Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Wednesday, February 22, 2012

45 JENIS TANAMAN ANTIDIABETES


Oleh Tarmizi, B.Sc, S.Pd

Diabetes mellitus, DM (bahasa Yunani: διαβαίνειν, diabaínein, tembus atau pancuran air) (bahasa Latin: mellitus, rasa manis) yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing gula adalah kelainan metabolis yang disebabkan oleh banyak faktor, dengan simtoma berupa hiperglisemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari:
Berbagai penyakit, sindrom dan simtoma dapat terpicu oleh diabetes mellitus, antara lain: Alzheimer, ataxia-telangiectasia, sindrom Down, penyakit Huntington, kelainan mitokondria, distrofi miotonis, penyakit Parkinson, sindrom Prader-Willi, sindrom Werner, sindrom Wolfram,[3] leukoaraiosis, demensia,[4] hipotiroidisme, hipertiroidisme, hipogonadisme,[5] dan lain-lain. http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus


Jumlah pengidap diabetes di Indonesia menurut data WHO pada tahun 2009 mencapai 8 juta jiwa dan diprediksi akan meningkat menjadi lebih dari 21 juta jiwa pada tahun 2025. Itu yang membuat Indonesia menempati peringkat empat negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Survey terhadap pengidap diabetes di Jakarta menunjukkan bahwa 1 dari 8 orang mengidap diabetes. Baik pria maupun wanita, tua maupun muda, tinggal di kota maupun desa, memiliki risiko diabetes yang sama. Apa itu diabetes? Bagaimana gejala diabetes? Apa bahaya diabetes sehingga sering dijuluki "Sillent Killer" atau "Pembunuh yang Senyap"? Dapatkah diabetes disembuhkan? http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/271-diabetes-penyakit-gula.html


          Penderita Diabetes golongan ekonomi lemah tak perlu khawatir akan naiknya harga obat-obatan di pasaran. Disekitar kita banyak nian tumbuhan yang berkhasiat obat antidiabetes. Menurut data dari berbagai sumber, di Asia Tenggara sedikitnya ada 45 jenis tanaman, di luar daun salam penghasil antidiabetes.
Diantara tumbuhan penghasil antidiabetes yang sangat akrab dengan kita adalah bawang merah, daun belimbing wuluh, kankung serta kumis kucing. Selain itu juga semangka, buah bligo, daun tapak dara, jambu batu. Semua jenis obat alternatf itu dapat dengan mudah kita peroleh. Pemanfaatannya bisa dilakukan dengan ditumbuk, dimakan langsung, atau dengan cara yang lain.
Dari sekian banyak tanaman, Pusat penelitian Antar Universitas Ilmu Hayati ITB telah melakukan penelitian terhadap 6 jenis tanaman. Masing-masing adalah sambiloto (Andrographis paniculata), tapak dara (Chataranthus roseus), belimbing wuluh (Averhoa bilimbi), dan biji kelabed (Trigonella foenum-graecum). Secara terpisah, sambiloto dan tapak dara juga telah diteliti di laboratorium penelitian Universitas Negeri Padang.
Satu jenis tanaman yang diteliti memerlukan tiga dosis untuk diuji coba. Masing-masing dosis memerlukan lima tikus untuk dicoba. Setiap tikus memerlukan lima kali percobaan. 
          Pada penelitian lain, setelah berbulan-bulan diteliti, ternyata daun salam memiliki nilai yang paling bagus sebagai penghasil zat antidiabetes. Akhirnya peneliti terfokus pada daun salam yang bisa dengan mudah didapat.
          Sementara itu menurut Dr. Sukrasno, peneliti pada PPAU Ilmu Hayati ITB, daun stevia memiliki rasa manis 200-300 kali lipat gula sukrosa (gual pasir) yang kita konsumsi sehari-hari. Beliau ingin mengembangkan penelitian stevia, karena sangat enak mengobati Diabetes dengan zat manis yang bisa dicampur minum teh.
          Berdasarkan penelitian juga, ternyata tidak semua jenis Diabetes bisa dilawan dengan zat antidiabetes dari tumbuhan. Menurut Sukrasno, Diabetes insipidus tidak bisa diobati dengan zat antidiabetes dari tumbuhan. Ini karena Diabetes Insipidus adalah Diabetes yang disebabkan kelebihan volume urin.
          Diabetes Mellitus bisa diobati dengan tetumbuhan tersebut. Penyakit ini disebabkan kebanyakan kadar gula dalam darah. Menurut Sukrasno, Diabetes Mellitus ini sedikitnya memilki tiga tipe yang berbeda dan ketiganya memerlukan pengobatan yang berbeda.
          Tipe pertama adalah Insulin Dependent Diabetes Mellitus atau sering juga disebut Diabetes remaja. Diabetes jenis ini disebabkan rusaknya sel-sel penghasil insulin. Gejalanya ditandai dengan kekurangan insulin yang absolut, sehingga satu-satunya pengobatan hanya bisa dilakukan dengan  dengan penyuntikan insulin tiap hari. Tidak dapat mengandalka anti diabetes dari tumbuhan.
          Tipe kedua adalah non-insulin dependent Diabetes Mellitus. Biasanya tipe ini dialami oleh orang lanjut usia. Diabetes ini disebabkan tidak maksimalnya produksi hormon insulin, sehingga diperlukan zat anti diabetes untuk membantu insulin mengimbangi kadar gula dalam darah. Jenis inilah yang bisa diobati dengan tetumbuhan.
          Tipe ketiga adalah Malnutrition Diabetes Mellitus. Diabetes tipe ini disebabkan pemenuhan nutrisi yang tidak tepat. Ini bisa jadi karena pola konsumsi makanan yang tidak tepat, atau bisa juga disebabkan tekanan darah terlampau tinggi. Pengobatanya dilakukan dengan memperbaiki konsumsi nutrisi tubuh.
          Walau belum dapat bekerja untuk semua Diabetes, hasil penelitian di atas tetap bermanfaat. Selain memberi alternatif pengobatan yang lebih murah, temuan tersebut juga menjaga kelestarian hayati di negeri ini. Setidaknya dari penderita Diabetes yang turut terangsang untuk melestarikan tumbuhan obat tersebut.

Diabetes mellitus, DM (bahasa Yunani: διαβαίνειν, diabaínein, tembus atau pancuran air) (bahasa Latin: mellitus, rasa manis) yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing gula adalah kelainan metabolis yang disebabkan oleh banyak faktor, dengan simtoma berupa hiperglisemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari:

  Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus
Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 - 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.

Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :

1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit. http://www.infopenyakit.com/2008/03/penyakit-diabetes-mellitus-dm.html

Juwet lebih terkenal sebagai jamu antidiabetes daripada anti ngompol dan mencret. Diabetes atau kencing manis disebabkan  oleh kelebihan   kadar  glukosa  darah,  karena  tubuh   tidak   mampu menghasilkan  hormon  insulin yang cukup.  Insulin  ini  bertugas mengubah  kelebihan gula dalam darah menjadi glikogen yang  dapat disimpan  dalam  hati.  Tugas  darah  yang  kelebihan  beban  ini terganggu.  Tugasnya ialah mengangkut oksigen baru dari  luar  ke bagian tubuh yang mebutuhkannya, dan mengeluarkan sisa metabolisme  berupa karbondioksida. Badan terasa letih, tenaga kurang  dan kalau  luka  lama sekali sembuhnya. Keringat dan  kencing  berbau amis, karena kelebihan glukosa.
     Biji buah juwet mampu mampu menyembuhkan gejala "lama sekali sembuhnya luka" itu. Ini adalah berkat kerja glukosida Phytomelin‚ dalam  biji  juwet,  yang mampu  mengurangi  kerapuhan  pembuluh-pembuluh darah kapiler. Dengan mengkonsumsi phytomelin‚ dari  biji juwet, kerapuhan itu dicegah, dan luka-luka yang ada dapat  cepat sembuh.
     Kadar   glukosa   yang  tinggi  dalam   penderita   diabetes menyebabkan  kadar  kolesterol  yang masih  rendah  dalam  darah. Seolah-olah  darah  sudah kebanyakan  kolesterol,  padahal  belum banyak.  Akibatnya tugas darah terganggu,  sehingga  pembangkitan tenaga hasil oksidasi (pembakaran) zat makanan menjadi  energi, macet. Berkuranglah tenaga kita dan lekas letih.
     Membuat  jamu  kencing manis adalah : 7 biji  juwet  bawang (atau 15 biji juwet biasa) ditumbuk halus, lalu direbus  dalam  2 gelas  air. Air rebusan ini diminum sedikit-sedikit. Jumlah  yang ada harus dihabiskan sepanjang hari. Boleh diangsur dengan  minum 3  kali sehari. Mungkin diperlukan 2-3 hari pemberian  jamu  ini, dan dihentikan kalau badan sudah segar (Slamet  Soeseno,   Trububus 252, Nov. 1990).
     Dengan  jamu ini yang diredakan hanya gejala penyakit  saja, sedangkan kekurangan insulin tidak dipulihkannya. Maka  disamping jamu  juwet  ini, penderita harus mengurangi  makanan  berglukosa banyak, seperti gula, nasi dan makanan karbohidrat lainnya.
          Sebanyak 30 gram umbi daun dewa (thein chi) dijadikan bubuk kemuda diseduh denga air secukupnya dan diminum 3 x sehari. Tiap kali minum 10 gram. Thein chi dapat dibelidi took obat Thionghoa (Hembing, Citra 383 Juli 1997).
          Ayah dari saudara Andi di Rumah Susun Pulomas Jakarta pernah mencoba obat alternatif setelah hampir frustasi dengan cara modern. Caranya cukup dengan melalap mentah lendir daun lidah buaya (Aloe vera) yang didapat dengan mengupasnya.
          Alpokad juga kaya karbohidrat. Dalam home page avoinvo disebutkan, makan buah alpokad sangat membantu penderita Diabetes, karena kebutuhan kalori dapat dipenuhi tanpa harus kawatir terkena serangan jantung. (Tarmizi, B.Sc, S.Pd/ Universitas Negeri Padang)
Referensi:

            Sardianto "Kecubung Sebagai Obat" Balai Penelitian Tanaman Obat   Tawangmangu, 1990.

            S "Akar Kecubung untuk Obat Kolera" (Majalah Tumbuh No.15, Nopember 1990). PT Menara Bangun Tanindo, Jakrta.

            Suci Puji Suryani "Kecubung" (Majalah Trubus No.278, Januari 1993). Yayanas Sosial Tani Membangun, Jakarta.

            Uje "Dua Jenis Kecubung" (Majalah Trubus No.279, Februari 1993). Yayanas Sosial Tani Membangun, Jakarta.

            Drs. Djoko Hargono et al, "Tanaman Obat Indonesia Jilid I & II," 1985, Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan - Depkes RI. Jakarta.

            Dra. H.Cir," Obat-obat Peninggalan Nenek Moyang," 1982, Ikhwan Jakarta.

            C Wahyu Suryowidodo, "Kecubung Kasihan Obat Keseleo," (Trubus No.248, juli 1990) Yayasan Sosial Tani Membangun, Jakarta.

Dra. Balkiah S & Anawati," Aneka Resep Obat Kuno  Warisan  Nenek Moyang," Anugerah

Surabaya.

Marah Maradjo & Ir.Saleh Widodo," Flora Indonesia, Tanaman Rempah-rempah," 1985, PT Gita

Citra, Jakarta.

Soeharso,"Daun saga Obat Sariawan," BPTO Tawangmangu,Maret 1990.

            Prof.Hembing WK,”Penyembuhan dengan Tanaman Obat,” 2003, Komputindo, Jakarta.


Tumbuhan Obat

Followers