Automatic translation of this blog page

Senin, 08 Agustus 2011

Diare dan Disentri serta pengobatannya


Oleh Tarmizi, B.Sc


 Memang diare sangat lekat dengan kehidupan manusia, tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun bisa diare. Sebaiknya sediakan obat sebelum timbul sakit. Dulu banyak beredar obat-obat diare di pasaran, namun oleh Depkes banyak yang ditarik dari pasaran karena dianggap tidak memberikan hasil yang positif terhadap penderita.
Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit
 Di pasaran banyak obat-obat diare yang dijual merupakan kom-posisi pembunuh kuman (bakterisida) dan mengurangi gerakan peris-taltik usus. Diare dapat berhenti, namun kuman-kuman yang merugikan di usus besar banyak yang belum mati, sehingga merupa-kan media yang baik untuk berkembang kembali. Dari itu, menurut Dr. Chudahman, Sub-bagian Gastroenterologi FKUI/RSCM, pengobatan diare yang penting menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. Selain itu juga penggunaan dosis tunggal (kalau dia infeksi, diberi obat infeksi).
 Penyebab diare terbanyak di Indonesia adalah karena infeksi. Penyebab lain karena interaksi (ketidakseimbangan) makanan, pe-nyakit-penyakit yang berkaitan dengan faktor kekebalan dan tumor/ kanker. Pada mag yang akut sering diobat sendiri, biasanya bila tetap tidak sembuh dan termasuk kronis baru pergi ke dokter.
Pengobatan dan pencegahan diare
 Cara pengobatan termudah ialah segera minum oralit (lebih kurang 200 ml = satu gelas) setiap diare timbul. Pencegahan ialah  menghilangkan susu dalam menu sehari-hari, sebab protein dan kalsium susu lebih unggul daripada yang terdapat pada bahan lain.  Pilihan lain adalah mengkonsumsi susu rendah kadar laktosa. Misalnya produk olahan seperti keju, kefir, yoghurt, kummis, dadih dan yang lain. Malahan jenis susu fermentasi seperti yoghurt daya cernanya mencapai 91 persen, sehingga sesuai bagi manula (manusia usia lanjut) yang kesulitan mencerna protein susu. Pernah pula dilaporkan bahwa bagi lansia (lanjut usia) yang sering mengalami gangguan pada perutnya dapat mengkonsumsi yoghurt yang mengandung bakteri bifidus.
 Pangan-pangan di atas berdaya cerna tinggi karena sudah me-lewati perlakuan pendahuluan. Keju misalnya, telah ada perlakuan penggumpalan kasein dan pemisahan laktosa. Untuk Yoghurt selain elah terjadi penggumpalan kasein dalam proses pembuatannya, juga laktosa telah dirubah menjadi asam laktat yang dapat membantu penyerapan garam mineral.
 Di luar negeri seperti Amerika dan Eropa telah lama beredar makanan rendah laktosa. Selain itu enzim, laktase juga tersedia dalam bentuk aneka jenis tablet, kapsul dan cairan. Konsumen ting-gal pilih sesuai dengan selera.
Diare biasa
Diare merupakan radang pelapis usus yang menyebabkan gerakan isi usus menjadi tidak normal yang menyebabkan sisa pencernaan dalam usus besar tidak mempunyai waktu untuk diserap airnya. Diare ditandai dengan buang air besar Beberapa kali sehari disertai dengan encernya feses, perut mulas, atau muntah-muntah, sehingga penderita dapat kehilangan cairan.
Penyebab diare di antaranya adalah keracunan makanan, mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh kuman-kuman, atau. mengkonsumsi bahan makanan yang sulit dicerna (misalnya: buah yang belum masak). Biasanya penyakit diare lebih banyak menyerang pada musim. panas.
Pengobatan diare dengan tumbuhan:
·         30 gram daun jambu. biji direbus dengan 400 cc air hingga ter­sisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
·         30 gram daun urang-aring direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
·         30 gram kulit delima kering dan 10 gram daun teh direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian air rebusannya diminum selagi hangat. Catatan:Pilih salah satu resep tersebut dan lakukan secara teratur 2 kali sehari.
·         Jambu biji 3 buah dibuang bijinya, apel 1 buah dikupas kulitnya lalu dijus bersama sedikit air. Tuangkan ke dalam gelas dan tambahkan 2 sendok madu dan diaduk rata lalu diminum, lakukan 2-3 kali sehari.
·     Satu sendok besar air biji jintan hitam ditumbuk.Ambil air perasan seledri. Dicampurkan keduanya. Minumlah tiga kali sehari sampai diarenya berhenti. Pada hari kedua dihentikan minum obat ini sampai benar-benar tidak terjadi kesulitan buang air besar. Nah, silahkan coba!
Disentri
Disentri merupakan peradangan usus besar yang disertai sakit perut. Disentri biasa terjadi pada kondisi sanitasi (kebersihan lingkungan) yang kurang baik, atau misalnya minum air mentah, sayur yang tidak dimasak, dan buah-buahan yang tidak dicuci dapat menjadi pembawa bibit penyakit disentri.
Penyebab:
Penyebab disentri adalah kuman yang menyerang dinding usus besar hingga perut terasa mulas, kembung, mual-mual, muntah-muntah, diare. Jika tidak segera teratasi dalam waktu 3 hari, feses penderita akan mengandung lendir dan darah, tubuh menjadi lemas, mata cekung, dan dapat berakibat kematian.
Pengobatan disentri dengan tumbuhan:
·         30 gram patikan kebo dan 30 gram daun jambu biji direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian aimya diminum selagi hangat.
·         100 gram krokot ditumbuk hingga halus lalu diperas hingga keluar airnya sebanyak 150 cc. Air perasan krokot diminum sebanyak 50 cc.
·         30-60 gram kaktus dikupas kemudian direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusannya diminum selagi hangat.
·         30 gram sambiloto segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian air rebusannya diminum selagi hangat.
·         Gambir 10 gram, rimpang kunyit 2 jari, rendaman akpur sirih 3 cc. semua bahan ditumbuk halus dan ditambahkan ¾ gelas air masak. Peras dan saring. Minumlah ¼ gelas dan lakukan 3 kali sehari.
·         Kulit dari dua buah manggis. Direbus dengan tiga gelas minum air bening. Jika telah mendidih sampai tinggal satu stengah gelas saja barulah diturunkan dari kompor.Air itu disaring lalu diberikan kepada si penderita Untuk dikumurnya. Sehari tiga kali. Tiap kali ia mengumur harus sebanyak satu sendok makan.
·      Daun jambu. biji satu genggam direbus dengan 2 gelas air hingga ter­sisa 1 gelas, kemudian airnya ditambah sedikit garam supaya enak dan diminum selagi hangat.
Pilih satu resep tersedia dan lakukan secara teratur 2 kali sehari.
Referensi:
Dhama, Adji, "Biokimia," (terjemahan dari Harper's review of  Biochemistry), edisi 19, EGC Jakarta, 1984.
Kartiningsih (1993), "Mencukupi kebutuhan Kalsium Tubuh,"  (Panasea Maret 1993). PT Harapan Muda Jakarta.
MH.(1993), "Anak Kami Jadi Langganan Diare," (Panasea No.51 1993).  PT Harapan Muda Jakarta.
Olson, RE et all, "Pengetahuan Gizi mutakhir, Mineral", PT.Gramedia Jakarta, 1988.
Supriono, Rochman (1993), "Keunggulan Protein dan Kalsium Susu,"  (Panasea No.48, Januari 1993). PT Harapan Muda Jakarta.
Utama, Sedia, "Ilmu Gizi dan Diet di Daerah Tropik," PN Balai  Pustaka Jakarta, 1976.
Winarno. FG,"Kimia Pangan dan Gizi", PT.Gramedia Jakarta, 1986.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer Pekan Ini

Universitas Negeri Padang, Padang Ekspress

Loading...