Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Monday, June 30, 2014

Vitamin Peredam Stress

Oleh Tarmizi, B.Sc, S.Pd

            Vitamin (bahasa Inggrisvital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organismeyang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.
            Stress acap datang menghadang kelancaran aktivitas sehari-hari. Selain sering mengganggu, stress cukup akrab dalam kehidupa masyarakat, khusunya bagi kalangan manager, pengusaha, karyawan, dan mahasiswa yang dituntut untuk selalu berprestasi. Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan olehindividu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stress adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat. (ref:edy64).
         
Tak selamanya stress berakibat negatif. Stress ringan atau sedikit tekanan dalam lingkungan kerja sebetulnya juga turut memicu semangat untuk meningkatkan prestasi. Bagi sebagaian kecil orang, stress akan mempertangguh dan lebih mendewasakan diri dalam bertindak atau berpikir. Bagi orang-orang seperti ini, tiap mendapat tekanan mereka selalu menemui cara mengatasi atau jalan keluarnya.  Dampak negatif baru akan timbul jika tekanan yang ada terlalu berat dan berlangsung dalam waktu yang lama.
  Selain akan menyeret prestasi sehari-hari, stress juga dapat berakibat fatal mengundang berbagai penyakit ‘elite’ seperti stroke, jantung, diabetes, dan kerusakan kelenjar prostat pada pria yang ternyata kian meningkat. Stress pada wanita  hamil dapat menimbulkan kelainan pada janin.

Menampik Stress

            Bagaimana cara menampik atau berkelit dari stress? Ada banyak kiat mencegah stress atau memulihkan tubuh dari kondisi stress. Diantaranya menurunkan irama kegiatan, mengambil cuti kerja beberapa hari, rekreasi, menikmati akhir pekan, atau kegiatan mendatangkan hiburan cukup ampuh untuk mengembalikan semangat kerja.
Sebaliknya bagi yang stress akibat ‘suntuk’ karena menganggur tanpa kegiatan, dapat mengatasinya dengan melibatkan diri dalam berbagai kegiatan, olahraga, ikut kursus keterampilan tertentu atau magang di bengkel dan lembaga keterampilan. Dengan kembalinya kesegaran fisik dan psikis, pekerjaan yang sudah menunggu tentu dapat dikerjakan dengan baik.
            Berolahraga teratur, menghentikan kebiasaan merokok, menjauhi minuman beralkohol akan sangat membantu memulihkan tubuh dari kondisi stress. Berat badan perlu dijaga agar tetap pada rentang berat badan normal. Terapi gizi dengan mencukupkan gizi zat perlu dijalani agar tubuh mampu mengurangi timbulnya stress.
Metabolisme vitamin ketika stress.
            Pada kondisi stress, dalam tubuh terjadi peningkatan laju pemakaian vitamin dan mineral seperti vitamin B1 (thiamin), vitamin B2 (riboflavin), asam folat, vitamin B12, vitamin C, kalsium, zink, magnesium, dan kromium. Akibatnya cadangan gizi tersebut dalam darah secara singkat berkurang.
            Keberadaan vitamin dan mineral penting antara lain untuk membantu keseimbangan produksi hormon adrenalin. Vitamin dan mineral itu harus dikonsumsi dengan cukup untuk penangkal stress dan segala akibat yang menyertainya.

Vitamin C penagkal stress

            Vitami C yang dikenal sebagai asam askorbat atau antiscorbut, merupakan suatu senyawa organis yang berperan sebagai koenzim pada berbagai reaksi biokimia di dalam tubuh. Vitamin C bersifat labil, mudah rusak karena teroksidasi oleh panas, cahaya, alkali, dan oleh enzim oksidase.
            Selain baik untuk peagkal stress, vitamin C juga berperan penting dalam pemeliharaan kolagen, mencegah sariawan, dan membantu penyerpan zat besi di dalam usus.  Hasil penelitian menunjukkan, pada keadaan emosi seseorang dapat kehilangan vitamin C sebanyak 2,5 gram. Stress dapat menyita banyak persediaan vitamin C, sedangkan vitamin C perlu untuk proses sintesa Carnitine, suatu zat penting pada proses pembakaran dalam tubuh. Proses pembentukan carnitine dapat terganggu bila tubuh kekurangan vitamin C. Keadaan ini sekaligus akan membantu penghasilan energi, sehingga tubuh cepat lelah, letih dan lesu.
            Selain pada penderita stress, perokok dan peminum alcohol pun memerlukan vitamin C lebih banyak. Nikotin dari tembakau yang dihirup oleh perokok dapat menurunkan penyerapan vitamin C. Sedangkan alkohol dapat memecah vitamin C dalam tubuh dengan sangat cepat. Pemakaian beberapa macam obat juga ada yang menurunkan kemampuan daya serap tubuh terhadap vitamin C seperti aspirin atau asetosal, dan quinidin.

Kecukupan vitamin C

Kehilangan vitamin C yang cukup tinggi selama stress perlu diimbangi dengan konsumsi vitamin C dalam jumlah yang memadai. Dalam Nutrition Concepts and Controversies yang ditulis Hamilton dan Whitney disarankan pemberian vitamin C sebanyak 100 – 250 mg per hari. Kebutuhan vitamin C  ini dapat dipenuhi dari makanan atau tablet suplemen vitamin C.
Kandungan vitamin C
100 g Buah
mg vitamin C
100 g sayur
mg vitamin C
Belimbing
350
Singkong
275
Jambu biji
87
Katu
239
Pepaya
78
Kelor
220
arbey
60
Melinjo
182
Rambutan
58
Talas
163
Jeruk manis
49
Sawi
102
Mangga golek
30
Cabe hijau besar
84
Nenas
27
Bayam
80
Alpokat
13
Cabe rawit segar
70
Nangka
7
Selada air
50
Semangka
6
Kankung
32
Apel
5
Kacang panjang
21

Bahan pangan
Takaran
mg vitamin C
Stroberi
¾ cangkir
66
Jeruk
1 buah
66
Jus jeruk
½ c1ngkir
60
Tomat masak
½ cangkir
21
Jus tomat
½ cangkir
20
Kentang
1 buah
15
Jus nenas
sepertiga cangkir
7
Pisang
½ cangkir
6
wortel
½ cangkir
5

            Menurut Recommended Dietary Allowances (RDA), konsumsi vitamin C untuk orang dewasa di Amerika Serikat 60 mg per hari.  Kecukupan vitamin C untuk orang dewasa Indonesia 40 mg per hari (Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi, 1993) yang juga didasari dari anjuran RDA Kebutuhan vitamin Cakan lebih tinggi jika tubuh berada dalam udara panas. Sedangkan wanita hamil dan menyusui perlu penambahan asupan vitamin C tubuh 10 – 25 mg lagi perhari.
DR. Linus Pauling pada tahun 1070 menyarankan pemakaian vitamin C lebih besar yaitu 20 – 40 kali RDA atau 1-2 gram per hari. Konsumsi vitamin C sejumlah itu ditujuksn tidak hanya sekadar pencegah sariawan atau gusi berdarah, tetapi juga sebagai pelindung sel dari serangan virus influenza.
            vitamin C tergolong vitamin yang larut dalam air. Maksudnya, kelebihan konsumsi secara umum akan dibuang keluar tubuh. Namun bagi individu tertentu, kelebihan vitamin C adakalanya menyebabkan penyakit gout, yang ditandai dengan meningkatnya akadar asam urat dalam darah dan penumpukan garam urat pada sendi kaki dan tangan. Kelebihan vitamin C juga dapat mendorong pembentukan batu ginjal dan melemahkan kemampuan sel darah putih dalam membunuh bakteri yang akan memperburuk konsisi infeksi.
            Bila konsumsi vitamin C kuang, dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, anemia, tubuh menjadi lemah, dan pendarahan gusi. Cara paling amanmemenuhi vitamin C adalah dengan makan makanan yang kaya vitamin C seperti sayuran dan bebuahan.
            Jadi, untuk menangkal stress boleh saja sesekali makan pecal, gado-gado, rujak buah, serta makaan tradisional lainnya yang terbuat dari buah dan sayuran segar, atau dapat juga minum segelas es jeruk. (Tarmizi, B.Sc, S.Pd/ Universitas Negeri Padang)

Tumbuhan Obat

Followers