Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Friday, November 2, 2012

Saga

Saga sebagai Obat Infeksi Jamur, scabies, radang kulit bernanah, eczema, Sakit tenggorok, hepatitis, Serak, amandel, Bronchitis, Leucoderma, Batuk, sariawan, Trachoma, kekeruhan pada kornea, wasir dan Panas dalam



Saga biasa dipakai sebagai obat:
Sosok Tanaman
            Saga dapat ditemukan tumbuh liar di hutan, semak belukar atau ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat. Tanaman negara tropis dan subtropis ini dapat tumbuh di daerah kering padatempat-tempat yang sedikit terlindung, Asalnya ada yang mengatakan dari Asia dan Afrika, serta dapat ditemukan dari 1-1.000 m dpl.
Tanaman perdu yang memanjat dan membelit kekiri pada tanaman lain atau di pagar ini, tingginya mencapai 2-5 m, dan mempunyai pokok batang yang kecil. Daunnya berupa daun majemuk menyirip genap yang tumbuh berseling, panjang 4-11 cm. Anak daun 817 pasang, bertangkai pendek, panjang 5-20 mm, lebar 3-8 mm. Helaian daun bentuknya jorong melebar atau bundar telur, ujung dan pangkalnya tumpul agak membundar, warnanya hijau sampai hijau pucat, permukaan atas licin, permukaan bawah berambut halus, tulang daun menonjol dipermukaan bawah, Bunga kecil-kecil dengan mahkota bunga berbentuk kupu-kupu, warnanya ungu muda tumbuh berkumpul dalam tandan yang keluar dari ketiak daun. Buahnya buah polong berwarna hijau kuning, gepeng bersegi empat memanjang, panjang 2-5 cm, lebar 1,2-1,4 cm. Buah bila masak menjadi kering berwarna hitam dan pecah sendiri, berisi 3-6 butir biji yang bentuknya bulat lonjong, panjang 5-9 mm, keras, warnanya merah mengkilap berbercak hitam disekitar hilum yang berwarna putih.
Bijinya yang disebut kacang patern oster biasa dibuat manik-manik, kalung dan hiasan lainnya karena bentuknya yang sangat menarik, ternyata sangat beracun dan dapat mematikan. Saga dapat diperbanyak dengan biji.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Biji: Pedas, pahit, netral, sangat beracun. Membunuh parasit (parasiticide), anti radang, melancarkan pengeluaran nanah. Tidak dianjurkan untuk pemakaian dalam (minum/makan).
Akar, batang dan daun: Manis, netral, Membersihkan panas, anti radang, peluruh kencing (diuretik).
Akar: Perangsang muntah (emetikum).
Daun: Penyejuk (demulcent) pada kulit dan selaput lendir.
KANDUNGAN KIMIA:
Biji: Abrine, abraline, L(+)-hypaphorine, precatorine, choline, trigonelline, squalene, betaamyrin, abrussic acid dan asam gallat,
Akar, batang dan daun: Glycyrrhisic acid, Abrine (jequiritin) suatu albumin tumbuhan, senyawaan ini sangat toksik, larut dalam larutan natrium klorida, mempunyai titik lebur 295o Celcius dan dapat menghambat pertumbuhan Ehrlich ascites tumor pada mencit.
BAGIAN YANG DIPAKAI: Biji, akar, batang dan daun.

KEGUNAAN:
            Akar, daun dan batang dipakai untuk mengobati Sakit tenggorok, sariawan mulut, radang amandel, Bronchitis, batuk kering, Hepatitis, Kencing terasa panas, Panas dalam.
PEMAKAIAN LUAR:
            Tumbukan daun dapat digunakan untuk mengkompres: Bengkak (memar). Sakit otot (rheumatism). Bercak-bercak berwarna pada kulit yang terpapar (freckles).
            Biji saga pada pemakaian luar untuk: Kudis, kurap, radang kulit bernanah, ekzema, bisul, memar, Bercak putih di kulit (leucoderma), Sakit pinggang.
Sebagai obat tetes untuk pengobatan penyakit mata kronis seperti Trachoma dan kekeruhan pada cornea.
Pernakaian luar. Biji atau daun, secukupnya dilumatkan dan dibubuhkan ketempat yang sakit.
PemakaianUntuk minum: Akar, batang, daun: 10-15 g, direbus.
Meramu obat dari saga
Obat Infeksi Jamur, scabies, radang kulit bernanah, ekzema:
·        Biji secukupnya ditumbuk halus, campurkan sedikit minyak, Oleskan kebagian tubuh yang sakit.
Sakit tenggorok, hepatitis:
·        10-15 g akar dan batang dicuci bersih, akarnya dipotongpotong secukupnya lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi dalam 2 bagian untuk diminum dalam satu hari.
Serak, amandel, sakit tenggorok:
·        Daun saga segar atau yang telah dikeringkan diseduh dengan air panas, setelah dingin diminum seperti teh.
Bronchitis:
·        10-15 g daun segar setelah dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum.
Bercak putih di kulit (Leucoderma):
·        Biji saga dan akar daun encok (Plumbago zeylanica atau Rrosea) ditumbuk halus, lalu tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur pekat. Dipakai untuk menurap bercak putih di kulit.
Batuk pada anak:
·        Segenggam penuh daun saga berikut tangkainya, sebutir bawang merah, 3 butir adas, sepotong kecil kayu pulosari, sepotong gula batu, tambahkan air secukupnya lalu direbus selama 15 menit. Setelah dingin disaring, lalu diminum.
Batuk kering:
·        1 genggam daun saga, 1 genggam daun asam, sepotong kayu manis cina, dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 2 x 1 gelas.
Batuk.
·        1/4 genggam daun saga, 2 kuntum bunga kembang sepatu, 1/5 genggam daun poko, 10 kuntum bunga tembelekan, 2 butir bawang merah, 1 sendok teh adas, 1 jari pulosari, 1 jari rimpang jahe, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong‑potong seperlunya, Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum.
Sariawan mulut:
·        Daun saga setelah dicuci bersih, dikunyah. Lakukan 2 kali sehari.
·         Daun saga secukupnya digodok, setelah dingin dipakai untuk kumu-kumur.
·         1/5 genggam daun saga dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan 1/2 cangkir air masak dan sedikit garam. Diperas dan disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari,
Trachoma:
·        1/2 genggam daun saga dicuci bersih lalu digiling halus. Tambahkan 120 cc air masak, lalu disaring dengan kertas saring. Airnya dipakai untuk merambang mata yang sakit. Lakukan 3-6 kali sehari.
Trachoma, kekeruhan pada kornea:
·        Infus 3 % dari biji saga yang dibuang kulitnya, dipakai sebagai obat tetes.
Wasir:
·        1/4 genggam daun saga, 1 jari rimpang temulawak, 3/4 jari klembak, ¼ genggam pegagan, 1/5 genggam daun patikan cina, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa ½-nya. Setelah dingin disaring lalu dibagi untuk 3 kali minurn.
Panas dalam:
·        10-15 g tangkai dan daun saga dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum.
Catatan: Biji mengandung beberapa macam protein yang sangat beracun. Biasanya, dosis 0,5 mg sudah menyebabkan keracunan.
 Gejala keracunan biji: Napsu makan berkurang, mual, muntah, sakit perut, diare, susah bernapas, kulit kebiruan, sirkulasi darah menurun, kencing sedikit, akhirnya terjadi hemolisis, kencing berdarah dari mati karena susah bernapas.
 Tindakan yang dilakukan bila segera diketahui: Penderita dibuat supaya muntah, cuci perut dan beri soda 5-15 g.
 Pengobatan (antidote): 10 g Glycyrrhiza uralensis dan 12 g Lonicera japonica direbus dengan 2 mangkuk air sampai tersisa 1 mangkuk. Minum.
TANAMAN BERKHASIAT OBAT IV, h.136

Tumbuhan Obat

Followers