Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Monday, June 21, 2010

BAWANG MERAH


KANDUNGAN BAWANG MERAH DAN KHASIATNYA
Oleh : Tarmizi, BSc, S.Pd


Tidak seperti obat modern yang bertujuan tunggal, senyawa misterius dalam bawang merah lebih berfungsi sebagai obat mujarab (mangkus) yang menangkal terjadinya perusakan sel.
Bawang merah termasuk ke dalam Famili: Liliaceae. Nama ilmiahnya: Allium cepa L. Nama bawang merah menurut daerah : Sumatera : bawang abang mirah, pia, bawang abang, barambang sirah, dasun merah, bawang suluh. Jawa : bawang beureum, brambang, bawang abang, bhabangmera. Nusatenggara: jasun bang, laisona pilas, kalpenomeh. Sulawesi: jantuna, mopura, bawangi, lasuna eja, lasuna cela. Maluku: Kosai miha, bawa, bawa roriha.
Kandungan Kimianya
Bawang merah mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin atau mineral, dan senyawa yang berfungsi sebagai anti-mutagen dan anti-karsinogen. Senyawa ini kurang diperhatikan karena tak punya nilai gizi sama sekali dan ditemukan dalam jumlah sangat terba-tas. Meski beitu, senyawa tersebut berpotensi secara fisiologis.
Bawang merah bukan sebagai sumber utama karbohidrat, pro-tein, vitamin maupun mineral. Namun demikian, potensi dari produk ini tak kalah penting daripada produk pertanian lainnya. Bawang merah merupakan komoditi pertanian ang banyak mengandung air, dimanaairnya sekitar 80-85%.
Dari setiap 100 gram umbi bawang merah kandungan airnya mencapai 80-85 g, protein 1,5 g, lemak 0,3 g, karbohidrat 9,3 g. Adapun komponen lain adalah beta karoten 50 IU, tiamin 30 mg, riboflavin 0,04 mg, niasin 20 mg, asam askorbat (vitamin C) 9 mg. Mineralnya antara lain kalium 334 mg, zat besi 0,8 mg, fosfor 40 mg, dan menghasilkan energi 30 kalori.
Khasiatnya
Tanaman ini tumbuh di seluruh Indonesia terutama di pegu-nungan, sehari-hari dikenal sebagai bumbu untuk masakan, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain di dunia. Selain untuk bumbu, bawang merah sudah sejak lama digunakan untuk pengobatan keluarga.
Bangsa Mesir kuno telah mengenal bawang merah sejak 5000 tahun silam. Bawang merah merupakan bahan terkenal sebagai obat pilek sejak berabad-abad lamanya. Selain itu, bawang merah ber-fungsi membunuh bakteri penyebab penyakit Entamuba coli dan salmonella.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bawang merah mampu menurunkan kadar kadar gula dan kolesterol dalam darah. Juga dapat menghambat enumpukan trombosit. Selain itu bawang merah dapat meningkatkan aktivitas fibriolitik sehinga memperlancar aliran darah. Tidak kalah pentingnya bawang merah dapat memobi-lisasi kolesterol dari tempat penimbunannya.
Dengan pengaruh semacam ini bawang merah dapat meneka terja-dinya penyakit komplikasi kencing mnis, seperti jantung, gangren dan penyakit lain.
Menurut Depkes RI dalam Buku Tanaman Obat Indonesia, umbi bawang merah dengan nama simplisia Alii cepae Bulbus mengandung minyak atsiri,siklo aliin, metilaliin, dihidroaliin, kaemferol, fluroglusin.
Di dalam bawang merah terdapat ikatan asam amino yang tidak berbau, tak bewarna dan dapat larut dalam air. Ikatan asam amino ini disebut aliin. Dimana senyawa tersebut dapat berubah menjadi alicin. Bersama dengan tiamin (vitamin B), alicin dapat membentuk allitiamin, senyawa bentukan ini ternyata lebih mudah diserap oleh tubuh daripada viamin B sendiri. Degan demikian, alicin dapat membuat vitamin B lebih efisien dimanfaatkan oleh tubuh.
Senyawa-senyawa yang bersifat bakterisida dan fungisida diduga juga terdapat dalam minyak atrisi bawang merah. Menurut Depkes RI dalam Buku Tanaman Obat Indonesia, umbi bawang merah dengan nama simplisia Alii cepae Bulbus berguna untuk memacu enzim pencernaan, obat luka, peluruh air seni, peluruh dahak/obat batuk, peluruh haid, dan obat sakit gula.
Impotensi
• Bawang putih 5 siung dan bawang merah 5 siung ditumbuk halus. Ambil 3 kuning telur ayam kampong. Semua bahan dicampurkan dan dikukus atau ditim setengah matang. Dimakan setiap pagi selama sebulan.
Stuep/kejang
Untuk menghindari agar jangan sampai anak terserang stuep jika ia dalam keadaan panas, usahakan agar bisa buang air besar secara teratur, atau jika demam usahakan agar ia dapat buang air kecil dan mengeluarkan keringat sebanyak-banyaknya. Hindari berangin-angin atau naik kendaraan bermotor dan jangan membuatnya terkejut.
• Jika terjadi kejang disertai panas, maka kepala si anak diguyur dengan air dingin atau dikompres dengan air es atau bawang merah yang diberi cuka. Kakinya direndam dalam air hangat. Untuk menyadarkannya, tetesilah lidahnya dengan air bawang merah. Perhatikan benar bagian giginya, jangan sampai menggigit lidah sendiri. Untuk itu lidahnya bisa diganjal dengan sendok atau kain.
Hipotensi
Bawang merah 5 gram, cabe rawit/lombok 15 gram, asam kawak 5 gram, lada 10 gram, gula enau 5 gram, garam dapur 7 gram. Semua bahan digiling halus menjadi sambal cabe. Rebus pula bayam secukupnya hingga ¾ matang. Makanlah sayur bayam bersama sambal dan nasi. Semoga tensi anda naik lagi sampai normal!
Anak Kembung/masuk angin
• Bawang putih 1 siung dan bawang merah 1 siung dihancurkan bersama. Tambahkan 7 tetes minyak tanah, aduk lagi. Oleskan pada perut si anak. Kalau ada minyak kayu putih atau minyak talon, juga boleh dicampurkan agar hasilnya lebih maksimal.
Referensi:Majalah Trubus Juli 1991; Majalah Ikatan Dokter Indonesia 1986; Buletin Kimima Farma N0.11 1981; Majalah Panasea No. 86 Juli 1994 , Penyembuhan dengan tanaman obat, 2002, Ramuan sorga, 1997, Tanaman obat Indonesia, 1985.

Bawang Merah
Bawang merah (Allium ascolanum) termasuk suku Lilianceae yang sangat banyak perannya Penggunaannya terutama sebagai bumbu masakan, dimana bawang merah dapat berfungsi sebagai sumber aroma dan penyedap masakan yang sangat penting. Hal ini disebabkan bawang merah mempunyai rasa dan bau yang spesifik berasal dari minyak etiris yang dikanduagnya yaitu sebagai allil prophyl disulfida yang cepat menguap. Selain itu bawang merah juga merupakan obat
Tanaman bawang merah berasal dari Asia Barat yaitu Palestina yang masuk ke Indonesia mulai dari India, Kapat masuknya ke Indonesia belum diketabui dengan jelas. Pada garis besarnya dikenal 2 jenis bawang merah yaitu bawang merah biasa (Allium ascolanum) dan bawang merah bombay atau bawang merah sebenarnya (Allium cepa). Allium ascolonicum dikenal dengan bawang merah blambangan merupakan jenis bawang merah yang banyak digunakan.
Bawang merah diklasifikasikan sebagai divisio spermatho-phyta, sub divisio angiospermae, klas monokotiledon, ordo liliaces, famili liliaceae, dan spises allium ascolonicum.
Tempat Tumbuh bawang merah
Menurut Suryatna Effendi untuk pertumbuhan suatu tanaman selain tergantung pada susunan genetis juga kondisi lingkungan tanah dan iklim, Walaupun manusia belum, dapat mengubah ikling kecuali pada batas- batas tertontu tapi mampu untuk mengatur usaba taninya agar cocok dengan iklim tersedia. Tambah lagi bawang merah membutuhkan kel.embaban iklim yang tinggi pada permulaan pertumbuhan dan kondisi kering dan suhu yang tinggi pada priode manaknyat.
Bawang merah dapat ditanam dengan baik didaerah dataran tinggi, tetapi pada umumnya lebib baik didaerah dataran rendah sampai ketinggian 30 meter dari permukaan laut karena suhu udara tiggi. Dalam aksi agraris Kanisas ditemui bahwa tanaman bawang merah dapat hidup baik di daerah dataran rendah maupun tinggi. Ketinggian dari permukaan lautan berkisar dari 0–800 meter.
Menurut Samsudin selama pertumbuhannya tanaman bawang merah memerlukan priode basah dan kering yang saling bergantian. Bila keadaan air pengairan cukup tersedia tanaman bawang merah sebaiknya dilakukan pada musim kemarau, karena pada cuaca berkabut dan banyak hujan menyebabkan perkembanganya lama dan penyakit semakin giat. Pada umumnya tanaman bawang merah tidak tahan terhadap yang lebat, Curah yang optimum 100-200 ml/ bulan. Suhu untuk pertumbuhan 15 - 35 derajat.
Komposisi Zat Kimia
Bawang merah merupakan jenis.sayuran yang sangat mudah ditanam dan diperbanyak. Dalam bawang merah terdapat banyak zat-zat yang diperlukan oleh tubuh seperti kalori, protein, lemak, Kalsium, dan lain-lain. Komposisi zat kimia dari bawang merah dapat dilihat pada tabel berikut.
Kolori: 39 kal
Protein: 1,5 gram
Karbohidrat: 0,2 gram
Kalsium : 36 mg
Fosfor : 40
Vitamin 0,03 mg
Vitamin C 2 mg
Air 88 mg
Lemak 0,3 mg
Pektin
Pektin secara umum terdapat pada dinding sel primer tanaman, khususnya disela-sela antara selulosa dan hemi selulosa. Senyawa pektin juga berfungsi sebagai bahan perekat antara dinding sel yang satu dengan lainnya. Bagian antara dua dinding sel yang berdekatan tersebut disebut lamela tengah.
Sebagai penyusun jaringan tumbuhan, zat pektin bertanggung jawab terhadap sebagian besar kekerasan dan tekstur buah buahan dan sayur-sayuran. Pelunakan jaringan buah-buahan selama pemasakan, penghancuran kemantapan Icoloid perubahan pekatan buah-buahan sering disebabkan oleh perubahan dalam zat pektin. Sebagai aditif, pektin merupakan pembentuk gel dan pengental yang sangat berharga.
Pektin pada umumnya terdiri dari berbagai senyawa karbohidrat. senyawa utamanya terdiri dari polisakarida yang terdiri dari unit asam D galakturonat yang dihubungkan dengan ikatan 1–4 glukosida, asam galakturonat merupakan turunan dari galaktosa.

Tumbuhan Obat

Followers