Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Thursday, March 29, 2012

ALAI SEBAGAI OBAT DIARE, SEHABIS MELAHIRKAN, MULAS, DAN GANGGUAN HAID


oleh Tarmizi, BSc., S.Pd


Alai alias Kedawung (Parkia roxburghii G.Don atau Parkia biglobosa Auct.non Benth) termasuk famili Mimosaceae. Biji kedawung dikenal oleh para peracik jamu dengan nama simplisia Parkiae Semen. kedawung di Sumatera dikenal juga dengan alai dan kedahung, sedang di Jawa disebut peundeuy dan kedawung.
Sosok tanaman alai/kedaung
 Kedawung berbuah polong, bentuknya seperti petai. pohon kedawung Parkia roxburghii juga mirip pohon petai Parkia speciosa, sehingga ada pepatah mengatakan, ” petai ditanam  alai yang tumbuh”, serupa tapi tak sama. Biji alai mengandung glikosida, damar, tanin dan sitin. Biji kedawung (demikian nama kerennya) berkhasiat untuk peluruh kentut, sementara Kulit batang atau kulit akarnya berkhasiat sebagai obat luka. Selain untuk obat diare juga baik untuk ibu-ibu yang habis melahirkan.
 Sebagai pohon peneduh tepi jalan, kedawung dimasukkan ke pulau Jawa dari afrika selatan, pada zaman VOC. Tajuknya yang lebar mampu menaungi jalan atau halaman di bawahnya.
 Buah polongnya yang tidak begitu panjang (20 cm) berisi biji 15-20 butir. baunya sedap, kalau sudah masak. Warnanya kuning. Biji sepanjang 1-2 cm itu berbentuk gepeng bulat telur dan keras kulitnya. Warnanya hitam. Rasanya gurih karena mengandung lemak dan protein, agak asam-asam manis, karena adanya asam tartrat dan sedikit glukosa.
Taninnya yang berkhasiat
 Biji kedawung sudah sejak lama dimanfaatkan nenek moyang kita sebagai obat diare. Biji kedawung yang mengandung tanin yang bersifat astringen (menciutkan) jaringan sel, terutama jaringan organ dalam kita. Selain itu juga mengandung zat pahit yang dapat menumpas kuman, dan zat pati yang mampu menyerap zat pengganggu, ketika biji kedawung disangrai (agak diarangkan waktu digoreng tanpa minyak).
Obat diare
 Diare dapat disebabkan oleh gangguan pencernaan, bisa karena infeksi kuman seperti bakteri dan amoeba patogen. Biji kedawung hanya bisa mengobati diare karena gangguan pencernaan makanan. Mestinya proses ini berlangsung dalam lambung dan usus halus, tapi karena sesuatu sebab, lambung tak mampu menghasilkan enzim pencernaan yang cukup. Makanya makanan yang belum sempurna dicerna itu meluncur ke usus besar untuk diragikan. Akibatnya peragian tidak berlangsung sempurna dan usus besar terus menekan makanan yang belum tercerna sempurna meluncur ke luar.
 Tanin sebagai astringen dalam biji kedawung mampu menciutkan dinding usus, sehingga menghentikan diare jenis ini. Sementara zat glikosid dalam kedawung yang sebenarnya mampu menumpas kuman, hanya terdapat dalam kulit biji, yang justru dibuang karena dikupas. itulah sebabnya untuk mengobati diare akibat infeksi kuman, kulit biji ini harus disertakan.
 Caranya, biji kedawung digoreng tanpa minyak (disangrai), namun dijaga agar biji itu tak jadi arang. Gorengan biji ini dikupas kulitnya dan dimakan. Boleh dikunyah begitu saja dan
boleh ditumbuk dulu, sebelum ditelan sekaligus, sebanyak 1 sendok teh. Untuk mengobati diare akibat infeksi kuman, gorengan biji dimakan tanpa dikupas.
Menyembuhkan luka sehabis bersalin
 Biji kedawung juga berkhasiat menyembuhkan luka-luka pada para ibu yang habis melahirkan. caranya, biji kedaung yang sudah disangrai ditumbuk halus, lalu diseduh sebanyak satu sendok teh dan ditelan, cukup dua kali sehari. Bagi ibu yang sudah sembuh lukanya dan masih menyusukan, juga dianjurkan untuk memakan serbuk biji kedawung agar bayinya terhindar dari kembung.
Jamu mulas (kolik)
 Delapan biji kedawung disangrai sampai hangus lalu digiling halus. serbuk ini diseduh dengan air panas setengah cangkir dan tambahkan madu satu sendok makan. jika telah suam-suam kuku baru diminum, lakukan dua kali sehari.
Datang  bulan tidak cocok
Untuk ibu-ibu yang sering mengalami datang haid tidak sesuai waktunya, cobalah ramuan berikut: sediakan biji kedawung 15 gram, tapak liman 10 gram, daun sembung 15 gram, jintan hitam 10 gram daun empedu tanah/sambiloto 10 gram.
Biji kedawung disangrai lalu ditumbuk bersama jintan hitam sampai halus. Semua bahan direbus dengan 3 gelas air yang diberi sedikit garam, biarkan airnya tinggal setengahnya. Minumlah jamu ini pagi dan sore.
Perut mulas
Sedikan 15 gram biji kedawung, digongseng tanpa minyak/ disangrai sampai matang. Ditumbuk halus menjadi bubuk kemudian diseduh dengan air panas. Minumlah seduhan tadi 3 kali sehari, tiap kali satu sendok makan penuh.
Tarmizi BSc SPd

Tumbuhan Obat

Followers