Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Monday, October 18, 2010

CACING PERUT

MEMBASMI CACING PERUT DAN CACING KREMI DENGAN TUMBUHAN OBAT
Oleh Tarmizi, B.Sc, S.Pd

Ascaris lumbricoides (cacing perut)
ascaris2
ascaris2

Cacing ini hidup di dalam usus halus manusia sehingga sering kali disebut cacing perut.Ascaris lumbricoides merupakan hewan dioseus, yaitu hewan dengan jenis kelamin berbeda, bukan hemafrodit.Ascaris lumbricoides hanya berkembang biak secara seksual.Ascaris lumbricoides jantan memiliki sepasang alat berbentuk kait yang menyembul dari anus disebut spikula.Spikula berfungsi untuk membuka pori kelamin cacing bretina dan memindahkan sperma saat kawin.
Infeksi cacing ini menyebabkan penyakit askariasis atau cacingan, umumnya pada anak-anak.Infeksi ini terjadi pada saat mengkonsumsi makanan tau minuman yang tercemar telur ascaris.

Cacingan merupakan penyakit yang sering menghinggapi anak-anak, walau pada orang dewasa dapat juga terserang. Penyakit ini cukup berbahaya karena dapat mempengaruhi perkembangan anak bahkan kematian. Penyakit ini juga termasuk penyakit yang paling tersebar di dunia, dimana kurang lebih sepertiga penduduk dunia terinfeksi dengan parasit ini (AMA 1986). Kebanyakan angka tertinggi dijumpai di negara-negara tropis dan negara berkembang, dengan keadaan keswehatan dan lingkungan yang buruk. Diperkirakan bahwa lebih dari 60 - 80% penduduk di bebebrapa daerah di Indonesia, seperti halnya negara tropis lain, menderita infeksi aksaris (Dirjen P3M).
Cacingan biasanya terjadi pada anak-anak, namun cacingan dapat juga terjadi pada orang dewasa. Gejala cacingan yaitu tubuh kurus dan perut membuncit.
Cacingan disebabkan oleh telur cacing yang masuk ke dalam perut dan menetas menjadi anak cacing (larva). Di dalam perut inilah larva cacing mengisap sari makanan. Hal inilah yang menyebabkan orang yang mengidap cacingan menjadi kurus
meskipun banyak mengkonsumsi makanan.
Infeksi dimulai dengan masuknya telur mengandung embrio melalui makanan. Dalam perut manusia, cacing bertelur dan telur keluar bersama kotoran yang kadang kala terserak kemana-mana. Dengan perantaraan lalat yang hinggap pada makanan, sayuran dan buah. Kalau tak dicuci bersih, telur itu akan ikut masuk ke dalam mulut menuju usus. Di usus telur menetas menjadi tempayak yang akhirnya menjadi cacing.
Gejala cacingan secara umum adalah : Nafsu makan kian lama makin berkurang, Terasa nyeri dan kejang pada perut, Terasa mual dan mau muntah, Bila buang air besar kadang-kadang bercampur lendir dan darah, Badan kurus, muka pucat, dan perut bisa buncit.
Adapun jenis cacing yang hidup parasit pada manusia ialah cacaing gelang, cacing kremi, cacing pita anjing, cacing pita babi, cacing tambang, cacing rambut.
Membasi cacing gelang
Adanya Cacing gelang dalam tubuh dapat dilihat dari gejalanya. Nafsu makan berkurang, kejang dan nyeri pada perut, mual dan muntah-muntah, badan kurus, muka pucat dan perut buncit, kadang kala sesak nafas.
Cacing gelang atau cacing perut (Ascaris lumbricoides), hidup dalam usus manusia, warna merah pucat agak kelabu. Bila sudah dewasa, cacaing jantan panjangnya 15-25 cm, yang betina 25-40 cm. Berikut ini akan dijelaskan tanaman obat dan cara pemakaiannya.
• Bawang putih (Alium sativum L) 3 siung, dikupas, dikunyah-kunyah sampai halus lalu ditelan dan segera minum air minum hangat, lakukan 3 kali sehari.
• Sebuah nanas muda (Ananas comusus Mer) yang sudah besar dikupas dan parut. Beri madu dua sendok makan, peras dan saring airnya. Air perasan ini diminum sekali sehari. Obat ini tak boleh diminum oleh ibu hamil.
• Bawang Putih (Alium sativum L) 3 siung, dikupas, dikunyah-kunyah sampai halus lalu ditelan dan segera minum air minum hangat, lakukan 3 kali sehari.
• Buah nenas muda (Ananas comusus Mer) 1 buah, diparut, ditambah madu, disaring dan diminum 3/4 gelas, lakukan 3 kali sehari.
• Buah Pinang (Areca catechu L) 3/4 sendok makan, diseduh dengan air panas. Setelah suam-suam kuku baru diminum lakukan 1 kali sehari.
• Kulit Pulai (Alstonia scholaris R.Br) 2 Jari, dicuci dan dipotong-potong. direbus dengan 3 gelas. Biarkan mendidih hingga tinggal 3/5 bagian, disaring dan setelah suam-suam kuku baru diminum 3/5 gelas, lakukan 3 kali sehari.
• Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L) yang cukup besar dan telah masak 2 buah, dicuci bersih dan ditumbuk halus, diberi garam sedikit, lalu diperas dan disaring baru diminum, lakukan 3 kali sehari.
• Biji pepaya (Carica papaya L) 2 sendok makon, dicuci lalu digiling halus, diseduh dengan air panas 1/2 cangkir dan madu 1 sendok makan. Setelah suam-suam kuku boru diminum,lakukan 1 kali sehari.
• Buah legundi ( Vi tex trifolio L) berupa serbuk 1 sendok teh, diseduh dengan air panas 1/2 cangkir dan madu I sendok makan. Setelah suam-suam kuku baru diminum lakukan 1 kali sehari.
• Biji pelaso (Butea monospermae Tomb) berupa serbuk 1 sendok teh, diseduh dengan air panas 1/2 cangkir dan madu 1 sendok makan Setelah suam-suam kuku baru diminum lakukan 1 kali sehari.
• Mungsi Arab (Artemisia cino Berg) 3/4 sendok teh, diseduh dengan air panas 1/2 cangkir dan madu 1 sendok makan. Setelah suam-suam kuku baru diminum lakukan 1 kali sehari.
• Getah Kayu santan (Kibottolia orboreo g.Dan) 15 tetes, diseduh dengon air panas 1/2 cangkir dan madu I sendok makan. Setelah suam-suam kuku baru diminum lakukan 1 kali sehari.
• 2 sendok makan biji pepaya yang sudah dikeringkan digiling hingga menjadi bubuk, diseduh dengan 1/2 gelas air, tam¬bahkan madu secukupnya, diaduk hingga rata, kemudian diminum.
Membasi cacing kremi
Cacing kremi (Oxyuristis vermicularis) berbentuk seperti benang, warnanya puttih, panjang cacing jantan kira-kira 3-5 mm dan betinanya kira-kira 8-13 mm. Cacing ini hidup dalam usus buntu dan dalam pangkal usus sebelah bawah. Larvanya Pada malam hari merayap keluar usus menuju dubur. Di sekeliling dubur, larva itu menimbulkan rasa gatal. Anak-anak kecil sering menularkan cacing kremi kepada dirinya sendiri dengan cara menggaruk-garuk kulit di sekeliling dubur dengan jari,dan kemudian memasukkannya ke dalam mulut.
Ramuan obatnya antara lain: Bawang Putih (Alium sotivam L), Buah nenas muda (Ananos comusus Her),Buah pinang (Areco catechu L), Kulit pulai (Alstonia scholoris R.Br), Buah mengkudu (Morindo citrifolia L), Biji pelasa (Butea monospermae Tamb), Getah kayu santan (Kibattalia arborea g.Dan) disiapkan seperti cara meracik ramuan di atas. Ramuan yang lain disiapkan dengan cara berbeda.
Momordicin atau charantin (dalam paria) telah lama dimanfaatkan para tabib dan dukun, berupa jamu tradisional untuk mengobati anak yang terkena cacing kremi.
• Satu genggam daun paria segar dilumatkan, dibungkus dengan kain mori atau kain kassa lalu diperas sarinya ke dalam gelas bersih. Bubuhi sedikit garam untuk mengurangi pahitnya dan tambahkan air minum hingga menjadi satu gelas. Jamu ini diaduk-aduk sebelum diminum. Meminumnya sebelum sarapan dan cukup sekali sehari. Tiap kali mesti dibuat ramuan yang baru.
• Biji wudani (Quisqualis indica L) berupa serbuk 3/4 sendok teh, dicuci lalu digiling holus, diseduh dengan air panas 1/2 cangkir dan madu 1 sendok makan. Setelah suam-suam kuku baru diminum lakukan 2 koli sehari.
• Daun sidaguri. (Sidd rhombifolia L) 1/5 genggam, dicuci bersih lalu digiling halus, diberi air masak 3/4 cangkir dan sedikit garam, diperas dan disaring lalu diminum, lakukan 2 kali sehari.
• Daun Santan (Leucas lavandulifolia L) 3/5 genggam, dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air, biarkan mendidih sampai airnya tinggal 3/4 bagian. setelah dingin ditambah sedikit madu lalu diminum ¾ gelas, lakukan 2 kali sehari.
• Akor Mondokoki (Flosmani Ihanus Rump) 4 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air, biarkan mendidih sampai airnya tinggal seperuh, disaring. Setelah suamsuam kuku baru diminum 3/4 gelas lakukan 2 kali sehari.
• Tembakau (Nicotiona tobacum L) sebesor buah kemiri, diremas dengan air bersih 2 sendok makan, diperas, dan air perasan untuk melumasi dubur waktu bangun pagi 1 kali sehari.
• Teratai gunung (Gunnera n7acriphylla BI) seutuhnya, dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air dan biarkan mendidih hingga airnya tingga ¾ bagian. sesudah dingin disaring lalu diminum ¾ gelas 2 kali sehari.
• Rimpang Temu giring ( Curcuma heyneana vol) 12 jari, dicuci dan diparut, diberi air masak 1 sendok makan dan sedikit garam diperas dan diminum 2 kali sehari.
• 25 gram temu hitam, 25 gram bangle, 10 gram biji ketumbar, dan 5 buah tangkai daun sirih (diiris iris tipis) direbus de¬ngan 600 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian diminum selagi hangat, untuk 2 kali minum.
• 60 gram krokot segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat dan krokot¬ nya dimakan.
• 15 gram akar pohon bunga melati dan I pilah daun papaya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kernudian airnya diminum selagi hangat.
• 30 gram akar pepaya, 3 butir bawang putih, dan gula merah secukupnya (dipotong potong) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Airnya diminum selagi masih hangat, untuk dua kali minum.
Catatan:Pilih salah satu resep tersebut dan lakukan secara teratur 2 kali sehari. Semoga Anda atau putera-puteri anda sembuh! (Tarmizi, B.Sc, S.Pd/ Universitas Negeri Padang).
Referensi: 1) Drs. Djoko Hargono et al, "Tanaman Obat Indonesia Jilid I & II," 1985, Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan - Depkes RI. Jakarta. 2) Dra. H.Cir," Obat-obat Peninggalan Nenek Moyang," 1982, Ikhwan Jakarta. 3) Dra. Balkiah S & Anawati," Aneka Resep Obat Kuno Warisan Nenek Moyang," Anugerah Surabaya. 4) Marah Maradjo & Ir.Saleh Widodo," Flora Indonesia, Tanaman Rempah-rempah," 1985, PT Gita Citra, Jakarta. 5) Prof. Hembing WK, Penyembuhan dengan Tanaman Obat, Komputindo, 2003, Jkt.

Tumbuhan Obat

Followers