Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Monday, March 14, 2011

BAHAN KOSMETIKA DARI SAYURAN


oleh Tarmizi, B.Sc. S.Pd


          Kosmetika menurut istilah kimia populer, adalah bahan yang dipoleskan, disemprotkan, atau digosokkan pada tubuh sehingga dapat memberikan kesegaran, kehalusan, kelembutan, kebersihan dan keharuman bagi pemakainya.
          Pada zaman ratu Elizabet I, ramuan dedaunan telah dikembangkan di setiap rumah, terutama di daerah pedesaan. Penduduk desa banyak memiliki kebun yang ditanami tetumbuhan untuk ramuan, yang dikenal dengan apotik hidup. Ahli ramuan yang terkenal pada masa itu adalah Nicholas Culpeper yang berasal dari Inggeris.
          Para ahli ramuan dari Eropah banyak yang tergantung pada dokumen ramuan Romawi dan Yunani Kuno. Pada masa Turdor sampai abad kedelapan belas, kosmetika lebih sering digunakan untuk menutupi noda-noda pada wajah dan kulit daripada untuk memperindah mata dan memper-cantik wajah. Dengan perkembangan ilmu kesehatan, maka kecantikan bukan saja diperuntukkan bagi wanita semata, tetapi juga bagi kaum pria pesolek. Memasuki abad kesembilan belas kosmetika mulai berkem- bang. Pada masa itu mulailah anak remaja puteri diajarkan babagaimana membuat perlengkapan kecantikan sendiri, wewangian dari bunga seperti bunga violet dan lavender, penyegar kulit dari air mawar, bunga-bunga dan mentimun.
Sayuran merupakan sebutan umum bagi bahan pangan asal tumbuhan yang biasanya mengandung kadar air tinggi dan dikonsumsi dalam keadaan segar atau setelah diolah secara minimal. Sebutan untuk beraneka jenis sayuran disebut sebagai sayur-sayuran atau sayur-mayur. Sejumlah sayuran dapat dikonsumsi mentah tanpa dimasak sebelumnya, sementara yang lainnya harus diolah terlebih dahulu dengan cara direbus, dikukus atau diuapkan, digoreng (agak jarang), atau disangrai. Sayuran berbentuk daun yang dimakan mentah disebut sebagai lalapan.

Etimologi dan penjelasan istilah

"Sayuran" merupakan bentuk turunan dari kata "sayur", komponen pendamping nasi (atau pangan pokok lainnya) yang berkuah cair atau agak kental. "Sayuran" adalah segala sesuatu yang berasal dari tumbuhan (termasuk jamur) yang ikut dimasak bersama sayur tersebut; dengan pengungkapan lain: segala sesuatu yang dapat atau layak disayur. Apabila dimakan secara segar bagian tumbuhan itu biasanya disebut lalapan.
Istilah "sayuran" tidak bersifat ilmiah. Kebanyakan sayuran adalah bagian vegetatif dari tumbuhan, terutama daun (juga beserta tangkainya). Beberapa sayuran adalah bagian tumbuhan yang tertutup tanah, seperti wortel, kentang, dan lobak. Terdapat pula sayuran yang berasal dari organ generatif, seperti bunga (misalnya kecombrang dan turi), buah (misalnya terong dan kapri), dan biji (misalnya buncis dan kacang merah). Bagian tumbuhan lainnya yang juga dianggap sayuran adalah tongkol jagung. Meskipun bukan tumbuhan, bagian jamur yang dapat dimakan juga digolongkan sebagai sayuran.
Walaupun berkadar air tinggi, buah-buahan tidak dianggap sayur-sayuran karena biasanya dikonsumsi karena rasanya yang manis dan tidak cocok untuk disayur. Beberapa sayuran dapat pula menjadi bagian dari sumber pengobatan, bumbu masak, atau rempah-rempah.
Kembali Lagi ke Bahan Alami
            Bahan alami seperti sayuran segar banyak mengandung vitamin A dan vitamin C. Bila dikonsumsi zat itu akan memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan dan kecantikan kulit wajah Anda. Usaha ini dapat dilakukan dari dalam dan dari luar tubuh. Perawatan dari luar, biasanya sayuran ditumbuk atau dihancurkan, sehingga menjadi racikan halus. Ada kalanya diberi bahan tambahan agar hasilnya lebih berkhasiat. Pemilihan sayuran hendaklah diperhatikan benar, gunakan sayuran yang masih segar. Bersihkan dengan seksama agar kotoran yang melekat dapat dihilangkan untuk dihancurkan.
          Tidak jarang kini perlengkapan kosmetika seperti : pewarna bibir (lip stick), bedak (make up), pewarna alis dan kelopak serta pipi (eye shadow) terbuat dari bahan kimia, memiliki sifat karsinogenik (pemicu kanker). Kita juga telah banyak mendengar berbagai keluhan pemakai kosmetika dan deodoran. Oleh karena itu penggunaan bahan-bahan alami untuk keperluan kosmetika sangat dianjurkan dalam upaya mengurangi risiko bahaya pemakaian perlengkapan kosmetika.
          Bahan segar alami yang biasa Anda temukan di dapur dapat digunakan untuk merawat kecantikan. Selain mudah didapat, murah dan berkhasiat prima, karunia alam ini jauh dari efek samping yang merugikan, yang biasa terdapat dalam bahan kosmetika kimiawi.
          Banyak jenis pembersih muka yang dapat ditemukan di dapur. Sepotong kentang yang dibelah menjadi dua bagian dan kemudian diusapkan pada kulit, akan menjadi pembersih kulit alami yang baik disamping susu dan yoghurt.
DAUN SELEDRI
          Seledri berdaun halus dan bertangkai panjang, memiliki aroma yang khas. Berkhasiat menyuburkan dan menghitamkan rambut, sehingga dapat, mencegah kerontokan rambut dan rambut beruban. Seteleh keramas, ambil daun seledri yang segar, remaslah dan gosokkan ke kulit kepala, sambil melakukan pemijatan ringan. Biarkan beberapa saat, lalu dibilas.  Jika Anda berbadan kurus, kurang nafsu makan, buatlah juis seledri. Haluskan daun seledri, tambahkan air dan saring. Setengah cangkir air perasan seledri dicampur madu, dapat membangkitkan nafsu makan, sehinga tubuh Anda lebih berisi tampan atau seksi).
DAUN SELADA
          Selada sepintas terlihat seperti lobak yang berdaun kembang. Mengandung bahan yang dapat menenangkan kulit, karena itu dapat digunakan untuk kulit yang lelah, sehinga otot-otot menjadi rileks kembali. Dapat menghilangkan atau mengurangi garis-garis ketegangan pada kulit. Makanlah daun selada sebanyak mungkin, baik sebagai lalap maupun dalam campuran gado-gado.
Selada Ladang Selada di Kabupaten Santa Barbara
DAUN KATUK
          Daun katuk, selain dijadikan sayuran yang berasa manis, juga dapat dijadikan masker wajah. Pisahkan daun dari tangkainya dan bersihkan lalu dihancurkan. hancuran daun ini dapat dipakai sebagai masker wajah.
Katuk Katuk dengan daun dan buah

Katuk dengan daun dan buah

BIT
          Oksidasi dan lingkungan yang tercemar menyebabkan kulit kendur dan berkerut, sehingga kulit kehilangan elastisitasnya. Bit merupakan pelindung kulit dari oksidasi, karena bit mengan- dung kolagen yang dapat mencegah ketuaan dini. Parut bit yang segar secukupnya lalu oleskan pada wajah. biarkan sepuluh menit, lalu basuh dengan air hangat.

JAGUNG MUDA
          Jagung muda tidak hanya enak ditumis, tetapi juga bermanfaat untuk mengurangi bintik-bintik bekas cacar atau jerawat yang tidak terlalu parah. Parutlah sebuah jagung muda lalu campurkan dengan tumbukan daun pepaya, campurkan sampai rata. Oleskan pada bintik-bintik yang menggangu, lakukan secara teratur tuap hari.
Jagung Jagung
KENTANG
          Kentang juga berkhasiat membuat mata yang lelah kembali bersinar serta dapat menghilangkan bengkak pada mata. Parutlah kentang lalu masukkan ke dalam kain tipis yang bersih (kain kasa atau kain mori) dan kompreskan ke kelopak mata Anda. Gunakan parutan kentang yang segar. Juis kentang sebagaimana juga juis
 strawberi juga sering dipakai untuk pembersih kulit seperti halnya mentimun dan susu.

Bermacam-macam umbi kentang di pasar.

JERUK NIPIS
          Jeruk nipis tidak hanya sedap untuk pemberi rasa pada sambal, tetapi juga manjur untuk digunakan sebagai penyegar dan pemutih bagi kulit yang kelelahan. Perasan jeruk nipis juga sebagai obat, misalnya obat batuk dan obat sariawan.
 Jeruk nipis Buah jeruk nipis
MENTIMUN
          Air mentimun mengandung bahan astringen, sehingga baik untuk kulit berminyak. Selain itu mentimun juga berperan sebagai pemutih. Sementara itru irisan mentimun dapat mengurangi kele- lahan mata. Untuk tonik gunakanlah parutan mentimun yang sudah disaring. Oleskan cairan secukupnya ke seluruh wajah dengan meng- gunakan kapas bersih. Untuk pemutih, gunakanlah separoh mentimun parut, kemudian campurkan dengan dua sendok susu segar. Bubuhkan pada wajah dan sekitar leher, diamkan beberapa saat lalu dibilas dengan air bersih.
          Mentimun juga bermanfaat mengatasi keletihan. Ambil sebuah mentimun berukuran sedang, potong dan lumatkan ke dalam blender, campurkan dua sendok susu bubuk dan putih telur. Balurkan campuran ini pada wajah dan leher, biarkan selama 30 menit lalu basuh dengan air hangat.

PETERSELI
           Peterseli bermanfaat untuk menjaga kestabilan kandungan minyak di dalam kulit. Lumatkan peterseli dengan sendok kayu sehingga keluar cairannya kemudian ambil sesendok madu dan campurkan. 
Mentimun Mentimun

Mentimun

Tarmizi, B.Sc., S.Pd (FMIPA-Universitas Negeri Padang )
 Referensi:
·         Drs. Djoko Hargono et al, "Tanaman Obat Indonesia Jilid I & II," 1985, Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan - Depkes RI. Jakarta.
·         Dra. H.Cir," Obat-obat Peninggalan Nenek Moyang," 1982, Ikhwan Jakarta.
·         Dra. Balkiah S & Anawati," Aneka Resep Obat Kuno Warisan Nenek Moyang," Anugerah Surabaya.
·         DJoko Hargono"Khasiat Daun Kelor," (Majalah Trubus No. 242,1990. Yayasan sosial Tani Membangun, jakarta.
·         Marah Maradjo & Ir.Saleh Widodo," Flora Indonesia, Tanaman Rempah-rempah," 1985, PT Gita Citra, Jakarta.

Tumbuhan Obat

Followers