Automatic translation of this blog page

Tuesday, October 30, 2012

Pembuatan Sardencis


Sarden  merupakan ikan laut yang terdiri dari beberapa spesies dari famili Clupeidae. Ikan ini mampu bertahan hingga kedalaman lebih dari 1.000 meter. Ikan ini cocok digunakan sebagai makanan dihidangkan dengan saus cabe atau saus tomat. Beberapa spesies mackerel yang lebih besar, seperti mackerel sirip biru (bluefin mackerel), dapat menaikkan suhu darahnya di atas suhu air dengan aktivitas ototnya. Hal ini menyebabkan mereka dapat hidup di air yang lebih dingin dan dapat bertahan dalam kondisi yang beragam. Sarden adalah ikan yang memiliki nilai komersial sedang.
Sardinella  adalah nama marga ikan, anggota suku Clupeidae. Beberapa spesiesnya di Indonesia dikenal dengan namalemuru dan tembang, yang merupakan jenis ikan pelagis kecil yang cukup penting bagi perikanan. Karena lekas membusuk, ikan ini lebih banyak dijadikan ikan asin, ikan pindang, atau dikalengkan sebagai ikan sarden.

 
Ikan Sarden (Sardinella)
Ikan yang berukuran kecil dan ramping, panjang tubuh sekitar 15 cm atau kurang, namun ada pula yang dapat mencapai lebih dari 20 cm. Lemuru biasanya hampir silindris, dengan tinggi tubuh (body depth) sekitar 25% panjang standar. Tembang bertubuh lebih lebar dan pipih, dengan tinggi tubuh sekitar 30% panjang standar. Sirip punggung berukuran sedang, di tengah tubuh, kira-kira sejajar dengan sirip perut. Sirip ekor berbagi dalam.  Sisi bawah tubuh berlingir (berlunas tajam).
Lemuru dan tembang sering ditemukan berenang dalam kelompok besar, dekat permukaan laut tidak jauh dari pantai (pesisir). Lemuru diketahui memangsa plankton (fitoplankton dan zooplankton), terutama kopepoda. Ikan-ikan ini dilengkapi dengan tapis insang (gill rakers, sisir insang) untuk menyaring makanannya.

Alat:
1.      Panci
2.      Kain putih (saringan)
3.      lumpang/mortis
4.      Dandang
5.      kuali
6.      Pering
7.      Pisan
8.      Sendok
9.      Kompor
10.  Botol mulut besar
11.  Piring
Bahan:
1.      Ikan
2.      Marica
3.      Bawang merah
4.      Tomat
5.      Gula
6.      Buah pala
7.      Kecap
8.      Garam
9.      Vitsin
10.  Minyak kelapa
11.  Bawang putih
Cara kerja:
1.      Ikan dibersihkan dan dimasukkan ke dalam botol.
2.      Tomat direndam dalam air panas kurang lebih 10 menit, kulitnya dibuang, lalu diremas-remas dan disaring, air saringannya (air tomat) digunakan untuk membuat saus tomat.
3.      Ampas tomat dicuci dengan air pecucinya disaring dan dimasukan ke dalam botol tempat ikan, ditambahkan sedikit gula dan dikukus sampai ikannya masak.
4.      Bawang halus dibuat dari bawang putih, bawang merah diiris dan digoreng sampai kering, kemudian digiling halus.
5.      Nerica halus erica dan buah pala digiling sampai halus.
6.      Pembuatan saus tomat dengan cara ditambahkan bawang halus, merica halus,  kecap dan garam secukupnya ke dalam air tomat, diaduk, dimasak sampai mendidih.
7.      Botol ikan dikeluarkan dari kukusan dan ditambahkan saus tomat, ditutup dan kukus kembali.
8.      Lakukan pengukusan 3 atau 4 kali, tiap kali kurang lebih 15 menit.
9.      Bila perlu, untuk memperoleh saus tomat yang agak kental boleh ditambah tepung kanji sewaktu memasaknya.

No comments:

Post a Comment

Tumbuhan Obat

Followers