Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Saturday, June 9, 2012

KIAT MENGHEMAT UANG


7 KIAT MENGHEMAT UANG
Tarmizi, B.Sc, S.Pd
            Seorang ibu misalnya, ketika berlangkat ke pasar hanya berniat membeli beras, susu, sabun, dan minyak goreng. Ternyata saat berada  di pasar ia tergoda  untuk membeli juga vas bunga, gelas cantik dan pernik-pernik lainnya. Akibatnya uang yang dibelikan melebihi target anggaran karena banyak barang yang dibeli tidak sesuail dengan kebutuhan.
            Walaupun kemudian setelah tiba di rumah ibu tersebut menyesali kekhilafannya tersebut, anehnya kejadian serupa itu selalu berulang bulan. Tulisan berikut menawarkan berhemat yang tepat  untuk membantu para ibu menghindari pemborosan.
“…Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesunggunnya pemboros itu adalah Sudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhan.”(Qs Al- israa : 26-27)
            Al-Islam sebagai tatanan hidup yang sempurna,  telah memberikan petunjuk yang sempurn bagi umatnya di segala bidang kehidupan, termasuk dalam bidang ekonomi. Prinsip hidup hemat (tidak boros) merupakan salahsatu ajatan asasi dalam islam. Bahkan Allah Swt mencela perilaku manusia yang hidupnya boros.bergelimang dengan kemubaziran dengan gelar saudara setan seperti dikutip dalam ayat (ikhwanus syayatin). Na Uzubillahi mindzalik tentu kita tak mau vonis ini jatuh kepada kita. Sebenamya, banyak hal yang dapat dilakukan dlam berhemat, terutama muslimah.
1. Pilih makanan segar
            Beli kebutuhan (makan, minum, dan kebutuhan rumah tangga) sehari-hari di toko yang menawarkan harga bersaing. Makan Di luar dapat tetap Anda lakukan untuk mengurangi  kebosanan, asalkan dalam  frekuensi yang tidak terlu sering. Beli pula  makanan segar karena akan lebih murah ketimbang memli dari kantin kantor atau sekolah. Hidangkan pula kue-kue buatan sendiri ketimbang membeli kue kalengan sebagai makanan selingan keluarga.
             Jangan membeli makanan matang untuk bekal ke tempat kerja atau ke sekolah (kampus). Lebih baik kita buat sendiri makanan itu. Kenapa harus membeli nasi rames di tempat kerja kalau dalam tempo sebentar kita dapat membuat nasi rames yang lezat?  Kenapa harus membeli kue-kue, kalau kita dapat membuat bakwan atau martabak manis misalnya. Bukankah dengan membuat sendiri berarti lebih hemat dan higienis.
             Jajanan untuk keluarga sebaiknnya juga kita, buat sendiri. Pisang goreng atau dadar gulung yangl kita buat tentu lebih baik dan lebih lezat daripada membeli makanan ringan (snack) di warung atau toko.
             Bila akan berbelanja makanan, lakukanlah sesudah makan. jangan pergi berbelanja dalam keadaan lapar. Sebuah hasil penelitlan menunjukkan bahwa perut lapar akan menimbulkan banyak selera. Dengan demikian kita dapat terjebak membeli bahan-bahan makanan yang sebenarnya tidak perlu.
            Bila keluarga Anda mengadakan rerkreasi, jangan membeli makanan keci di tempat  rekreasi tersebut karena harganya pasti mahal. belilah makanan kecil  itu di toko atau warung biasa atau di pasar sebelum  berangkat, atau lebih baik lagi dibawa dari tumah. Sebenarnya makanannya tidak berbeda, hanya tempatnyalah yang menjadikan harga lebih murah atau lebih mahal.
2. Teliti Membeli Pakaian
            Belilah pakaian bila Anda, suami atau anak memang benar-benar membutuhkannya. Pilih jenis bahan yang mudah perawatannya sehingga tidak perlu dicuci secara khusus di binatu. Sempatkan diri untuk membeli pakaian pada saat obral. Bila teliti  biasanya bisa Anda dapatkan yang baik.
       Membeli baju anak-anak dengan ukuran lebih besar satu atau dua nomor dapat pula Anda lakukan. Anak pasti akan membutuhkannya nanti.
             Hindari memheli pakaian yang mahal harganya. Pilihlah busana yang serba guna dan syar’i tentunya. Artinya, pantas dipakai untuk rekreasi, berbelanja, pergi kuliah atau pun menghadri  pertemuan atau undapgan.
3. Hemat listrik
            'Slogan Hemat Energi', Hemat Biaya, pasti sering Anda dengar Akan lebih baik lagi bila Ini Anda prakekkan. Matikan lampu bila ruangan tidak dipergunakan. Kurangi pula penggunaan lampu yang tidak diperlukan.
             Pada saat kita memasak dengan kompor, nyalakan api kompor secukupnya saja. Tak perlu sampai keluar api menjilat-jilat di sekeliling panci atau penggorengan, karena hal itu berararti pemborosan energi.
        Sebelum membuka pintu lemari es atau freezer pikirkan dulu apa yang hendak kita ambil. Dengan demikian kita tidak perlu berkali-kali membuka-tutup lemari  es Itu. Setiap kali lemari es terbuka, hawa dingin keluar dan hawa panas masuk. Hal itu akan menyebabkan lemarl es bekerja lebih berat untuk mendinginkan hawa panas tadi dan  membutuhkan energi yang berlebihan. Bukankah Ini pemborosan? juga perlu          diingat, jika kita membuka lemari es atau freezer segeralah tutup kembali sesudah mengambil isinya, agar tidak terlalu banyak hawa Panas yang masuk.
             Matikan oven atau kompor sesaat sebelum makanan masak (matang), untuk menghemat energi. Panas yang tersisa sesudahoven atau kompor dimatikan sudah cukup untuk menjadikan makanan matang.
             Bila udara panas, gorden perlu ditutup, sementara jendela-Jendela  dan ventilasil lainnya perlu dibuka. Dengan demikian rumah tidak terlalu panas, sehingga kita tidak perlu menyalakan kipas angin untuk mengusir panas dan rekening listrik dapat ditekan.
             Pada saat merebus, gunakan api secukupnya sekedar dapat menggelembung-gelembungkan air didih perebus. Bila gelembung-gelembung air sangat hebat, artinya kita menggunakan energi berlebihan. Segera kecilkan nyala kompor, karena gelembung air sangat hebat tidak akan mempercepat masaknya sesuatu yang kita rebus. Suhunya tetap saja 100 derajad Celsius.
4. Jadilah Anggota Perpustakan
            Bila Anda dan suami gemar membaca, daftarkan diri untuk menjadi anggota pada 2-3 perpustakaan. Dengan begitu Anda bisa menghemat biaya pengeluaran untuk membeli buku. Ajak pula anak-anak menjadi anggota perpustakaan, disamping menghemat pembelian buku Anda pun telah mengembangkan kebiasaan membaca pada anak.
5. Kuasai suatu keterampilan
            Memilih suatu keterampilan, apakah itu menjahit atau memotong rambut, akan bermanfaat dan dapat menghemat beberapa pos pengeluaran Anda. Dengan keterampilan ini Anda dapat menjahit atau pun memotong sendiri rambut suami dan anak.
6. Menabunglah
            Menabung menimbulkan rasa aman. Bila saatnya Anda harus membayarr segala tagihan, pertama-tama sisihkan dulu untuk tabungan. Anda dapat menempuh berbagai cara menabung. Langsung masukkan sekian persen dari pendapatan ke dalam tabungan atau simpan saja pengeluaran mingguan atau bulanan Anda  ke dalam tabungan tradisional/celengan atau. diinvestasilkan dalam bentuk barang.
             Setiap hari sebelum tidur, kumpulkan Iuang receh yang kita peroleh hari itu dan masukkan ke dalam kaleng atau gelas. Uang dua puluh lima tupiahan, lima puluh atau seratus rupiah, kadang kadang tak karuan kemana disepelekan. Cobalah kumpulkan. Dan  jangan terkejut bila satu hari kita mendapatkan jumlah uang yang lumayan besar di celengan kita.
            Segera setelah mendapat anggaran dari orangtua atau suami (bagi yang telah menikah), sisihkan sejumlah uang tertentu untuk disimpan atau ditabung (tidak harus di bank).  Simpanan ini dapat digunakan untuk menghadapi kebutulm mendadak. Jangan  mencoba tnenunggu sampai akhir bulan, untuk menabung sisa anggaran. Bila demikian halnya, akhimya kita akan mencapai ketekoran, bukan sisa.
            Melonggarkan sedikit penghematan yang sedang Anda lakukan, boleh-boleh saja untuk, menyenangkan keluarga, karena hidup memang perlu dinikmati. Tapi, jangan lupa untuk segera mengencangkan ikat pinggang kembali.
7. Membuat daftar belanja
            Sebelum berangkat ke pasar atau super market jangan lupa berdoa dan membuat daftar barang-barang (bahan makanan) Yang akan dibeli. Ketika berbelanja, berusahalah untuk disiplin dan berupaya keras jangan membeli barang yang tidak tercantum dalam daftar yang telah kita buat tadi. Jadi, membeli barang hanya yang paling diperlukan saat ini atau proiritas utama saja!
Nah. bagaimana? ternyata dalam banyak hal kita masih mampu untuk berhemat.
Diringkas dari: Buku Agar Ada bertambah kaya tahun depan, dan dari Majalah Ayahbunda, edisi 7/93)

Tumbuhan Obat

Followers