Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Tuesday, November 13, 2012

LARUTAN BERGUNA


8

 LARUTAN BERGUNA


A. LARUTAN PENCUCI

Untuk alat gelas/kaca yang tidak ternoda zat kimia (melengket), dapat dicuci dengan mempergunakan sabun atau deterjen.Alat yang ternoda oleh minyak atau lemak, dibersihkan dengan alkohol 70 hingga 95%.

Alat yang ternoda endapan berupa garam, seperti terkena air kapur atau ternoda oleh zat warna, dapat dibersihkan dengan merendam alat tersebut dalam salasatu larutan dibawah ini :

1.    Larutan asam klorida 0,1 M.

Dipipet dengan hati-hati 8,9 mL HCl pekat (35-37 %; 11,3 M) dengan pipet takar atau diambil dengan gelas ukur, dilarutkan dengan hati-hati ke dalam gelas kimia yang telah berisi 991,1 mL air suling.

2.    Larutan asam sulfat 0,1 M.

Dipipet dengan hati-hati 1,4 mL H2SO4 pekat (96-98 %; 18 M) dengan pipet takar atau diambil dengan gelas ukur, dilarutkan dengan hati-hati ke dalam gelas kimia yang telah berisi 998,4 mL air suling.

3.    Alkohol.

Tambahkan 3 bagian air suling ke dalam 50 bagian alkohol 95% (6 mL air + 100 mL alkohol pekat).

4.      Larutan kromat asam.

4.Timbang 10 gram kalium dikromat (K2Cr2O7), dilarutkan ke dalam 50 mL air suling, kemudian tambahkan lagi 40 mL asam sulfat pekat.  Untuk slide atau kaca objek dan kaca penutup (object glass & cover glass) dapat dibersihkan dengan merendmnya di dalam xylen/silol beberapa lama (jika perlu beberapa hari) terutama bila ternoda oleh balsam kanada. Kemudian barulah dicuci dengan salasstu dari tiga larutan di atas.

B. LARUTAN INDIKATOR pH

5.    Biru   bromtimol (untuk pH 6 - 7,6)

Ditimbang serbuk bromtymol blue 0,1 gram,  masukkan ke  gelas kimia dan tambahkan 50 mL  etanol  pekat, lalu diaduk sampai larut. Pindahkan larutan ini  ke gelas ukur (sebaiknya labu ukur) 250 mL,  tambahkan air suling sampai garis tanda batas 250 mL.  Simpan dalam botol-botol indikator (botol tetes) yang bertutup baik dan diberi label.
 Catatan perubahan warna :
pH kurang dari 6
bewarna kuning
pH 7
bewarna hijau   
pH lebih dari 7,6
bewarna biru

6.    Merah metil (untuk pH 2,8 - 4,6)

Ditimbang  serbuk methyl red 0,1 gram, masukkan  ke gelas kimia dan tambahkan 20 mL etanol pekat,  lalu diaduk sampai larut. Pindahkan larutan ini ke gelas ukur  (sebaiknya labu ukur) 100 mL,  tambahkan  air suling  sampai  garis tanda batas  250  mL.  Simpan dalam botol-botol indikator (botol tetes) yang bertutup baik dan diberi label.
Catatan perubahan warna :
pH kurang dari 2,8 
bewarna merah
                pH 4          
bewarna jingga   
pH lebih dari 4,6
bewarna kuning

7.    Fenol ftalein (untuk pH 8,3 - 10)

Ditimbang serbuk phenol phtalein 0,1 gram, masukkan ke  gelas kimia dan tambahkan 60 mL  etanol  pekat, lalu diaduk sampai larut. Pindahkan larutan ini  ke gelas ukur (sebaiknya labu ukur) 250 mL,  tambahkan air suling sampai garis tanda batas 250 mL.  Simpan dalam botol-botol indikator (botol tetes) yang bertutup baik dan diberi label.
 Catatan perubahan warna:
Pada pH
warna
kurang dari    8,3
tidak bewarna
9
pink (merah jambu muda)
lebih dari 10
merah ungu

8.    Jingga metil (untuk pH 2,8 – 4,6)

Ditimbang serbuk methyl orange 0,1 gram, masukkan ke  gelas kimia dan tambahkan 50 mL  etanol  pekat, lalu diaduk sampai larut. Pindahkan larutan ini  ke gelas ukur (sebaiknya labu ukur) 100 mL,  tambahkan air suling sampai garis tanda batas 100 mL.  Simpan dalam botol-botol indikator (botol tetes) yang bertutup baik dan diberi label.
Catatan perubahan warna :
Pada pH
warna
kurang dari 2,8   
merah
pH 3,8
jingga
 4,6
kuning

9.    Lakmus

Ditimbang serbuk lakmus (azolitmin) 1 gram, masukkan ke  gelas kimia dan tambahkan 50 mL  air lalu dipanaskan 30 menit. Biarkan 2 jam dan disaring. Jika perlu warna larutan dibuat ungu dengan menambahkan beberapa tetes asam nitrat encer.  Simpan dan diberi label dalam botol yang bertutup longgar agar udara dapat masuk. Tanpa udara larutan lakmus mudah rusak. Larurtan inidapat digunakan untuk membuat kertas lakmus

10.          Indicator universal Yamada (untuk pH 4  - 10)

serbuk bromtymol blue          0,2500 gram,
serbuk tymol blue                   0,0250 gram,
serbuk methyl red                  0,0625 gram,
Serbuk  phenol phtalein         0,5000 gram,
masukkan ke  gelas kimia dan tambahkan 500 mL  etanol  pekat, lalu diaduk sampai larut. Pindahkan larutan ini  ke gelas ukur (sebaiknya labu ukur) 1000 mL,  tambahkan air suling sampai garis tanda batas 1 L. 
 Catatan perubahan warna :
Pada pH
warna
merah
5
jingga
6
kuning
7
hijau
8
biru
9
biru tua
10
ungu

C.  LARUTAN LAIN


11.          Air laut tiruan

Ditimbang zat-zat berikut:
Kalium sulfat (K2SO4)                        5,7 g
Magnesiumm sulfat (K2SO4)             9,9 g
Magnesium klorida (MgCl2)              1,4 g
Natrium klorida (NaCl)                      114,0 g
Masing-masing dilarutkan dalam beker / wadah yang terpisah dengan sedikit air suling, aduk sampai larut. Campurkanlah semua larutan di atas dan tambahkan air suling sampai volumenya menjadi 3 liter, dan aduk sampai bercampur rata (dalam ember).

12.          Asam sulfat untuk accu

Tambahkan 220 mL asam sulfat pekat ke dalam 750 mL air secara perlahan dan hati-hati sambil terus diaduk. Tambahkan lagi air hingga menjadi 1 Liter. Ukurlah massa jenisnya memakai hidrometer dan buatlah massa jenisnya menjadi 1,25 dengan menambahkan asam jika massa jenisnya terlalu rendah, dan menambahkan air suling j ika massa jenisnya terlalu tinggi.dipakai untuk pengisi batteray basah

13.          Hidrogen peroksida

Diencerkan 10 mL H2O2  pekat (30%) dengan air suling hingga 100 mL, simpan di botol gelap. Larutan ini dipakai sebagai reagen uji katalase.

14.          Kertas timbal asetat

Larutkan 1 gram timbal asetat Pb(CH3COO)2 dalam 10 mL air suling. Gunakan larutan ini untuk membasahkan kertas saring yang telah dibuat pita-pita selebar 1 cm. Biarkan kering angin, simpan dalam kantong plastik kecil untuk digunakan sebagai kertas uji gas hidrogen sulfida H2S.

15.          Reagen   barrit

Larutan A: a-naphtol serbuk        6 gram
                 Ethanol 95%                     100 mL
Larutan B: KOH kristal                 16 gram
                 Air suling                         100 mL
Larutan ini dipakai sebagai reagen uji Voges-Proskaver

16.          Reagen   Kovac

 n-amylalcohol                                 6 gram
 HCl pekat                                         100 mL
 p-dimethylamine-benzaldehyde              5 gram
Larutan ini dipakai sebagai reagen uji indol

17.          Reagen   asamsulfanil

Larutan A:
Sulphanilic acid  (asam sulfanilat)      8 gram
Acetic acid  5N (2 CH3COOH + 5 air)   1000 mL
Larutan B:
Dimethyl-a-naphtylamine      5 gram
 Acetic acid  5N (CH3COOH + air  = 2 : 5)   1000 mL
Larutan ini dipakai sebagai reagen uji nitrit

18.          Reagen   uji oksidase

Dimethyl-p-phenilendiamine hidrochloride  1 gram
Air suling                    100 mL
Reagen ini paling baik disediakan segar. Bila disimpan dalam lemari es, hanya tahan sepekan. 
Larutan Tetramethyl-p-phenilendiamine hidrochloride 1% jauh lebih sensitif, tetapi lebih mahal.

19.          Pirogalol 1

 Ditimbang serbuk pirogalol 14,8 gram, masukkan ke gelas kimia dan tambahkan 50 mL etanol pekat, lalu diaduk sampai larut. Pindahkan larutan ini ke gelas ukur (sebaiknya labu ukur) 250 mL, ambahkan air suling sampai garis tanda batas 100 mL. Simpan dalam botol-botol indikator (botol tetes) yang bertutup baik dan diberi label Pirogalol.

20.          Pirogalol 2

 Ditimbang seberat 14,8 gram pirogalol, larutkan  dalam air masak yang telah dingin dalam labu erlenmeyer. Dibaut pula larutan KOH jenuh dengan menambahkan sedikit demi sedikit kristal KOH ke dalam gelas piala yang berisi air suling. Tuangkanlah farafin cair ke dalam erlenmeyer berisi larutan pirogalol tadi, sehingga menutup permukaannya.
 Dituangkan pula larutan KOH sedikit demi sedikit melalui corong berpipa panjang (boleh dengan corong tistel), yang ujungnya masuk sampai ke bawah lapisan farafin cair ke dalam larutan pirogalol, kemudian larutan ini ditutup dengan kapas.
 Setelah larutan pirogalol bercampur dengan larutan  KOH jenuh, barulah ia aktif untuk menghisap oksigen. Larutan yang baru di buat bewarna kecoklatan, tetapi bila sudah bereaksi dengan oksigen, larutan ini akan lebih gelap lagi sampai hitam.

21.           Pupuk hidroponik I

Amonium sulfat (NH4)2SO4                          43 gram
Kalsium sulfat    CaSO4                                      198 g
 Kalium nitrat    KNO3                                                           255 g
Monokalsium fosfatCa(H2PO4)2          113 g
Magnesium sulfat (kiserit)MgSO4          170 g
Besi sulfat FeSO4                             sekuku jari
Bahan dicampur rata dan disimpan. Ketika pupuk ini akan digunakan, ambil satu sendok teh (10 g) campuran di atas dan larutkan dalam 4 liter air. Resep bahan kimiaini sumber unsur hara makro bagi tanaman pot hidroponik (berdasarkan  Nicholls)

22.          Pupuk hidroponik II

Natrium nitrat (pupuk chilisalpeter)   K2SO355 gram
Kalium sulfat                             K2SO4                   113 gram
Kalsium  fosfat monohidrat CaH4(PO4)2.H2O            142 gram
Magnesium sulfat (kiserit)     MgSO4                     100 gram
Besi sulfat       FeSO4   sekuku jari
Bahan dicampur rata dan disimpan. Ketika pupuk ini akan digunakan, ambil satu sendok teh campuran di atas dan larutkan dalam 4 liter air.

23.          Pupuk mikro I

Mangan sulfat          MnSO4                1 sendok teh
Asam borat   H3BO3           1 sendok teh
Seng sulfat    ZnSO4                ½ sendok teh
Terusi         CuSO4.5H2O ½ sendok teh
Bahan dicampur rata dan disimpan. Ketika pupuk ini akan digunakan, ambil satu sendok the campuran di atas dan larutkan dalam 4 liter air.

24.          Lar. Sel Daniel.

Tambahkan 80 mL asam sulfat pekat ke dalam 900 mL air dan jadikan larutan 1 liter, simpan di botol. Buat pula larutan jenuh tembaga (II) sulfat dalam air (kira-kira 400 g dalam 1 Liter) dan tambahkan sedikit asam sulfat pekat.

25.          Lar. Tembaga II sulfat

Larutkan 150 g tembaga II sulfat dalam 1 liter air  dan tambahkan 25 mL asam sulfat pekat dan 60 mL etanol.

26.          Lar. Sel-Leclanche

Larutkan 350 g amonium klorida dalam air dan encerkan menjadi 1 Liter.

27.          Perak nitrat

Larutan perak nitrat untuk elektrolisis kira-kira mengandung 170 g AgNO3 dalam 1 liter.,
Sumber: Embeding Specimens for Elemntary microscopy,” Western Universities Training Centre, Indonesia, 1993.

28.          Anti pembekuan

Buatlah larutan jenuh dari kedua garam berikut: ammonium oksalat dan kalium oksalat pada suhu kamar, dentgan perbandingan ammonium oksalat 3 bagian dan kalium oksalat 2 bagian (3:2).
Digunakan untuk menyimpan darah mamalia agar tidak menggumpal. Caranya: campurkan darah dengan larutan tersebut tiap 100 mL darah dengan 4 mL larutan ini.

29.          Lar. asam gibberelat 5%

5 g gibberarilc acid dilarutkan dalam 100 mL air.

30.          Lar. asam gibberelat 5%

5 g gibberarilc acid dilarutkan dalam 100 mL air.
Kedua larutan ini pertama kali di Jepang digunakan para petani anggur untuk menghasilkan buah anggur tanpa biji. Caranya dengan merendam bunga anggur yang berumur 10 hari ke dalam larutan asam giberelat 5%, kemudian setelah putiknya berumur 20 hari direndam lagi ke dalam larutan asam giberelat 10%.

31.          IAA (indol acetyc acid)

Larutkan indol asam asetat 0,1 g dalam 2 mL etanol dan ditambahkan 900 mL air suling. Panaskan hingga 80oC selama 5 menit, dinginkan dan setelah dingin kemudian diencerkan dengan air suling sampai 1 liter. Jika dikehendaki larutan yang konsentrasinya 10 ppm, ambillah 100 mL larutan tersebut dan diencerkan dengan air suling sampai 1 liter. Larutan ini  digunakan dalam berbagai percobaan sebagai hormon pertumbuhan tanaman.

32.          Sukrosa (larutan untuk fermentasi)

Larutkan 150 g sukrosa dalam air, lembutkan ragi dan aduk ke dalamnya, encerkan dengan air sampai 1 liter.
Larutan ini dipakai untuk menunjukkan proses fermentasi.

D. LARUTAN ISOTONIK

33.          NaCl 0,75% Untuk jaringan vertebrata

Timbang 0,75 gram kristal NaCl dan larutkan dalam air hingga 100 mL.

34.          NaCl  0,64% Untuk jaringan amfibia

Timbang 0,64 gram kristal NaCl dan larutkan dalam air hingga 100 mL.

35.          NaCl  0,90% Untuk jaringan  mamalia

Timbang 0,90 gram kristal NaCl dan larutkan dalam air hingga 100 mL.

36.          NaCl  0,60% Untuk jaringan mamalia

Timbang 0,60 gram kristal NaCl dan larutkan dalam air hingga 100 mL.

37.          Garam fisiologi

Dilarutkan 6 g kristal NaCl dalam air suling, kemudian diencerkan hingga 1 liter. Digunakan untuk mendapatkan larutan yang sama nilai osmotiknya  dengan darah mamalia.

A.      PENYEDIAAN 1 LITER REAGEN DENGAN PELARUT AIR

Nama bahan
Rumus kimia
Ekivalen
Dibutuhkan (g)
Aluminium klorida
AlCl3
0,5
22
Aluminium nitrat
Al(NO3)3.7H2O
0,5
58
Aluminium sulfat
Al2(SO4)3.18H2O
0,5
55
Amonium asetat
NH4CH3COO
3,0
231
Amonium karbonat
NH4OH
3,0
171
Amonium hidroksida 28%
NH4OH
15,0
28
Amonium hidroksida
NH4OH
6,0
400 mL
Asam asetat
CH3COOH
6,0
350 mL
Asam bromida
HBr
0,5
40
Asam florida pekat
HF
48%
48
Asam fosfat
H3PO4
0,5
16
Asam iodida
HI
0,5
64
Asam nitrat
HNO3 (Bj 1,165)
5,0
16
Bismut klorida
BiCl3
0,5
40
Besi (III) klorida
FeCl3
0,5
27
Besi (III) nitrat
Fe(NO3)3.9H2O
0,5
67
Besi (III) sulfat
Fe(SO4)3.7H2O
0,5
80
Besi amonium sulfat
FeSO4(NH4)2SO4.6H2O
0,5
67
Kalium arsenat
K3AsO4 1/10
0,5
26
Kalium arsenit
KasO2 1/6
0,5
24
Kalium bromat
KBrO3 1/12
0,5
14
Kalium karbonat
K2CO3
3,0
207
Kalium dikromat
K2Cr2O7
0,5
38
Kalium heksasiano-ferat III
K3Fe(CN)6
0,5
45
Kalium heksasiano-ferat II
K4Fe(CN)6
0,5
53
Kalium hidroksida
KOH
0,5
31,2
Kalium cianida
KCN
0,5
33
Kalium iodida
KlO3 1/12
0,5
18
Kalium nitrat
KNO3
0,5
83
Kalium nitrit
KNO2
2,0
510
Kalium pernanganat
KMnO4 1/10
0,5
16
Kalium sulfat
K2SO4
0,5
44
Kalium tiosianat
KCNS
0,5
49
Kadmium nitrat
Cd (NO3)2.4H2O
0,5
77
Kadmium sulfat
CdSO4.4H2O
0,5
70
Kalsium klorida
CaCl2.6H2O
0,5
55
Kalsium hidroksida
KOH
1,0
56
Kalsium sulfat
CaSO4.2H2O
0,03
10
Cromium klorida
CrCl3
0,5
26
Cromium nitrat
Cr(NO3)3
0,5
40
Cromium sulfat
Cr2(NO3).18H2O
0,5
60
Kobal nitrat
Co(NO3).6H2O
0,5
73
Kobal sulfat
CoSO4.7H2O
0,5
70
Magnesium klorida
MgCl2.6H2O
0,5
50
Magnesium nitrat
Mg(NO3)2.6H2O
0,5
64
Magnesium sulfat
MgSO4.7H2O
0,5
62
Garam epson
MgSO4.7H2O
jenuh
600
Mangan klorida
MnCl2.4H2O
0,5
50
Mangan nitrat
Mn(NO3)2.6H2O
0,5
72
Mangan sulfat
MnSO4.7H2O
0,5
69
Natrium hidrofosfat
Na2HPO4.12H2O
0,5
50
Natrium karbonat
Na2CO3
3,0
159
Natrium klorida
NaCl
0,5
29
Natirum hipoksida
NaOH
5,0
220
Natrium nitrat
NaNO3
0,5
43
Natrium sulfat
Na2SO4
0,5
35
Natrium sulfit
Na2.SO3.7H2O
0,5
63
Nikel klorida
NiCl2.6H2O
0,5
59
Nikel nitrat
Ni(NO3)2.6H2O
0,5
73
Nikel sulfat
NiSO4.6H2O
0,5
66
Perak nitrat
AgNO3
0,25
43
Perak sulfat
AgSO4
1/13
10
Raksa (II) klorida
HgCl2
0,5
68
Raksa (II) nitrat
HgNO3
0,5
81
Raksa (II) sulfat
HgSO4
0,5
74
Stronsium klorida
SrCl2.2H2O
0,5
53
Stronsium nitrat
Sr(NO3)2
0,5
53
Tembaga (II) klorida
CuCl2
0,5
43
Tembaga (II) nitrat
Cu(NO3)2.6H2O
0,5
62
Tembaga (II) klorida
CuCl2. dalam HCl 1:5
0,5
50
Timah (IV) klorida
SnCl4
0,5
33
Timah (II) klorida
SnCl2.6H2O(+HCl+Sn)
0,5
67
Timbal asetat
Pb(CH3COO)2.3H2O
0,5
95
Timbal klorida jenuh
PbCl2
1/7
jenuh
Timbal nitrat
Pb(NO3)2
0,5
83
DAFTAR KEPUSTAKAAN
B.Harrow," Laboratory Manual of Bioche-mistry" Ed.V, 21, 1960
BPGN. 1982. "Pendidikan IPA (No.57 sd.72)". Bandung: Science Teaching Centre.
Caterina Middlecamp & Elizabeth Kean. 1985. "Panduan Belajar Kimia Dasar" Jakarta: PT. Gramedia.
Cauld J.B.1957 "Effects of varying the Vehicle for Oso in Tissue Fixation": J. biophys. Biochem. Cytol. 3, 827.
Coleparmer. 1989."Laboratory Equipment". Chicago, USA: Coleparmer CO.
Colowick, S. P. & Kaplan N.O., "Method in Enzymology, Vol. I". Academic Press, New York, 1955.
Dawson, R.M.C., D. C. Ellit, W.H. Elliot, K.M. Jones," Data for Biochemical Research", Oxford University Press, New York, Oxford, 1969.
Depdikbud.1978. "Daftar Alat-alat Labora-torium IPA SMA". Depdikbud RI.
D.Gliok, "Methods of Biochem.Anal" Vol.II, Interse science Publ., New York, 1958, hal.247-249.
Duffield J.W. 1940" Time Savers for Fixing and Dehydration":Tech. 15, 57.
Dwidjo Seputro, dkk. Biologi: Petunjuk Kegiatan Untuk SMA. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Jakarta: 1985.
E.C.Noyons,"Chemie en klinik", Deel II, Van Holkema en Warendorf N.V., Keizersgracht Amsterdam, 1951, 234.
Edwar Staunto West & Wilbert R. Tood, 1964."Biochemistry". Third Edition, Fifth Printing. New York: McMillan Co.
F.Albert Cotton & Geoffrey Wilkinson. Terjemahan Shati Suharto.1989."Kimia Organik Dasar". Jakarta: UI Press.
Fisher. 1979. "Incorparation Stansi Scientific Listings". Pithsburg: Fisher and Co.
Glastronic. 1985."Food Analysys". Bandung: Glastronic Scientific CO.
Griffin, "Laboratory Equipment". Griffin & George Ltd, Wembley, 1974.
Hadikastowo, Drs. dkk,. Petunjuk Praktikum Biologi Untuk SMA. Brahtara Karya Aksara. Jakarta: 1982.
Harper W. Frantz & W.H. Freeman. 1963. "Fundamental Experiment". Sixth Edition. Sanfrancisco: W.H. Freeman and Co.
Harrow & Mazur. 1964."Biochemistry". Philadelphia: WB Saunder CO.
Harper W. Frantz & W.H.Freeman. 1963. "Fundamental Experiment". Sixth Edition. Sanfrancisci: W.H. Freeman and Co.
H.G.K.Westenbrink,"Practicum der Physio-logischechemie", 4 druk.Db.Centen's Vith. Maatchappij NV.Amsterdam, 1950, 129-131.
Imam S. Hododimoelyo, "Pegangan Biologi 3", Armico, Bandung, 1996. Miller Dafid F & Blaydes Glen W".
I.N.C.Davis & E.L.Smith,"Methods of Bioche-mistry Analysis", Vol.2, 2nd Printing, D.Gliok, Editor Intersciense Publisher, Inc, New York, 1958 hal 232-233.
International INC. 1986. "Equipment Interna-tional". USA.
Isjrin Noerdin. 1965. "Penuntun Praktikum Analisa Kwalitatif Semi Mikro 1 B". Bandung: Penerbit Tarate.
ITB. 1984. "Peristilahan Kimia dan Farmasi". Bandung: Penerbit ITB.
James English Jr, Harold G. Cassidy & Richard L. Brain. 1971. "Principles of Organic Chemistry". Third Edition. Tokyo: McGraw-Hill Kogakusha, Ltd.
James T. Parkin, "Fixing & Embeding Speciments for Elementary microscoy," Westem Universities Training Centre, Indonesia, 1993.
Lambert & T.A Muir. 1967. "Practical Chemistry". London: Heniman Education Books.
Lois F. Fiesher & Mary Fiesser. 1958. "Experiment in Organic Chemistry". Third Edition. Toronto: McGraw-Hill Book Company, Inc.
Lois F. Fiesher & Mary Fiesher 1952."Text Book of Organic Chemistry". Tokyo: Maruzen Co, Ltd.
M.A.G. Padussa. 1988. "Pedoman Penggunaan Laboratorium IPA SLTP-SMU". Jakarta: Bhratara.
Martono WP.1987. "Penuntun Penamaan Zat Kimia".Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
McGraw-Hill. 1980. "Higher Educational and Profesional Book". USA: McGraw-Hill, Inc.
Merck Index. 1987. "Encyclopedia of Chemical and Drugs". Tenth Edition. London.
Miller Dafid F & Blaydes Glen W. Methods and Material for Teaching The Biological Sciences. Mc Graw-Hill Book Company Inc: 1980.
Mujadi, dkk. 1985."Ilmu Kimia". Jilid 1, 2 & 3. Jakarta: Produksi Proyek Buku Terpadu P & K.
N.A Lange, N.A., "Hand Book of Chemistry", Elevent Edition, Johannesburg: McGraw-H: Book Company, 1973.
Norbert Adolf Lange. 1967. "Book of Chemistry." Revished Tenth Edition. Sydney: McGraw Hill Book Company.
P.Soedigdo, Muliawati S, M. Wirahadi-kusumah," Penuntun Praktikum Biokimia Dasar," bagian pertama, ITB, 1980.
Ralp J. Fessenden & Joan S. Fessenden. Terjemahan A. Hadyana Pudjaatmaka. 1983. "Kimia Organik". Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.
Rusjdi Djamal. 1983. "Penuntun Praktikum Farmasi". Padang: Universitas Andalas.
Salk A.J. Fundamental Principles of Bacte-rilogy. Mc.Graw-Hill Book Company, Kogakusha Company Ltd, Tokyo: 1961.
S.M.Kopkar. Terjemahan A. Sapto Hardjo. 1990."Konsep Dasar Kimia Analitik". Jakarta: UI Press.
S.P. Colowick &Kaplan. 1955. "A Methods in Enzymology". Vol. I. New York: Academic Press.
Stahl, Egon. 1985,"Kralisis Obat Secara  Kromatografi dan Mikroskopi" Bandung: ITB Press. "Chemical Technicians: Ready Reference Handbook"
Suhardi, Drs.M.Pd. 1988. "Media Pendidikan Biologi Avertebtara". Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud RI.
Tarmizi & Nasrul Naim. 1993.”Petunjuk Penyediaan dan Pembuatan Pereaksi Kimia 1, Angkasa Raya Padang.
Tarmizi. 1995.”Petunjuk Laboratorium IPA untuk SLTP, Angkasa Raya Padang.
Tarmizi. 1997.”Petunjuk Laboratorium Ilmu Pengetahuan Aalam, UNP Press. Padang.
Tarmizi. 1998.”Pereaksi Kimia, UNP Press. Padang.
The Merck Index. 1987."Ecyclopedia of Chemical and Drugs". Tent Edition. London.
––––––– "Chemical Tecnician: Ready Reference Handbook" London, 1995.
Methods and Material for Teaching The Biological Scienses McGraw-Hill Book Company  inc., 1980.0
Pendidikan IPA, Balai Penataran Guru Nasional IPA Bandung, 1982
Pendidikan IPA, Pusat Pengembangan Penataran Guru Bandung, 1985


Tumbuhan Obat

Followers