Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Friday, August 3, 2012

Minyak Akar wangi


Rumput akar wangi (Vetiveria zizanioides, syn. Andropogon zizanoides) adalah sejenis rumput yang berasal dariIndia. Tumbuhan ini dapat tumbuh sepanjang tahun, dan dikenal orang sejak lama sebagai sumber wangi-wangian. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Poaceae, dan masih sekeluarga dengan serai atau padi. Akarnya yang dikeringkan secara tradisional dikenal sebagai pengharum lemari penyimpan pakaian atau barang-barang penting, seperti batik dan keris. Aroma wangi ini berasal dari minyak atsiri yang dihasilkan pada bagian akar. Tumbuhan ini merupakan komoditas perdagangan minor walaupun cukup luas penggunaan minyaknya dalam industri wangi-wangian.


Rumput akar wangi
Rumput akar wangi
Rumput akar wangi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:Plantae
Divisi:Magnoliophyta
Kelas:Liliopsida
Ordo:Poales
Famili:Poaceae
Genus:Vetiveria
Spesies:V. zizanoides
Spesies
V. zizanioides
Akar wangi adalah bagian dari jenis tanaman minyak yang dapat disuling dan menghasilkan minyak atsiri. Salah satu komoditi ekspor Indonesia, memiliki pangsa pasar tingkat dunia dengan harga cukup menawan.Tanaman akar wangi boleh dianggap tanaman yang “mati tidak hidup pun enggan”. Padahal tidak selamanya bertanam akar wangi akan merugikan, bahkan sebaliknya, tanaman akar wangi merupakan salah satu tanaman yang mampu mendukung upaya pelestarian lingkungan (misalnya menahan erosi).Sementara itu diketahui bahwa nilai ekonomis tanaman akar wangi terletak pada akarnya yaitu sebagai bahan baku penghasil minyak atsiri. Kualitas dan kuantitas minyak akar wangi bergantung dari keadaan tanaman akar wangi itu sendiri dan cara pembudidayaan yang dilakukan oleh petani.Kendati tanaman akar wangi cukup potensial untuk diambil minyaknya tetapi hingga saat ini belum menarik perhatian pihak pemerintah dan investor. Dengan demikian perkembangan tanaman akar wangi hanya di daerah-daerah tertentu saja. Satu-satunya daerah sentra produksi tanaman akar wangi adalah di Kabupaten Garut, Jawa Barat terutama di daerah sekitar hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Cimanuk, tepatnya di sekitar Kecamatan Semarang, Leles, Bayongbong, Cilawe dan Cisurupan.Selain di daerah Garut, tanaman akar wangi pernah coba dikembangkan di sekitar Propinsi Jawa Tengah, seperti di daerah lereng gunung Merapi. Bahkan sebuah perusahaan swasta juga pernah mengembangkan akar wangi di lereng gunung Unggaran, seperti di Kecamatan Ambarawa dan Somowono. Namun karena berbagai sebab, petani kurang berminat sehingga perkembangan tanaman akar wangi di Jawa Tengah mengalami kemacetan.Dengan demikian Kabupaten Garut tetap menjadi sentra penghasil minyak akar wangi yang mampu memasok 90% lebih dari total produksi minyak akar wangi Indonesia, yaitu sekitar 60-75 ton pertahun.
Rumput akar wangi (Andropogon zizanoides)
Minyak akar wangi yang harganya cukup tinggi ini diperoleh dari akarnya. Untuk penanaman tanaman akar wangi ini yang sangat baik adalah pada tanah di lereng-lereng gunung berapi. Pada tanah begini akar akan tumbuh dengan baik dan mudah dicabut dengan tidak meninggalkan bagian-bagian akar dalam tanah. Umur tanaman ini sebaiknya 20 bulan baru baik untuk dipanen. Minyak yang dihasilkan dari tanaman yang berumur 1 tahun mempunyai kualitas rendah, disamping syarat fisiknya tidak memenuhi minyak akan berbau tanah. Di dalam pengambilan minyak atsiri dari akar wangi diperlukan alat-alat dan bahan sebagai berikut.

Bahan alat-alat:
1.      Akar dari tumbuhan akar wangi sebagai sampel
2.      Ketel tempat bahan
3.      Ketel uap
4.      Alat pendingin
5.      Air yang berfungsi untuk pendingin
Cara kerja:
1.      Pertama-tama kita siapkan terlebih dahulu akar dari akar wangi yang akan kita suling, akar ini terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran-kotoran terutama tanah dan pasir yang melekat pada akar tersebut. Lalu akar dikeringkan diudara terbuka sebelum dimasukkan ke dalam ketel bahan dipotong-potong terlebih dahulu.
2.      Ketel bahan ini adalah tempat bahan yang akan disuling sebagaimana penyulingan sebelumnya dimana ketel ini dibuat dari logam yang tidak akan mempengaruhi hasil destilasi nantinya dan yang lebih baik dibuat dari bahan stenless stell
3.      Ketel uap adalah merupakan alat yang digunakan tempat menghasilkan uap yang digunakan dalam destilasi, ketel uap ini dibuat dari logam atau besi plat 2 mm. Ketel uap ini dihubungkan dengan tempat bahan dengan saluran kecil dimana nanti uap akan mengalir ke ketel bahan ini dan dari sini terus ke pendingin.
4.      Pendingin merupakan alat yang berfungsi untuk mengembunkan uap yang dikeluarkan dari ketel tempat bahan sehingga sampai disini diubah menjadi bintik-bintik air sehingga keluar dari pendingin ini sudah merupakan tetesan-tetesan air yang bercampur dengan minyak. Terakhir baru dilakukan pemisahan antara minyak dengan air apakah melalui corong pemisah ataupun destilasi kembali ini disesuaikan dengan hasil yang didapat serta keadaan minyak atsiri itu sendiri.

Tumbuhan Obat

Followers