Automatic translation of this blog page

Wednesday, August 18, 2010

Dampak kelebihan dan kekurangan mineral

Dampak kelebihan dan kekurangan mineral
 Tarmizi, B.Sc, S.Pd












Pada tahun 1984 Smith menemukan teknik sederhana untuk mendeteksi defisiensi seng yang dikenal dengan test kecap Smith. Uji ini dapat (dilakukan di ruang praktek dokter. yang perlu disiapkan adalah larutan seng sulfat (ZnS04.7H20) 0.1%. Penderit yang dicurigai diruruh mencicipi larutan tersebut. Menurut Smith, orang normal dapat cepat merasakan sesuatu. (kecut, mais, dan sebagainya). Sedangkan penderita defisiensi seng tidak atau kurang cepat meresponnya dan responsif terhadap suplementasi seng.

Seng di dalam tubuh berperan untuk mengaktifkan kerja lebib dari 70 macam enzim, kekurangan seng dapat mengbambat pembelahan sel, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan, Kecukupan seng untuk nanula (usia lanjut) pria maupan wanita adalah 15 mg per hari. Defisiensi seng dapat ditimbulkan oleh berbagai faktor seperti asupan mineral seng yang kurang, meningkatnya kebutuhan atau banyak kehilangan mineral seng.

Makanan yang kaya seng adalah daging dan produknya dengan kandungan seng 2,6 mg per 100 gram. Golongan polong-polongan mengandung 0,69 miligram seng per 100 gram berat basah. selain itu biji-bijian yang merupakan makanan pokok kita dengan proses pengolahan dapat mengurangi kandungan seng yang ada sampai tinggal 20% saja dari semula. Kehilangan seng melalui keringat juga terjadi karena keringat mengandung seng 1 mg per liter. Apabila dibutuhkan, saat ini di pasaran telah beredar suplemen, vitamin yang mengandung seng dalam jumlah cukup.

Kalsium Mengatasi Ttulang Keropos

Kalsium merupakan bahan struktural utama di dalam tulang dan gigi, dan merupakan mineral terbanyak dalam tubuh. Jika sedang berolahraga, kebutuhan kalsium tidak meningkat. Kita hampir tak kehilangan kalsium sama sekali dalam keringat dan air seni. Tubuh kita hanya akan mengeluarkan kalsium melalui tinja. Jika tubuh kita memerlukan kalsium, maka ia dapat memperolehnya dari tulang yang ada di dalam tubuh kita.

Rakhitis atau riket pada anak-anak meprupakan penyakit olek kekurangan vitamin D; sebagai dampak defisiensi kalsium dalam tubuh. Gejala yang tampak pada penderita antara lain kakinya membentuk huruf X atau 0. Hal ini terjadi akibat tulangnya lunak, sehingga kaki tak kuat menahan berat badan. Kebutuhan pada usila 500 miligram per hari.

Kalsium di dalam tubuh berkisar 1,5-2% dari berat badan. Mineral ini dapat dicukupi bila konsumsi sehari-hari cukup baik. Beberapa bahan pangan yang kaya kalsium adalah asparagus, kacang-kacangan, keju, kol, kaning telur, susu, sardencis dan bahan lain.

Setiap 100 gram sayuran kacang kedelai mengandung 227 mg kalsium, sawi 221 mg, daun katu 204 mg, kacang hijau 125 mg, paria 45 mg, wortel 39 mg, lobak 35 mg dan nanas 16 mg.

Kalsium yang terdapat dalam setiap 100 gram buah timun suri, 193 mg, jambu bol 29 mg, salak 28 mg, pepaya masak 23 mg, nangka masak 10 mg, langsat 17 mg, Jambu monyet 15,8 mg, dan sirsak 14 mg.

Kalsium tak hanya penting untuk pencegahan dan pengobatan hipertenni, tetapi juga dapat menurunkan kadar kolesteral darah, Asupan kalsium ynng, tinggi (high dose yaitu 1000 mg atau lebih) dapat mempengaruhi penyerapan lemak dan kolesterol. Kalsium dan magnesium Juga berkompetisi di dalam susu untuk absorbsi (penyerapan). Jika asupan mineral tersebut meningkat, maka akan mempengaruhi absorbsi mineral lain.

Defisiensi kalsium pada orang dewasa, menyebabkan oesteomalasia (semacam rakhitis), tetani atau kejang. Hal ini terjadi karena kalsium dalam darah berperan menstranomisi impala saraf, kontraksi otot, penggumpalan darah, keaktifan enzim. Makanya kekurangan kalsium mempersulit pembekuan darah ketika luka. Pada ibu-ibu hamil dan menyusui atau manula (manusia usia lanjut) akan mengakibatkan rapuh tulang.

Natrium mencegah kejang otot dan lesu.

Bila seorang pekerja berat atau Olahragawan kekurangan garam dapur (natrium klorida), maka ia akan menderita kekurangan air, kejang otot dan tak dapat berlatih secara aktif, jika kelebihan garam, tubuh akan memperbanyak penegeluaran air seni, sehingga memperberat perasaan lesu, kepanasan. Selain itu dapat pula memperbanyak pengluaran kalium melalui ginjal yang berakibat ke1etihan kronis. Bila semakin parah akan menyebabkan pembekuan darah yang berdampak serangan jantung. Stroke, gagal ginjal dan kebutaan bahkan kematian. Konsumsi yang setara dengan 3 gram natrium per kilogram berat badan dapat menyebabkan kematian.

Mineral natrium selain dari garam dapur dalam berbagai makanan, dapat Juga diperoleh langsung dari daging, Meng biji-bijian dan kacang-kacangan yang dikonsumsi.

Natrium dan kalium merupakan eloktrolit utama dalam tubuh. Pada wanita,,kecukupan natrium yang dianjurkan adalah 1,2-1,3 gram atau setara dengan 2,8 hingga 7,8 gram garam dapur (NaCl) per hari. Terlalu banyak natrium dalam darah selain menyebabkan hipertensi, Juga menyebabkan komplikasi Pada ginjal, sehingga ginjal tak dapat bekerja normal.

Kalium, Menurunkan Hipertensi

Kalium lebih banyak terdapat di dalam sel. Dari 175 gram kalium di dalam tubuh, hanya sekitar 3 gram yang berada di dalam sel. Pengraturan kalium dalam darah naik 3 sampai 4 kali dari semula (dari normal), maka akan ada kemungkinan jantung berhenti bekerja sehingga dapat mematikan. Fungsi kalium ternyata barlawanan dengan natrium. Konsumsi kalium yang tinggi justru dapat menurunkan hipertensi. Bahan-bahan makanan sumber kalium yang paling baik adalah buah-buahan, sayur-sayuran, padi-padian, dan kacang-kacangan.

Fosfor pembentuk tulang dan menjaga kesetsbangan asam-basa

Fosfor merupakan mineral kedua, terbanyak setelab kalsium, Sekitar 85% terdapat dalam tulang. Kegunaan posfor adalah barsama-sama kalsium membentuk tulang dan gigi. Posfor dapat mengatur keseimbangan asam-base di dalam cairan tubuh. Kebutuhan posfor pada pria untie adalah 400.,500 miligram per hari. Pada wanita usila sekitar 450 miligram per hari. Bahan makanan sumber fosfos yang baik adalah susu, daging, Ikan, kacang-kacangan dan padi-padian.

Magnesium Mengontrol Kontraksi Otot

Kegunaan magnesium di dalam tubuh adalah membantu dan mengontrol kontraksi otot dan mengatur karbohidrat agar magnasium di dalam darah yang kurang dapat menyebabkan kelelahan kronis dan kejang otot.

Mr. Kenneth Cooper dari Aerobic Institute di Dallas, Texas, telah menemukan bahwa magnesium merupakan satu-satunya senyawa mineral yang kadarnya di dalam darah menurun selama kita berolahraga atau bekerja berat. Kadar magnesium darah yang rendah biasanya berhubungan dengan rendahnya magnesium dalam otot.

Dari penelitian Dr. ROY J ShOphard di University of Toronto ditemukan bahwa Pelari Jarak Jauh kehilangan sejumlah besar magnesium ketika berlari melalui keringat. Ahli lain Dr. B. Boursier dari Perancis memperlihatkan babwa kekurangan magnesium merupakan penyebab kelelahan kronis pada suatu sistem sepakbola Paranoia Pada akhir musim pertandingan Ia memberikan pil magnesium untuk menyembuhkan mereka.

Guna menghindari kekurangan mineral Magnesium, makanlah banyak makanan yang terbuat dari whole wheat, kacang-kacangan dan sayuran bewarna hijau'.

Zat Besi Mengatasi Anemia

Melalui penelitian diketahui bahwa prevaluasi gizi besi lebih banyak dialami manula. Guna mengatasinya dianjurkan banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi dan vitamin C yang tinggi serta nurunkan konsumsi lemak.

Zat besi Yang berasal dari makanan sebagian besar digunakan unbtuk pembentukan haemoglobin. Haemoglobin yang terbentuik berguna mengangkit oksigen ke seluruh jaringan otot. Di dalam jaringan, oksigen berfungsi sebagai pembakar zat-zat gizi seperti lemak, kabihidrat dan protein guna menghasilkan tenaga. Makanya bila kekurangan besi menurunkan produktivitas kerja.

Mineral besi merupakan komponen haemoglobin, mioglobin, sitokrom, enzim katalase dan Peroksidase. Kekurangan besi dapat menimbulkan anemia atau lesu darah. Akibat lanjutannya sehingga produktivitas kerja berkurang. Kecukupan zat besi pada wanita 50 tahun dianjurken 28 miligram per hari. Pada umur 60 tahun dianjurkan 8 mg per hari. Pria di atas 50 hanya butuh 8 mg per hari. Beberapa penelitian di Amerika, Mesir, Gutemala dan Indonesia menunjukkan bahwa anemia gizi besi berpengaruh negatif terhadap perilaku dan Prestasi

belajar anak.

Webb dan Oski dalam penelitiannya menyimpulkan babwa siswa yang menderita anernia secara statistik memperoleh skor keberhasilan lebih rendah daripada kelompok non anemik dan dalam uji kemampuan untuk menceritakan kembali hal-hal secara visual pernah diperlihatkan membutubkan waktu lebib lama (4,11) detik dibanding kelompok non anemik (1,81 detik) Untuk melaporkan kembali hal yang sama.

Youdim dkk melalui penelitian pada tikus menduga bahwa perilaku (anak) dengan anenia gizi bosi merupakan manifestasi perubaban fungsi reseptor yang berkaitan dengan metabolisme transmisi saraf dopamin. Jadi, menurunnya kemampuan kognitif pada anak dengan anemia gizi besi besar kemungkinan disebabkan berkungnya enzim yang mengandung besi atau enzim yang memerlukan zat besi sebagai kofaktor untuk pemecahan atau transmisi saraf yang telah dipakai oleb reseptor informasi agar dapat memberi kesempatan pada transmisi saraf lain untuk menyampaikar informasi.

Kecukupan zat gizi besi Untuk usia remaja 15-18 mg per hari, sedangkan kalsium 0,6-0,7 mg per hari.

lodium Mencegah Kekerdilan dan Gondok

lodium dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, namun berperan sangat penting Untuk pembentukan hormon tirokein. Untuk manula kecukupan iodium tidak berbeda dengan orang dewasa, yaitu 150 miligram per haril. Sumber iodium yang paling baik adalah garam dopur beriodium, Ikan laut, bahan makanan dari laut, dan tanaman yang ditanam di daerab dekat laut.

Kekurangan iodiun selama hamil dapat menyebabkan bayi yang akan lahir menjadi kretin (kecil dan cebol). Kekurangar, yodium yang hebat dapat menyebabkan retardani mental, anak tumbuh menjadi Idloto debil dan embisil'.

Kekurangan iodium pads orang dewasa, mengakibatkan mata membelalak dan penyakit gondok.

Fluorida, Melindungi Gigi dan Tulang

Fluorida merupakan bagian dari susunan tulang dan email pada gigi. Fluorida melindungi gigi dari kerusakan dan membantu menguatkan tulang. Untuk menghindari demineralisasi dari tulang karena proses penuaan, disarankan meningkatkan konsumsi fluorida. Dengan cukupnya fluorida dapat menguatkan tulang sehingga dapat menunda proses demineraliessi tersebut. Selain itu, olahraga yang cukup secara berkala dapat membantu mengbambat proses demineralisesi.

Selenium memperpanjang usia

Akhir-akhir ini banyak penelitian yang mengaitkan antara unsur selenium dengan panjang usia seseorang. Para ahli telah menemukan orang-orang berusia panjang Yang aktif sampai umur ratusan tahun. Mereka tinggal di daerah Andes dan masih mengolah tanah pertanian yang banyak mengandung mineral selenium (Moch. Rachmat, BSc,DCN, 1994).

Mineral selenium bekerjasama dengan vitamin R di dalam tubuh dan keduanya merupakan antioksidan yang kuat. Aliran darah yang menuju organ-organ dan jaringan penting seperti kulit dan rambut tergantung pada jum lah Vitamin F dan selenium. Kecukupan mineral selenium Yang dianjurkan adalah 125 mikrogram per hari.

Selenium dapat Juga mencegah penyakit rakbitis, kanker dan penyakit jantung Jika dikonsumai secara teratur. Bahan Makanan yang banyak Mengandung mineral selenium adalah Jamur, padi-padiang kacang-kacangang sayur-sayuran, buah-buahan, ikan laut, hati dan ginjal.

Sherington dan Norflok

Daerah Sherington dan Norflok Yang kaya akan selenium telah tercatat sebagai negeri Yang memiliki penduduk paling aktif di aelarab kepulauan Inggris. Seperti yang telah diketahai bahwa selenium adalah satu diantara beberapa antioksidan. Bagaimana proses antioksidan menghambat as,

dapat Anda baca pada artikel lain di koran ini.

Kromium Berkaitan dengan Pengaturan Kolesterol

Kromium. merupakan mineral Yang sedikit befteitan dengan pengaturan kolesterol.dalam darah. Penambehan kromium pads Makanan sehari-hari dapat mengurangi kolesterol darah pada beberapa kasus. Kromium juga dapat meninimalkan kadar kolesterol HDL. Beberapa bahan makanan sebagai sumber mineral kromium adalah roti dari tepung gandum murni, biji-biiian dan daging tidak berlemak.

Tembaga Pencegah Penyakit Jantung

Tembaga adalah mineral dalam berbegai Proses di dalam tubuh. Defisiensi zat tembaga berkaitan dengan kadar kolosterol darah yang w.nirAtat.

Kekurangan mineral tembaga dalam tubuh juga berbubungan dengan kerusakan pembuluh darah arteri yang dapat memulai proses ateroklerotik dan peryakit jantung.

Dianjurkan peningkatan asupan zat tembaga dalam makanan sehari-hari yang berasal dari sumber-sumber seperti roti, yang terbuat dari gandum murni, biji-bijian, buncis kering, kacang polong dan daging unggas (ayam, itik, puyuh, angsa, kalkun, merpati.). Namun demikian kita harus menjaga agar tidak berlebihan mengkonsumi zat tembaga karena dapat menyebabkan keracunan. Kecukupan mineral tembaga yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 2,5 mg per hari. Disarikan dari. berbagai sumbers(biologi kesehaten, biokimia, pangan dan gizi).

Tarmizi, B.Sc, S.Pd/Universitas Negeri Padang

Vitamin dan Mineral Cegah Depresi


i

Rate This
Quantcast

Makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, seperti kacang-kacangan serta minyak ikan misalnya ikan salmon, ikan tuna, trout, dan makarel, juga dinilai bermanfaat untuk mengurangi depresi. Penelitian Dr. Andrew Stoll pada tahun 1999 menunjukkan bahwa pasien depresi yang mengonsumsi asam lemak omega-3-secara teratur akan memiliki tingkat depresi yang lebih rendah.
Dalam penelitian yang dipublikasi pada November 20022 dilaporkan bahwa pasien depresi yang tidak mempan obat, bisa sangat berkurang gejalanya setelah mendapat asupan omega-3. Joseph Hibbeln, seorang peneliti medis senior, menemukan bahwa penduduk Finlandia yang mengonsumsi ikan laut minimal dua kali seminggu mengalami penurunan risiko depresi sebesar 50 persen.
Makan nasi juga dapat mengurangi depresi. Karbohidrat memicu lepasnya hormon insulin ke aliran darah. Hormon itu membersihkan darah dari asam amino, kecuali triptofan yang merupakan cikal bakal serotonin.
Serotonin merupakan neurotransmitter yang mampu mengurangi rasa nyeri, mengendalikan selera makan, dan memberikan rasa tenang. Serotonin banyak terdapat pada cokelat, sehingga bagi penderita depresi, cokelat merupakan pilihan yang baik.
Seiring dengan meningkatnya tuntutan hidup, khususnya bagi mereka yang tinggal di kota besar, angka depresi setiap tahun cenderung meningkat. Tentunya kita masih ingat kejadian memilukan di Kota Malang, ketika seorang ibu tega membunuh anak-anaknya yang masih kecil dengan racun dan akhirnya bunuh diri akibat depresi karena himpitan ekonomi.
Faktor risiko yang dapat mendorong seseorang melakukan bunuh diri adalah gangguan jiwa, kondisi ekonomi, pendidikan, kesehatan yang buruk, peristiwa-peristiwa yang menyebabkan stres, dan depresi.
Depresi sebagai faktor risiko bunuh diri pun harus diwaspadai. Berbagai tekanan dalam kehidupan ini, dapat menjadi pemicu depresi. Dr. Suryo Dharmono, Sp.KJ, dari Departemen Psikiatri FKUI, pernah memaparkan bahwa depresi sering dipakai secara luas untuk menggambarkan suasana serba susah, penderitaan berkepanjangan, krisis kehidupan, keterpurukan sosial, dan berbagai situasi bernuansa muram lainnya.
Gangguan Tidur
Istilah depresi dalam ilmu kesehatan jiwa digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi gangguan jiwa yang secara klinis tampil dalam bentuk suasana perasaan murung, kehilangan gairah hidup, lesu, pesimis atau putus asa, serta kehilangan rasa percaya diri, disertai berbagai keluhan fisik atau somatis, seperti berat badan turun, disfungsi seksual, dan gangguan tidur.
Depresi dapat menyebabkan gangguan tidur karena terganggunya efektivitas kerja melatonin, yaitu substansi kimiawi yang dihasilkan oleh kelenjar otak yang mengatur jam tidur seseorang. Melatonin juga bermanfaat sebagai antioksidan yang akan menangkal serangan radikal bebas. Stres menyebabkan antioksidan melatonin tidak dapat bekerja dengan baik. Tidak mengherankan, proses penuaan dini lebih cepat mendera orang depresi.
Depresi adalah gangguan jiwa yang paling lazim dijumpai di masyarakat. Prevalensinya cukup tinggi, berkisar 5-10 persen, kejadian pada perempuan dua kali lebih banyak daripada pria. Kelompok remaja dan usia lanjut lebih rentan menderita depresi.
Survei Badan Kesehatan Dunia (WHO) di 14 negara (1990) memperlihatkan bahwa depresi merupakan masalah kesehatan yang mengakibatkan beban sosial nomor empat terbesar di dunia. Prediksi WHO tentang penderita depresi penduduk dunia dalam dua dekade mendatang lebih dari 300 juta orang. Pada tahun 2020 depresi akan menempati masalah kesehatan nomor dua terbesar di dunia setelah penyakit kardiovaskular.
Berdasarkan fakta tersebut, depresi harus mendapatkan perhatian serius. Kita harus bisa membedakan orang yang mengalami depresi ringan dan berat. Dr. Irmansyah, Sp.KJ, dari Departemen Psikiatri FKUI menyatakan bahwa orang dengan depresi ringan masih tetap bisa bekerja.
Namun, jika orang tersebut menderita depresi berat, biasanya ia lebih senang mengurung diri, tidak bisa bekerja atau sekolah, tidak bisa makan, tidak melakukan aktivitas apa-apa, bahkan timbul gejala psikotik seperti suara-suara yang menjelekkan dirinya.
Bunuh diri dan depresi bahkan dapat dialami oleh anak-anak SD. Tuntutan sekolah yang demikian tinggi dan keluarga yang berantakan, seringkali menjadi pemicunya. Dari penelitian yang dilakukan terhadap 39.000 orang, ditemukan bahwa kemurungan, kelesuan yang melumpuhkan, rasa ditolak, keputusasaan, dan keinginan bunuh diri, belakangan ini dialami masyarakat pada rentang usia yang semakin muda.
Makanan Antidepresi
Apa hubungan depresi dengan makanan? Orang yang dalam keadaan depresi cenderung mempunyai kadar adrenalin lebih tinggi dibandingkan orang biasa. Adrenalin akan memberikan tambahan energi untuk mengatasi persoalan yang dihadapi. Meningkatnya kadar adrenalin akan memakai zat gizi yang disimpan di dalam tubuh kita.
Tingginya tingkat depresi akan menghabiskan persediaan zat gizi dan meninggalkan sedikit sisa untuk keperluan tenaga seharihari. Itulah sebabnya orang yang depresi mudah sekali mengalami kelelahan. Peran makanan untuk membantu seseorang mencegah dan mengatasi depresi sangat penting. Banyak orang ketika mengalami frustrasi, selera makannya meningkat.
Hal itu berdampak cukup baik karena kebutuhan energi dan gizi orang yang mengalami depresi jauh lebih tinggi. Selain itu, beberapa jenis makanan dikenal dapat memengaruhi fungsi otak, yang disebut neurotransmitter. Itulah sebabnya beberapa jenis makanan dapat menyebabkan perasaan menjadi lebih tenang dan mengurangi depresi.
Lalu, makanan seperti apa yang baik bagi penderita stres? Kita tidak perlu membayangkan makanan tersebut harus dibeli di hotel berbintang lima atau restoran mahal karena sesungguhnya makanan tersebut sangat akrab dengan keseharian kita.
Vitamin dan Mineral
Makanan yang baik untuk penderita depresi adalah yang kaya akan vitamin dan mineral. Makanan yang direkomendasikan untuk penderita depresi antara lain buah-buahan, sayuran hijau, susu, kacang-kacangan, dan ikan.
Buah-buahan dan sayur-sayuran sangat penting bagi penderita karena kaya akan vitamin C. Sebuah penelitiara di Amerika pada sejumlah narapidana menunjukkan bahwa tekanan emosional mereka berkurang setelah diberi asupan vitamin C secara teratur. Vitamin C juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang berkurang akibat depresi.
Ketika depresi sebaiknya kurangi kebiasaan merokok. Konsumsi 1,5 bungkus rokok akan mengurangi asupan vitamin C tubuh hingga 30 persen. Padahal, dalam kondisi depresi, kehadiran vitamin C sangat dibutuhkan untuk meringankan hal tersebut. Sayuran seperti bit, bayam, bok choy, kubis, brokoli, kacang-kacangan (misalnya kacang kedelai), dan lentil, juga dapat membantu meringankan depresi.
Kandungan asam folat di dalam sayuran tersebut mampu menurunkan kadar homosistein yang dihubungkan dengan kejadian depresi. Zat gizi seperti niasin dan selenium juga dapat membantu mengatasi depresi. Niasin merupakan salah satu vitamin B kompleks yang dapat memperbaiki fungsi sel saraf, sehingga mengurangi rasa cemas atau panik. Sumber niasin adalah beras merah, ayam, tuna, daging kambing, gandum, dan buah delima.
Kekurangan selenium membuat seseorang mudah cemas, uring-uringan dan depresif. Untuk mengatasi hal tersebut, mereka cukup mengonsumsi kacang-kacangan, tuna, gandum, atau beras. Mineral lain yang berfungsi penting mengatasi gangguan kecemasan dan depresi adalah magnesium. Mekanismenya melalui pengurangan ketegangan otot. Magnesium bisa didapat dari bayam, cokelat, biji labu, biji bunga matahari, kerang, dan alpukat.
Alkohol Sebabkan Halusinasi
Tidak sedikit orang memilih mabuk dengan mengonsumsi alkohol untuk melupakan semua masalah yang dialami. Alkohol memang dapat mengurangi kegelisahan. Alkohol dapat bekerja sebagai obat penenang atau depresan. Namun, efek kronis alkohol dapat menyebabkan depresi tingkat berat.
Alkohol diserap langsung oleh usus halus dan dapat mencapai sel otak, akibatnya komunikasi dalam sel otak menjadi buruk dan kita jadi sulit konsentrasi. Ketergantungan terhadap alkohol dalam jangka panjang dapat mengubah fungsi jiwa, sehingga orang mudah mengalami halusinasi. Alkohol juga tidak baik bagi kesehatan. Alkohol dapat memperlambat produksi enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan, terutama lemak.
Alkohol juga menghabiskan persediaan vitamin C, asam folat, vitamin B kompleks lainnya, zat seng, dan vitamin A dalam tubuh. Alkohol memperberat kerja hati untuk bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Satu gelas minuman beralkohol sesekali memang dapat digunakan untuk menenangkan perasaan dan meningkatkan selera makan. Hal itu tidaklah berbahaya. Namun, kebiasaan minum alkohol dalam jumlah banyak, tentu dapat membahayakan kemampuan tubuh untuk mengurangi stres.
Cara Makan Ciptakan Suasana Jiwa
Cara makan juga memengaruhi efektivitas makanan untuk mengurangi depresi. Konsumsi makanan secara perlahan-lahan untuk menciptakan suasana rileks psikologis, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi saluran pencernaan. Nikmati makanan yang tersaji dengan sebaik-baiknya.
Cara makan yang terburu-buru akan menyebabkan makanan tidak tercerna secara mekanis dengan baik. Pencernaan mekanis yang kurang sempurna di mulut akan menyebabkan lambung harus bekerja keras mencerna makanan yang masih kasar tetapi sudah tertelan melalui kerongkongan.
Makan sebaiknya jangan berlebihan. Sistem pencernaan tubuh tidak dapat bekerja secara optimal bila kita makan terlalu banyak. Dalam kondisi depresi, bisa saja seseorang mengalami peningkatan selera makan yang besar. Makanlah sesuai porsi yang biasa dimakan. Jangan memberi target harus makan seberapa banyak atau seberapa sedikit karena hal tersebut akan membuat kita lebih tertekan.
Orang yang menderita obesitas cenderung mengalami depresi lebih besar. Lingkungan di sekitarnya yang masih memandang “langsing itu indah” dan “langsing itu sehat” akan menempatkan orang gemuk dalam posisi sulit.
Ketika mereka berdiet, depresi akan semakin meningkat karena orang gemuk biasanya makan akibat rangsangan eksternal, seperti adanya aroma makanan atau melihat makanan yang merangsang selera. Sementara selera makan orang normal, lebih diakibatkan oleh faktor internal, yaitu munculnya rasa lapar yang mendorong dirinya untuk makan.
Berkurangnya asupan makanan bagi mereka.yang berdiet, dapat menjadi sumber depresi. Hal ini ditambah dengan adanya ketakutan, kalau diet yang sedang dijalankan tidak berhasil menurunkan berat badan.
Batasi Kafein dan Minuman Ringan

Orang yang sedang dirundung masalah sebaiknya menghindari makanan yang mengandung kafein. Kafein ditemukan dalam kopi, teh, minuman kola, cokelat, dan beberapa obat. Kafein berlebih berdampak negatif terhadap stres, bahkan dapat membuat stres semakin buruk.
Kafein adalah zat perangsang yang meningkatkan pengeluaran asam lambung dan hormon tiroid yang dapat menimbulkan kegelisahan. Kafein juga menyebabkan ginjal bekerja lebih keras untuk bertindak sebagai diuretik (menyebabkan sering buang air kecil).
Zat perangsang ini dapat menghalangi penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersama dengan makanan atau satu jam setelah makan. Orang sering mengonsumsi kafein untuk menambah tenaga secara cepat. Ini adalah pandangah yang keliru karena sebenarnya kafein meletihkan kelenjar adrenalin dan akhirnya akan membawa efek yang melelahkan.
Hindari juga minuman ringan. Minuman ringan mengandung fosfor yang juga dapat menetralkan asam hidroklorida di dalam lambung. Akibatnya, pencernaan dapat terganggu yang akhirnya memperparah tingkat depresi.
Hindari pula makanan yang mengandung bahan pengawet dan bahan ber-MSG (peningkat cita rasa) tinggi. Konsumsi makanan yang mengandung MSG dan natrium tinggi dapat memicu hipertensi dan membuat orang sulit untuk berpikir jernih.
Dalam kondisi depresi, gangguan lambung seringkali terjadi. Hal ini mengindikasikan bahwa saluran pencernaan memang perlu lebih diperhatikan ketika kita sedang mengalami gangguan emosional. Karena itu, makanan-makanan yang berpotensi mendatangkan iritasi lambung sebaiknya dikurangi seperti makanan berlemak tinggi, makanan pedas, makanan asam (acar dan buah muda), serta daging setengah matang.
Konsumsi makanan yang manis-manis (bergula) tinggi sebaiknya dihindari. Konsumsi makanan manis akan menghabiskan vitamin B kompleks dalam tubuh karena konversi gula menjadi energi membutuhkan kehadiran vitamin B. Orang-orang yang menderita defisiensi vitamin B1 akan mengalami gangguan sistem saraf dan memunculkan gejala-gejala kelelahan dan mudah terusik.

Tumbuhan Obat

Followers