Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Thursday, March 29, 2012

BAWANG PUTIH SEBAGAI OBAT KUAT, KAYA ZAT BERKHASIAT

Oleh : Tarmizi, BSc, S.Pd

Sekitar 460 tahun Sebelum Masehi, Hypocrates mengemukakan bahwa bawang putih dapat dijadikan obat-obatan. Diantaranya adalah sebagai obat manjur pelancar buang air kecil.
Di Babilonia (di daerah Irak sekarang) sekitar 3000-an tahun Sebelum Masehi, bawang putih sudah diyakini orang punya daya sembuh berbagai penyakit. Pada masa Mesir Kuno, Bawang putih diberikan sebagai campuran makanan budak-budak yang disuruh membangun Piramida dan Spink yang sangat terkenal itu, agar mereka tetap sehat.
Sekitar pertengahan abad ke-17 atau kurang lebih tahun 1660-an, wabah penyakit sampar atau pes melanda Inggeris dengan hebat. Ribuan penduduk di sana pada masa itu meninggal dunia. Wabah menjalar ke seluruh pelosok Eropah dan menyeberang sampai pula ke Amerika. Waktu itu terjadi keanehan di sebuah rumah. Di dalammnya tersimpan banyak bawang putih. Anehnya seluruh penghuni rumah itu selamat. Rupanya sesudah diteliti, ternyata bawang putih itulah yamg menangkal penyakit. Sampai kini rumah tersebut masih dipeli-hara dengan baik dan boleh dikunjungi orang.
Bagi bangsa Roma, bawang putih dianggap sebagai sumber kekuatan. Bala tentara Roma yang terkenal gagah perkasa di medan tempur ternyata tak dapat berbuat banyak tanpa bawang putih. Mereka seperti ketagihan, bak kata ibarat; seperti kuku dengan daging. Selalu makan bawang putih dalam jumlah banyak. Konon, sangat berguna untuk penambah keberanian dan semangat tempur.
Discorides, ketua tim dokter yang bertugas dalam sekutu bala tentara Roma sekitar abad ke-20, selalu memberikan resep bawang putih kepada anggota pasukannya, untuk mengatasi berbagai keluhan. Misalnya untuk mengobat penyakit paru-paru, mules atau gangguan sistem pencernaan.
Di negara kita bawang putih banyak dipakai untuk ramuan obat tradisional. Para orang tua di desa masih banyak memanfaatkan bawang putih ini untuk bahan obat. Akan sulit kita membayangkan, rumah penduduk yang jauh jaraknya dari pusat kesehatan atau rumah sakit, pada suatu saat butuh obat. Sementara obat dari dokter, mantri atau dari apotik belum didapat, maka bawang putih kadang kala adalah sebagai penyelamat.
Mungkin saja Si Buyung atau Si Upik yang baru berumur beberapa minggu, diserang demam. Para ibu di desa tak kehilangan akal. Mereka cukup pergi ke dapur dan mengambil satu siung bawang putih. Kemudian menumbuknya atau dihancurkan dengan sendok bersama minyak makan, dan dipoleskan pada kepala si bayi. Demikian juga bila anak yang kebetulan sakit perut, maka bawang putih digiling bersama minyak tanah lalu dibarutkan di atas kulit perut si anak.
Apabila diet penderita atherosklerosis ditambahkan bawang putih, maka besar kemungkinan lemak, kolesterol dan trigliserida yang ditimbun pada dinding pembuluh darah dapat larut, sehingga dapat mengurangi penyempitan pembuluh darah. Oleh sebab itu bawang putih diperkirakan akan dapat digunakan untuk bahan pengobatan penyakit jantung koroner yang disebabkan oleh penimbunan lemak, kolesterol, trigiserida.
Alisin terbentuk dari proses biosintesa dari aliin, dengan adanya enzim alinasa, maka aliin akan berubah menjadi alisin yang mempunyai bau yang khas (pedas menyengat) (Benhard 1986).
Sebagian besar minyak menguap dalam umbi lapis bawang putih merupakan diallylsulfid (60% dari minyak menguap) dan 13 komponen lainnya. Alliin (d-1-allylcystein sulfoxyd) merupakan bagian besar dari minyak menguap. Allisin memberi bau khas bawang putih, zat ini rusak bila dipanaskan 100oC selama 5 menit. Ia larut dalam air dan inilah yang mempunyai biologik (Hegnauer R 1963, Hoppe H.A 1975), disamping itu juga mengandung dialil tetra sulfida dan allylpro-pyldisulfida.
Proses biosintesa terbentuknya alisin adalah sebagai berikut:
 CH2=CH-CH2-S.(O)-CH.(NH2)-COOH (aliin) + 2 CH2=CH-CH2-(H).S.(O) + CH3-C:(O) (asam piruvat) + NH3 (amoniak) ------> CH2=CH-CH2-S.(O)- S-CH2-CH=CH2 (alisin) + H2O (air).
Selain minyak menguap, bawang putih juga mengandung scordinine (tioglikosida), vitamin A, vitamin B1, asam nikotinat, vitamin C,hormon pria dan wanita. selain allinase juga terdapat enzim myrosinasa, peroksidasa, deoksi-ribopolison yang menyerupai inulin, saponin, karbohidrat dan sistein, nukleasa. zat lain yang ditemukan ialah kholin, jodium, uran, poluson yang menyerupai inulin (kimia farma, 1981).
Telah diketahui bahwa bawang putih mengandung minyak menguap yang terdiri dari ikatan-ikatan yang mempunyai unsur belerang. Dikatakan juga bahwa minyak menguap ini memberikan bau yang tidak sedap dan sebagian mempunyai daya antibiotik. Zat pemula dari dialildisulfida adalah alisin atau alil sistein sulfoksida. Juga diketahui bahwa dimetil sulfoksid (DMSO) mempunyai sifat anti inflamasi terutama terhadap "Rhematoid arthritis" (Burger, A. 1963).
Dalam proses pembentukan kolesterol dalam darah, enzim Co A memegang peran. Diketahui bahwa CH3COOH dangan Co A-SH menghasilkan CH3-CO-S-Co A dan berturut-turut rantai dipanjangkan dan dihasilkan "asam mevalonat" (MVA). Dari dasar ini maka terbentuklah kolesterol (Buger, A 1963). Diketahi pula bahwa dalam bawang putih terdapat pula aliin yang mungkin akan menggabung dengan CH3COOH hinga tidak dapat dilanjutkan proses pembetukan zat pemula kolesterol di atas, maka mungkin reaksi ini dapat menerangkan daya anti kolesterol.
Terlalu banyak makan bawang putih dapat menyebabkan bau badan menjadi amis atau nafas tak sedap. Pada masa perang Korea, pasukan Amerika dan Korea sering kali dapat mengetahui kedatangan tentara Cina. Kenapa demikian? Karena, pasuka Cina menyebarkan bau badan yang merangsang sebab kelebihan dosis bawang putih.
Bau yang dikeluarkan melalui nafas disebabkan alisin. Selain dapat terjadi karena sisa bawang putih dalam mulut juga merangsang keluarnya sekret dalam paru (bronchien). Jadi dalam penggunaannya sebagai obat batuk, karena alisin dalam bawang putih yang bersifat antibiotis, mungkin sekali daya kerjanya sebagai ekspektoran dan sekaligus sebagai anti septik.
Selain mengandung zat-zat untuk obat, bawang putih juga mengandung banyak zat gizi. Tiap kilo bawang putih segar mengandung 6-7 ons air. Protein sekitar 3-7 %, karbohidrat mencapai 24-27 %. Selain itu juga mengandung sedikit lemak, mineral-mineral penting dan beberapa macam vitamin.
Zat yang berkhasiat obat di dalam bawang putih antara lain : alisin yang punya bau pedas menyengat, aliin, dialil sulfat (60% dari minyak menguap dalam bawang), 13 macam minyak menguap, skordinin, vitamin A dan B1, asam nikotinat, vitamin C, hormon pria dan wanita, kolin, uran, poluson, alil sistein sulfoksida, dimetil sulfoksida. Bawang putih juga mengandung beberapa enzim yaitu myrosinasa, peroksidasa, deoksi ribopolison.
Skordinin ternyata memperkuat tenaga anak tikus (mampu berenang tiga kali lebih lama tanpa henti) dibandingkan degan anak tikus yang tidak diberi. Pada kelinci jantan skordinin mampu mempertinggi produksi sel spermanya.
Bawang putih termasuk diantara hortikultura termahal, kenapa? Selain serba guna, juga masih kurangnya produksi bawang putih dunia. Indonesia mengimpornya tiap tahun yang terus meningkat hingga kini (Tarmizi, B.Sc, S.Pd/ Universitas Negeri Padang)).
Referensi:  Majalah Trubus Juli 1991,  Majalah Ikatan Dokter Indonesia 1986,  Buletin Kimima Farma N0.11 1981,  Majalah Panasea Juni 1992, Bawang putih yang serba guna 1993. Hembing Penyembuhan dengan TanamanObat,2002

Tumbuhan Obat

Followers