Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Monday, February 6, 2012

DEFISIENSI KALSIUM


oleh Tarmizi, B.Sc. S.Pd


     Tubuh  kita mengandung kalsium lebih banyak daripada  unsur mineral  lainnya. Diperkirakan 1200 gram kalsium  terdapat  dalam tubuh  orang dewasa dengan berat badan sekitar 70 kilogram  (Adji 1984). Sebagian besar kalsium terdapat pada tulang rangka  berupa endapan  hidroksiapatit Ca10(PO4)6(OH)2, yang menyebabkan  tulang menjadi keras seperti baja.
Selebihnya dalam jumlah sedikit  kalsium terdapat  dalam  plasma.  Kalsium plasma ini  sebagian  besar  (1,34 mmol/liter)  terdifusi  sebagai ion kalsium dan  selebihnya  1,16 mmol/liter) terikat dengan protein.
     Kalsium dalam plasma berperan dalam berbagai kegiatan tubuh, diantaranya  untuk  mentransmisi impuls syaraf,  kontraksi  otot, penggumpalan  darah,  pengatur permiabilitas  membran  sel  serta keaktifan  enzim. Kadar kalsium dalam plasma  dipertahankan  oleh tubuh tetap seimbang, yaitu antara 9-11 mg kalsium/100 ml (2,5 mmol/liter) walaupun terdapat kalsium dalam makanan dalam jumlah yang bervariasi.
     Ada  tiga hormon yang berperan dalam mengatur  agar  kalsium dalam plasma tetap seimbang, diantaranya adalah hormon paratiroid, hormon  kalsitonin  dan vitamin D-3. Hormon  paratiroid  berperan menaikkan penyerapan kalsium pada usus bila terdapat kadar kalsium yang rendah dalam plasma atau bila terdapat peningkatan kebutuhan tubuh akan kalsium. Hormon kalsitonin berperan untuk  menunrunkan kadar kalsium bila kadarnya tinggi dalam plasma. Ketiga hormon ini bekerja  agar  mempertahankan kadar kalsium  dalam  plasma  tetap seimbang.
DEFISIENSI KALSIUM
     Kekurangan  kalsium dalam tubuh dapat  menyebabkan  beberapa penyakit,  diantaranya  adalah; tetani,  penyakit  rakhitis  pada anak-anak, dan osteomalasia pada orang dewasa. Bagi manusia  kalsium dibutuhkan sekali pada pembentukan membran sel. Jika kalsium tidak ada menyebabkan membran sel menipis dan akhirnya robek. Hal ini bisa terjadi dengan sangat cepat, menyebabkan kekejangan pada rangka otot, keadaan begini disebut tetani.
     Rakhitis  atau riket adalah suatu penyakit  yang  disebabkan oleh kekurangan vitamin D, akibatnya penyerapan kalsium pada usus berkurang,  atau kekurangan kalsium dalam makanan, sehingga  kalsium  dalam  plasma berkurang. Efeknya  pembentukan  tulang  pada anak-anak  terhenti, dan matrik tulang kekurangan garam  kalsium. Pada keadaan begini tulang menjadi lunak. gejala yang tampak pada penyakit ini adalah kaki berbentuk huruf O atau X, karena  tulang
lunak, sedangkan berat badan bertambah. Selain rakhitis dan kejang otot, pada anak-anak masih ada ganguan lain seperti kariesdentis, dan darah sukar membeku jika terluka.
     Oestomalasia  adalah  suatu penyakit  rakhitis  untuk  orang dewasa.  Oestomalasia disebabkan kekurangan vitamin D, atau  oleh kekurangan kalsium dalam makanan, akibatnya kalsium dalam  plasma akan  berkurang, untuk plasma kalsium diserap dari  tulang.  Jika hal ini berlangsung lama, maka seluruh kalsium dalam tulang  akan diserap kembali. Keadaan begini mungkin disebabkan orang  tua-tua sedang sakit, sehingga tidak bisa keluar rumah dalam jangka waktu yang  lama untuk mendapatkan cahaya matahari, atau  mungkin  juga karena  gangguan  metabolisme. Dua pengaruh yang  utama  yaitu  ; pertama, kekurangan garam kalsium pada tulang,  akibatnya  tulang
menjadi  lunak dan yang kedua adalah tetani, menyebabkan  konsentrasi ion kalsium dalam plasma berkurang.
     Umumnya  anak-anak  yang  tinggal  di  daerah  yang   kurang mendapat  cahaya  matahari selama musim  dingin,  sejumlah  besar vitamin  D (400 UI) dibutuhkan untuk menyerap kalsium dari  usus. Karena  itu penyakit rakhitis berjangkit pada musim  dingin  yang kurang mendapat cahaya surya. Sedangkan di negara-negara  tropik, penyakit  rakhitis jarang terjadi, sebab tubuh menyediakan  cukup provitamin  D  dalam kulit yang akan dirubah  menjadi  vitamin  D dengan bantuan sinar ultraungu.
     Sekalipun  unsur kalsium banyak terdapat  dimana-mana  (buah dan  sayur,  lauk pauk serta susu), namun  tak  jarang  kebutuhan untuk tubuh tetap saja kurang. Hal ini disebabkan pengaruh saling tindak  dan faktor lain yang ikut mempersulit penyerapan  kalsium oleh tubuh.
     Menurut dra.Kartiningsih, Apt, bahwa penyerapan kalsium oleh tubuh antara lain dipengaruhi oleh perbandingan antara unsur kalsium  dan  fosfor serta beberapa macam obat yang  saling  tindak, sehingga  kalsium  dan obat tidak dapat diserap. Hal  ini  sering terjadi  dan  sering tidak disadari. Sekalipun  konsumsi  makanan cukup baik dan sehat, terkadang vitamin pelengkap yang kaya  kalsium  ini  masih diperlukan bagi mereka yang aktif  sekali,  anak yang tumbuh kembang, serta wanita hamil dan menyusui. Sebab tidak mudah  bagi  mereka menaksir berpa banyaknya kalsium  yang  telah dikonsumsi dari makanan.
     Pernah  mendengar ibu hamil yang giginya merapuh atau  mudah patah?  Kejadian seperti ini cukup sering dialami  ibu-ibu  hamil yang konsumsi kalsiumnya kurang. Memang kalsium dibutuhkan  tubuh sejak  janin dalam kandungan, yang pada saat itu  diperoleh  dari ibu.
JUMLAH KECUKUPAN YANG DIANJURKAN
    Perkiraan  kebutuhan kalsium untuk orang dewasa dengan  mempergunakan metode keseimbangan, suatu cara yang sering  digunakan untuk menetukan kebutuhan kalsium manusia, sangatlah  bervariasi. Telah dilaporkan adanya kebutuhan yang sangat rendah, sekitar 300 hingga  400  mg setiap hari pada pria-pria  Peru  dan  sebaliknya kebutuhan yang tinggi, sekitar 1500 mg stiap hari dilaporkan pada wanita  pascamenopause  yang  tidak  mendapat  terapi   pengganti estrogen.  Masukan yang rendah pada individu-individu  di  negara yang  sedang berkembang dapat menerangkan mengapa  mereka  tetap memiliki keseimbangan kalsium dengan masukan kalsium 400 - 500 mg setiap  hari. Kebuthan kalsium bagi wanita  oascamenopause  dapat berkisar  antara  1200-1500 mg setiap hari  yang  sebagian  dapat disebabkan  oleh menurunnya absorpsi (penyerapan) kalsium  secara bertahap akibat usia lanjut.
     Berdasarkan penelitian dengan keseimbangan kalsium pada  kelompok  individu  yang  biasa  mendapat  cukup  masukan   makanan berkadar kalsium tinggi, jumlah kecukupan yang  dianjurkan  untuk kalsium adalah 800 mg per hari bagi mereka yang berusia 18  tahun atau  lebih. Sedangkan Winarno (1986) mengatakan bahwa  kebutuhan orang  dewasa 700 mg. Walau absorpsi kalsium cenderung  meningkat pada  saat  kebutuhan fisiologis  meningkat,  dianjurkan  masukan kalsium  ditingkatkan  menjadi  1200 mg  setiap  hari  pada  usia remaja,  kehamilan,  dan saat-saat menyusui.  Pemberian  kalsium  bagi  anak-anak berusia satu sampai sepuluh tahun ditetapkan  800 mg,  dan mencerminkan kebutuhan yang jauh lebih  besar  daripada orang  dewasa.  Pemberian kalsium bagi bayi berusia  kurang  dari satu  tahun didasarkan pada kadar kalsium air susu ibu  (300  mg per  liter  air susu) dan ditetapkan 60 mg  untuk  tiap  kilogram berat tubuh. Menurut Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi  (1978), konsumsi  yang dianjurkan untuk anak di bawah 10  tahun  sebanyak 500 mg perhari dan dewasa 500-700 mg.
     Untuk  makanan  orang-orang Amerika yang kadar  protein  dan fosfornya  tinggi, maka masukan kalsium 800 mg setiap hari  dapat dianggap mencukupi kebanyakan orang dewasa.  Mereka yang  masukan proteinnya  rendah,  membutuhkan kurang dari 800 mg  kalsium  per hari dan yang masukan proteinnya sangat tinggi, mungkin membutuhkan  lebih dari 800 mg tiap hari. Wanita-wanita  pasca  menopause dan pria berusia lebih dari enam puluh tahun, mungkin membutuhkan kalsium  lebih  dari 800 mg per hari.  Harus  diperhatikan  bahwa banyak  individu, terutama wanita-wanita, yang mengkonsumsi  kalsium  sangat kurang dari 800 mg per hari. Kurang lebih 25  persen remaja  putri  dan 50 persen wanita yang berusia  lebih  dari  35 tahun mengkonsumsi kurang dari 500 mg kalsium setiap hari.  
SUMBER KALSIUM
     Kalsium,  unsur  terbanyak kelima dan  kation  terbanyak  di dalam  tubuh  manusia, terdapat dalam jumlah  1,5-2  persen  dari keseluruhan  berat tubuh. Kalsium banyak terdapat dalam  bebuahan dan  sayur-mayur.
     Pada  bebuahan kalsium terbanyak dalam bonteng  suri,  yaitu 193  mg  tiap 100 gram, salak 28 mg, pepaya masak 23  mg,  nangka masak  20 mg, langsat 17 mg, jambu monyet 15, 8 mg, jambu bol  29 mg, sirsak 14 mg.
     Pada  sayur-mayur kalsium tiap 100 gram bahan  dalam  kacang kedelai 227 mg, sawi 220 mg, daun katuk 204 mg, kacang hijau  125 mg, paria 45 mg, wortel 39 mg, lobak 35 mg, nenas 16 mg.
     Selain  dalam  makanan  dan sediaan  vitamin,  kalsium  juga taerdapat  pada obat untuk gangguanlambung atau obat mag.  Saling tindak  kalsium dalam makanan, susu, vitamin dengan  obat  antara lain  yang mengandung senyawa tetrasiklin dan obat  yang  berasal dari  tetrasiklin. Jika hal ini terjadi, kalsium dan  obat  tidak dapat  terserap  hingga menibulkan resistensi. Selain  itu  kedua bahan  membantuk  kalsium  tetrasiklinat,  akan  mengendap  dalam tulang dan gigi sehingga berubah warna dan merapuh.
     Tanda  yang paling mudah dikenal bila hal ini  terjadi  pada anak  tumbuh kembang, giginya akan tampak coklat  kehitaman  atau kuning kotor. dari itu  sedapat mungkin pisahkan pemakaian  kedua obat  tersebt  dengan selang waktu minimal satu jam,  dan  jangan sekali-kali  makan obat yang mengandung tetrasiklin bersama  susu atau makanan yang mengandung keju (Panasea Maret 1992).
RINGKASAN
     KALSIUM  dibutuhkan untuk proses perawatan  dan  pembentukan jaringan rangka tubuh serta beberpa kegiatan penting dalam tubuh. Namun jumlah yang dibutuhkan tidak dapat ditetapkan dengan  pasti karena faktor-faktor yang sangat beragam- seperti makanan, faktor hormonal,  usia,  dan jenis kelamin- mempengaruhi  kebutuhan  dan metabolisme kalsium. Karena  adanya hubungan saling  mempengaruhi antara kalsium, fosfor dan protein, sangatlah sulit, bahkan tidak mungkin,  untuk menetapkan suatu kebutuhan kalsium  untuk  setiap kelompok  umur. Tak ada cukup data untuk memperkirakan  kebutuhan kalsium  pada  tingkat  masukan protein  yang  berbeda-beda  atau perubahan kebutuhan kalsium dalam urin dan retensi kalsium,  yang berlawanan  dengan  efek peningkatan masukan  fosfor.  Kekurangan kalsium  jelas  mempengaruhi kesehatan terutama pada  tulang  dan membran sel.     
Referensi :
Dhama,  Adji,  "Biokimia," (terjemahan dari  Harper's  review  of Biochemistry), edisi 19, EGC Jakarta, 1984.
Kartiningsih, "Mencukupi Kebutuhan Kalsium tubuh", (Panasea Maret  1992), PT Media Harapan Muda. 1992.
Olson, RE et all, "Pengetahuan Gizi mutakhir, Mineral", PT.Gramedia Jakarta, 1988.
Utama,  Sedia,  "Ilmu Gizi dan Diet di Daerah Tropik,"  PN  Balai  Pustaka Jakarta, 1976.
Winarno. FG,"Kimia Pangan dan Gizi", PT.Gramedia Jakarta, 1986.

Tumbuhan Obat

Followers