Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Thursday, December 29, 2011

Daun Wungu biasa digunakan Pengobat Wasir


Oleh Tarmizi , B.Sc, SPd
 

     Tanaman semak berdaun ungu ini, daunnya banyak mengandung lendir. Konon, zat lendir inilah yang berkhasiat mempercepat penyembuhan penyakit wasir itu. handeuleum   daunnya memang berwarna ungu.
     Wungu diduga berasal dari Papua. Kini kita dapat menemukannya dengan mudah di seluruh pelosok tanah air. la bisa tumbuh dengan haik pada dataran rendah sampai dengan ketinggian 1.250 m dpl. Menyenangi tempat-tempat terbuka dengan iklim kering atau lembab.
     Tanaman yang bernama Latin, Graptophyllum pictum (L) Griff. ini, dikenal dengan bermacam-macam nama. Dikenal sebagai daun ungu atau handeuleum di daerah Jawa Barat. Orang Jawa menyebutnya demung atau temen menurut orang Bali, sedangkan di Madura lazim disebut Karotong.
     Semak ini masih tergolong famili jeruju-jerujuan (Acanthaceae). Tingginya antara 1,5-3 m. Disebut ungu atau wungu, karena daunnya berwarna ungu, sekalipun ada juga varietas lain yang tidak berdaun ungu. Hanya saja, jenis yang berdaun ungulah yang telah diketahui berkhasiat menyembuhkan wasir.
     Selain berfungsi sebagai tanaman obat, karena warna daun dan bunganya yang menarik, wungu banyak ditanam sebagai tanaman penghias pekarangan. Bunganya yang berwarna merah tua, akan muncul sepanjang tahun. Sayangnya, di Jawa bunga ini tak berhasil menjadi buah, sehingga memperbanyaknya hanya mungkin dilakukan dengan setek batang (TRUBUS 246, 1990).
Diambil sarinya
     Kecuali daunnya, kulit batang tanaman ini juga banyak mengandung zat lendir. Selain zat lendir, ada juga zat pahit berupa senyawa alkaloid. Untuk keperluan pengobatan, daun tanaman ini bisa diguftakan secara tunggal maupun dicampur dengan bagian tanaman atau bahan-bahan lainnya. Tumbukan daun atau kulit batangnya berguna sebagai bobok untuk mengobati borok, bisul atau bengkak. Bisa juga dengan cara mengolesi daunnya dengan minyak kelapa, lantas dipanaskan di atas api dan ditempelkan pada bisul atau bengkak. Cara lain daunnya digodok dengan air kelapa dan air godokannya bisa dipakai sebagai param pada pembengkakan, puru atau bisul. Untuk mengobati wasir, batu empedu dan sakit lever, daun tanaman ini direbus bersama daun urat (Plantago major L.).
     Menurut Drs. Zaenal Arifin dari Taman Apotik Hidup Air Mancur di Taman Mini, untuk pengobatan wasir, sebaiknya daun wungu dicampur dengan daun duduk (Desmodium triquetrum DC.). Daun duduk mengandung asam silikat 0,5-2,3 %, kalium 1,3-3,0 % dan tanin 7,1-8,6 %. Penelitian di laboratorium Air Mancur menunjukkan bahwa daun duduk mengandung suatu zat flavonoid yaitu zat rutin, dengan kadar 0,8-1,8 %. Zat rutin mempunyai sifat memperkuat dinding pembuluh darah kapiler. Sedangkan daun wungu yang mengandung zat lendir 35 % bersifat membantu melancarkan pengeluaran tinja sebagai faecal softner. "Kalau dicampur dengan daun duduk, penggunaan Aun wungu akan lebih baik. Yang satu melicinkan kotoran dan yang satunya membantu memperkuat dan memperkecil pembuluh darah di sekitar dubur" kata Arifin lagi.
     Namun Ny. Mondong, Ketua Koperasi Tanaman Obat Bhineka Karya Manunggal, Bogor, telah mengupayakan mengambil ekstrak atau sari daun wungu ini secara mekanis. Kemudian ekstrak tersebut dibungkus dengan kantung teh (tea bag) dan disajikan seperti kita meminum teh celup (.Rokhman P.1990).
     Bagi penderita wasir, selain minum seduhan daun wungu secara teratur, dianjurkan pula makan pepaya matang, untuk melunakkan kotoran. Penderita wasir juga harus berpantang makan daging kambing, makanan pedas, serta minuman dan makanan panas-panas.


DAUN UNGU PENYEMBUH ambeyen DAN KANKER


s

Warna daun ungu banyak kita jumpai di indonesia ternyata banyak manfaatnya langsung tertuju pada wasir atau ambeien. Famili Acanthaceae itu memang mujarab mengobati penyakit akibat membengkaknya bibir anus itu. Daun ungu juga berkhasiat antiinflamasi, antiplak gigi, dan mencegah sakit ketika menopause. Wasir atau hemorrhoid merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya pembengkakan atau pembesaran pembuluh vena di bagian terbawah poros usus, baik di sisi dalam maupun di sisi luar anus. Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan seperti bisul berwarna merah kebiru-biruan atau kehitaman. Ada dua tipe wasir yang lazim dikenal, wasir dalam (internal hemorrhoid) dan wasir luar (external hemorrhoid). Wasir bisa disebabkan karena kurang mengkonsumsi serat. Ini mengakibatkan susah buang air besar (konstipasi), hingga penderita kerap mengejan.
  
Pola defekasi yang tidak teratur pun serta jarangnya olahraga menjadi faktor pememicu timbulnya wasir. Khasiat daun ungu sebagai anti-hemorrhoid sen diri dibuktikan oleh Prof dr H Sardjono Oerip Santoso dari Farmakologi FKUI. Sebanyak 9-10 gram daun ungu segar kemudian direbus dalam 2 gelas air (600 cc) sampai menjadi 1 gelas rebusan dan diminum tiap hari 1 kali. Lima hari kemudian, efek yang ditimbulkan oleh gejala hemorroid seperti nyeri, pendarahan, dan panas hilang tak berbekas. Dr JM Sugiarto memberikan bukti, Konsumsi 1 gelas rebusan daun ungu selama dua bulan berturut-turut ternyata bisa membebaskan penderita dari gangguan wasir. Berkat daun ungu, pengidap ambeien tak perlu lagi mengkonsumsi obat-obatan jenis phlebodinamic seperti radium dan daflon. Obat itu lazim diresepkan dokter untuk melancarkan sirkulasi darah di daerah anus serta menghilangkan bengkak, tonjolan, dan pendarahan. Analgesik. Sebagai analgesik pun khasiat daun ungu teruji sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan Dr drg Nur Permatasi MS, dr Umi Kalsum MKes, dan dr Nurdiana MKes dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Mereka menyatakan bahwa kandungan alkaloid dalam daun ungu mempunyai kemampuan sebagai antiinflamasi dan juga sebagai analgesik pada hewan percobaan. Efek analgesik tersebut ditunjukkan dengan terjadinya penurunan nilai ambang nyeri setelah pemberian ekstrak alkaloid pada dosis 1,5, 3, dan 6 mg/kg. Menurut trio peneliti tersebut kemampuan efek analgesik dan antiinfl amasi fraksi alkaloid dari ekstrak etanol daun ungu ampuh menurunkan nilai ambang nyeri pada dosis 3 mg/kg bobot tubuh. Itu setara dengan pemberian aspirin dengan dosis 125 mg/kg bobot tubuh. Hal ini berkat kemampuan alkaloid daun wungu dalam menghambat pembentukan prostaglandin. Penelitian yang dilakukan oleh drg Endang Wahyuningtyas MS SpPros dari Jurusan Ilmu Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi UGM, menyimpulkan daun ungu bermanfaat untuk sanitasi gigi palsu. Penelitian yang menggunakan 40 sampel gigi tiruan arkrilik dibagi dalam 4 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40% daun ungu dan direndam selama 15 menit. Setelah dipakai oleh pasien selama 4 jam, gigi palsu itu kemudian dibilas dan diperiksa. Hasilnya, daun ungu ampuh mencegah pertumbuhan bakteri mutan streptococcus, cendawan, dan mencegah pertumbuhan plak. Penelitian tersebut merekomendasikan bahwa pencegahan terbaik untuk menghambat plak, bakteri, dan cendawan terjadi pada konsentrasi kandungan daun ungu sebanyak 40%. Daun ungu ternyata mengandung berjuta manfaat.
kanker juga bisa sembuh dengan rutin mengkonsomsi daun ungu tersebut diatas

Tumbuhan Obat

Followers