Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Thursday, March 10, 2011

KAKTUS SEBAGAI OBAT BATUK REJAN, BRONKITIS DIFTERI, DISENTRI, MAAG, INSOMNIA

Oleh Tarmizi, B.Sc, S.Pd


Ferocactus pilosus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Caryophyllales
Famili: Cactaceae
Juss.
Marga
Lihat Taksonomi kaktus
Kaktus adalah nama yang diberikan untuk anggota tumbuhan berbunga famili Cactaceae.
Kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air.[1] Kaktus biasa ditemukan di daerah-daerah yang kering (gurun).[1] Kata jamak untuk kaktus adalah kakti.[2] Kaktus memiliki akar yang panjang untuk mencari air dan memperlebar penyerapan air dalam tanah.[1] Air yang diserap kaktus disimpan dalam ruang di batangnya.[1] Kaktus juga memiliki daun yang berubah bentuk menjadi duri sehingga dapat mengurangi penguapan air lewat daun.{[3] Oleh sebab itu, kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air.[3]

Batuk Rejan
 Batuk rejan atau disebut juga batuk gonggang biasa menyerang anak-anak di bawah umur dua tahun. Batuk ini memiliki ciri yang khas, yaitu: batuk-batuk panjang lalu berhenti sebentar kemudian batuk lagi hingga 100 hari sehingga sering disebut sebagai batuk 100 hari.
Serangan batuk rejan pada bayi dapat menyebabkan napas terhenti dan wajah kebiruan hingga dapat menimbulkan kematian. Kematian bayi akibat batuk rejan cukup tinggi, yaitu mencapai 20 %. Oleh sebab itu, harus segera diatasi.
Penyebab:
     Batuk rejan disebabkan oleh kuman Haemophilus pertusis yang masuk ke dalam hidung yang ditularkan melalui batuk, muntah, atau bersin.
Pengobatan:
·        60 gram kaktus gepeng dikupas, dipotong-potong, dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian air rebusannya diminum selagi masih hangat. Lakukan secara teratur 2 kali sehari
Bronkhitis
     Bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada bronki, yaitu saluran udara yang mengangkut oksigen ke paru-paru. Akibat peradangan ini, bronki mengeluarkan lendir. Timbulnya lendir memicu tubuh memberikan respon, yaitu batuk-batuk, yang merupakan mekanisme untuk membersihkan kelebihan lendir. Bronkhitis ditandai dengan batuk yang terus-menerus disertai dahak dan bercak darah.
Penyebab:
     Bronkhitis akut sering kali disebabkan oleh pilek atau flu, yang biasanya akan sembuh dalam waktu satu atau dua minggu, sedangkan bronkhitis kronis dapat berlangsung bertahun tahun yang biasanya disebabkan oleh terisapnya zat-zat iritan yang terbawa udara. Bronkhitis kronis biasanya terjadi akibat banyak merokok, infeksi saluran pernapasan yang berulang-ulang, dan alergi.
Pengobatan:
·        30 gram kaktus gepeng dikupas kulitnya, diiris-iris, tambahkan gula batu secukupnya, lalu direbus dengan air secukupnya, kemudian diminum selagi hangat. lakukan Secara teratur 2 kali sehari. Setelah dilakukan selama 10-12 hari, pengobatan dihentikan selama 3 hari. Setelah itu, pengobatan dapat dilanjutkan.
Difteri
     Difteri adalah penyakit menular yang ditandai dengan sakit pada kerongkongan, sakit saat nienelan, badan lemah, demam ringan, denyut nadi cepat, mual, menggigil, dan sakit kepala. Pada kerongkongan terlihat adanya lapisan berwarna kelabu yang mudah sekali berdarah. Bila tidak segera teratasi, akan timbul sembap pada pangkal tenggorokan yang menyebabkan sesak napas, bahkan saluran pernapasan dapat tertutup sama sekali sehingga dapat mengakibatkan kematian.
Penyebab:
     Penyakit difteri menular melalui batuk, bersin, atau napas dari seseorang yang terkena infeksi bakteri corytiebacterhini diphteriae, yang menimbulkan radang pada selaput lendir kerongkongan dengan membentuk selaput berwarna putih yang lengket disertai gejala keracunan toksemia, yang kebanyakan berjangkit pada anak-anak.
Pengobatan:
·       60 gram kaktus gepeng dikupas, diiris-iris, lalu direbus bersama ½ butir biji pinang dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. lakukan secara teratur 2 kali sehari.


Disentri
Disentri merupakan peradangan usus besar yang disertai sakit perut. Disentri biasa terjadi pada kondisi sanitasi (kebersihan lingkungan) yang kurang baik, atau misalnya air mentah, sayur yang tidak dimasak, dan buah-buahan yang tidak dicuci dapat menjadi pembawa bibit penyakit disentri.
Penyebab:
     Penyebab disentri adalah kuman yang menyerang dinding usus besar hingga perut terasa mulas, kembung, mual-mual, muntah-muntah, diare. jika tidak segera teratasi dalarn waktu 3 hari, feses penderita akan mengandung lendir dan darah, tubuh menjadi lemas, mata cekung, dan dapat berakibat kernatian.
Pengobatan:
·        30-60 gram kaktus dikupas kemudian direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusannya diminum selagi hangat.
lakukan secara teratur 2 kali sehari.
Radang Lambung /Maag
Maag merupakan iritasi atau infeksi Yang menyebabkan dinding lambung menjadi merah, bengkak, berdarah, dan berparut.
Tukak lambung/peptic ulcer merupakan luka yang terjadi pada lapisan mukosa usofagus bagian bawah, lambung, dan usus. Gejala yang mengawali tukak lambung adalah rasa perih yang menggigit-gigit pada perut bagian atas.
Penyebab:
Maag disebabkan pola makan yang tidak teratur dan jenis bahan makanan yang kurang baik. Kebiasaan mengkonsumsi bahan makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin juga dapat menimbulkan peradangan pada lambung. Beberapa hal yang dapat menyebabkan iritasi lambung adalah: alkohol, obat-obatan tertentu yang dapat mengiritasi lambung, kafein, dan lain-lain.
Rasa perih juga terasa saat perut kosong dan biasanya mereda setelah menelan makanan. Selain itu, dapat juga akibat setelah mengkonsumsi makanan yang merangsang sekresi lambung, seperti: makanan yang masam, makanan yang pedas, alkohol, dan lain-lain.
Pengobatan:                                
·        30 gram kaktus yang sudah dikupas kulitnya direbus dengan air secukupnya hingga airnya mengental, kemudian diminum selagi hangat. lakukan secara teratur 2 kali sehari.
Sulit Tidur (Insomnia)
Jika seseorang sudah merasakan gejala sulit tidur (insomnia), hendaknya diperhatikan indikasi-indikasi yang lain untuk mengetahui pokok penyakit yang sebenarnya, karena sering kali sulit tidur ini merupakan tanda adanya suatu penyakit.
Penyebab:
Gangguan sulit tidur dapat disebabkan oleh stres, perubahan pola hidup, lingkungan yang ramai, penyakit, terlalu lelah, urat saraf lemah, pertambahan usia, dan lain-lain.
Untuk menghindari sulit tidur, harus dilakukan hal-hal sebagai berikut: biasakan tidur pada jam yang ditentukan secara rutin (mulai tidur pada waktu yang sama setiap hari), usahakan tidur di tempat tidur yang nyaman, hindari stres, dan seba gainya.
Pengobatan:
60 gram kaktus yang sudah dikupas kulitnya dipotong-­potong kemudian direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Setelah itu, airnya diminum selagi hangat. lakukanl secara teratur 2 kali sehari. (Tarmizi) dari berbagai sumber.

Referensi

  1. Nobel, Park S. (2002). Cacti: Biology and uses. University of California Press. ISBN 978-0-520-23157-3. Hal.68-70
  2. B.J. Nicol (2007). Life as a Cactus. Xulon Press. ISBN 978-1-60266-265-0. Hal.1
  3. Nobel, Park S. (2002). Cacti: Biology and uses. University of California Press. ISBN 978-0-520-23157-3. Hal.23-24
  4. Anderson, Edward F. (2001). The Cactus Family. Timber Press, Incorporated. ISBN 0-88192-498-9. 
  5. Subik R, Kunte L (2003). The Complete Encyclopedia of Cacti. Rebo Publisher. ISBN 90 366 1494 5. 
  6. Kelly J, Olsen M (Oktober 2008). [cals.arizona.edu/pubs/garden/az1399.pdf "Problems and Pests of Agave, Aloe, Cactus and Yucca"]. College of Agriculture and Life Sciences, The University of Arizona. cals.arizona.edu/pubs/garden/az1399.pdf. 
  7. Candelario Mondragón-Jacobo, Salvador Pérez-González, (2002). Cactus (Opuntia spp.) as forage. Food & Agriculture Organization of the United Nations. ISBN 978-92-5-104705-7. 
  8. VIGUERAS GAL, Ortillo LP (December 2001). "USES OF OPUNTIA SPECIES AND THE POTENTIAL IMPACT OF CACTOBLASTIS CACTORUM (LEPIDOPTERA: PYRALIDAE) IN MEXICO". Florida Entomologist 84 (4): 493-8. http://www.fcla.edu/FlaEnt/fe84p493.pdf. 
  9. Nobel, Park S. (2002). Cacti: Biology and uses. University of California Press. ISBN 978-0-520-23157-3.
Kaktus, adalah tumbuhan yang tumbuh di padang pasir/padang gurun. Dalam sehari, bisa turun hujan dalam jumlah yang banyak sekali, diikuti oleh musim panas yang panjang. Pada saat hujan turun, kaktus mengisap air hujan sebelum menguap sebanyak-banyaknya. Saat diikuti musim panas, kaktus menggunakan air hujan yang terisap pada batangnya. Tempat kaktus menyimpan air dilapisi lapisan tebal agar air tidak menguap. Daun kaktus yang asli adalah duri. Duri digunakan kaktus untuk melindungi diri dari serangan hewan, dan lain-lain.

Kegunaaan kaktus bagi manusia

Berbagai jenis kaktus telah lama dimanfaatkan manusia sebagai sumber pangan, salah satunya adalah Opuntia[7]. Spesies ini banyak dikultivasi untuk diambil buah dan batang mudanya.[7] Buah Opuntia banyak diolah menjadi selai yang disebut queso de tuna[7] Sementara itu, batang muda Opuntia yang dikenal sebagai nopalitos akan dikuliti dan digoreng, dikukus, atau diolah menjadi acar dalam cuka asam-manis. Sekarang ini, Opuntia juga masih dimanfaatkan sebagai pakan ternak, kosmetik, dan obat-obatan.[8] Dulunya, spesies kaktus Carnegiea gigantean dimanfaatkan sebagai bahan dasar tepung untuk pembuatan roti.[5] Namun tepung ini sudah tidak lagi dimanfaatkan karena masyarakat lebih menyukai tepung dari jagung.[5] Bagian akar dari Echinocactus platycanthus juga diolah dalam cairan gula untuk dijadikan permen.[5] Bagian akar berkayu ataupun pembuluh vaskular yang mengandung lignin dari kaktus juga dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan bahan bakar.[5]
Dewasa ini, berbagai spesies kaktus terancam punah karena adanya perusakan habitat alaminya dan eksplorasi berlebihan yang dilakukan manusia.[9] Dulunya, kaktus diimpor dalam jumlah besar ke Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan Jepang karena termasuk komoditi yang menguntungkan.[9] Namun, perdagangan kaktus tersebut mulai dihentikan sebelum Perang Dunia II.[9] Saat ini, kaktus termasuk di dalam daftar Apendiks I dan II Convention on Internasional Trade in Endangered Species (CITES) yang memberikan proteksi kepada tanaman ini.[9] CITES juga menggalakkan usaha propagasi buatan untuk melestarikan kaktus.[9] Tanaman hasil propagasi atau perbanyakan buatan merupakan tanaman yang berasal dari biji, propagula, maupun stek yang ditanam pada lingkungan terkontrol.[9] Beberapa negara juga melarang dengan keras perdagangan kaktus, terutama ke luar negeri.[9] Beberapa usaha konservasi kaktus pun telah dilakukan, di antaranya adalah pelestarian ex situ di dalam tanaman botani.[9]Hal.128-138

Referensi

  1. Nobel, Park S. (2002). Cacti: Biology and uses. University of California Press. ISBN 978-0-520-23157-3. Hal.68-70
  2. B.J. Nicol (2007). Life as a Cactus. Xulon Press. ISBN 978-1-60266-265-0. Hal.1
  3. Nobel, Park S. (2002). Cacti: Biology and uses. University of California Press. ISBN 978-0-520-23157-3. Hal.23-24
  4. ^ a b c d e f g h (en)Anderson, Edward F. (2001). The Cactus Family. Timber Press, Incorporated. ISBN 0-88192-498-9. 
  5. ^ a b c d e f g h i j k l m n o (en)Subik R, Kunte L (2003). The Complete Encyclopedia of Cacti. Rebo Publisher. ISBN 90 366 1494 5. 
  6. ^ a b c d e {{en}Kelly J, Olsen M (Oktober 2008). [cals.arizona.edu/pubs/garden/az1399.pdf "Problems and Pests of Agave, Aloe, Cactus and Yucca"]. College of Agriculture and Life Sciences, The University of Arizona. cals.arizona.edu/pubs/garden/az1399.pdf. 
  7. ^ a b c (en)Candelario Mondragón-Jacobo, Salvador Pérez-González, (2002). Cactus (Opuntia spp.) as forage. Food & Agriculture Organization of the United Nations. ISBN 978-92-5-104705-7. 
  8. ^ (en)VIGUERAS GAL, Ortillo LP (December 2001). "USES OF OPUNTIA SPECIES AND THE POTENTIAL IMPACT OF CACTOBLASTIS CACTORUM (LEPIDOPTERA: PYRALIDAE) IN MEXICO". Florida Entomologist 84 (4): 493-8. http://www.fcla.edu/FlaEnt/fe84p493.pdf. 
  9. ^ a b c d e f g h (en)Nobel, Park S. (2002). Cacti: Biology and uses. University of California Press. ISBN 978-0-520-23157-3. 

Tumbuhan Obat

Followers