Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Tuesday, November 8, 2011

LIDAH BUAYA UNTUK PELINDUNG KULIT DAN TETES MATA

oleh Tarnizi, B.Sc. S.Pd


Lidah  buaya (Aloe vera) sangat populer dan sudah dikenal sejak lamaObat silang sebagai tanaman yang banyak khasiatnya bagi kesehadan dan kecantikan. Aloe adalah salah satu genus/jenis dari famili Liliaceae dan bersaudara dengan asparagus, lily, sanseivera  ordyline dan banyak lagi.
   Lidah buaya (Aloe vera L.) mempunyai  sinonim Aloe barbadensis Mill dan Aloe vulgaris Lamk. Termasuk Familia Liliaceae.
      Para peracik jamu mengenalnya dengan nama simplisia Lidah buaya sebagai Aloe.
      Kandungan kimia Lendir Lidah buaya Aloin, aloe‑emodin
Kegunaan Lendir dalam tumbuhan antara lain  obat cacing,  obatluka,  peluruh dahak/obat batuk, Peluruh haid, pencahar, penghenti pendarahan, perawatan rambut
Obat tetes mata,
     Di masa datang lidah buaya menjadi komponen utama dari obat tetes mata. Setelah tanaman ini melalui ujicoba, ophtalmologist New Jersey AS, dr. Neville Baron menyebut ekstrak aloe vera obat tetes mata paling mujarab  pada abad 20 ini. Obat ini ternyata sangat efektif memerangi jasad renik penyebalp infeksi mata. Kontribusi paling  besar dari Aloe vera, sebagai obat tetes mata mungkin disebabkan oleh kemampuannya menyerap sinar ultraviolet yang merugikan sehingga berfungsi seperti "kacamata cair”demikian DR.Neville Baron.
     Tananan lidah buaya Genus Aloe tergolong tanaman yang  beraifat sikulen  yaitu banyak mengandung air dan menyukai tempat  hidup kering. Ia  berasal dari gurun-gurun pasir terutama Afrika Timur Tengah dan Amerika. Daunnya yang hijau keabu-abuan terdiri dari daun yang lunak, rapuh dan banyak mengandung air seperti agar-agar yang hijau muda, transparan.
     Daunnya berdaging dengan ujung meruncing, panjangnya 30-60 cm dengan pangkal tersusun berbentuk roset melingkari badang. Sepanjang tepi daun berjejer duri-duri tumpul, ia dapat tumbuh di dataran rendah hingga 1000 meter dpl. Ada juga beberapa spesies yang berbentuk pohon mencapai 20 m, dan dapat ditemui di gurun pasir Afrika Utara atau Amerika.
     Bunganya berbentuk terompet atau tabung kecil sepanjang 2-3 cm, bewarna kuning sampai jingga, tersusun sedikit berjuntai melingkari ujung tangkai yang menjulang ke atas sepanjang 30-100 cm, mencolok dan artistik.
     Aloe barbadensis Miller merupakan satu dari 200 jenis Aloe yang ada. Aloe vera banyak dibudidayakan sebagai tanaman perkebunan industri pengolahan makanan, kosmetika dan obat-obatan. Di lembah Rio Grande Texas AS terdapat perkebunan lidah buaya ribuan hektar.
     Di Asia termasuk Indonesia, dikenal jenis Aloe vera chinensis, yang berasal dari Cina dan India. Jenis ini ukurannya lebih kecil dengan daun hijau bertotol putih kelabu dan berbunga jingga. Di Indonesia jarang terlihat berbunga, karena keadaan iklimnya tak sesuai seperti tempat asalnya. Namun pertumbuhan vegetatifnya cukup baik.
Kandungan zat berkhasiat.
     Unsur kimia yang terkandung dalam daging daun lidah buaya yang mirip jeli itu antara lain lignin, saponin, antrakuinon, vitamin, mineral, enzim, gula monosakarida dan disakarida serta polisakarida, asam amino esensial dan sekunder  yang secara bersamaan dapat dimanfaatkan untuk kesehadan tubuh. Zat yang dikandungnya itu dapat berfungsi sebagai bahan kosmetika, obat, dan pelengkap gizip disamping kemampuannya untuk meresap dalam  jaringan kulit dan tidak mengandung toksin (racun).
Kegunaan
     Depkes RI menginventaris kandungan kimia dalam lendir lidah buaya antara lain aloin, aloe-emodin. Kegunaannya untuk obat cacing, obat luka, peluruh dahak, pencahar, penghenti perdarahan, perawatan rambut. Selain sebagai obat, lendir ini juga bersifat racun. Selain lidah buaya, ia juga disebut jadam, sedangkan nama simplisianya Aloe.
     Lidah buaya telah digunakan untuk pengobadan luka bakar, infekasi, sembelit, keracunan, penyakit kulit, dan gigitan serangga. Tetapi jadam juga bisa untuk obat asma, batuk, gangguan sinus, dan penyakit mata.
Penyediaan
     Pilihlah beberapa. lembar daun lidah buaya dan potong pangkal daunnya, bersihkan bagian luarnya, Pencet daun dari ujung ke pangkal dan tampung lendir yang keluar ke dalam piring.
     Untuk membuat jus, cukup dengan mengupas kulit daun dari pangkal ke ujung hingga terbuang seluruh kulitnya, Jus atau lendir yang telah  diambil tadi siap untuk dijadikan obat, kosmetika, atau untuk penambah gizi
Rahasia kecantikan sang Ratu.
     Selain untuk pongobatan berbagai penyakit tersebut, lidah buaya yang digandrungi kaum wanita, sering dikaitkan dengan manfaat untuk pengusir jerawat, penyubur rambut, pelindung kulit dari sengatan matahari.
     Cara memakainya, cukup mudah. Misalnya untuk obat luka, cukup dengan mengoleskan lendirnya ke bagian yang luka.
     Untuk penyubur rambut, cukup dengan mongoleskan lendir ini ke kulit kepala, seperti memakai minyak rambut dan lakukan 2 atau 3 kali seminggu.
     Cleopatra, Ratu Cantik dari Kerajaan Mesir Kuno, (sekitar 4000 tahun silam) yang penuh legendaris itu, telah momanfaatkan lidah buaya. Rahasia kecantikkn ratu itu terletak pada kedisiplinannya berendam dalam jus lidah buaya  setiap kali mandi. Maklumlah tumbuhan ini banyak terdapat di sana.
     Tumbuhan ini baru meluas ke mana-mana, sejak abad ke-6 melalui Persia. Penyebaran ini dilakukan oleh para pedagang Arab ke India, Tibet, Malaysia dan Indonesia. Ia. memang bukan tunbuhan asli Indonesia. Namun, di Indonesia ia sudah dimanfaatkan selain untuk obat, juga untuk kecantikan, penambah gizi, untuk tanaman hias pun cukup indah. (Tarmizi, BSc, 2004)
Referensi
 Aloe vera Obat Tetes mata (Majalah keluarga, 1937); Tambah Cantik Dengan Lidah Buaya (Majalah Tumbuh, Juli 1990)1 Tanaman Obat Depkes RI, 1985. Penyembuhan dengan Tanaman Obat, Kumpotindo 2002.
Drs. Djoko Hargono et al, "Tanaman Obat Indonesia Jilid I & II," 1985, Dirjen Pengawasan Obat  dan Makanan - Depkes RI. Jakarta.
 Dra. H.Cir," Obat-obat Peninggalan Nenek Moyang," 1982, Ikhwan Jakarta.
C Wahyu Suryowidodo, "Kecubung Kasihan Obat Keseleo," (Trubus No.248, juli 1990) Yayasan  Sosial Tani Membangun, Jakarta.
Dra. Balkiah S & Anawati," Aneka Resep Obat Kuno  Warisan  Nenek Moyang," Anugerah
Surabaya.
Marah Maradjo & Ir.Saleh Widodo," Flora Indonesia, Tanaman Rempah-rempah," 1985, PT Gita Citra, Jakarta.
Soeharso,"Daun saga Obat Sariawan," BPTO Tawangmangu,Maret 1990.
Sinse Usen Wijaya, "Jamu Kembang Teratai," Yayasan sosial Tani   Membangun, Jakarta, 1984.
Della, "Resep Jamu Awet Muda," Yayasan Sosial Tani Membangun Jakarta, 1984.
Slamet  Soeseno,  "Khasiat  Pisang  Kelutuk  untuk   Pencernaan," (Majalah Trubus No.285 1993)  Yayasan Sosial Tani  Membangun Jkt.
Tarmizi,  "Pisang  Obat Lambung," (Harian  Singgalang,  24,11,94) Singgalang Press, Padang.



Tumbuhan Obat

Followers