Sapogenin Steroid. Alumni Bandung : Bandung.
Tarmizi,  "Pisang  Obat Lambung," (Harian  Singgalang,  24,11,94) Singgalang Press, Padang.
Tarmizi. 2008. Pereaksi Kimia. Paadang: UNP Press
Tim Kimia Organik. 2007. Penuntun Pratikum Kimia Organik 2. Padang: FMIPA UNP.
Tim Kimia Organik.2010. Penuntun Praktikum Kimia Organik, Analisa zat Kimia Bahan Alam. Padang: FMIPA. UNP
Tim Penulis Martha Tilaar Innovation Center. 2002. Budidaya Secara Organik Tanaman Obat Rimpang. Penebar Swadaya. Jakarta.
Uje "Dua Jenis Kecubung" (Majalah Trubus No.279, Februari 1993). Yayanas Sosial Tani Membangun, Jakarta.
Soerianegara, I. dan RHMJ. Lemmens (eds.). 2002. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 5(1): Pohon penghasil kayu perdagangan yang utama. PROSEA – Balai Pustaka. Jakarta. ISBN 979-666-308-2.
Verheij, E.W.M. dan R.E. Coronel (eds.). 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan. PROSEA – Gramedia. Jakarta. ISBN 979-511-672-2.
by Prof. Tarmizi

Tumbuhan Obat

Followers