Automatic translation of this blog page

Wednesday, February 2, 2011

RAHASIA PENUAAN


Oleh Tarmizi
            Perjalanan hidup dari waktu ke waktu mengalami proses yang disebut proses penuaan. Kajian yang lebih mendalam antara gizi dan proses penuaan dikemas suatu konsep teori yang disebut teori radikal bebas atau free radical.
          Dalam fenomena hidup berjalan suatu proses yang hanya berhenti pada batas usia seseorang. Interval waktu untuk sampai pada batas waktu tertentu berbeda bagi tiap individu, bergantung kemampuan untuk bertahan hidup (survival) individu. Pada kenyataanya umur individu merupakan misteri problem. Tak dapat diketahui dengan pasti, namun berdasarkan hasil penelitian usia rata-rata penduduk Indonesia adalah 61,5 tahun untuk wanita dan 57,9 tahun untuk pria.
Radikal bebas
          Halliwel BmGutteridge, 1985 membuat batasan tentang radikal bebas sebagai suatu atom molekul yang mempunyai satu electron atau lebihtanpa pasangan. Yang jadi pertanyaan utama adalah bagaimana mekanise dan proses terjadinya penumpukan radikal bebas dala tubuh, serta factor apa yang sangat berperan.
          Reaksi radikal bebas sebenarnya merupakan mekanisme biokimia normal yang terjadi dalam tubuh. Dalam tubuh, reaksi radikal bebas menyebabkan kerusakan sel-sel dari lapisan pelindung yang mengelilingi sel tersebut. Kejadian ini dalam waktu yang lama akan menimbulka tanda-tanda penuaan seperti bintikbintik hitam di wajah dan eriput. Jadi proses degeneratif ini terjadi melalui reaksi radikal bebas.
          Kerusakan yang dapat terjadi akiat reaksi radikal bebas antara lain: kerusakan pada pembuluh darah hingga mempermudah terjadinya atheroklerosis. Kerusakan protein yang mengakibatkan kerusakan jaringandimana protein itu berada. Seperti kerusakan pada lensa mata menyebabkan katarak. Kerusakan DNA yang menyebabkan kanker. Dapat menimbulkan autoimun.
Mempercepat penuaan
          Satu diantara beberapa cara memperlambat penuaan yaitu dengan mengkonsumsi makanan bergizi yang bersifat sebagai penetralisir reaktan radikal bebas tersebut. Berdasarkan penelitian para ahli disebutkan bahwa vitamin C dan E serta beta karotin, zink, selenium dan cufer memiliki efek yang dapat bersifat sebagai antioksidan dan penetralisir radikal bebas. Terutama bila belum terjadi kerusakan sel.
          Agar fungsi zat gizi tersebut efektif dan efisien maka keberadaannyaharus tepat tempat ,tepat waktu dan tepat dosis. Kondisi ini hanya dapat di capai bila konsumsi makanan yang mengandung gizi diterima secara konsisten. Untuk  patokan praktis kita memiliki acuan menu seimbang  dimana ketersediaan semua semua zat gizi yang diperlukan tubuh telah mencukupi secara proporsional. Karena telah diakui bahwa menu seimbang memiliki keunggulan yang tidak diragukan dari sudut ilmiah.
          Dengan demikian semakin banyak reaksi radikal bebas yang terjadi dalam tubuh,tanpa di barengi dengan suplay zat gizi yang cukup akan mengakibatkan seseorang nampak akan kelihatan lebih tua dari umurnya.
          Pertanyaan selanjutnya bagaimana pengaruh zat gizi terhadap kemampuan bertahan hidup (survival) atau umur harapan hidup seseorang. Salah satu temuan ahli yang agak kontraversi dengan penafsiran umum adalah bahwa konsumsi makanan yang tidak terlalu banyak sesungguhnya dapat menyebabkan umur bertambah panjang. Konsepsi ini di dukung oleh kenyataan di lapangan berdasarkan catatan pada suransi jiwa,ternyata orang-orang yang berbadan kurus lebih jarang sakit dan umurnya lebih panjang dan aman terhadap kejadian penyakit jantung.
          Telaahan yang lebih mendalam yang objeknya menganalisa pengaruh makanan yang dikonsumsi ,baik macam maupun jumlahnya merekomendasikan bahwa faktor yang terutama  berhubungan dengan umur panjang adalah kuantitas lemak dalam tubuh.ditegaskan bahwa badan yang  kurus mempunyai kesempatan hidup 4 tahun lebih panjang disbanding  orang yang gemuk .
          Beberapa indikasi menunjukkan bahwa sejumlah komplikasi terdapat lebih banyak pada orang gemuk dibanding orang normal.  Misalnya artistis degeneratif 80% terdapat pada orang gemuk dan jaringan lemak yang berlebihanpun dapat meningkatkan prefalensi diabetes .
          Penelitian lain yang dilakukan  Bandra dan Damjo (1971) terhadap pemberian karbohidrat sederhana (gula) sebagai konsribusi terhadap morbiditas dan  mortalitas pada manula. Hasilnya menyimpulkan:gula dapat meningkatkan kolesterol dalan darah,sehingga yang bersangkutan rawan terhadap sakit jantung.Gula berpengaruh terhadap fungsi pancreas sehingga  menimbulkan diabetes.

Lemak ,Memperpendek Umur
          Dapat disimpulkan bahwa reaksi radikal bebas pada proses degeneratif dapat menyebabkan orang tampak lebih tua dari umurnya .proses penuaan ini dapat diperlambat dengan mengkonsumsi vitamin C dan vitamin E sebagai antioksidan dan selenium dan Zn sebagai mineral.Zat gizi tersebut berkhasiat mempertahankan kesehatan tubuh dan awet muda.
          Zat gizi yang diketahui berpengaruh terhadap kemampuan bertahan hidup lebih lama adalah lemak,sehingga semakin tinggi konsumsi lemak maka umur harapan hidup semakin di perpendek. Istilah ini dapat dikonotasikan semakin bertambah panjang ikat pinggang maka umur semakin pendek.

Tumbuhan Obat

Followers