Automatic translation of this blog page

Tuesday, June 19, 2012

Pembuatan Abon

Abon adalah makanan yang yang terbuat dari serat daging. Penampilannya biasanya berwarna cokelat terang hingga kehitaman. Abon tampak seperti serat, karena didominasi oleh serat-serat otot yang mengering. Karena kering, abon biasanya awet disimpan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dalam kemasan kedap udara.
Selain dari bahan dasar daging, ada beberapa abon yang berbahan dasar ikan, seperti ikan tuna, ikan lele dan belut. Ada beberapa merk abon ikan seperti Pranspul, Putri Racmi, dan lain-lain. Abon biasanya dimakan sebagai lauk taburan di atas nasi atau bubur ayam, atau sebagai isi lemper. Di Indonesia, daging yang biasa digunakan untuk membuat abon berasal dari daging sapi, sehingga orang mengenal 'abon sapi'. Selain daging sapi, bahan lain yang digunakan adalah ayam, babi, ikan dan kambing. Di Chinaabon yang paling lazim adalah abon daging babi yang disebut rousong. Sentra pembuatan abon sapi di Indonesia saat ini ada di daerah Boyolali, Solo, Salatiga dan sekitarnya. Sedangkan sentra pembuatan abon babi terdapat di Bali. Beberapa merek abon daging sapi antara lain Abon Ratu, Abon Ratudua, Abon Kenari, Abon Wayang, Abon Ratu Mawar, dan Abon Gloria.
Abon sapi

Sebagaimana bahan aslinya yaitu daging, abon merupakan sumber protein. abon terbuat dari daging yang tidak berlemak, namun kandungan lemaknya masih cukup tinggi, karena dilakukanya proses penggorengan. meskipun dalam proses pembuatannya ada tahap pengepresan, tetapi terkadang masih cukup banyak lemak / minyak yang tertinggal kecuali jika buatan pabrik, pengepresan lebih sempurna sehingga lemak tidak ada.
Dibanding dengan daging, mutu protein abon lebih rendah (menurun) karena adanya proses proses pencokelatan (browning). reaksi pencokelatan menyebabkan protein bereaksi dengan karbohidrat sehingga susah dicerna oleh enzim pencernaan. Pada umumnya yang disebut abon yaitu jenis makanan yang terbuat dari daging hewani seperti daging sapi, kerbau, babi, ayam, ikan, dan sebagainya. Daging sapi yang cocok dibuat abon adalah daging yang tidak mengandung lemak, seratnya teratur, tidak banyak uratnya, misalnya daging bagian paha, gandik dan lain lain.
Berikut adalah kandungan gizi yang terkandung dalam 100 gram abon sapi murni: energi 212 Kkal, protein 18 gram, lemak 10,6 gram, karbohidrat 59,3 gram, kalsium 150 mg, fosfor 209 mg, besi 12,3 mg, vitamin A 138 RE, vitamin B1 0,17 mg, air 7,1
Bahan-bahan dan bumbu-bumbunya:
a.       Daging sapi yang paling baik 1 kg
b.      Kelapa yang sudah tua 1 biji
c.       Kacang tanah yang sudah dikupas kulit arinya ½ kg
d.      Garam dapur 75 gram (± 3 sendok makan)
e.       Bawang putih 20 gram (± 20 siung)
f.       Ketumbar 10 gram (± 2 sendok teh)
g.       Vetsin (moto) 10 gram (± 2 sendok teh)
h.      Gula pasir 4 ons
i.        Bawang merah 1 ½ ons.
Cara kerja:
a.       Daging sapi kita pilih yang paling baik ialah yang disebut kumol atau lulur dalam. Kemudian direbus selama 2 Jam
b.      Daging yang sudah dimasak tersebut digiling dengan gilingan daging. Kalau alat ini tidak ada, boleh disuwiri (bhs. Jawa) dengan tangan yang kecil-kecil kira-kira sebenar benang.
c.       Kelapa 1 biji di parut semua diambil santannya 1 liter
d.      Kacang tanah yang masih berkulit direndam dalam air mendidih ± 1 jam, kemudian dihilangkan kulit arinya. Setelah betul-betul bersih, kacang tersebut direbus selama 1 jam.
e.       Kacang yang sudah direbus di tumbuk dalam lumpang sambil dicampur sedikit santan sesendok demi sesendok supaya mudah hancur dan betul-betul lumat.
f.       Bumbu-bumbu: garam dapur, bawang putih, ketumbar ditumbuk halus.
g.       Daging yang sudah halus 2, kacang yang sudah lumat 3, bumbu-bumbu yang sudah halus, 6, Vitsin dan gula pasir kesemuanya dicampur menjadi satu dengan santan 4, dan diremas-remas dengan tangan.
h.      Kemudian campuran 7, ini kemudian didiamkan atau diangin-anginkan selama 1 Jam.
i.        Kalau sudah diangin-anginkan selama 1 Jam, yang terakhir terus digoreng sampai masak dan kering.
j.        Kalau sudah masak menjadi abon terus diperas sedikit demi sedikit supaya keluar minyaknya.
k.      Bawang merah 1 ½ onsdikupas kulit luarnya dicuci yang bersih, diiris-iris yang kecil-kecil kemudian di goreng.
l.        Yang terakhir bawang merah yang sudah jadi. Kalau akan diperdagangkan masukkan dalam kantong plastik diberi etiket menurut kesukaannya.
Cara lain:
Potongan daging yang telah dibumbui dengan garam dan kecap, direbus dan dididihkan, sehingga serat-serat daging mulai terlepas dan mudah disuwir-suwir. Hal ini karena kandungan kolagen dan elastin zat pengikat otot telah larut oleh air rebusan. Daging yang mulai tercerai-berai hasil rebusan ini kemudian dikeringkan, dapat dengan cara dijemur atau menggunakan oven. Setelah itu daging ini disangrai di atas penggorengan besar sambil ditumbuk-tumbuk. Ketika ditumbuk daging ini membentuk serat-serat daging yang menyerupai gumpalan benang. Saat disangrai ini serat daging ditambahkan bumbu-bumbu penambah rasa, seperti gula jawa dan bawang goreng, terus diaduk hingga benar-benar kering.
in;mar� � b t � + XN, pt;text-indent:-.25in;line-height: normal;mso-list:l0 level1 lfo1'>e.       cuka
f.       periuk
g.       kompor
Cara membuatnya:
a.       Terlebih dahulu kedelai kuning dibersihkan, dipilih yang baik, setelah dibersihkan dari kotoran dan debu direndam dalam air selama satu hari satu malam sehingga menjadi bubur kedelai putih dan kental.
b.      Setelah digiling bubur kedelai itu direbus sehingga mendidih sampai busanya naik dua kali, api perebusnya harus besar kemudian bubur kedelai ini kita saring dengan kain dan dalam kain saringan nanti tinggal ampas putih.
c.       Ampas ini disiram beberapa kali dengan air mendidih sambil diaduk-aduk dan dibalik-balikan lalu keempat kain saringan itu disatukan, sambil memegang keempat ujung kain ampas tadi diputar-putar lalu kain berisi ampas tadi diletakkan kedelai dapat dalam tempat yang kuat pakai kerangkan sehingga ampas ini waktu diperas atau dipadatkan tidak jatuh ke dalam tempat penampungnya.
d.      Air saringan ini dicampur asam cuka atau batu (gyps). Sambil diaduk sehingga tahu mengendap didasarnya, air dibuang hingga tinggallah tahunya. Tahu ini dicuci dengan air sambil rasa asamnya hilang atau sangat berkurang. Baru dicetak agar tahu ini menjadi kukuh dan agak padat, kempa pelan-pelan atau diberi beban diatasnya, biarkan kira-kira 5 menit lamanya kemudian baru tahu itu dipotong-potong dan  siap untuk dikonsumsi.

Tumbuhan Obat

Followers