Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Monday, June 2, 2014

Euphorbia alias kaktus pakis giwang

Umumnya, kaktus pakis giwang ditanam sebagai tanaman hias di dalam pot, pekarangan, dan taman-taman. Kadangkala, dibuat sebagai tanaman pagar dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 2.300 m dpl.



Semak tahunan ini tumbuh tegak, tinggi mencapai 1 m, percabangan rapat, dan berbunga sepanjang tahun. Batangnya bersegi, warna coklat kelabu, berduri kasar, tajam, rapat, dan bergetah. Daun tunggal, bertangkai pendek, bekumpul di ujung batang, bentuknya bundar telur sungsang, tapi rata, dan warnanya hijau. Bunga majemuk, keluar dari ketiak daun, bentuk paying, panjang ibu tangkai bunga 5-10 cm, warnanya bermacam-macam, oranye, kuning, dadu, dan merah. Berbunga sepanjang tahun. Buah kotak, bulat kecil, berwarna kecoklatan.

Sifat dan Khasiat
rasanya oahit, sifatnya netral, astrigen, sedikit toksik. Bunga berkhasiat untuk penghenti perdarahan (hemostatis). Batang dan daun berkhasiat menghilangkan bengkak, asntiradang, dan antiseptic.

Kandungan kimia
daun, batang danbunga mengandung saponin dan tannin. Bunganya juga mengandung flavonoid.

Bagian yang digunakan
seluruh tanaman dapat digunakan sebagai obat. Pemakaiannya dalam bentuk segar

Indikasi
Bunga digunakan unuk pengobatan:
  • Perdarahan rahim
Batang digunakan untuk pengobatan:
  • hepatitis
Herba digunakan untuk mengatasi:
  • bisul, radang kulit bernanah (piodermi),
  • tersiram air panas dan luka bakar.

Cara Pemakaian
untuk pengobatan yang diminum, tidak ada dosis rekomendasi. Lihat contoh pemakaian yang sudah digunakan secara empiris.

Untuk pemakaian luar, rebusan herba bisa digunakan untuk mencuci dan memproses luka bakar dan lepuh akibat tersiram air panas.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
-

Contoh Pemakaian
  • perdarahan rahim
    siapkan bunga segar (10-15 kuntum) dan daging (50g). Rebus dan makan sebagai sup
  • Bisul dan radang kulit bernanah
    Cuci daun dan batang segar secukupnya. Buang duri-dirinya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit gula merah, tempelkan ramuan tersebut ke tempat yang sakit, lalu balut. Ganti 2-3 kali sehari.
  • Hepatitis
    cuci potong tipis batang segar kaktus pakis giwang (9-15g). rebus dengan tiga gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan tambahkan madu secukupnya, lalu bagi untuk dua kali minum. Minum pada pagi dan sore hari, masing-masing setengah gelas.
  • Luka Bakar, tersiram air panas
    cuci bersih daun dan batang kaktus pakis giwang secukupnya, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan air sampai semua bahan terendam, lalu rebus sampai mendidih delama 15 menit. Setelah dingin, gunakan air saringannya untuk mencuci dan mengompres luka.

Catatan
Jika timbul diare berat setelah minum rebusan herba ini, segera minum rebusan rebusan herba ini, segera minum rebusan sebagai penawar racun. 

Tumbuhan Obat

Followers