Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Tuesday, November 8, 2011

KAYU SECANG PENGGUGAH SEMANGAT DAN ANTIDIARE


Oleh Tarmizi, BSc. S.Pd
     Kayu secang (Caesalpinia sappan) termasuk famili Rubiaceae, namun ada yang memasukkan ke suku plolong-polongan, Legumonoceae. Tanaman ini banyak tumbuh di India, Malaysia, dan Indonesia. Pohonnya kecil, mencapai tinggi 10 meter. Daunnya majemuk seperti daun petai, panjang antara 20-40 cm. Kayu secang berbunga putih, dengan buah berbentuk polong bewarna hitam dan berbiji 3 atau 4 biji. Pohon secang mudah dijumpai di desa. sering ditanam hanya sebagai pagar atau tanaman pembatas saja. Padahal kayu secang dan bijinya ternyata berkhasiat sebagai penggugah semangat  dan antidiare.
     Di Indonesia, nama secang cukup beragam. Orang  Aceh menyebutnya seupeung, kalau di daerah Gayo dan Batak disebut sepang, dan dalam bahasa Minangkabau sebagai cacang. Di Jawa barat sebagai secang, di Jawa Tengah dan Jawa Timur disebut siga jawa. Sebutan cang terdapat di Bali, sepang di Bima, dolo (Bore), sepang (Makasar), sefen (Halmahera Selatan), sinjian (Halmahera Utara), sunyiha (Ternate), dan roro (Tidore).
 Kandungan dan khasiatnya
     Kayu secang dengan nama simplisia Sappan Lignum, mengandung zat berkhasiat antara lain asam tannat, asam galat, resin, resorsin, biasilein, minyak atsiri, sappan merah, biasilin.    Khasiat  kayu secang ini antar lain untuk obat luka (vulnerari), pembersih darah (depuratif), penawar racun (antidotum), pengelat (astringent), penghenti perdarahan (hemostatik), pengobatan pasca per- salinan (Depkes RI, 1985).
 Bagian yang berkhasiat
     Biasilein yang dikandung kayu secang berkhasiat sebagai obat luka memar, batuk darah dan mencret darah. Asam galat berkhasiat mengehentikan perdarahan. Sedangkan tanin berkhasiat berkhasiat astringen (mengecilkan pori-pori atau mengecilkan selaput selaput lendir). Biasilein dan asam galat juga diduga sebagai obat penggugah semangat, menambah daya tahan tubuh (stamina), serta menyembuhkan rematik alias encok. Biasilein berfungsi mengaktifkan metabolisme dalam tubuh.
     Biji buah secang mengandung minyak atsiri, lemak, bruselal, bruselin, dan zat pahit. Bijinya sering digunnakan untuk obat diare. berkhasiat untuk obat antidiare (Purawinata, 1990).
Cukup diseduh
     Sejak ratusan tahun silam, nenek moyang kita di pedesaan sudah menggunakan seduhan kayu secang sebagai obat "penghilang rasa lelah". Peninggalan ini masih dilestarikan hingga kini. Di Sumatera akan kita temui kayu secang bersama buah sempayang yang dikemas bersama gula batu. Sebungkus ramuan ini dianggap dapat meredam panas dalam. Ia cukup ditarok dalam gelas dan dituangi air panas. Setelah bewarna merah dan dingin, dapat diminum ketika haus. Akhir-akhir ini di Jepang, air seduhan kayu secang digunakan penduduk negeri sakura ini untuk mandi dan cuci muka.
     Kayu secang yang digunakan untuk seduhan, berbentuk potongan-potongan kecil atau kepingandengan ukuran bervariasi. Bisa pula berupa serutan. Tekstur kayunya keras, padat, bewarna merah, Utuk keperluan sendiri, secara sederhana kita dapat mencacah kayu secang sehingga menjadi potongan-potongan kecil. Atau memarutnya, sehingga hasilnya menyerupai serbuk.
     Ambil seperempat gram serbuk kayu secang, masukkan ke gelas dan seduh dengan air mendidih, sehingga airnya menjadi merah. Diamkan sampai dingin, dan minum ketika haus atau selesai makan. Cara ini kita ulangi beberapa hari sampai badan terasa segar lagi.

Tumbuhan Obat

Followers