Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Tuesday, July 15, 2014

Puasa Dapat Meenenangkan Pikiran


PUASA DAPAT MENENANGKAN PIKIRAN

Oleh Tarmizi, B.Sc., S.Pd








Stres sering melanda kehidupan modern. namun apa boleh dikata, perdaban tak akan semaju sekarang ini tanpa menimbulkan permasalahan yang kompleks. Stres itu sendiri sebentulnya dapat berdampak negatif, dan bisa pula berpengaruh positif. Ini berkaitan dengan orangnya juga. Bisa mengendalikannya, ataukah tidak?


Orang yang tak mampu mengendalikan stres, akan sangat tertekan, tak tenang, juga gelisah. Keadaan yang serba tak enak ini telah merangsang tercurahnya hormon adrenalin dan pituitari ke selkujur tubuh melalui aliran darah. Kelebihan hormon ini dalam darah mengakibatkan gangguan beberapa organ tubuh seperti jantung, pembuluh darah, juga alat pencernaan. Lebih sial lagi zat antibodi, sel darah putih (leukosit), dan sejumlah enzim kekebalan tubuh terhambat pembentukannya. Ini menyebabkan orang mudah terserang poenyakit infeksi atau jatuh sakit.

Para ahli dari Badan Kesehatan Sedunia telah telah mengin- formasikan (dalam WHO Technical Report Series) bahwa stres yang tak terkontrol alias lepas kendali, merupakan pembunuh terbesar di seantero dunia. Angka statistiknya terungkap, 'penyakit gaya hidup modern' yang 30 tahun lalu tak dikenal di negara berkembang itu kini menjadi penyebab kematian 40-50% malah. Padahal kalau stres kita kendalikan dengan berpuasa secara teratur misalnya, bukan hanya mencekal berbagai penyakit seperti maag, radang usus, tetapi juga membengkitkan energi mental yang dapat membuat kita pantang mundur dalam meraih sukse. Sebab, stres yang terkendali merupakan daya pendorong tenaga konstruktif di balik kreativitas.

Perubahan jadual makan minum selama berpuasa dengan akibat lapar dan haus, menurut penelitian hanya memiliki nilai stres 15. Ini jauh di bawah nilai stres 29 akibat perubahan tanggung jawab dalam pekerjaan, dan nilai stres 53 akibat sakit atau kecelakaan. Apalagi setelah berpuasa (puasa ramadhan) telah memasuki minggu kedua, umumnya stres tadi makin terkendali karena baik fisik maupun mental orangnya sudah beradatasi secara mantap. Puasa cekal aneka penyakit

Karena berpuasa secara teratur mampu mengendalikan stres, maka kita tak heran terapi puasa kini berkembang peminatnya dan cukup populer di Eropa da Amerika Serikat. Walaupun tujuan mereka bukan beramal seperti umat islam, tetapi berbagai penyakit berat akibat pengaruh stres berkepanjangan bisa ditangkal atau dipercepat proses penyembuhannya disamping upaya medis.

Di Klinik Pyrmontt, Jerman, Dr. Otto Buchinger dan kawan- kawan telah banyak menyembuhkan pasiennya dengan terapi puasa. Setelah mereka dirawat secara medis sekitar 2-4 minggu dan disiplin dalam puasanya, ternyata mereka sehat dan segar kembali baik fisik dan mentalnya. Selain itu mereka juga memiliki semangat hidup. Berbagai penyakit yang telah disembuhkan antara lain penyakit kardiovaskuler (pembuluh darah dan jantung), hipertensi, diabetes, obesitas (kegemukan), insomnia (susah tidur), tumor, maag (tukak lambung), dan deprsei.

Informasi dari Dr. Alan Scott yang pakar kesehatan di

Perubahan jadual makan minum selama berpuasa dengan akibat lapar dan haus, menurut penelitian hanya memiliki nilai stres 15. Ini jauh di bawah nilai stres 29 akibat perubahan tanggung jawab dalam pekerjaan, dan nilai stres 53 akibat sakit atau kecelakaan. Apalagi setelah berpuasa (puasa ramadhan) telah memasuki minggu kedua, umumnya stres tadi makin terkendali karena baik fisik maupun mental orangnya sudah beradatasi secara mantap. Puasa cekal aneka penyakit itu kini menjadi penyebab kematian 40-50% malah. Padahal kalau stres kita kendalikan dengan berpuasa secara teratur misalnya, bukan hanya mencekal berbagai penyakit seperti maag, radang usus, tetapi juga membengkitkan energi mental yang dapat membuat kita pantang mundur dalam meraih sukse. Sebab, stres yang terkendali merupakan daya pendorong tenaga konstruktif di balik kreativitas.

Karena berpuasa secara teratur mampu mengendalikan stres, maka kita tak heran terapi puasa kini berkembang peminatnya dan cukup populer di Eropa da Amerika Serikat. Walaupun tujuan mereka bukan beramal seperti umat islam, tetapi berbagai penyakit berat akibat pengaruh stres berkepanjangan bisa ditangkal atau dipercepat proses penyembuhannya disamping upaya medis.

Di Klinik Pyrmontt, Jerman, Dr. Otto Buchinger dan kawan- kawan telah banyak menyembuhkan pasiennya dengan terapi puasa.

Setelah mereka dirawat secara medis sekitar 2-4 minggu dan disiplin dalam puasanya, ternyata mereka sehat dan segar kembali baik fisik dan mentalnya. Selain itu mereka juga memiliki semangat hidup. Berbagai penyakit yang telah disembuhkan antara lain penyakit kardiovaskuler (pembuluh darah dan jantung), hipertensi, diabetes, obesitas (kegemukan), insomnia (susah tidur), tumor, maag (tukak lambung), dan deprsei.

Tumbuhan Obat

Followers