Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Monday, August 8, 2011

PENANGULANAGAN DIARE AKIBAT MINUM SUSU


oleh Tarmizi, B.Sc,S.Pd

Segelas susu sapi
 Selain oleh susu tabung, diare pada bayi juga dapat diaki-batkan karena ibunya makan yang pedas-pedas atau minum jamu, mengkonsumsi lemak, minyak dan santan. Penyebab diare terbanyak yang ada di Indonesia adalah karena infeksi. Penyebab karena in-toleransi (ketidakseimbangan) makanan, penyakit yang berkaitan dengan faktor kekebalan dan tumor/kanker. Pada mag yang akut sering diobati sendiri, biasanya bila tetap tidak sembuh dan ter-masuk kronis baru pergi ke dokter.
 Jika anda mencret setelah minum susu, kemungkinan besar tubuh kekurangan enzim laktase pencerna gula susu (laktosa). Tanpa enzim ini dan mikroorganisme, laktosa menumpuk di usus. Pada gilirannya dapat mengakibatkan feses encer dan kentut terus menerus.
 Kalau begitu apakah anda alergi susu ? Alergi susu merupaka-kan reaksi tertentu pada tubuh terhadap kandungan protein susu. Meskipun ada memang alergi lain akibat hipersensitif terhadap karbohidrat dan lemak pangan. Alergi susu biasanya menyerang bayi. Dimana bayi tersebut peka terhadap hadirnya protein susu di tubuh-nhya, sehingga sering menimbulkan gatal-gatal, merah pada kulit (skin rash) dan diare dalam waktu yang bersamaan. Dari pene
litian hanya lima dari seribu orang bayi yang menderita alergi susu.
 Tetapi yang sering terjadi, seperti kasus diare, karena de-fisiensi enzim laktase. Ini bukan alergi. Lebih tepat disebut Lactose Intolerance (LI). Penderita LI terjadi kesulitan memangkas ikataan antara glukosa dan galaktosa dalam tubuhnya. Hidrolisis terjadi jika terdapat cukup enzim B-D-galaktosidase dan mik-roorganisme di usus. Hasil hidrolisa tadi berupa asam-asam organik terutama asam laktat yang membuat suasana asam di usus, sehingga membuat bakteri musuh kita Putrefactive bacteria terhambat pertumbuhannya. Pada hal bakteri semacam inilah yang sering menjadi biang penyebab kemencretan.
SUSU MENCUKUPI KEBUTUHAN KALSIUM DAN PROTEIN TUBUH
 Susu merupakan pangan yang paling baik nilai gizinya diban-ding dengan bahan lain. Ia mengandung lengkap gizi, mulai dari protein, karbohidrat, vitamin dan mineral terutama kalsium. Pernah mendengar ibu hamil yang giginya merapuh atau mudah patah? Kejadian seperti ini cukup sering dialami ibu-ibu hamil yang konsumsi kalsiumnya kurang. Memang kalsium dibutuhkan tubuh sejak janin dalam kandungan, pada saat itu diperoleh dari ibu.
 Selain dalam susu, makanan dan sediaan vitamin, kalsium juga terdapat pada obat untuk gangguan lambung atau obat mag. Saling-tindak kalsium dalam makanan, susu, vitamin dengan obat antara lain yang mengandung senyawa tetrasiklin dan obat yang berasal dari tetrasiklin. Jika hal ini terjadi, kalsium dan obat tidak dapat terserap hingga menibulkan resistensi. Selain itu kedua bahan membentuk kalsium tetrasiklinat, akan mengendap dalam tulang dan gigi sehingga berubah warna dan merapuh.
 Tanda yang paling mudah dikenal bila hal ini terjadi pada anak tumbuh kembang, giginya akan tampak coklat kehitaman atau kuning kotor. Dari itu sedapat mungkin pisahkan pemakaian kedua obat tersebut dengan selang waktu minimal satu jam, dan jangan sekali-kali makan obat yang mengandung tetrasiklin bersama susu atau makanan yang mengandung keju (Panasea Maret 1992).
 Sekalipun unsur kalsium banyak terdapat dimana-mana (buah dan sayur, lauk pauk serta susu), namun tak jarang kebutuhan untuk tubuh tetap saja kurang. Hal ini disebabkan pengaruh saling tindak dan faktor lain yang ikut mempersulit penyerapan kalsium oleh tubuh.
 Menurut dra.Kartiningsih, Apt, bahwa penyerapan kalsium oleh tubuh antara lain dipengaruhi oleh perbandingan antara unsur kal-sium dan fosfor serta beberapa macam obat yang saling tindak, sehingga kalsium dan obat tidak dapat diserap. Hal ini sering terjadi dan sering tidak disadari. Sekalipun konsumsi makanan cukup baik dan sehat, terkadang vitamin pelengkap yang kaya kalsium ini masih diperlukan bagi mereka yang aktif sekali, anak yang tumbuh kembang, serta wanita hamil dan menyusui. Sebab tidak mudah bagi mereka menaksir berpa banyaknya kalsium yang telah dikonsumsi dari makanan.
MENJAGA KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT
 Memang diare sangat lekat dengan kehidupan manusia, tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun bisa diare. Sebaiknya sediakan obat sebelum timbul sakit. Dulu banyak beredar obat-obat diare di pasaran, namun oleh Depkes banyak yang ditarik dari pasaran karena dianggap tidak memberikan hasil yang positif terhadap penderita.
 Di pasaran banyak obat-obat diare yang dijual merupakan kom-posisi pembunuh kuman (bakterisida) dan mengurangi gerakan peris-taltik usus. Diare dapat berhenti, namun kuman-kuman yang merugikan di usus besar banyak yang belum mati, sehingga merupa-kan media yang baik untuk berkembang kembali. Dari itu, menurut Dr. Chudahman, Sub-bagian Gastroenterologi FKUI/RSCM, pengobatan diare yang penting menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. Selain itu juga penggunaan dosis tunggal (kalau dia infeksi, diberi obat infeksi).
 Penyebab diare terbanyak di Indonesia adalah karena infeksi. Penyebab lain karena interaksi (ketidakseimbangan) makanan, pe-nyakit-penyakit yang berkaitan dengan faktor kekebalan dan tumor/ kanker. Pada mag yang akut sering diobat sendiri, biasanya bila tetap tidak sembuh dan termasuk kronis baru pergi ke dokter.
PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN DIARE
 Cara pengobatan termudah ialah segera minum oralit (lebih kurang 200 ml = satu gelas) setiap diare timbul. Pencegahan ialah  menghilangkan susu dalam menu sehari-hari, sebab protein dan kalsium susu lebih unggul daripada yang terdapat pada bahan lain.  Pilihan lain adalah mengkonsumsi susu rendah kadar laktosa. Misalnya produk olahan seperti keju, kefir, yoghurt, kummis, dadih dan yang lain. Malahan jenis susu fermentasi seperti yoghurt daya cernanya mencapai 91 persen, sehingga sesuai bagi manula (manusia usia lanjut) yang kesulitan mencerna protein susu. Pernah pula dilaporkan bahwa bagi lansia (lanjut usia) yang sering mengalami gangguan pada perutnya dapat mengkonsumsi yoghurt yang mengandung bakteri bifidus.
 Pangan-pangan di atas berdaya cerna tinggi karena sudah me-lewati perlakuan pendahuluan. Keju misalnya, telah ada perlakuan penggumpalan kasein dan pemisahan laktosa. Untuk Yoghurt selain elah terjadi penggumpalan kasein dalam proses pembuatannya, juga laktosa telah dirubah menjadi asam laktat yang dapat membantu penyerapan garam mineral.
 Di luar negeri seperti Amerika dan Eropa telah lama beredar makanan rendah laktosa. Selain itu enzim, laktase juga tersedia dalam bentuk aneka jenis tablet, kapsul dan cairan. Konsumen ting-gal pilih sesuai dengan selera.
Diare yang bukan karena susu
Diare merupakan radang pelapis usus yang menyebabkan gerakan isi usus menjadi tidak normal yang menyebabkan sisa pencernaan dalam usus besar tidak mempunyai waktu untuk diserap airnya. Diare ditandai dengan buang air besar Beberapa kali sehari disertai dengan encernya feses, perut mulas, atau muntah-muntah, sehingga penderita dapat kehilangan cairan.
Penyebab diare di antaranya adalah keracunan makanan, mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh kuman­ kuman, atau. mengkonsumsi bahan makanan yang sulit dicerna (misalnya: buah yang belum masak). Biasanya penyakit diare lebih banyak menyerang pada musim. panas.
Pengobatan diare biasa:
·        30 gram daun jambu. biji direbus dengan 400 cc air hingga ter­sisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
·        30 gram daun urang-aring direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
·        30 gram kulit delima kering dan 10 gram daun teh direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian air rebusannya diminum selagi hangat. Catatan:Pilih salah satu resep tersebut dan lakukan secara teratur 2 kali sehari.
Referensi:
Dhama, Adji, "Biokimia," (terjemahan dari Harper's review of  Biochemistry), edisi 19, EGC Jakarta, 1984.
Kartiningsih (1993), "Mencukupi kebutuhan Kalsium Tubuh,"  (Panasea Maret 1993). PT Harapan Muda Jakarta.
MH.(1993), "Anak Kami Jadi Langganan Diare," (Panasea No.51 1993).  PT Harapan Muda Jakarta.
Olson, RE et all, "Pengetahuan Gizi mutakhir, Mineral", PT.Gramedia Jakarta, 1988.
Supriono, Rochman (1993), "Keunggulan Protein dan Kalsium Susu,"  (Panasea No.48, Januari 1993). PT Harapan Muda Jakarta.
Utama, Sedia, "Ilmu Gizi dan Diet di Daerah Tropik," PN Balai  Pustaka Jakarta, 1976.
Winarno. FG,"Kimia Pangan dan Gizi", PT.Gramedia Jakarta, 1986.

Tumbuhan Obat

Followers