Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Friday, July 30, 2010

KAYU BULAN


KAYU BULAN untuk asma, bengkak, bisul, penebalan kulit, mata ikan (clavus), dan sering kencing

Oleh Tarmizi, BS.c, S.Pd




Kayu bulan dengan nama ilmia Pisonia alba Span termasuk familia Nyctaginaceae. Ada orang yang menyebutnya sebagai kol banda dan di Sulawesi disebut kayu kulo, sedangkan nama asingnya koolboom.





Sosok kayu bulan

Kayu bulan atau kol banda merupaka taman asli Indonesia, dapat ditemukan pada ketinggian 1-300 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tumbuh liar baik di hutan, tepi pantai, dan tempat terbuka lainnya. Kadang kala kayu bulan ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman pagar dan di taman-taman sebagai tanaman hias.

Kol banda berupa perdu atau pohon kecil, tinggi sekitar 5-13 meter, percabangan agak mendatar sehingga tampak rindang. Daunnya berupa daun tunggal bertangkai, bentknya jorong sampai memanjang, tepi daun rata atau pun bergerigi, ujung runcing, pangkal tumpul. Daun muda yang tumbuh di ujung rantingnya bewarna putih sampai kuning pucat. Sedangkan daun tuanya bewarna hijau muda. Bunganya kecil-kecil dan jarang ditemukan.

khasiatnya

Bagian yang dipakai untuk obat ialah daunnya. Khasiatnya sebagai antiseptic dan anti radang.

Kegunaannya

Kayu bulan digunakan untuk asma, bengkak-bengkak, bisul, penebalan kulit, mata ikan (clavus), dan sering kencing.

Untuk diminum, daun kayu bulan seckupnya direbus denga air.

Untuk pemakaian luar, daun kayu bulan seckupnya dipanaskan di atas api, sampai lemas atau juga boleh digodok dengan santan, untuk digunakan menurap bagian badan yang sakit.

Pemakaian Untuk minum: Secukupnya.

Pernakaian luar: Secukupnya, dipanaskan di atas api sampai lemas atau digodok dengan susu/santan untuk menurap bagian yang sakit.

Sesak karena asma

Untuk obat sesak karena asma, daun kayu bulan yang masih muda beberapa lembar dicuci lalu diasap sebentar, kemudian dimakan sebagai lalap matang. Lakukan 2 kali sehari.

Kaki bengkak:

Daun dicuci bersh lalu dipanaskan di atas api sampai terasa lemas, kemudian diletakkan pada kaki yang bengkak.

Bisul :

Beberapa lembar daun muda digodok dengan sedikit santan, setelah lunak dilumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk menurap seluruh permukaan bisul.

Melunakkan kulit yang menebal dan mengeras (clavus):

Daun dicuci bersh lalu digodok dengan susu atau santan, Setelah dingin ditempelkan kebagian kaki yang menebal.

Sesak karena asma:

Beberapa lembar daun yang masih muda dicuci lalu diasapkan sebentar, makan sebagai lalab matang. Lakukan 2 x sehari. (Tarmizi, BS.c, S.Pd/Universitas Negeri Padang)

Sumber: Tanaman Obat Indonesia, Depkes. TANAMAN BERKHASIAT OBAT IV, Pustaka Kartini. Nama Daerah dan Asing Tanaman, Trubus.

Tumbuhan Obat

Followers