Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Wednesday, August 18, 2010

MADU ANTAGONIS DENGAN RACUN


MADU ANTAGONIS DENGAN RACUN

Tarmizi, B.Sc, S.Pd


Dari 'Perut' lebah itu keluar minuman (madu) yang bermcam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang manyembuhkan manusia. (Qs, 16: 69). Kalau madu dapat menyehatkan orang yang sakit, sedangkan racun antagonis karena membuat sakit orang yang sehat.
Siapa yang tidak kenal madu? Hampir di seluruh penjuru dunia, manusla telah mengenal dan merasakan manfaatnya. Belum pernah mendengar kabar buruk tentang rmadu. Dihasilkan oleh lebah ‑jenis hewan pembersih dengan sistern kemasyarakatan rapi dan ukuran yang tinggi. Madu memang memberi hal‑hal yang berguna untuk manusia.
Kalau Allah swt menurunkan wahyu tentang Asy‑syifa madu dan Rasulullah pun syaratkan sifat mukmin yang baik seperti lebah dengan madunya, sangat banyak yang perlu digali tentang karunia Allah yang satu ini.
Kandungan zat madu
Madu mempunyai bau dan warnanya yang beragarn, tergantung jenis tumbuhan yang dihisap oleh lebah, meski dernikian sec ra umum kandungan zatnya sama.



Berbagai asam organik seperti asam malat, laktat, sitrat, tartrat, oksalat, protein adalah kandungan vitamin madu. Selain itu madu mengandung (dalam kadar yang rendah) vitamin A, B1, B2, C, asam folat dan mineral‑minerall Ca, P, No, Fe, Mg dan lain‑lain.
Enzim‑enzim yang lazim berada di nektar (pada bunga) seperti arq1fase, diastase, katalase, matalase, dan beberapaerizim lainnya, terdapat pula di dalam madu, karena terserap oleh le. Kandungan lain adalah jeni-Jenis gula (terbanyak fruktosa).
Khasiatnya
Madu tidak saja dapat dikonsurnsi sebagai bahan makanan, selai, atau pemanis, tetapi lazim pula dipakai sebagai penangkal penyakit. Khasiat medis, terapetis, dan untuk perawatan kecantikan rain dimiliki madu disebabkan oleh kandungan gizi yang tinggi. Sehingga dapat aman dikonsumsi oleh bayi ataupun manula.
Seorang ilmuwan besar di masa lampau Ibnu Sina juga Hyppocrates dan Aristoteles mengungkapkan bahwa madu memiliki sifat‑silat unik yang dapat meningkatkan kekuatan manusia dan menjaga agar 'awet muda'. Dianjurkan agar madu dikonsumsi secara teratur, sehingga masih dapat bekerja di usia tua. Bagi penderita Insomnia, sedikit madu menielang tidur ‑secara Peratur‑ akan membantu meringankan derita. Pada anak‑anak pernberian madu bermanfaat untuk meningkatkan kadar hemoglobin, apalagi kandungan asam folatnya berpengaruh pada susunan darah dan peningkatan jumlah erimmit, sehingga merlwrangi kernungkinan anak terkena Anemia. Sedlikitnya kadar zat besi pada susu ibu dan sudah dapat diatasi dengan menambahkan madu pada menu makanan bayi.
Madu juga memiliki daya antibiotik ringan, karena Itu madu sering digunakan untuk mengobati luka bakar (yang tertutup, setelah dibersihkan dan dikompres air), mernar karena pukuIan, sebagai desinfektan pada rongga mulut dan radang selaput lendir mulut.
Daya anti bakteri ini telah dibuktikan oleh penelitian Wotton dan kawan‑kawan (1978), yaitu bahwa pada madu terdapat senyawa sejenis Lysozyme, yang dikenal sebagai Inhibin. Berbagai mikroba temyata sangat peka terhadap Inhibin, dengan catatan bakteri gram negatif, lebih peka dari gram positif.
Kadar gula dan Levulosa yang tinggi pada madu sangat mudah diserap usus, karena itu madu dapat bertindak sebagai stimulan bagi pencernaan dan untuk perbaikan nafsu makan. Kemampuan madu untuk membantu proses pencernaan dan penyerapan makanan boleh jadi disebabkan oleh kandungan Fe dan Mn, sehingga bahkan dapat digunakan sebagai obat sembelit (konstipasi). .
Selain itu gula‑gula dan mineral pada madu dan mineral pada madu dapat berfungsi sebagai
tonikum jantung, mungkin itu sebabnya telah berabad lampau madu digunakan sebagai obat penyakit jantung seperti Angino Pactoris dan Cardiac Insofficiecy. Menurut para ahli (di antaranya Colombo dan Raff), konsumsi madu sebanyak 70 gram, setiap hari selama 1‑2 bulan oleh pasien jantung berat, akan menghasilkan perbaikan kondisi, ditandai dengan penerimaan darah yang makin normal dan peningkaten tonus.
Dari mata hingga ke paru‑paru, begitulah daftar lengkap keampuhan madu. Penyakit tukak pada komea dan keratitis mata dapat dikurangi dengan madu. Sedang pada penyakit paru‑paru (Tuberkolosis pada tingkat awal) pemakaian madu dapat meringankan penderitaan akibat penyakit tersebut.
Terakhir, namun tak kalah pentingnya, madu berperan pula untuk kosmetika dan perawatan kecantikan. Sebagai pelembab untuk menghindari kekeringan bibir dan kulit atau digunakan sebagai masker agar kelembutan dan kehalusan kulit wajah tetap terjaga.
Subhanallah, Maha Suci Allah yang tidak pernah sia‑sia dalam penciptaan.
Madu juga merupakan penawar bagi infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) seperti influensa (penyebabnya virus influensa tipe A, B dan C). yang merupakan penyakit paling banyak diderita oleh jemaah haji. Tak heran jika madu disarankan menjadi salah satu bekal kesehatan jemaah haji. Untuk tujuan pengobatan, pencegahan atau menjaga stamina tubuh supaya tahan terhadap gempuran berbagai penyakit, bagi orang dewasa dianjurkan mengkonsumsi madu 100-200 gram per hari, dan anak-anak 30-75 gram per hari, dapat diminum secara langsung atau dicampur dengan air seperti sirup, untuk selai pada roti, atau bahan makanan lainnya.
Madu mengandung senyawa radikal hidrogen peroksida (H2O2) yang bersifat dapat membunuh bakteri "jahat" dan mikroorganisme patogen lainnya. Caranya, senyawa bersifat racun tersebut secara reaktif merusak gugus fungsi biomolekul pada sel bakteri "jahat". Namun karena madu mengandung enzim katalase, setelah meracuni bakteri "jahat", dengan segera merombak hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen.
Madu dapat digolongkan sebagai makanan asam karena mempunyai pH (derajat keasaman) rendah yaitu 3,1-4,2 sehingga terasa masam dan madu mempunyai daya antiblotik yang ringan, sering dipakai untuk obat berbagai luka bakar dan memar karna pukulan.
Madu mempunyai sifat sangat higroskopik, yaitu mudah menverap air dari sekitarnya. Bila kadar air meningkat, madu dapat mengalami fermentasi. Akibatnya madu akan rusak. Suhu optimum fermentasi adalah 11-19 derajat Celsius. Karena Itu dianjurkan untulk menyimpan madu di dalam lemari es pada suhu 3-10 derjat Celsius. Madu juga dapat menyerap bau dari sekelilingnya, oleh karena itu penyimpanan madu harus dalam wadah dengan tutup yang rapat.
Pemberian madu kepada anak-anak sangat penting karena madu mengandung asam folat, yaitu suatu asam yang banyak pengaruhnya terhadap makhluk yang sedang tumbuh. karena itu, madu dapat memperbaiki susunan darah, meningkatkan kadar haemoglobinnya (zat merah darah).
.Sebagai perbandingan anak yang, makan normal tanpa diberi madu, kandungan haemoglobinnya hanya naik sampai 4% selama 40 hari.
Pada anak normal makannya dan diberi madu, maka kadar haemoglobinnya bisa meningkat sampai 23% pada selang waktu yang sama.
Tarmizi, B.Sc, S.Pd/ Universitas Negeri Padang

Tumbuhan Obat

Followers