Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Friday, July 11, 2014

Penanggulangan penyakit campak



oleh Tarmizi

          Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), tiap tahun diperkirakan sekitar 2 juta anak meninggal akibat serangan campak. Sementara di Indonesia, belum ada satu propinsi pun yang bebas campak setiap tahun. Karena itu DEPKES dengan segenap jajarannya berusaha mencegah dan memberantas Penyakit campak, dengan jalan imunisasi bagi bayi berumur 9 bulan pada saat bayi itu tidak sakit. Akan tetapi, ada kemungkinan juga bayi yang belum berumur 9 bulan terserang campak dan bahkan akan mudah terkena penyakit ini.

     Penyakit yang menyerang sebagian besar anak-anak terutama balita telah menjadi wabah. Bahkan dapat menimbulkan kematian jika terjadi komplikasi yang mengakibatkan radang otak dan atau saluran pernafasan. Bagi anak yang pernah menderita campak, selanjutnya ia akan meniadi kebal (imun). Demikian Pula bagi seorang ibu yang menderita campak, kemungkinan besar anaknya yang lahir kemudian akan mendapat kekebalan campak sekitar 4-6 bulan yaitu melalui plasenta (ari-ari). Kekebalan ini dapat menurun bila keadaan anak kurang gizi atau daya tahan menurun. Memang anak yang kurang gizi   akan rentan terhadap serangan campak. Hal ini disebabkan produksi antibodi pada bayi kurang gizi menurun dan kurang berarti.
     Angka kematian akibat campak akan meningkat lebih dari 110% seperti yang diutarakan Dr.Sugeng Soegianto seorang ahli Penyakit campak DEPKES, sehingga perlu diupayakan terus dan serius terutama di daerah terpencil yang sukar dijangkau petugas kesehatan.
     Menurut para peneliti, bayi yang diberi imunisasi pada usia 4 bulan dengan vaksin campak jenis schawz.yang dicampur dengan vaksin DPT (Disentri Paratipus Tipus) yang telah dilarutkan dalam ajuvannya (larutan) dapat lebih meningkatkan perlindungan terhadap penyakit campak. Menurut pemantauan Yang dilakukan selama setahun pada bayi berumur 15 bulan, ternyata lebih unggul bayi yang telah diberi imunisasi campak lebih awal (Pada usia 4 bulan) daripada bayi yang mendapat imunisasi setelah umur 9 bulan, seperti yang biasa dilakukan. Bahkan angka kesakitan campak ternyata turun sebesar 20%.
Penyakit campak
     Penyebab utama penyakit campak adalah seienis virus yang disebut Paramyxovirus, yaitu sejenis virus yang sangat mudah menular. Penularan terjadi melalui partikel udara, atau kontak langsung. Karena keadaan sosio ekonomi yang rendah, lingkungan kumuh, komplek perumahan, sekolah (terutama Taman kanan-kanak), anak kurang gizi akan mudah tertular.
Gejala campak
     Seseorang yang terkena campak dapat dilihat dari tanda-tanda berikut. Timbul kelainan pada kulit, selaput lendir hidung, tenggorokan dan saluran pernafasan. Masa tunas penyakit campak sekitar 10 ‑ 20 hari. Pada mulanya (biasanya 4-5 hari) badan terasa panas, malas, batuk, radang selaput mata sehingga takut melihat cahaya, pilek, dan sering disertai bereak‑bercak Yang khasyaitu putih kelabu sebesar ujung jarum yang dikelilingi warna kemerah-merahan di selaput lendir pipi berhadapan dengan gigi geraham bawah.
     Bila keadaan ini berlanjut maka akan timbul bintik-bintik di kulit, batuk disertai dengan pilek. Di langitlangit mulut tardapat bintil-bintil merah dan bisa sebesar biji wijen hingga sebesar kacang tanah, disertai panas tinggi juga demam. Warna merah juga timbul di belakang telinga bagian atas, di samping tengkuk sepaniang garis rambut, dan bagian belakang pipi. Dua hari kemudian bercak menjalar ke muka, tengkuk, lengan atas, dada bagian bawah, perut, punggung. dan tungkai bawah. Sering pula disertai perdarahan pada kulit dengan rasa gatal. muka bengkak dan bercak-bercak mencapai anggota badan bagian bawah.
     Kedaan demikan akan menghilang setelah tiga hari sesuai dengan perkembangannya. Kelenjar Limfa leher dapat membesar ke sudut rahang bawah dan leher bagian belakang yang disertai dengan diare dan muntah. Setelah kejadian di atas, bercak‑bercak mulai berkurang dengan menimbulkan bekas yang bewarna lebih tua dan selanjutnya hilang dengan sendirinya.
     Serangan campak akan menurunkan daya tahan tubuh (stamina) dan dapat mengakibatkan adanya komplikasi seperti radang telinRa akut, radang otak, radang paru-paru, dan saluran pernafasan.
Penanggulangan Campak
     Dengan melihat beberapa gejala yang timbul dapat kita lakukan secara berkala misalnya timbul panas, bila demam berilah obat demam atau penenang. Akan tetapi, yang perlu diutamakan adalah meningkatkan atau mempertahankan kondisi tubuh, untuk mencegah adanya komplikasi dan sekaligus mempercepat kesembuhan.
     Bagi Para ibu yang sedang menyusui dianjurkan untuk terus memberikan ASI dan ditambahkan makanan yang bergizi bagi sang bayi. Badan kesehatan dunia WHO juga mengakui bahwa sebenarnya penyakit campak bukanlah penyakit yang diantisipasi secara dini Tetapi berbahaya, kalau tidak segera diatasi secara baik dan benar, sehingga timbul komplikasi yang mengubahnya menjadi penyakit yang berbahaya dan dapat berakibat fatal (kematian). Dapat pula mengakibatkan cacat seperti keterbelakangan mental, menurunnya prestasi belajar dan dapat pula menjadi lumpuh.
Bisa pula dianggap tak berbahaya karena penyakit campak sudah dapat diketahui berdasarkan gejala dan ciri yang mudah dilihat dan segera diatasi.
Obat tradisional untuk campak
Berikut ini dituliskan beberapa bahan tanaman obat untuk penyakit campak.
·        Benalu 1 cabang, adas 1 sendok teh, pulosari ¾ iari, bawang merah 3 siung, gula merah secukupnya. Cuci bersih semua bahan, direbus dengan api kecil dalam air 4 gelas, biarkan hingga tinggal separuh. Saring dan minum 2/3 gelas, lakukan 3 kali sehari.
·        Daun papaitan (sambiloto) 4 pucuk, kulit kayu Pulai 1 jempol. Cuci bersih semua bahan, direbus dalam air 1 gelas, biarkan hingga tinggal separuh. Saring dan minum ½ gelas, lakukan 3 kali sehari.
·        Daun widuri ¼ jari, kunyit ¼ jari, Daun muda asam jawa ¼ genggam. Cuci bersih semua bahan, ditumbuk halus lalu ditambahkan air masak ½ sendok makan, peras, saring dan tambahkan madu secukupnya. Minum 2 kali sehari.
·        Guna menambah daya tahan tubuh, dapat digunakan ramuan berikut ini. Rimpang kunyit 3 jari dicuci bersih kemudian ditambahkan air masak, peras dan disaring sehingga didapatkan ½ gelas air perasan sari kunyit. Tambahkan kuning telur ayam kampung satu butir dan madu murni satu sendok makan, aduk sampai rata dan minum 1 kali sehari. Ampasnya dapat dibalurkan Pada bercak-bercak kulit.
·         Bila suhu badannya tinggi, penderita campak boleh dikompres untuk menurunkan panasnya atau dengan cara minum air kelapa muda yang hijau.(Tarmizi, BSc, S.Pd) Dari berbagai sumber

Tumbuhan Obat

Followers