Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Monday, April 9, 2012

Apakah Anggota Keluarga Anda Terserang Asma ?


Oleh Tarmizi, B.Sc, S.Pd


Pernahkah Anda mendengar nafas seseorangr yang sedang sesak berbunyi ngik .. ngik?Nah, bila ya, maka kemungkinan Anda saat itu berhadapan dengan seorang penderita asma. Penyakit asma atau 'bengek' ini sering menyebabkan Penderitaan pada jutaan orang. Bila serangan asma datang tidak saja penderita yang susah, kduargapun ikut susah. Pengetahuan mengatasi serangan asma berikut upaya pencecegahannya harus dimiliki oleh penderita dan keluarganya agar dapaat memberikanper tolongan yang benar
Apakah Penyakit Asma itu?
   Secara umurn serangan asma ditandai adanya tiga gejala yaitu sesak, bunyi mengi (ngik...ngik) saat mengeluarkan nafas dan batuk-batuk. Selain itu, serangan asma dapat pula ditandai dengan salah satu dari gejala tersebut. Hal inilah yang ikut menyebabkan mengapa penyakit asma adakalanya tidak mudah didiagnosis karena banyaknya penyakit lain yang memiliki gejala serupa. Bukan tidak mungkin seorang penderita asma hanya mengeluh batuk lama tanpa sesak atau mengi.
Sasaran serangan Asma
   Asma terjadi pada orang-orang yang memilki  kepekaan berlebihan (hipersensitif) pada saluran pernarasannya terhadap ransangan tertentu, yang pada orang normal tidak memberikan reaksi apa-apa. Berat ringannya kepekaan diantara penderita asma berbeda-beda, derajat kepekaan ini juga tidak menetap melainkan dapat berubah-ubah sesuai dengan perjalanan alamiah penyakit penderita, pengaruh lingkungan dan obat antiasma yang digunakan.
   Angka kejadian asma pada anak dan bayi lebih tinggi daripada orang dewasa. meskipun demikian asma dapat timbul pada usia berapa saja. Ada bayi berumur kurang dari satu tahun sudah menderita asma, tetapi jangan heran bila ada kakek atau nenek yang berumur 80 tahun baru menderita asma. Para ahli sepakat bahwa umumnya asma lebih banyak muncul pada masa anak daripada asma yang baru muncul setelah usia dewasa.
Asma diturunkan?
 Sebenarnya  yang diturunkan dari orang tua (Ayah atau Ibu) ke anak ialah bakat untuk menderita alergi bukan penyakit asmanya. Orang-orang yang keluarganya ada yag menderita asma (ayah, ibu, adik, kakak, paman, bibi, kakek, nenek), memiliki kepekaan saluran nafas yang lebih tinggi (hipersensitif) daripada orang normal, meskipun ia sendiri tidak menderita asma. Orang-orang seperti ini bisa jadi seumur hidupnya tidak pernah menderita asma namun demikian tidak tertutup kemungkinan sebagiannya lagi menderita asma pada usla lanjut.
Seumur hidup menderita asma?
Menurut berbagai penelitian temyata penyakit asma memiIiki perjalanan secara alamiah. tidak semua penderita asma pada masa bayi dan anak kecil berlanjut sampai dewasa. Berikut ini dijelaskan perjalanan penyakit asma yang alamiah terjadi pada penderita asma.
1.  Pada Bayi dan Anak Kecil (0-4 tahun)
Banyak bayi di bawah umur satu tabun pemah menplarni mengi, yang sebenarnya belum tentu asma. Namun demikian dari mereka bisa jadi menderita asma di kemudian hari. Penyebab mengi pada bayi belum diketahui secara jelas. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa baik bayi yang mengi yang kemudian berkembang; menjadi asma maupun yang tidak berkembang menjadi asma berasal dari orang tua menderita asma atau penyakit alergi lain. Atas dasar inilah maka semua mengi pada bayi dianggap asma. Bunyi mengi dapat berulang beberapa minnggu atau bulan kemudian, tetapi kadang-kadang terus-menerus sehingga mengkauwatirkan orang tua. Mengi seperti ini sebenrnya bukan asma murni karena dengan obat-obat anti asma mengi tidak hilang dengan segera. Suatu hari mengi tersebut akan hilang dengan sendirinya. Yang penting yaitu anak kecil ini cukup mendapat minum terutama ASI, makan dan kalau perlu oksigen. Meskipun nafasnya berbunyi, bayi ini tidak seperti bayi yang menderita sakit berat. Bayi tersebut tampak sehat, tidak menunjukkan sesak nafas, bahkan badannya gemuk.
Sulit membedakan bayi atau anak kecil yang mengi Ini di kemudian hari akan menjadi asma alergi jika bayi atau anak tadi masih sangat kecil. Berbagai pertanda yang dapat membantu membedakan anak yang di kemudian hari menjadi asma adalah:
·         Ada riwayat asma pada keluarga atau peyakit alergi lain seperti pilek terus-menerus atau eksim.
·         Mengi tersebut cepat hilang atau bila diberikan obat anti asma.
·         Adanya eksim pada penderrita di daerah pipi, sendi siku dan sendi lutut bagian belakang.
2. Asma pada Anak Lebih Besar (4-10 tahun)
meskipun asma pada anak  timbul pada usia di atas empat tahun, masalah pengobatan timbul justru sesudah usia ini. Bentuk dari asma pada masa 4-10 tahun dapat berupa asma ringan atau berat yang frekuensinya jarang namun bisa pula sering.
3. Asma pada Anak Besar (10-14tahun)
Karena alasan yang belum diketahui, serangan asma pada sebagian besar anak akan berkembang dan bahkan menghilang.  Suatu penelitian menunjukkan bahwa 60 persen asma pada anak akan menghilang pada umur 10 tahun, 75-80 persen menghilang pada umur 14 tahun.
4 Asma pada Orang Dewasa atau Orang Tua
Asma pada orang dewasa dapat merupakan kelanjutan asma yang terjadi pada masa kanak-kanak atau asma anak yang kambuh atau yang memang baru pertama kali muncul pada usia dewasa dan orang tua (asma yang tersembunyi). Faktor yang mempengeruhl terjadinya asma pada orarang dewasa selain bakat (hipersensitif) yang sudah ada, faktor lingkungan juga memegang peranan yang sangat penting sebagai pencetus serangan, seperti lingkungan kerja, emosi, polusi udarar dan lain sebagainya.
Asma sama dengan alergi?
Dasar pernyakit asma sebenarnya sama dengan penyakit alergi, yaitu reaksi tubuh yang berlebihan (hipersensitif) terhadap.suatu zat yang pada banyak orang tidak menimbulkan reaksi apa-apa. Bedanya, kalau alergi menggambarkan reaksi tubuh secara umurn, sedangkan asma berkaitan dengan keadaaan hipersensitif pada saluran nafas (bronkus). Oleh karena dasar genyakit kedua duanya sama-sama hipersensitif ini yang menjawab mengapa pada penyakit asma sering pula dijumpai penyakit alergi lain seperti alergi hidung, alergi kulit, alergi makanan, dan lain-lain. Dalam bebrapa literatur disebutkan alergi terbanyak yang bersamaan dengan asma adalah alergi hidung (50 persen).
Pencetus serangan asma
Ada dua keadaan yang menjadi syarat terjadi serangan Asma. Pertama adanya kepekaan yang berlebihan (hipersesitif)  saluran nafas. Kedua, adanya rangsangan yang cukup kuat terhadap saluran nafas yang peka tadi. Rangsangan yang cukup kuat inilah yang dapat mencetus terjadinya serangan asma yang dikenal sebagai aktor pencetus serangan asma. Secara garis besar faktor pencetus asma dikelompokkan dalam bebera bagian yaltu alergen, polusi infeksi, rokok, keletihan, udara malam/dingin, lingkungan kerja, obat dan atau makanan. Tidak setilap penderita sensitif terhadap semua faktor pencetus yang telah disebutkan. Yang jelas sedapat mungkin penderita mengenali faktor pencetus yang dapat menimbulkan serangan untuk kemudian dihindari semaksimal mungkin.
1. Alergen
Yang disebut alergen adalah bahan yang ada dalam linoungan sehari-hari yang dapat menimbulkan alergi. Alergen yang sering dijumpai di dalam rumah misalnya tungau debu (sejenis binatang kecil yang hidup pada debu) ruman, hewan piaraan, jamur. Sedangkan yang di luar rumah misaInya tepung sari dan jamur. Debu rumah sering dijumpai pada benda-benda yang seringkali tidak kita sangka seperti bahan pengsi kasur, bantal, kursi, mainan anak, gorden, tutup tempat tidur, selimut, karpet atau pada baju. Memang mustahil rasanya menghindiri kontak dengan debu rumah seratus persen, oleh karena itu yang dapat dilakukan di sini adalah merubah perilaku penderita seperti menjaga kebersihan, mencuci, menjemur, menyeterika bahan:bahan yang kita yakin disenangi oleh kuman debu.
Hewan piaraan
Hewan piaraan seperti kucing dan anjing juga meleipaskan serpihan kulitnya yang dapat disebarkan ke seluruh bagian rumah seperti karpet, meja, kursi dan sebagainya. Bagi mereka yang sensitif terhadap hal iIni, dapat pula menimbulkan alergi seperti asma.
Jamur
Jamur tumbuh di dalam rumah maupun di luar rumah terutama peda daerah-daerah yang tidak cukup sinar matahari. Bagian jamur yang dapat menyebabkan asma ialah sporanya. Spora ini merupakan benih jamur yang ukurannya kecil dan dapat diterbangkan angin. Bila spora ini terhirup dapat menimImIkan alergi.
Tepung Sari
Tepung sari yang dihasilkan oleh tanaman seperti rumput, padi dan jagung dapat menimbulkan alergi mata, hidung dan asma pada tenderita yang sensitif. Tetap di Indonesia smpai sekarang belum diketahui adanya jenis tepung sari yang menimbulkan alergi.
2. Polusi
Asap yang berasal dari dapur, pembakaran sampah atau kayu, polusi jalanan (asap kendaraan bermotor) serta polusi yang ditimbulkan industri jelas dapat merangsang dan menyempitkan saluran nafas yang hipersensitif.
3. Infeksi
infeksi saluran nafas atas seperti influensa, terutama infeksi yang disebabkan oleh virus merupakan pencetus asma tersering pada anak di bawah usila 4 tahun. Sebaiknya bila penderita asma mulai terserang gejala influensa orang tua lebih Waspada dan bila memungkinkan berkonsultasi dengan dokter bila keadaannya memberat.
4. merokok
  Asap rokok mengandung berbagai bahan kimia yang dapat  merangsang bahkan merusak selaput lendir saluran nafas se  hingga meningkatkan keren tanan Yang sudah ada. Oleh  karena itu, di rumah seorang penderita asma hendaknnya tidak ada Yang merokok dalam rumah.  
5. Kecapaian/keletihan
Kecapaian sering pula  mencetuskan serangan serangan asma.Penyelidikan menunjuk bahwa  macam, lama dan beratnya oleh raga menentukan timbulnya asma. Lari cepat paling  mudah menimbulkan asma, kemudian bersepeda, sedangkan  renang dan jalan kaki paling  kecil risikonya. Dari uraian di  atas tampak bahwa olah raga  dilakukan dalam waktu  singkat dan berat lebih mudah  mencetuskan asma daripada olah raga yang dilakukan dalam  waktu lama (lebih dari 20   menit) dengan intensitas ringan sedang. Serangan biasanya terjadi segera setelah selesai olah raga, lamanya di antara 10-60 menit dan jarang serangan timbul beberapa Jam setelah olah   raga.
6. Hewan malam
 Banyak teori yang  menerangkan mengapa malam hari dapat mencetuskan asma.   Hal ini ternyata berkaitan dengan udra yang dingin, lamanya   kontak dengan tungau  debu rumah yang hidup dalam kasur, selain itu tungau berkembang biak   di malam hari dan posisi tidur   yang dapat merangsang saraf-saraf sehingga terjadi serangan.
7. Lingkungan kerja
 Di tempat kerja biasanya banok uap, asap, furroe, debu, bau-bauan Yang semuarvya dapat mencetuskan serangan asma. Bahkan pemah dilaporkan ada yang alergi terhadap campuran  cat  dan bahan plastik
8. Obat dan Makanan 
   Udang atau telur derita yang sensitif mencetuskan alergi seperti  alergi kulit, asma atau alergi hidung. Sedangkan obat-obatan yang dapat menimbulkan asma antara lain obat-obat untuk pen derita jantung koroner (mengan  dun zat yang bernama beta-blocker), obat-obat rematik   (Yang mengandung aspirin) dan  lain-lain.
  Ada pula Yang memasukkan faktor psikis (tekanan jiwa) sebagai pencetus serangan asma. Selain sebagai pencetus tekanan  jiwa dapat pula memperberat serangan asmaYang sudah ada.
Disamping gejala asmanya diobati, penderita seperti ini perlu pula dianjurkan untuk menyelesaikan masalah pribadinya. sebaliknya asma yang  berat dapat membawa masalah kejiwaan bagi penderita dan keluarga.
Serangan asma sering mengakilbatkan kehidupan penderita ini terganggu, baik sekolah, pekerjaan maupun aktifitas lainnya. Pada asma anak, diperlukan kesabaran orang tua untuk menanganinya tanpa perlu memanjakannya secara berlebih-lebih han. Jangan pula membenci atau menyalahkan anak karena hal ini akan menambah tekanan jiwa Yang sudah ada. Dalam hal  ini sangat diperlukan pengertian seluruh keluarga untuk  menolong penderita.
 hingga merukan penan­ganan yan lebih serius.
Pengobatan asma masa kini
Dahulu pegobatan asma hanya ditujukan untuk menghilangkan gejala asma saja. Pengobatan cara ini kadang membawa risiko, karena jika terjadi serangan asma yang berat, sering pengobatan tidak berhasil dengan baik. Dengan berkembangnya   ilmu pengetahuan kemudian terbukti bahwa asma merupakan suatu proses peradangan, oleh karena Itu pengobatan Yang paling baik saat ini adalah mencegah proses peradangan yang masih ada. Pencegahan di atas berkaitan dengan penggunaan  obat-obat tertentu (imedlikamentosa). Sedangkan secara non- medis, pasien dan keluarga dapat ikut serta secara aktif dengan cara mengetahui cara-cara pengobatan dan pencegahan  serangan asma serta mengetahui kapankah saat tepat untuk  menghubungi dokter atau rumah sakit bila terserang asma.
Dengan kata lain, pengobatan asma masa kini cenderung menempatkan pasien dan kelurarga pada baris terdepan untuk mengobat penyakit. Seperti yang telah kita ketahui, pengobatan asma tergantung pada berat ringannya serangan.  Secara sistematis, pengobatan asma ini menyerupai tangga. Tangga terendah menggambarkan serangan yang paling ringan. Penanganan cukup dilakukan oleh pasien. Semakin ke atas mencerminkan keadaan Yang makin berat sehingga memerlukan penanganan yang lebih serius.
        Pada pegangan bertindak di bawah ini ada beberapa parameter yang mungkin dan praktis baik  di rumah maupun di luar rumah. Alat pengukur APE dikenal dengan nama flow meter (Mini Wright Flow Meter). Informasi lebih  jelas dapat diperoleh di ru­man sakit-rumah sakit Yangmemiliki fasilitas klinik asma.
Pada pengobatan asma sistem tangga, terdapat beberapa pedoman yang perlu diketahui pasien dalam menghadapi asmanya.
1. Tanpa obat
 Meskipun pada dasamya pengobatan asma merupakan pengobatan seumur hidup tetapi ti dak selalu harus memakai obat. Terkadang pasien tidak mengalami serangan asma selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun hanya dengan jalan menghindari zat atau faktor yang dapat mencetuskan asma.
Namun demikian, meskipun ti dak sesak sebaiknya pasiensekali-kali memeriksakan diri ke dokter selain untuk memantau penyakitnya juga mengetahui apakah keadaan tanpa gejala tersebut disertai fungsi paru yang normal.
2. mengobati sendiri
 Tidak semua serangan asma menyebabkan pasien harus ke dokter.  Serangan  asma ringan yang segera lenyap dengan obat antiasma cukup diatasi oleh pasien sendiri. Oleh karena itulah persediaan obat antiasma harus ada di rumah dan sedapat mungkin dibawa oleh pasien bila bepergian. Bila serangan tidak segera hilang atau timbul berulang-ulang, maka pasien harus mencari pertolongan dokter.
3. Kunjungan ke Dokter
Makin berat atau makin serIng serangan asma merupakan petuinjuk pasien untuk pergi ke dokter. Berikut pedoman yang dapat dijadikan pegangan. Pasien harus menghubungi dokter bila:
a.  Tidur sering terganggu karena asma, baik karena batuk, mengi, atau, sesak.
b. Pekerjaan sering terganggu.
c.  Efek obat semprot hanya bertahan kurang dari tiga jam.
d. Bila ada spirometer, pemeriksaan Arus Puncak Ekspirasi (APE) kurang dari 25 persen nilai normal (kurang dari 100 L/menit).
4. Pengobatan Rumah Sakit
   Bila fasillitas yang tersedia di tempat praktek dokter terdekat tidak cukup atau bila menurut penilaian dokter kondisi pasien cukup berat, maka dokter akan mengirim pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap.
HaI Ini penting dipatuhi pasien, karena menunda mencari pertolonga berarti menambah derita pasien yang dapat memperberat derajat serangan. Serangan yang menjadi berat akan mempersulit pengobatan bahkan dapat menyebabkan kematian.
Pasien harus segera ke  rumah sakit bila:
a. Karena sesak pasien hanya bbisa duduk dan sukar berjalan.
b.  Tidak bisa bicara atau bicara terputus-putus.
c. Sangat lelah dan tidak bisa meniup flow meter.
 meniup Flow mew.
d. APE kurang dari 80 L/menit, meskipun telah minum obat antiasma.
e.  Pasien bingung atau hilang kesadaran.
5. Ruang Perawatan Intensif
Pasien yang mendapat serangan asma yang sangat berat memerlukan perawatan intensif bahkan mungkin menggunakan alat bantu nafas. Perawatan seperti ini hanya ada di rumah sakit-rumah sakit besar.
1.  Obat Antiasma Bentuk Aerosol/MDI
Jenis obat Ini mulai banyak beredar di Indonesia. MDI terdiri dari dua bagian, yaitu tabung logam dan bagian pegang dari plastik yang memiliki dua mulut, satu bergubungan dengan tabung dan satu lagi akan dimasukkan ke dalam mulut. Jenis obat ini lebih aman, efektif dan relatif cukup murah untuk satu kall semproL t?1katakan aman karena dosis yang dipedukan 1/10 - 1/40 lebih rendah dibanding obat minum dan disebut efektif karena langsung bekerja di tempat yang dibutuhkan (saluran nafas) sehingga efek samping yang ditimbulkan menjadi minimal.
Sayangnya obat ini mmemerlukan keterampilan dalam memakainya sehingga semprotan yang dihasilkan dapat berhasil guna. Keterampilan seperti ini dapat diajarkan oleh dokter,
2. Asma dan ASI
Air susu ibu baik untuk pertumbuhan bayi karena selain mengandung zat-zat makanan, Juga mengandungzat anti untuk meilawan penyakit. Bahkan ada penelitian menyebutkan bahwa bayi-bayi yang diberi ASI dikemudian harr lebih sedikit menderita asma menahun (kronik) atau asma yang berulang.
3. Pengetahuan
Baik penderita maupun keluarga seharusnya memiliki pengetahuan yang cukup mengenai asma. Pengetahuan Ini dapat diperoleh baik melalui buku-buku, majalah, dokter pribadi/keluarga maupun rumah sakit-rumah sakit yang memillki fasilitas klinik asma. Di Jakarta informasi dan pelayanan yang cukup Iengkap dapat diperoleh sepeoi di klinik asma  RSCM, atau klinik asma RS Persahabatan.
penutup
Kesabaran dan ketawakalan sangat diperlukan dalam upaya penkobatan selcaligus pencegahan penyakit asma karena hal ini umumnya memakan waktu yang lama bahkan dapat seumur bidup. Peran aktif penderita, keluarga dan dokter sangat diperlukan untuk membedakan hasil pengobatan terutama pencegahan. Bukan tidak mungkin dengan pencegahan yang baik, seorang penderita bebas dari serangan asma selama berbulan-bulan atau mungkin bertahun-tahun. Insya AIIah.
Referensi:
Heru Sundaru. Asma Apa dan bagaimana Pendekatannya. FKUI, 1987. H47.1‑145.
Kamen Bratawidjaja Cara Mencegah serangan Asma Dengan Aman, FKUI, 1 Nopember 1992.
Heru Sundaru. Pengobatan Asma Masa Kini. Simposium Mencegah Serangan Asma Dengan Aman, Aula FKUI, I Nopember. 1992.
John Crofton, Andrew Douglass. Bronchiale Asthma. Respiratory Disease. Ed ke‑3. Blackwell Scientific Pubications; 1981. Hal.478-508
James P Kemp MD. Aporoaches to Asthma Management, Realities and Recommendations. Arch Intern Med Vol
153, 12 April 1993. Hai. 805-811.

Tumbuhan Obat

Followers