Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Friday, June 22, 2012

Pembuatan Kecap bungkil kacang



Kecap
adalah bumbu dapur atau penyedap makanan yang berupa cairan berwarna hitam yang rasanya manis atau asin. Bahan dasar pembuatan kecap umumnya adalah kedelai atau kedelai hitam. Namun adapula kecap yang dibuat dari bahan dasar air kelapa yang umumnya berasa asin. Kecap manis biasanya kental dan terbuat dari kedelai, sementara kecap asin lebih cair dan terbuat dari kedelai dengan komposisi garam yang lebih banyak, atau bahkan  ikan laut. Selain berbahan dasar kedelai atau kedelai hitam bahkan air kelapa, kecap juga dapat dibuat dari ampas padat dari pembuatan tahu.
Kecap
Kecap ada beberapa macam antara lain:
a.       kecap bangkil kacang
b.      kecap air kelapa dan kecap air kedelai
c.       kecap ikan
Bahan alat-alat:
a.       Bungkil kacang
b.      air bersih
c.       penyaring
d.      ayakan
e.       kantong kain
f.       garam
g.       penanak
h.      tampah
i.        cendawan oncom Monilia Sithopia
Bungkil kacang adalah kacang yang sudah diambil minyaknya, tetapi bangkil kacang ini masih cukup mengandung lemak, zat tepung dan zat gula, protein.
Cara membuatnya:
1.      Bungkil kacang di rendam semalam suntuk dalam air bersih, lalu disaring dan diayak.
2.      Bersihkan kulitnya kemudian buanglah sebagian air yang diserap bungkil itu, bungkil yang segar ini dimasukkan ke dalam kantong kain atau tanggk dulu.
3.      Tindih dengan batu dan biarkan airnya keluar terperas, bungkil menjadi kesat.
4.      Bungkil yang sudah kesat langsung ditanak seperti menanak nasi selama 1 ½ Jam atau sampai masak. Bungkil yang sudah masak ini diserakkan diatas tampah. Jaga jangan mengempal, jemur seperlunya agar benar-benar menjadi kesat. Bila sudah dingin biarkan cendawan Monilia Sithopia.
5.      Dicampur rata dengan bungkil, cendawan ini ialah cendawan merah jingga yang tumbuh pada oncom. Ambil saja dari oncom dan taburkan rata pada bungkil itu.
6.      Bungkil yang telah ditaburi cendawan oncom ini kita peram, dengan menutupinya pakai daun waru atau daun pisang. Lindungi dengan tampah tumpukan diatas rak. Peram selama satu malam keesokan harinya peraman bungkil tadi dibalikkan untuk memperbaharui hawa dijaga agar tidak melebihi 30o C. Peraman ini berlangsung selama 3 hari 3 malam. Hasil kecap bergantung dari hasil cendawan ini, bila tumbuhnya bagus, maka mutu kecap itupun akan tinggi.
7.      Bungkil bercendawan itu, dijemur sampai kering betul. Buang bulu atau benang cendawan itu, dijemur sampai kering betul. Buang bulu atau benang cendawan itu, tampi dan tiupkan angin sampai bungkil bersih dari bulu cendawan, lama menjemur bungkil setidak-tidaknya 3 hari, ada yang menjemur siang hari dan diperembunkan malam harinya. Hal ini berlangsung selama satu minggu dan 2 minggu, 3 minggu bahkan ada yang 1 bulan. Terjadilah proses permentasi yang mendalam.
8.      Bungkil yang sudah bersih terus direndam dalam air garam . kepekatannya 30% smpai 40% yaitu 300 gram sampai 400 gram garam larutkan dalam 1 liter air bersih. Biarkan bungkil hasil permentasi ini terendam dalam larutan garam sampai menjadi kecap. Kita saring air rendaman itu dengan kain blacu halus, air hasil saringan itulah kecap.. kecap bungkil kacang asin tentunya. Supaya ada rasa manis dan baru wangi seperti kecap yang dijual, kita beri gula aren dan aneka bumbu, lengkuas, asam, serai, biji adas atau perhkak cina, ikan asin, akar rumput. Kecap berbumbu itu akan kita masak sekali lagi sampai mendidih, baru disaring sekali lagi bila sudah dingin supaya tahan lama tidak cepat bercendawan, bubuhkan bahan pengawet natrium benzoat sebanyak 0,1%.

Tumbuhan Obat

Followers