Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Friday, August 3, 2012

Pembuatan kerupuk Udang


Kerupuk udang adalah kerupuk yang terbuat dari adonan tepung tapioka dan udang yang ditumbuk halus yang diberi bumbu rempah dan penambah rasa. Biasanya udang yang digunakan adalah udang-udang kecil atau udang rebon yang ditumbuk hingga halus. Adonan mentah ini kemudian dikukus dan setelah matang dan kenyal diiris tipis-tipis, setelah itu dijemur hingga kering. Pengeringan dengan terik matahari biasanya sekitar 2-3 hari. Kerupuk mentah yang kering ini siap digoreng kapan saja agar bisa menjadi kerupuk yang siap dihidangkan.
Kerupuk udang            dan Kerupuk udang yang masih mentah (http://id.wikipedia.org/wiki/Kerupuk_udang)

1.      Udang yang masih segar beberapa ekor
2.      Tepung kanji 1 kg
3.      Garam secukupnya
4.      Gincu sedikit
5.      Vetsin sedikit
Cara kerja:
1.      Udang dibersihkan dan dibuang semua tulang-tulangnya, lalu ditumbuk sampai halus.
2.      Air dimasak lalu dimasukkan kanji ditambah garam dan gincu sera vetsin secukupnya
3.      Kanji didinginkan lalu dimasukkan udang yang sudah halus ke dalamnya kemudian diaduk sampai rata
4.      Dibungkus berbentuk selinder dengan daun pisang atau plastik
5.      Lalu dikukus sampai masak
6.      Biarkan dingin selama 3 – 4 hari
7.      Kemudian diiris tipis-tipis dan dijemur sampai kering
8.      Kerupuk udang ini siap untuk digoreng.
Kerupuk Udang atau Ikan

Ikan merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat selain sebagai komoditi ekspor. Ikan cepat mengalami proses pembusukan dibandingkan dengan bahan makanan lain. Bakteri dan perubahan kimiawi pada ikan mati menyebabkan pembusukan. Mutu olahan ikan sangat tergantung pada mutu bahan mentahnya.
Tanda ikan yang sudah busuk:
1.      mata suram dan tenggelam;
2.      sisik suram dan mudah lepas;
3.      warna kulit suram dengan lendir tebal;
4.      insang berwarna kelabu dengan lendir tebal;
5.      dinding perut lembek;
6.      warna keseluruhan suram dan berbau busuk.
Tanda ikan yang masih segar:
1.      daging kenyal;
2.      mata jernih menonjol;
3.      sisik kuat dan mengkilat;
4.      sirip kuat;
5.      warna keseluruhan termasuk kulit cemerlang;
6.      insang berwarna merah;
7.      dinding perut kuat;
8.      bau ikan segar.
Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, mudah didapat, dan harganya murah. Namun ikan cepat mengalami proses pembusukan. Oleh sebab itu pengawetan ikan perlu diketahui semua lapisan masyarakat. Pengawetan ikan secara tradisional bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan, sehingga tidak memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak. Untuk mendapatkan hasil awetan yang bermutu tinggi diperlukan perlakukan yang baik selama proses pengawetan seperti: menjaga kebersihan bahan dan alat yang digunakan, menggunakan ikan yang masih segar, serta garam yang bersih. Ada bermacam-macam pengawetan ikan, antara lain dengan cara: penggaraman, pengeringan, pemindangan, perasapan, peragian, dan pendinginan ikan.
Komposisi Ikan Segar per 100 gram Bahan
KOMPONEN KADAR (%)
Kandungan air 76,00
·         Protein 17,00
·         Lemak 4,50
·         Mineral dan vitamin 2,52-4,50
Dari data di atas, dapat dilihat bahwa ikan mempunyai nilai protein tinggi, dan kandungan lemaknya rendah sehingga banyak memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh manusia.
Manfaat makan ikan sudah banyak diketahui orang, seperti di negara Jepang dan Taiwanikan merupakan makanan utama dalam lauk sehari-hari yang memberikan efek awet muda dan harapan hidup lebih tinggi dari negara lainnya. Penggolahan ikan dengan berbagai cara dan rasa menyebabkan orang mengkonsumsi ikan lebih banyak.
Kerupuk udang atau ikan adalah produk makanan kering yang berasal dari udang atau ikan yang dicampur dengan tepung tapioka atau tepung terigu. Limbah Kulit dan kepala udang dapat digunakan untuk bahan pembuat petis dan terasi.
BAHAN
1)      Udang segar ¾ kg
2)      Tepung terigu 3 kg
3)      Tepung tapioka ¾ kg
4)      Bawang putih 60 gram (12 siung)
5)      Garam dapur 3 sendok makan
Bleng 3 sendok makan
ALAT
1)      Baskom
2)      Dandang
3)      Alat penghancur bumbu (cobek)
4)      Pisau
5)      Tampah (Nyiru)
6)      Kompor
7)      Laoyang
8)      Sendok Kayu
9)      Sendok Makan
CARA PEMBUATAN
1)      Kupas udang, kemudian buang kepala dan kulitnya. Selanjutnya cuci dengan air bersih;
2)      Tumbuk udang sampai halus;
3)      Haluskan bawang putih dan garam, kemudian campurkan dengan udang yang telah dihaluskan. Aduk-aduk dan remas-remas sampai adonan bercampur menjadi satu;
4)      Larutkan bleng dengan air panas, kemudian campurkan dengan adonan tadi;
5)      Setelah tercampur rata, tambahkan tepung terigu, tepung tapioka, dan air. Aduk-aduk adonan sampai kental;
6)      Tuangkan adonan ke dalam loyang, kemudian kukus sampai matang lalu dinginkan;
Iris-iris adonan dengan tebal ± 0,1 ~ 0,2 mm, kemudian jemur sampai kering. http://www.ristek.go.id

Tumbuhan Obat

Followers