Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Saturday, June 9, 2012

Daun setan obat sukar tidur, Epilepsi, rasa gelisah, Kejang, panas pada anak, Sakit kepala, Batuk rejan, Difteri, Cacing krerni, jantung berdebar, Luka, koreng, dan kudis



Daun setan atau Lenglengan (Leucas lavandulifolia Smith) dengan sinonim  Leucas linifolia Spreng. termasuk ke dalam Familia Labiatae Lamiaceae).
            Di Sumatera disebut daun setan, di Jawa sebagai : paci‑paci (Sunda), daun setan, lenglengan, lingko‑lingkoan, lenglengan, plengan (Jawa), sarap nornor (Madura). Maluku: gofu hairan (Ternate), laranga (Tidore).
            Disebut daun setan mungkin karena daun ini dapat mengobati gelisah dan susah tidur, yang semula diduga akibat kerja/gangguan setan. Para tabib dahulu sering menggunakan tumbuhan ini untuk mengatasi penyakit tersebut. Tetapi jangan anda takut pula untuk mencari dan mengambil daun tersebut. Memang ada anjuran dari tabib untuk membaca ayat kursi dan bismillah ketika mencari daun tersebut. Itu biasa, karena kita perlu juga berlindung kepada Allah dari setan yang ada di mana-mana, bukan berarti setannya bersemayam di daun setan. Itu hanya namanya yang sudah terlanjur diberikan untuk tumbuan yang satu ini.
Daun setan (Leucas lavandulifolia Smith)
Sosok Tumbuhan:
            Daun setan tumbuh liar di tanah kering sepanjang tepi jalan, tanah terlantar dan kadang ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat, Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian kurang dari 1.500 m di atas permukaan laut.
            Terna semusim, tegak,tinggi 20‑60 cm. Batang berkayu, berbuku‑buku, bentuknya segi empat, bercabang, berambut halus, warnanya hijau. Daun tunggal, letak berhadapan, bertangkai. Helaian daun bentuknya lanset, ujung dan pangkalnya runcing, tepi pergerigi, panjang 5‑10 cm, lebar 2‑10 mm, warnanya hijau muda.
            Bunga kecil‑kecil,.warnanya putih berbentuk lidah, tumbuh tersusun dalam karangan semu yang padat, Buahnya buah batu, warnanya coklat. Biji bulat, kecil, warnanya hitam.
            Herba ini mempunyai khasiat yang sama dengan Leucas zeylanica (L.) R.Br.
Perbanyakan dengan biji.
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Pahit, pedas, hangat. Penenang, antiseptik.
KANDUNGAN KIMIA:
Daun dan akar mengandung senyawa berkhasiat antara lain: Saponin, flavonoida dan tanin, Daun juga mengandung minyak atsiri.
BAGIAN YANG DIPAKAI: Seluruh tanaman.
KEGUNAAN:
Sebagai obat Sukar tidur, rasa gelisah, Sakit kepala, Influensa, Batuk, batuk rejan, difteri, Jantung berdebar, Tidak datang haid, Pencernaan terganggu, Cacingan, Kencing manis (diabetes mellitus), Kejang, ayan (epilepsi).
Pemakaian Untuk minurn. 10-15 g, direbus.
Pemakaian luar:  Seluruh tanaman dicuci bersih lalu digiling halus, untuk pemakaian setempat pada luka, koreng, atau kudis.
MERAMU OBAT DARI DAUN SETAN
Obat Sukar tidur/Insomnia
·    15 g daun segar dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring dan dibagi menjadi 2 bagian. Minum pagi dan sore.

Sukar tidur, rasa gelisah:
·         Bantal kepala untuk tidur diisi dengan daun yang teiah dikeringkan.
Epilepsi.
·     3/4 genggam daun segar dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 ½  gelas, Setelah dingin disaring, minum dengan air gula secukupnya. Sehari 3 x ½ gelas.
Kejang panas pada anak.
·    1 genggam daun segar dicuci Ialu digiling halus, tambahkan air garam secukupnya. Aduk sampai menjadi adonan seperti bubur, lalu digunakan untuk menggosok dan melamur badan anak yang sedang kejang.
Sakit kepala, gelisah:
·     1 genggam daun segar dicuci lalu digiling halus, tambahkan 1 cangkir air bersih. Dipakai untuk mengompres kepala dengan handuk kecil yang dibasahi dengan ramuan tadi, lakukan 3 kali sehari.
Batuk rejan:
·    1 batang tanaman berikut akarnya dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 ½  gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan air gula seperlunya. Sehari 3 x 1 ½  gelas.
Difteri:
·    1/2 genggam daun berikut bunga lenglengan, 1/3 genggam daun jinten, 1 jari asam trengguli, 1 sendok teh adas, 3/4 jari pulosari, dicuci dan dipotong‑potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin disaring, dipakai untuk berkumur dalam mulut dan tenggorokan selama 2‑3 menit, lalu dibuang,

Cacing kremi:
·     3/5 genggam daun segar dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, minurn dengan madu seperlunya. Sehari 2 x 3/4 gelaS.
jantung berdebar:
·      15 g daun segar dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air  sampai mendidih selama 15 menit. Lakukan 2 kali sehari.
Luka, koreng, kudis:
·         1 batang tanaman segar dicuci bersih, rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit, Dipakai untuk mencuci luka, koreng atau kudis.
Selamat mencoba! (Tarmizi, B.Sc, S.Pd/ Universitas Negeri Padang)
dari berbagai sumber

Tumbuhan Obat

Followers