Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Wednesday, June 15, 2011

Atasi Penyakit Jantung Koroner Secara Dini Dengan Cara Alamiah


Hembing: Friday, 10 Oct 2003 

Oleh : Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma
Ada berbagai macam penyakit jantung, namun yang paling sering dijumpai adalah penyempitan dan penyumbatan dari pembuluh nadi koroner. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama di dunia, tercatat 15 juta orang meninggal akibat penyakit ini atau 30% dari total kematian di seluruh dunia. Lebih dari 15 juta orang di dunia meninggal karena penyakit sirkulasi, yaitu 7,2 juta karena penyakit jantung koroner, 4,6 juta karena stroke, 500 ribu karena demam rematik dan penyakit jantung rematik dan 3 juta karena penyakit jantung lainnya (sumber: World Health Report 1997, WHO). Di Indonesia penyakit jantung koroner juga merupakan penyakit kematian utama.
Penyakit jantung koroner merupakan kelainan pada satu atau lebih pembuluh darah arteri koroner, yaitu terjadinya penebalan dari dinding dalam pembuluh darah disertai adanya plak yang akan mempersempit liang (lumen) arteri koroner dan akhirnya akan mengganggu aliran darah ke otot jantung. Gangguan aliran darah ke otot jantung ini dapat menyebabkan kerusakan otot jantung yang akibatnya dapat mengganggu fungsi jantung. Efek dominan dari penyakit jantung koroner adalah kehilangan oksigen dan nutrient ke jantung karena aliran darah ke jantung berkurang. 
Penyakit jantung koroner disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu penyempitan dan pengerasan dinding pembuluh darah arteri koroner. Penyempitan ini disebabkan oleh penumpukan zat-zat lemak (lipid dan kolesterol) di bawah lapisan terdalam (endotelium) dinding pembuluh darah arteri koroner, yang disebut ateroma. Tumpukan zat-zat lemak ini akan mengalami oksidasi yang lama kelamaan akan membentuk plak yang dapat menyebabkan pengerasan arteri.
Penyakit jantung koroner dapat ditandai dengan gejala awal berupa nyeri dada yang terjadi pada kira-kira sepertiga orang. Nyeri dada tersebut dapat berupa angina pektoris yang meliputi rasa seperti terbakar, tertekan, dan tekanan beban berat di dada kiri, dapat meluas ke lengan kiri, leher, dagu, dan bahu yang biasanya terjadi saat melakukan aktifitas berlebih dari biasanya. Rasa itu akan hilang dengan menghentikan aktivitas. Nyeri dada dapat juga terasa di bagian tengah dada selama beberapa menit yang kadang-kadang hilang. Apabila serangan sedang terjadi, biasanya diikuti rasa mual, muntah, pusing, keringat dingin, tungkai serta lengan menjadi dingin, napas terengah-engah dan sesak napas. Angina dengan rasa sakit sekali serta berkepanjangan akan menjurus menjadi serangan jantung. Namun seringkali penyakit jantung koroner berlangsung tanpa adanya gejala, ia tidak menimbulkan masalah sampai keadaannya sudah parah. Terdapat sekitar 10% penderita jantung koroner yang meninggal tanpa mengalami gejala awal.
Terserangnya penyakit jantung koroner dapat dipengaruhi oleh faktor risiko yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu faktor risiko mayor (utama) dan faktor risiko pelengkap. Faktor risiko mayor/utama merupakan faktor risiko yang telah dibuktikan dengan pasti adanya hubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler). Sedangkan faktor risiko pelengkap yaitu faktor risiko yang dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler tetapi prevalensinya belum diketahui dengan pasti. Beberapa faktor risiko tersebut ada yang dapat diubah dan ada yang tidak dapat diubah. Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki seseorang, semakin besar pula kemungkinan orang tersebut mendapat penyakit jantung.
Faktor risiko mayor yang tidak dapat diubah yaitu : hereditas/keturunan, (seorang anak yang mempunyai orang tua menderita penyakit kardiovaskuler mempunyai kemungkinan lebih besar terkena penyakit tersebut); jenis kelamin, (pria mempunyai resiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner); usia, (semakin bertambah usia seseorang semakin besar risiko terkena penyakit ini sebab sekitar 80% kematian akibat penyakit jantung koroner terjadi pada usia 65 tahun atau lebih). Faktor risiko mayor yang dapat diubah meliputi kebiasaan merokok, kadar kolesterol yang tinggi dalam darah, tekanan darah tinggi, kurangnya aktivitas, dan sebagainya. Faktor risiko pelengkap meliputi penyakit diabetes mellitus, kelebihan berat badan/obesitas, stres, dan sebagainya.
Pencegahan terhadap penyakit jantung koroner dibagi menjadi 2 macam, yaitu pencegahan pada orang yang belum terkena penyakit jantung koroner atau disebut pencegahan primer dan pencegahan pada orang yang telah atau sedang terkena penyakit jantung koroner atau disebut pencegahan sekunder.
Pencegahan primer yang dapat dilakukan antara lain :
Hindari kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol 
Hindari stres berkepanjangan 
Kontrol selalu tekanan darah dan kadar kolesterol dalam darah supaya tetap normal 
Kontrol berat badan supaya tidak berkelebihan 
Lakukan olahraga secara teratur dan terukur sesuai dengan kondisi tubuh 
Terapkan pola hidup sehat alami 
Perbanyak pengkonsumsian makanan yang mengandung serat alami.
Kurangi makanan yang berlemak tinggi seperti daging berlemak, jeroan, kuning telur, dan lain-lain 
Kurangi pengkonsumsian garam 
Dan lain-lain
Beberapa sumber makanan yang dianjurkan :
Sumber asam lemak omega-3, seperti: ikan tuna, makarel, dan sarden 
Sumber asam folat, seperti: brokoli, kacang merah segar, bayam, dan sari jeruk
Sumber beta karoten, seperti: wortel dan sayuran hijau 
Sumber vitamin B6, seperti: pisang, alpukat, beras merah, dan lain-lain 
Sumber flavonoid, seperti: anggur, apel, bawang, dan teh.
Cara tradisional dengan memanfaatkan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit jantung koroner, yaitu :
5 gram bubuk umbi daun dewa diseduh dengan 200 cc air panas, diminum hangat-hangat. Lakukan sehari 2 kali.
30 gram temu hitam segar + 25 gram daun dewa segar direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat. Lakukan sehari 2 kali.
2 kuntum bunga mawar merah + 15 gram bunga siantan/soka direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat. Lakukan sehari 2 kali.
15 gram jamur lin ce/ling zhi direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat. Lakukan sehari 2 kali.
1 buah mengkudu yang telah matang + 1 buah alpukat matang + 1 sdt madu, dijus, diminum. Lakukan sehari sekali.
Konsumsi terung ungu panjang, bawang putih, bawang bombay, jamur putih kering, jamur kuping hitam, jamur hioko, dan rumput laut che chai.
Catatan :
Anda dapat menggunakan salah satu cara tradisional di atas, lakukan secara teratur. 
Umbi daun dewa, jamur lin ce/ling zhi, rumput laut che chai, dapat dibeli di toko obat Tionghoa, sedangkan jamur putih kering, jamur hioko, dan jamur kuping hitam dapat di beli di pasar swalayan atau toko obat tionghoa. 
Dalam melakukan perebusan gunakan panci enamel atau periuk tanah.

Sumber: Hembing WK

Tumbuhan Obat

Followers