Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Thursday, December 29, 2011

PARIA obat cacing kremi, demam, BATUK dan ALERGI

Tanaman Paria, mulai berbuah dalam umur 1,5 bulan. Pemanenan dapat dilakukan 2/3 hari sekali




 ITEM 1
   Buah paria atau Pare, Momordica chordatia, berbentuk lonjong seperti mentimun yang penuh diliputi kutil. Rasanya pahit dan setelah masak buahnya menjadi manis, tapi sayang sudah tak dapat dimasak lagi karena empuk.

     Meskipun pahit, paria disenangi orang karena lezat. Disam-ping itu ada kepercayaan bahwa paria dapat "membersihkan darah kotor". Yang benar adalah buah paria hanya dapat memperlancar peredaran darah, karena bersifat tonik (mendorong denyut jantung kembali normal). Dengan lancarnya peredaran darah, pembakaran tumpukan lemak jadi lancar pula. Akibatnya jerawat, bisul dan produk "kelebihan lemak" hilang
     Kadar kepahitan buah paria tergantung pada varietasnya. Yang paling pahit adalah paria alas atau pare leuweung. Saking pahit-nya sampai tidak dimakan orang. Paria varietas inilah yang paling berkhasiat sebagai obat. Daunnya disebut tundung, untuk membeda-kannya dari daun paria lain yang kurang berkhasiat. Di Sumatera Barat paria ini dikenal dengan pario mancik.
     Paria yang sedang ukuran dan Kepahitannya adalah pare kodok menyusul paria Hejo yang hijau buanya. Kedua varietas ini di Sumatera Tengah dikenal dengan Kambe. Yang kurang pahit adalah pare gajih atau paria bodas. Terakhir paria bangkok yang panjang buahnya bisa sampai 60 cm. Paria bangkok hampir tidak pahit dan bisa dijadikan lalap.
     Daun paria mengandung zat pahit yang disebut momordicin (diambil dari nama genus momordica). Ada pula yang menyebutnya Charantin (dari nama spesies Charantia).
Cacing DAUN butir OBAT cream
     Momordicin atau charantin telah lama dimanfaatkan para tabib dan dukun, berupa jamu tradisional untuk mengobati anak yang terkena cacing kremi.
     Satu genggam daun paria segar dilumatkan, dibungkus dengan kain mori atau kain kassa lalu diperas sarinya ke dalam gelas bersih. Bubuhi sedikit garam untuk mengurangi pahitnya dan tambahkan air minum hingga menjadi satu gelas. Jamu ini diaduk-aduk sebelum diminum. Meminumnya sebelum sarapan dan cukup sekali sehari. Tiap kali harus dibuat ramuan yang baru.
DAUN PARIA OBAT DEMAM
     Zat pahit itu juga mampu meredakan suhu tinggi dari bagian tubuh yang sakit. Sifat ini sejak dulu dimanfaatkan para tabib Cina, untuk mendinginkan bagian tubuh yang sedang panas. Misalnya untuk mata bengkak atau hati yang meradang.
   Hancurkan daun paria dan kompreskan pada bagian yang sedang panas. Kompresan diperbarui tiga kali sehari, sampai panasnya terasa turun.
     Yang perlu diingat ialah, bahwa yang diredakan  itu sebenarnya hanya gejalanya saja. Biang keladinya sendiri, yang menimbulkan radang (sampai suhunya naik) tidak  diredakan. Seringkali memang berhasil, kalau sementara itu lever yang sakit pulih karena daya penyembuhannya sendiri. Setiap organ tubuh kalau mendapat gangguan pada dasarnya sudah berusaha sendiri merubah keadaan. Sementara sibuk memulihkan diri ini, akibat gangguan demam, nyeri dan lain gejala itu bisa ditanggulangi dengan jamu. jamu itu hanya bersiat simtomatik. Jangan heran bila di India dan Pakistan Jamu paria dipakai sebagai obat kencing manis. Sebenarnya ia hanya sebagai pereda demam dan memulihkan tenaga akibat sakit kencing manis atau tifus. Bukan sebagai obat kencing manis.
Alergi dan batuk
·         3 genggam atau 25 lembar daun paria direbus dengan 1 liter air dan biarkan mendidih hingga tersisa ½ liter. Setelah disaring ditambah gula batu sedikit. Air rebusan dibagi 3 untuk diminum 3 kali sehari di hari pertama, dan di hari kedua 2 x kali sehari, dihari berikutnya satu kali sehari.


 ITEM 2
PARIA obat batuk rejan, impotensi,  dan menghilangkan bekas luka
Oleh Tarmizi, B.Sc, SPd


Batuk Rejan
Batuk rejan atau disebut juga batuk gonggang biasa menyerang anak-anak di bawah umur dua tahun. Batuk ini memiliki ciri yang khas, yaitu: batuk-batuk panjang lalu berhenti sebentar kemudian batuk lagi hingga 100 hari sehingga sering disebut sebagai batuk 100 hari.
Serangan batuk rejan pada bayi, dapat menyebabkan napas berhenti dan wajah kebiruan, hingga dapat menimbulkan kematian. Kematian bayi akibat batuk rejan cukup tinggi, yaitu mencapai 20%. Oleh sebab itu, harus segera diatasi.
Batuk rejan disebabkan oleh kuman haeniophilits perhisis yang masuk ke dalam hidung yang ditularkan melalui batuk, muntah, atau bersin.

Pengobatan: 15 gram daun pare (ditumbuk halus), garam secukup-nya, dan 1 buah pir (diiris-iris) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat dan bahan-bahannya dapat dimakan.
Impotensi
Impotensi adalah ketidakmampuan penis untuk ereksi (tegang) sehingga tidak dapat melakukan hubungan suami-istri.
Penyebab:
     Faktor utama yang sering menjadi penyebab impotensi adalah faktor psikis. Akan tetapi, impotensi dapat juga disebabkan oleh penyakit-penyakit organik, antara lain: penyakit jantung, diabetes, gagal ginjal, luka pada sumsum tulang, pemakaian obat atau alkohol, dan lain-lain.
Pengobatan:
·         10 gram biji pare, 15 gram biji kucai, dan 5 gram ketumbar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Air rebusannya dicampur dengan 1 butir telur ayam kampung lalu diaduk kemudian diminum selagi hangat.
·         10 gram biji pare dan 5 gram ketumbar direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc. Setelah disaring, airnya diminum selagi hangat.
·         15 gram biji pare dan 15 gram kucai, 20 butir merica, 1 jempol jahe yang sudah tua dan gula merah sebesar jempol. Campuran direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Setelah disaring, airnya diminum selagi hangat. lakukan secara teratur 2 kali sehari.
·         500 gram buah paria/pare, 100 gram cabe hijau, 100 gram cabe merah, 150 gram tomat, 3 iris kunyit, 3 iris lengkuas, 3 iris jahe, 250 gram kerang hijau yang sudah dikupas, 6 sium bawang merah, 3 sium bawang putih, 2 lembar daun salam, 1 batang serai, gula pasir dan garam secukupnya. Buatlah bahan tadi sebagai tumis setengah matang dan dimakan. lakukan secara teratur 2 kali sehari.
Menghilangkan bekas luka
·         Beberapa potong paria, bedak tepung beras secukupnya. Paria yang sudah dicuci bersih ditumbuh halus sampai berair. Peras dan campurkan air perasan paria ke bedak tepung beras. Bersihkan wajah atau kulit yang luka dan Oleskan pada bekas luka setiap akan tidur malam. Selamat mencoba!


  ITEM 3
Paria ALIAS BERHENTI
                Momordica charantia sinonim: = M.balsamina Blanco = M.balsamina Descourt = M.cylindrica = M. Blanco jagorana C. Koch = M.operculata Veil. = Cucumis africanus Lindl. KELUARGA: Cucurbitaceae
NAMA DAERAH: Sumatera: prieu, peria, foria, pepare, kambeh, paria. Jawa: paria, pare, pare pahit, pepareh. Nusa Tenggara: paya, paria, truwuk, paita, paliak, pariak, pania, pepule. Sulawesi: poya, puclu, pentu, paria, belenggede, palia. Maluku: papariane, pariane, papari, kakariano, taparipong, papariano, popare, pepare.
NAMA Asing: mentimun Afrika, mentimun pahit, labu pahit, pare, balsam pear, gadis blush, (Ku gua)
Karei, karvel, s.oringkomkommer.
NAMA SIMPLISIA: momordicae fructus (buah stop).
URAIAN TANAMAN:
Pare banyak terdapat di daerah tropika, tumbuh baik di clataran renclah dan dapat ditemukan tumbuh liar di tanah terlantar, tegalan, dibudidayakan atau ditanarn di pekarangan dengan dirambatkan di pagar, untuk diambil buahnya. Tanaman ini tidak memerlukan banyak sinar matahari, sehingga dapat tumbuh subur di tempat‑tempat yang agak terlindung.
Tanaman setahun, merambat atau memanjat dengan alat pembelit atau sulur berbentuk spiral, banyak bercabang, berbau tidak enak. Batang berusuk lima, panjang 2-5 m, yang muda berambut rapat. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5-5,3 cm, letak berseling, bentuknya bulat panjang, dengan panjang 3,5-8,5 cm, lebar 4 cm, berbagi menjari 5-7, pangkal berbentuk jantung, warnanya hijau tua . Taju bergigi kasar sampai berlekuk menyirip. Bunga tunggal, berkelamin dua dalam satu pohon, bertangkai panjang, berwarna kuning. Buah bulat memanjang, dengan & -10 rusuk memanjang, berbintil-bintil tidak beraturan, panjangnya 8-30 cm, rasanya pahit. Warna buah hijau, bila masak menjadi oranye yang pecah dengan 3 katup. Biji banyak, coklat kekuningan, bentuknya pipih memanjang, keras.
Ada 3 jenis tanaman pare, yaitu pare gajih, pare koclok dan pare hutan. Pare gajih berdaging tebal, warnanya hijau muda atau keputihan, bentuknya besar dan panjang dan rasanya tidak begitu pahit. Pare kodok buahnya bulat pendek, rasanya. pahit. Pare hutan adalah pare yang tumbuh liar, buahnya kecil‑kecil dan rasanya pahit, Untuk memperoleh buah yang panjang dan lurus, biasanya pada ujung buah yang masih kecil digantungkan batu. Daun dari pare yang tumbuh liar, dinamakan daun turidung. Daun ini clikatakan lebih berkhasiat bila digunakan untuk pengobatan.
Daun dan buahnya yang masih muda dimakan sebagai lalab mentah atau setelah dikukus terlebih dahulu, dimasak sebagai sayuran, tumis, sambal goreng, gado‑gado, dan sebagainya. Tanaman ini juga dapat digunakan untuk membunuh serangga.
Perbanyakan dengan biji.
SWAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Pahit, dingin. Anti radang. Masuk meridian iantung, hati dan paru.
Buah: Peluruh dahak, pembersih darah, menambah napsu makan, penurun panas,
penyegar badan.
Bunga: Memacu enzim pencernaan
Daun: Peluruh haid, pencahar, peranqsanq muntah, penurun panas.
KANDUNGAN KIMIA:
Daun: Momordisin, momordin, karantin, asam trikosanik, resin, asam resinat. (Saponin, vitamin A dan C serta minvak lemak terdiri dari asam oleat. asam linoleat. asam stearat dan L.oleostearat
Buah: Karantin, hydroxytryptamine vitamin A B dan C
BIII: momordisin
BAGIAN YANG DIPAKAI: Buah, biji, bunqa, daun dan akar,
KEGUNAAN:
Buah:
        Batuk, radang tenggorok (pharyngitis). Haus karena panas dalam. Mata sakit dan merah. Demam, malaria. Pingsan karena udara panas (heatstroke). Menambah napsu makan. kencing manis. Disentri. Rheumatism, rematik gout. Memperbanyak air susu (ASI), Datang haid sakit (dismenorrhoea), Sariawan. Infeksi cacing gelang.
Bunga:
        Pencernaan terganggu
Daun:
        Cacingan. Luka, abses, bisul. Erysipelas. Terlambat haid. Sembelit, menambah napsu makan. Sakit lever. Demam. Melancarkan pengeluaran ASI, Sifilis, kencing nanah (Gonorrhea), Menyuburkan rambut pada anak balita,
Apakah Anda ingin:
        Disentri amuba, Wasir.
Biji:
        Worms, Impotensi. Kanker.
PEMAKAIAN: Untuk minum: 15‑30 g di juice atau di rebus. Pernakaian luar. Buah atau daun secukupnya cligiling halus, untuk pemakaian setempat pada luka bakar, bisul, abses, eksim, digigit serangga, biang keringat (miliaria), melancarkan pengeluaran ASI, dan sebagainya.
CARA PEMAKAIAN:
        Haus karena panas dalam, dernam, heat stroke: Satu buah pare mentah yang masih segar dicuci bersih, lalu dibelah. Buang isinya, potong‑potong secukupnya, lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum.
        Diabetes:
(1) 200 g buah pare segar dicuci bersih lalu diblender. Tambahkan air minum secukupnya, lalu diperas dengan sepotong kain sampai ierkumpul sebanyak 50 ml (seperempat gelas), Perasan dihangatkan dengan api kecil selama 15-30 menit. Setelah dingin diminum, lakukan setiap hari.
(2) 200 g buah pare dicuci bersih lalu diiris tipis-tipis. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum, Lakukan setiap hari.
Disentri. Buah pare segar dicuci lalu dibelah, isinya dibuang. Parut atau dijuice, airnya diminum. Segera minum air matang. Satu kali minum 200 cc.
Disentri amuba, diare: Ambil akar pare yang masih segar sebanyak 30 g. Dicuci bersih lalu dipotong‑potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan gula pasir secukuonya lalu diminum.
Cacingan pada anak:
(1) Daun segar sebanyak 7 g, diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus sebelum makan pagi.
(2) Ambil dua sampai tiga biji pare, Giling sampai halus, ad0k dengan sedikit air masak. Minum, disusul dengan minum air hangat. Rarnuan ini untuk pengobatan infeksi cacing gelang.
Menyuburkan rambut yang tipis dan kemerahan:
(1) Ambil segenggam daun pare, cuci bersih. Daun kemudian ditumbuk sampai seperti bubur, tambahkan air 3/4 gelas. Rarnuan ini kemudian diembunkan semalaman. Pagipagi ramuan ini disaring, airnya dipakai untuk membasuh kulit kepala.
(2) Ambil daun pare yang masih segar secukupnya, lalu dicuci bersih. Daun pare tadi ditumbuk sampai halus, lalu diperas dengan sepotong kain. Airnya dipakai untuk melumas kulit kepala. Lakukan setiap hari. Rarnuan ini terutama digunakan untuk bayi dan anak balita.
Bisul, abses: Ambil segenggam daun pare, cuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, Setelah dingin disaring, minum.
Demam, malaria, sakit lever, sembelit, cacingan: Segenggam penuh daun pare dicuci bersih, lalu ditumbuk halus. Tambahkan 1 cangkir air matang, diaduk merata lalu disaring, Air saringannya ditambahkan sedikit garam, lalu diminum pada pagi hari sebefum makan.
Kencing nanah: 6 lembar daun pare, 2 jari akar jayanti, 2 jari kulit kemboja, 1 jari rimpang temulawak, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong‑potong seperlunya. Rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Sehari 3 x 3/4 gelas.
Sitilis: 5 lembar daun pare, 2 jari akar jayanti, 3/4 jari rimpang temulawak, 3/4 jari batang brotowali, 1 jari gadung cina, 3 jari gula enau, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4,5 gelas air bersih, sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 x 3/4 gelas.
Batuk, batuk rejan: 1/3 genggarn daun pare hutan dicuci bersih lalu digiling sampai halus. Tambahkan 3/4 cangkir air masak dan sedikit garam, aduk merata lalu disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.
Meluncurkan produksi ASI: Daun pare secukupnva dicuci bersih, lalu digiling halus. Balurkan disekeliling payudara.
Sarlawan, disr‑nenorrhoea: 60 g buah pare dibuang bijinya lalu diparut, peras dengan sepotong kain. Air parutannya ditambah sedikit gula, aduk sampai merata. Minum sekaligus.
TANAMAN BERKHASIAT OBAT IV ‑ 121
        Wasir: Ambil akar paria secukupnya, cuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Giling halus sampai seperti adonan salep, OleskW pada wasir.
•      Impotensi.
(1) Biji pare disangrai sampai kering, kemudian digiling atau ditumbuk sampai halus. Ambil 10 g bubuk biji pare tadi, tambahkan sedikit air matang dan 2 sendok makan madu, minum. Lakukan 3 x sehari.
(2) Biji pare 15 g, biji kucai 1.5 g, merica 20 butir, jahe yang tua dan gula merah sebesar ibu jari. Rebus ramuan tadi dengan 600 cc air bersih sampai tersisa 300 cc. Hangat-hangat disaring, lalu diminum.
•      Eksim basah. Daun paria dicuci bersih lalu dikeringkan. Giling menjadi serbuk, tambahkan sedikit minyak kelapa. Oleskan pada eksim tersebut.
Catatan: Penderita dengan organ limpa danjambungnya lemah serta dingin, makan buah pare dapat menimbulkan sakit perut dan muntah berak. Wanda hamil dilarang menggunakan daun paria.

Referensi:
            Sardianto "Kecubung Sebagai Obat" Balai Penelitian Tanaman Obat   Tawangmangu, 1990.
            S "Akar Kecubung untuk Obat Kolera" (Majalah Tumbuh No.15, Nopember 1990). PT Menara Bangun Tanindo, Jakrta.
            Suci Puji Suryani "Kecubung" (Majalah Trubus No.278, Januari 1993). Yayanas Sosial Tani Membangun, Jakarta.
            Uje "Dua Jenis Kecubung" (Majalah Trubus No.279, Februari 1993). Yayanas Sosial Tani Membangun, Jakarta.
            Drs. Djoko Hargono et al, "Tanaman Obat Indonesia Jilid I & II," 1985, Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan - Depkes RI. Jakarta.
            Dra. H.Cir, "obat Oribe cetak biru," 1982, Faisal Jakarta.
            C Suryowidodo Wahyu, "Obat Warna amplifier keseleo," (Trubus No.248, Juli 1990), Yayasan Social Club Building, Jakarta.
Dra. S & Balkiah Anawati, "nenek moyang Miscellaneous Resep Obat Kuno Maya," Polusi
Surabaya.
Flavor Maradjo & Sekolah Ir.Saleh, "Flora Indonesia, Tanaman Rempah-rempah," 1985, PT Gita
Citra, Jakarta.
Soeharso, "Daun OBAT Sariawan saga," BPTO Tawangmangu, Maret 1990.
            Prof.Hembing WK,”Penyembuhan dengan Tanaman Obat,” 2003, Komputindo, Jakarta.
Referensi tambahan
1. A Barefoot Dokter Manual - Komite Kesehatan Provinsi Hunan revolusioner, 1977.
. 2 A Coloured praktis diilustrasikan dari Cina Materia Medica, Guangdong - 1992.
. 3 Muka Cina Obat Bahan Penelitian ~ - HM Chang, HW Yeung, W-W Tso dan A Koo - copyright 1985.
4 An Illustrated Guide To antineoplastik Pengobatan Herbal Cina -. Komersial
        Tekan (Hongkong) Ltd. 1990.
5      Budidaya Tanaman Tropika, DR.Ir.H.Ika Rochdiatun Sastrahidajat, Ir.Soemarno D.S,MS
        ‑ Usaha Nasional, 1991.
6.     Buku analisa perbeclaan obat Tionghoa ‑ Badan Pengesahan produksi obat‑obatan
        jilid 1 & 2, Beijing ‑ cetakan ke‑3, 1981.
7      Buah‑buahan untuk karang gizi, Slamet Soeseno ‑ Penebar Swadaya, 1985.
8      Bertanam sayuran daun, M.D. Soetomo Soeclircljoatmocljo ‑ BRI(orya Bani, 1986.
9.         Bertanam sayuran buah, M.D. Soetomo Soeclircljoatmocljo ‑ BPKarya Bani, 1986.
10. Cabe Puyang Warisan leluhur filid I & 2, Suclarman Mardisiswojo, Harsono
          Rajakmangunsuclarso ‑ PN Balai Pustaka ‑ catakan pertarna, 1985.
11      Cara Pembuatan Simplisia, Ditien POM ‑ Depkes RI, 1985.
12 Chinese-English Medical Dictionary - Shangwu, Hongkong, 1988.
13 Manual Inggris Cina dari common-Digunakan dalam Pengobatan Tradisional Cina, Ou Ming -
          Bersama Publishing (HK) Co.Ltd., Sains & Guangdong Teknologi Publishing House,
          copyright 1989.
14 Chinese-English Terminologi dari Pengobatan Tradisional Cina, Shuai) Ge Chung - Hunan
          Sains & Teknologi Press, China, 1981.
. 15 Kamus Cina dari Syarat Medis - Taiping Diterbitkan Hongkong, 1970.
. 16 Herbal Cina, John D.Keys - pencetakan Kedua, 1991, Jepang.
. 17 Chinese Obat Herbal dari Hongkong, Jilid 1-1978.
. 18 Chinese Obat Herbal dari Hongkong, Jilid 2-1981.
19. Cina Obat Herbal dari Hongko% Jilid 3-1983.
. 20 Obat Herbal Cina dari Hongkong Jilid 4-1985.
. 21 Chinese Obat Herbal dari Hongkong, Jilid 5-1986.
Cina Pharmaceutical Research 22. (1820-1961), Liu shou-darah, cs. - 1975.
Cina Pharmaceutical Research 23. (1962-1974), Liu shou-darah, cs. - 1979.
24. Coloured Ilustrasi dari Cina Tradisional dan Herbal Obat, Shi Kuo Cin cs '-Fulkian 1991.
25 Kontribusi dari The International Congres Chinese Medicine -. Cina, Shanghai, 1987.
26 Kontribusi dari Tahun ke-30. dari China Medical Research 1955-1985, Chinese Medical Institute Penelitian - Beijing, 1986.
27.     Daftar Noma Tanaman, J.J.Afriastini ‑ Penebar Swadaya, cetakan ke‑4, 1990.
28. Dictionary of Chinese Medicine, Luk-khui Sen, Hongkong, 1969.
29. Dictionary of Medicine Cina Tradisional, Xe Zhufan, cs. - Beijing Medical College The Commercial Press, Ltd Hongkong, cetakan keempat, 1991.
30. English-Chinese Medical Term, Ci-cla, Hongkong, 1974.
. 31 Flora, Dr.CGGJvan Steenis - FT Pradnya Plaramita, kelima CETAKAN, 1988.
. 32 General Chinese-English Dictionary - Chung Hwa Book Co.Ltd, Hongkong, 1966.
33. Handbook on Philippine Tanaman Obat, Ludivina S.cle Padua, cs., Vol.2, percetakan Keempat, 1987.
TANAMAN BERKHASIAT OBAT IV ‑ 163
34.     Handbook on Philippine Tanaman Obat, Ludivina S.cle Padua, cs., vol.3, percetakan 3rd, 1987.
35.     Handbook on Philippine Tanaman Obat, Ludivina S.cle Padua, cs., vol.4, hak cipta 1989.
36. Herbal yang Hoot, Michael A.WeinerPh.D., & Janet A.Weiner - California, 1993.
37.     Bagaimana Menggunakan Obat Herbal, Doris Esche - TAD, I st. Edisi bahasa Inggris, 1989.
38.     Ilmu pharmasi, Liang‑sun Min, cs. ‑ Fakultas Terbuk 'a Hsie‑men, 198 1.
Tanaman obat Indonesia ke-39, DrA.RDharrna - Scoring Glassblocks pada tahun 1987.
40.     Inventaris Tanaman Obat Indonesia (1), Dro.Sri Sugati Syarnsuhiclayat, DR.Johnny Rio Hutopea ‑ Badan Uffangkes Depkes RI, 1991.
41. Jamu Jawa Ash, Soedarmilah Soeporto, bahwa cetakon-2, 1986.
42.     Jenis‑jenis anggrek, Lernbaga Biologi Nosional ‑ LIPI, cetakan pertorna, 1980.
43.     Kamus Besar Rarnuan Tionghoa jilid 1 &2, Fakultas Kedokteran Ziang Shu ‑ Shanghai, 1977.
44.     Kamus Besar Tanaman Obat ‑ Korea, Jan. 1990.
45.     Kamus Besar Obat‑obatan Tiongkok, Chen‑chun Zen ‑ Hongkong, 1968.
46.     Kamus Obat‑obatan Kedokteran Barat, Liu‑chang Ce ‑ Hongkong, 1968.
47.     Kebun Sayur di Pekarangan Anda, Slamet Soeseno ‑ Kinta, 1983.
48. 1 (hasanah Pengetahuan untuk Anak-anak - Teturnbuhan - PT Tira Pustaka, copyright 1979.
49 kumpulan OBAT-OBAT Patten, Zhong-kuo, Hong Kong -. 19 7 7.
50.     Kunci bercocok tanam sayur‑sayuran penting di Indonesia, Drs. Hendro Sunaryono,
          Rismunanclar ‑ Sinar Baru, cotakan keempat, 1990
          Kamus Latin-Inggris-Cina Ketentuan Medis, Shang-wu Published - Hongkong,
          1969.
52. Materic Modica, Dr Sie Hung Yen, cs. - Ditampilkan & Dicetak, Sin Yi Yao, 1985.
53 materiae Modica Indonesia, Ditien POM -. Depkes PJ, Jilid 1, 1977.
54 materiae Modica Indonesia, Ditien POM -. Depkes RJ, Jilid 2, 1978.
55 materiae Modica Indonesia, Ditien POM -. Depkes RTL, Jilid 3, 1979,
56 materiae Modica Indonesia, Ditien POM -. Depkes RI, Jilid 4,1980.
57 materiae Modica Indonesia, dition POM -. Depkes RI, Jilid 5, 1989.
58 Materia Modica. dari Chinese Medical, Pengobatan Cina Institute - Peking, 1979.
59. Obat Herbal, Gong Junying, cs. - New World Press, Beijing, edisi pertama, 1991.
60. Medicinal Herb Index di Indonesia, Indonesia RT.Eisai, 1986.
61. Tanaman Obat dari India & Pakistan, J.FDostur, bahwa EN.I.edisi 3, 1970.
62. Mengenal Apotik Hidup, Prof.Dr.Salirn Lubis - CV Bahagia, cetakan 1, 1990.
63. Modern Chinese Obat Herb, Y ap-ci Chuan, cs. - Hongkong, 1967.
64 Morfology Tumbuhan, G ernbong Tjitrosoeporno - Gajah Mada Univ.Press, cetakon chelating 1989
65.     Obat Asti Indonesia, Dr. A. Seno Sastroarnicljojo ‑ Dian Rakyat, cetakon keempat, 1988.
. 66 Obat Kelompok perempuan toterapi - Depkes R1, 1985.
67.     Pedoman untuk kader dalam Pemanfootan Taman Obat Keluarga, Ditien Binkesmas Depkes M, 1987.
68.      Pemanfaatan Tanaman Obat, Ditien POM ‑ Depkes RI, cetakon ketigo, 1989.
69.     Pengembangan Kultur Tanaman Berkhasiat Obat, Ir.MuI Mulyani Sutedio ‑ Rineka Cipta, cetakon 1, 1990
70.      Penggunaon Tanaman Obat, Saduran Dra.Christine ‑ Farmakon, 1985.
164 ‑ TANAMAN BERKHASIAT OBAT
71.     Pengobatan dengan bunga, Honan ‑ 199 1.
72.     Petuniuk lengkap mengenai tanam‑tanaman di Indonesia dan khasiatnya sebagai obatobatan tradisionil, jilid I & 2, J.Kioppenburg‑Versteegh ‑ CD.R.S.Bethesda dan Andi offset, cetakan ke‑2, 1988.
73. Farmakologi dan Aplikasi dari Cina Materia Medica, vol. 1 & 2, Hson-Mou Chang Ph.D., Paul Pui-Hay Tapi Ph.D. - Cina pusat Obat Bahan Research, The Chinese University of Hongkong, hak cipta 1987.
74. Farmakognosi, Varrq E.Tyler, cs. - Edisi 9, 198 1.
. 75 Praktek Cina Medicine Tangan Book - Shang-wu Publishing Hongkong, 1973.
. 76 Resep dari Pengobatan Tradisional Cina - Publishing House of Shanghai College of TCM, 1988.
77.     Produksi Sayuran Di Daerah Tropika, C.N.Williams, J.O.Uzo, WT.H.Peregrine ‑ Gaiah Moda Univ. Press, cetakan 1, 1993.
78.     Sayur‑sayuran, Lembaga Biologi Nasional ‑ LIPI, Balai P6staka, cetakan 1, 1980,
. Ilmu 79 dari Cina Farmasi, Fakultas Kedokteran Cina - Nan Jing, 1977.
80 sediaan galenik, Ditien POM -. Depkes RI, 1986.
81.     Senarai Tumbuhan Obat Indonesia, Ditien POM ‑ Depkes R1, 1986.
82. Singapura Tradisional Cina Obat Herbal, Wong Ya-Shiung, Jilid 1, 1979.
83. Singapura Tradisional Cina Obat Herbal, Wong Ya-Shiung, Jilid 2, 1985.
. 84 Sumber Daya sayur Asia Tenggara 1, kacang-kacangan, LJGva n der Maesen, Sadikin Somaotmadja - Gromedia 1993.
. 85 Taksonomi Tumbuhan (Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyto), G Embong Tjitrosoepomo - Gaiah Moda Univ.Press 1989.
86.     Taksonomi tumbuhan (Sperm atophyto), Gembong Tjitrosoepomo ‑ Gaiah Moda Univ.Press, cetakan ke 3, 1991.
87.     Taksonomi Tumbuhan Obat‑Obatan, Gembong Tjitrosoepomo ‑ Gaiah Mada Univ.Press, cetakon 1, 1994.
88.     Taman Obat Keluarga (TOGA), Badan Litbang Pertanion ‑ Booklet Balittro, edisi 1, 1993.
89.      Tanaman bunga untuk pengobatan ‑ Guangxi, 1988.
90.      Tanaman bunga untuk pengobatan ‑Hunan, 199 1.
91.      Tanaman bunga untuk pengobatan ‑ Shanghai, 199 1.
92. Tanaman hias, Atiung ‑ Widjoya, cetakan 1, 1986.
93. Tanaman Minyak Atsiri, Ruslan Harris ‑ Penebar Swadaya, cetakan ke‑4, 1993.
94. Tanaman obat dan minuman segar, Atiung ‑ cv Yasaguna, cetakon ke‑4, 1991.
95. Tanaman Obat Indonesia, jilid I & 2 ‑ Ditien POM, Depkes RI, 1985.
96. Tanaman Obat Tradisional jilid 1, Thomas A.N.S. ‑ Kanisius, cetakan 1, 1989.
97.Tanaman Obat Tradisional jilid 2, Thomas A.N.S. ‑ Kanisius, cetakan 1, 1992.
98.      Tanya‑jawab dari Chinese Medical, Yang‑yi Ya, cs. ‑ Beijing, 1983.
99. The Coloured digambarkan dari Cina Materia Medica, Jilid 1 s / d 10, Shangwu dicetak Taiwan, 1989.
100. The Colour Illustrated of Chinese Materia Medica & Resep terbukti - Jiangxi, 1992.
101. The Illustrated berwarna dari Penggunaan Biasa dari Cina Materia Medica, Fukian 1992.
102 The Encyclopedia Inggris-Cina. dari Praktis Pengobatan Tradisional Cina I - Perguruan Tinggi Press, Beijing, Chino.
103. Digambarkan Cina The Materia Medica, obat disiapkan, Kun Ying Yen, Ph.D. -Southern Bahan Centerinc. 1980.
104. The Illustrated Tanaman Obat dari Taiwan, Niew Yung Chiue, cs. - Institute of Chinese Pharmaceutical sciens, Chinese Medical College, 1983.
105. Popular Chinese Materic Medica, Zhiiiang 1992.
106 Tradisional. Pengobatan Cina dan Farmakologi, Fu Nei-kang - Bahasa Foreign Press Beijing, 1985.
. 107 Tvinboek, L.Bruggemon - bahwa CETAKAN-4, 1956.
108.    Tumbuhan obat, Lembago Biologi Nasional ‑ LIPI, Balai Pustaka, cetakon 1, 1980.
109.  Tumbuhan Berguna Indonesia jilid I s/d 4, K.Heyne ‑ Badan Litbang Kehutonan, Departemen Kehutonan, 1987.
110 Vademicum Bohan Obat AAM, Difien POM -. Depkes RI, 1989.

Tumbuhan Obat

Followers