Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Thursday, August 30, 2012



IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK BAHAN ALAM PADA TUMBUHAN MELATI
RINI FEBRIANI 67003 / 2005 PENDIDIKAN KIMIA 
JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM -UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2007
  KATA PENGANTAR                                         
 Pertama-tama penulis mengucapkan puji syukur kehadiran ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat Nya. Dengan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan paper  yang merupakan tugas akhir dari praktikum kimia organic 2 ini, tepat pada waktunya.

Paper ini diberi judul Identifikasi Senyawa Organik Bahan Alam Tanaman Melati. Penelitiannya dilakukan di laboratorium kimia organic jurusan kimia FMIPA UNP yang mana dipandu oleh beberapa orang dosen dan asisten serta didukung dengan teori-teori yang didapat dari berbagai sumber atau literature.

Pada kesempatan kali ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Ibuk Dra. Hj. Nurhasnah A. MSi dan ibuk Dra. Yustini Ma’ruf, MSi sebagai dosen praktikum kimia organic
2.      Etika Adelina dan Rahmi Desrita sebagai asisten praktikum kimia organic
3.      Rekan-rekan penulis yang turut membantu dalam penyelesaian penelitian dan pembuatan paper ini

Penulis mendoakan semoga diberikan imbalan yang berlipat ganda bagi atas bantuan yang diberikan. Dan penulis berharap paper ini bermanfaat bagi yang membacanya.



A             LATAR BELAKANG

Dalam kehidupan sehari-hari,dimanapun kita berada tidak sedikit kita temui tumbuh-tumbuhan. Berbgai macam tumbuh-tumbuhan yang terlihat. Ada yang berbunga dan ada yang tidak. Tidak itu saja,tempat tumbuhnapun berbeda-beda seperti di air,menempel di pohon ,di tanah yang lembab dan juga ada di tanah yang kering.
   Melati (jasminum sambac) merupakan tumbuhan yang berasal dari India khususnya, Asia pada umunya. Di Italia, melati Casablanca (jasminum offcinalle) yang disebut Spanish Jasmine ditanam tahun 1662 untuk dijadikan parfum. Tahun 1665 di Inggris dibudidayakan melatih putih (J. sambac ) yang diperkenalkan oleh Duke Casimo de Medici. Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh nusantara.
Tumbuhan bunga melati umunya dijadikan tanaman hias. Siapa sangka kalau bunga berwarna putih ini mengandung banyak khasiat obat. Bunga dan daun untuk influenza, sakit kepala, diare, cacingan, radang mata merah, air susu ibu (ASI) berlebih, jerawat, biduran,bengkak karena gigitan binatang, dan sesak asma. Akarnya untuk mengatasi insomnia (sulit tidur), lika terpukul, keseleo,menghilangkan sakit pada tulang patah, sakit gigi, sakit kepala dan cacingan.
Dengan demikian melati merupakan tumbuhan yang banyak manfaatnya bagi kehidupan,selain  dimanfaatkan untuk tanaman hias.
Bertitik tolak dari ini maka penulis tertarik dan ingin mengetahui kandungan yang terdapat dalam melati. Penulis memberi judul paper ini adalah IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK BAHAN ALAM PADA TUMBUHAN MELATI.

B       PERUMUSAN MASALAH
Bertitik tolak dari latar belakang di atas maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah apa saja kandungan biologi akatif yang terdapat pada tumbuhan melati (Jasminum Sambac) dan apa saja khasiat dan manfaatnyabagi kehidupan manusia.
C       BATASAN MASALAH
Untuk mengarahkan penelitian, maka penelitian ini dibatasi pada hal berikut:
a.       Botani tumbuhan melati
b.      Metabolit sekunder
D       TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1.            untuk menentukan senyawa – senyawa kimia yang terkandung didalam tumbuhan melati
2.            Untuk mengetahui manfaat dan khasiat dari tumbuhan melati
3.            Untuk memenuhi tugas praktikum kimia organic 2
E        MANFAAT PENULISAN
   Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk:
1.            Memberikan informasi tentang kandungan kimia yang terdapat pada tumbuhan melati
2.            Memberikan infornasi tentang kasiat dari tumbuhan melati
3.            Sebagai bahan informasi untuk penelitian lebih lanjut

A             BOTANI TUMBUHAN
            Melati merupakan tanaman bunga hias berupa berbatang tegak yang hidup menahun. Tanaman jenis belukar renek dan ia juga dikatakan pokok yang jenis merayap dan menjalar. Pokok mellur ini mempunyai kira – kira 200 jenis dan boleh didapati di kawasan tropika dan beriklim panas.pokok ini hidup membesar dalam keadaan menjalarpada pokok – pokok lain atau pada sesuatu bahan yang ia boleh berpaut.
            Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan – hutan karena belum terungkap patensi ekonomis dan sosialnya. Melati dapat berbunga sepanjang tahun dan dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur dengan ketinggian 600 atau 800 meter di atas permukaan laut, asalkan mendapatkan cukup sinar matahari. Melati dapat dikembangbiakan  dengan cara stek. Tunas – tunasu akan tampak setelah berusia  sekitar 6 minggu.
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Oleales
Famili : Oleaceae
Genus : Jasminum
Spesies : Jasminum Sambac (L) W. Ai
Gambar tanaman melati


Sifat dan manfaat

Melati merupakan tanaman hias,bunganya berwarna putih mungil dan berbau harum. Bentuk daunnya nampak ringkas dan mudah,bercabang tiga, sedikit berlilin dan warna hijau tua. Manakala warna bunganya putih. Satu bunga ada dijumpai 5 atau 6 kelopak.
Tanaman melati mengandung banyak khasiat obat, melati bias dimanfaatkan bunga, daun dan akarnya. Bunga dan daun dimanfaatkan untuk influenza, sakit kepala, diare, cacingan, radang mata merah, Air Susu Ibu (ASI) berlebih, bisul, jerawat, biduran, bengkak karena gigtan binatang , dan sesak asma. Akarnya untuk mengatasi insomnia (sulit tidur), lika terpukul, keseleo,menghilangkan sakit pada tulang patah, sakit gigi, sakit kepala dan cacingan.
Selain itu bunga melati juga bermanfaat sebagai bunga tabor, bahan industri minyak wangi, kosmetika, parfum, farmasi, penghias rangkaian bunga dan bahan campur atau pengharum the.
Kandungan
Melati mengandung senyawa- senyawa unsure kimia yang besar manfaatnya untuk pengobatan. Kandungan kimia yang ada tersebut antara lain indol, benzyl, livalylacetaat.
Pemanfaatan
1.            Menghentikan ASI yang berlebih
Bahan : 1 genggam daun melati
Cara membuat : bahan tersebut dipipis halus
Cara menggunakan : ditempel diseputar buah dada,setiap pagi sebelum mandi
2.            Sakit mata (mata merah)
Bahan : 1 genggam daun melati
Cara membuat : bahan tersebut dipipis halus
Cara menggunakan : ditempel pada dahi, apabila sudah kering diganti baru, ulangi sampai sembuh
3.            Bengkak karena serangan daun lebah
Bahan : 1 genggam daun melati
Cara membuat : bahan tersebut diremas-remas sampai halus
Cara menggunakan : ditempel pada bagian yang sangat lebah
4.            Demam dan sakit kepala
Bahan : 1 genggam daun melati,10 bunga melati
Cara membuat : bahan tersebut diremas-remas dengan tangan, kemudian direndam dengan air dalam rantang
Cara menggunakan : air rendaman ini digunakan untuk kompres dahi
5.            Sesak napas
Bahan : 20 lembar daun melati dan garam secukupnya
Cara membuat : bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring
Cara menggunakan : ditempel diseputar buah dada,setiap pagi sebelum mandi
B       METABOLIT SEKUNDER
            Salah satu cirri organisme adalah tumbuh dan berkembang. Tumbuhan tumbuh dari kecil menjadi besar dan berkembang dari satu sel zigot menjadi embrio kemudian menjadi satu individu yang mempunyai akar, daun, dan daun.
Yang dimaksud senyawa organic bahan alam adalah terbatas pada senyawa-senyawa yang dikenal sebagai metabolit sekunder. Senyaw metabolit adalah senyaw-senyawa hasil metabolit sekunder,yang tidak terdapat secara merata dalam makhluk hidup dan ditemukan pada semua organ tumbuhan  pada akar, kulit batang, bunga, buah dan biji dan sedikit pada hewan.
Penggunaan tanaman sebagai obat berkaitan dengan kandungan kimia yang terdapat dalam tanaman tersebut terutama zat bioaktif. Tanpa adanya senyawa  bioaktif dalam tumbuhan, secara umum tumbuhan tersebut tidak dapat digunakan sebagai obat. Senyawa bioaktif yang terdapat dalam tumbuhan biasanya merupakan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, saponin dan lain-lain.
1.                  Alkaloid
Alkaloid merupakan senyawa organic bahan alam yang terbesar jumlahnya baik dari segi jumlah senyawa sebenarnya dalam dunia tumbuhan. Alkaloid menurut winterstein dan trier didefinisikan sebagai senyawa yang bersifat basa mengandung atom Nitrogen berasal dari tumbuhan dan hewan Harborne dan Turner (1984) mengungkapkan bahwa tidak satupun definisi alkaloid yang memuaskan, tetapi umumnya alkaloid adalah senyawa metabolitsekunder  yang bersifat basa yang mengandung satu atua lebih atom Nitrogen biasanya dalam cincin heterosiklik dan bersifat aktif biologos menonjol.
Struktur alkaloid beraneka ragam dari yang sederhana sampai yang rumit, ari efek biologisnya yang menyegarkan tubuh sampai toxic. Satu contoh yang sederhana, tetapi yang efek falinya tidak sederhana adalah nikotin. Nikotin dapat menyebabkan penyakit jantung , kanker paru-paru, kanker mulut, tekanan darah tinggi, dan gangguan terhadap kehamilan dan janin.
2.                  Flavonoid
Flavonoid adalah suatu kelompok senyawa fenol yang banyak terdapat di alam. Senyawa ini bertanggung jawab terhadap zat warna merah, ungu, biru dan sebagai zat warna kuning dalam tumbuhan. Semua flafonoid menurut strukturnya merupakan turunan senyawa induk “Flavon” yang namanya sejanisnya flavonoid yang terbesar jumlahnya dan juga lazim ditemukan yang terdapat berupa tepung putih pada tumbuhan primula
Sebagian flvonoid yang terdapat pada tumbuhan terikat pada molekul gula sebagai glikosida dan dalam bentuk campuran. Jarang sekali dijumpai dalam bentuk ssenyawa tunggal. Disamping itu sering ditemukan campuran yang terdiri dari flavonoid yang khas. Misalnya antosianin dalam mahkota bunga yang berwarna merah, hamper disertai oleh flavon atau flavonol yang tidak berwarna. Dewasa ini, diperkirakan telah berhasil diisolasi sekitar 3000senyawa flavonoid.
Flavonoid dalam tumbuhan mempunyai empat fungsi :
1)      Sebagai pigmen warna
2)      Fungsi fisiologi
3)      Aktivitas farmakologi
4)      Flavonoid dalam makanan
Aktivitas marfologi dianggap berasal dari rutin (glikosida flavonoid) yang digunakan untuk menguatkan susunan kapiler, menurunkan permeabilitas dan fragilitas pembuluh darah dan lain-lain.
3.      Terpenoid
Pada awalnya senyawa terpen merupakan suatu golongan senyawa yang hanya terdiri dari atom C dan H dengan perbandingan 5 : 8 dengan rumus empiris C5H8  (unit isoprena) yang bergabung secara heat to tail (kepala ekor). Oleh sebab itu senyawa terpen lazim disebut isoprenoid. Terpen dapat mengandung dua, tiga atau lebih suatu isoprene. Molekul-molekulnya dapat berupa rantai terbuka atau siklik. Mereka dapat mengandung ikatan rangkap, gugus hidroksil, gugus karbonil atau gugus fungsional lain. Struktur mirip yang mengandung unsure-unsur lain disamping C dan H disebut terpenoid. Dewasa ini baik terpen maupun terpenoid dikelompokkan sebagai senyawa terpenoid (isoprenoid).
Berdasarkan jumlah unit isoterpena yang dikandungnya, senyawa terpenoid dibagi atas :
1.            Monoterpen ( dua unit isoprene )
2.            Seskiterpen ( tiga unit isoprene )
3.            Diterpen (empat unit isoprene )
4.            Triterpena (lima unit isoprene )
5.            Tetraterpen ( delapan unit isoprene )
6.            Politerpena ( banyak unit isoprene )
Monoterpen dan seskiterpen adalah komponen utama minyak esensial (minyak atsiri) yang dapat diperoleh dengan penyulingan. Vitamin A adalah suatu diterpenoid, skualena (terdapat dalam ragi, kecambah gandum dan minyak hati hiu) tergolong triterpenoid dan lanosterol (suatu komponen lanolin yang diperoleh dari lemak wol). Kedua senyawa ini merupakan zat antara dalam biosintesis steroid. Karet alam merupakan suatu politerpena.
Biosintesis terpen adalah kondensasi ester secara enzimatik dari porsi-porsi asetil dari asetilkoenzime A. zat antara dalam pembentukan terpen adalah porofosfat (difosfat) dari asam mevalonat dan sepasang isopentenil alcohol.
Steroid
Steroid adalah suatu kelompok senyawa yang mempunyai kerangka dasar siklopentanaperhidrofenantrena, mempunyai empat cincin terpadu.senyawa-senyawa ini mempunyai efek fisiologi tertentu.
Beberapa steroid penting adalah kolesterol dimana steroid hewan yang terdapat paling meluas dan dijumpai pada hampir semua jaringan hewan. Batu kandung kemih dan kuning telur merupakan sumber yang kaya akan senyawa ini. Kolesterol merupakan zat antara yang diperlukan dalam biosintesis hormone steroid, namun merupakan tak keharusan dalam makanan karena dapat disintesis dari aselkoenzime A. kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dikaitkan dengan arterioksklerosis (pengerasan pembuluh darah). Suatu keadaan dalam mana kolesterol dan lipid-lipid lain melapisi dinding dalam pembuluh darah. Suatu steroid yang berkaitan dengan kolesterol yaitu 7-dehidrokolesterol yang dijumpai dalam kulit diubah menjadi vitamin D bila disinari dengan cahaya ultraviolet.
Hormone-hormon seks yang dihasilkan terutama pada tested an indung telur adalah suatu steroid. Hormon jantan disebut androgen dan hormone betina estrogen dan hormone kehamilan progesterone.
Senyawa glikolida kompleks adalah suatu saponin yang merupakan senyawa hasilkondensasi suatu gula dengan suatu senyawahidroksil organic yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan gula (glikon) dan non gula (aglikon). Saponin ini terdiri dari dua kelompok : saponin triterpenoid dan saponin steroid. Saponin banyak digunakan dalam kehidupan manusia, salah satunya banyak terdapat dalam lerak yanhg dapat digunakan untuk bahan pencuci kain (batik) dan sebagai shampoo. Saponin dapat diperoleh dari tumbuhan melalui metoda ekstraksi.
4.      Saponin
Saponin merupakan senyawa glikosida kompleks yaitu senyawa hasil kondensasi suatu gula dengan suatu senyawa hidroksil organic yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan gula (glikon) dan non-gula (aglikon). Saponin ini terdiri dari dua kelompok : saponon triterpenoid dan saponi steroid. Saponin banyak digunakan dalam kehidupan manusia, salah satunya terdapat dalam lerak yang digunakan untuk bahan pencuci kain (batik) dan sebagai shampo. Saponin dapat diperoleh dari tembuhan melalui ekstraksi
A                   TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Penelitian Kimia Fakultas Matemtika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang tanggal 23 November 2007.
B                   SAMPEL PENELITIAN
Sampel yang digunakan adalah melati (Jasminum sambac)    
C                   ALAT DAN BAHAN
Alat –alat : lumping, pisau/gunting, plat tetes, tabung reaksi, pipet tetes, corong, pemanas, pasir halus bersih dan kapas.
Bahan :     Contoh/simplisia tumbuhan (akar, kulit, batang, daun, bunga, buah atau biki) amoniak kloroform 0,005N (1 ML amoniak dalam 250 ML kloroform), H2SO4 2N, pereaksi mayer, pereaksi Wagner dan Dragendorf, methanol, asam sulfat pekat, serbuk Magnesium.

D. PROSEDUR KERJA
1.      Identifikasi Alkaloid
4 gram sample dirajang halus dan digerus

+ kloroform sedikit
Digerus lagi     
   Membentuk pasta
+10 ml larutan amoniak-kloroform 0.05N
Dan digerus lagi
Disaring ke dalam tabung reaksi
Filtrat
5ml H2SO4,dikocok kuat
Diamkan larutan         
Terbentuk 2 lapisan
Dengan pipet yang diberi kapas untuk menyaring
Diambil asam sulfat dimasukkan ke tabung reaksi


Filtrate
+ pereaksi Mayer            putih         
+pereaksi Wagner                coklat   
+ pereaksi Dragendorf              oren   
2.      Identifikasi Flavonoid
0.5 gram dirajang halus
Diekstrak dengan 5ml methanol
Dipanaskan selama 5 menit
Ekstrak                                                                          
+beberapa tetes HCl p.a
+ sedikit serbuk magnesium
Merah/pink atau kuning
(sample mengandung flavonoid)


3.      Identifikasi Steroid/Terpenoid

Lapisan kloroform pada uji Alkaloid

Ditempatkan pada plat tetes
+ 5tetes anhidrad (biarkan mongering)
+ 3 tetes H2SO4

Warna merah / jingga
(mengandung truterpenoid)
Warna biru
(mengandung steroid)
                                

4.      Identifikasi Saponin

Sample kering dirajang halus

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
+ air suling
Didihkan sampai 2-3menit
Didinginkan
Dikocok kuat-kuat

Adanya busa yang stabil selama 5 menit
(sample mengandung saponin )

A       HASIL


UJI
PEREAKSI
HASIL
ALKALOID
Mayer
Wagner
dragendorf
Tidak terjadi perubahan warna.
Tidak mengandung alkaloid
FLAVONOID
Methanol, asam klorida pekat dan serbuk magnesium
Tidak terjadi perubahan wara
Tidak mengandung flavonoid
STEROID/TERPENOID
Kloroform, anhidrat asetat dan asam sulfat pekat
Terjadi perubahan warna menjadi biru
Sample mengandung steroid, tetpa tidak mengandung terpenoid
SAPONIN
Air suling
Tidak menimbulkan busa
Sample tidak mengandung saponin

B                   PEMBAHASAN

Percobaan ini memberikan hasil bahwa :

Identifikasi Alkaloid

Pada test ini menggunakan metode Culvenol-Fitzgerald yang mana akan terjadi perubahan warna berdasarkan pereaksi-pereaksinya. Berdasarkan data yang diperoleh dengan menggunakan bahan alam melati, tidak terjadi perubahan warna pada sample. Baik dengan pereaksi Mayer, Wagner dan Dragendorf sehingga menunjukkan bhwa  tumbuhan melati tidak mengandung alkaloid. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan literratur karena daun melati mengandung senyawa alkaloid. Kesalahan ini terjadi mungkin saja disebabkan penambahan kloroform yang berlebih atau larutan lainnya yang dapat mempengaruhi hasil yang dlihat.

Identifikasi Flavonoid
Identifikasi flavonoid menggunakan metode shinoda test/sianidin test. Yang mana akan dihasilkan perubahan warna sample menjadi pink atau kuning. Pada melati memberikan hasil yang negative dimana tidak terjadi perubahan wana. Dari   hasil penelitian ini melati tidak mengandung flavonoid. Hasil ini juga tidak sesuai dengan literature bahwa melati mengandung senyawa flavonoid. Hal ini disebabkan kesalahan peneliti dalam percobaan seperti dalam penambahan serbuk magnesium yang berlebihan.

Identifikasi steroid/Terpenoid
Identifikasi steroid/terpenoid menggunakan metoda Lieberman-Burchard, yang mana akan menghasilkan perubahan warna menjadi ungu/jingga yang menandakan test positif untuk tripenoid dan warna biru  menandakan uji positik untuk steroid. Dari hasil percobaan menunjukkan bahwa melati mengalami perubahan warna biru setelah ditetesi H2SO4 pekat. Ini menandakan bahwa daun melati terkandung steroid. Hal ini sesuai dengan literature yang ada yaitu pada daun melati terkandung senyawa steroid

Identifikasi saponin  
Identifikasi saponin dilakukan  dengan uji busa,dimna hasil yang positif  adlah setelah sample ditambah air lalu dipanaskan dan dikocok kuat akan menunjukkan busa yang stabil. Hasil penelitian menunjuikan hasil yang negative, dimana tidak terlihat busa. Sehingga ditunjukan bahwa melati tidak mengandung senyawa saponin. Hasil penelieian ini sesuai dengan literature bahwa daun melati tidak mengandung senyawa saponin.

A             KESIMPULAN

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa :

1.            Tumbuhan melati (Jasminum sambac) mengandung alkaloid, walaupun dalam percobaanya tidak didapatkan tes yang positif karena dapat digunakan sebagai obat.
2.            Tumbuhan melati (Jasminum sambac) mengandung flavonoid, walaupun didalam percobaan juga menghasilkan tes yang negative. Melati mengandung pigmen warna.
3.            Tumbuhan melati (Jasminum sambac) mengandung steroid
4.            Tumbuhan melati (Jasminum sambac) tidak mengandung saponin

B                   SARAN

Dalam melakukan penelitian ini, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan dalam pembuatan paper ini. Sehingga penulis tidak menutup saran dan kritikan untuk masukan dan penyempurnaan paper ini.

REFERENSI

Fessenden & fessenden. 1982. KIMIA ORGANIK JILID II. Jakarta: Erlangga
Hart, Harold. 1990. KIMIA ORGANIK. Jakarta: Erlangga
Tim Kimia Organik. 2007. PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II. Padang: FMIPA UNP
Tarmizi.2008.Pereaksi Kimia. Padang: UNP Press
http//google.com. 14 Desember 2007. KANDUNGAN MELATI
http//wikipedia.com. 14 Desember 2007. MELATI
                                                           
                                                

Tumbuhan Obat

Followers