Automatic translation of this blog page

Showing posts with label sariawan. Show all posts
Showing posts with label sariawan. Show all posts

Thursday, March 29, 2012

Sariawan


Sariawan memang sangat menyakitkan, padahal lukanya hanya sedikit tapi perihnya bikin mata berair.
Namun di bawah ini ada obat sariawan dari tanaman obat yang patut dicoba.


- Obati sariawan dengan air kelapa, cukup air kelapanya diminum aau kalau bisa air kelapa hijau.

- Madu juga bisa digunakan untuk sariawan. cukup dioleskan pda bagian yang luka. Biasanya madu tergolong ampuh untuk mengatasi sariawan

- Getah daun jarak, oleskan getah nya pada bagian yang luka, sehingga sariawan bisa cepat kering dan tidak terasa sakit lagi.

- Ramuan daun jambu biji juga bisa untuk mengobati sariawan. Caranya ambil 1 genggam daun jambu biji yang segar atau pucuknya, dan 1 jari kulit batangnya. Kemudian direbus dalam 1 liter air. Saring dan kenudian minum 2 kali sehari.

- Daun sirih bisa juga untuk sariawan, cukup dengan mengunyah daun sirih yang sudah dicuci. Bisa dilakukan setiap hari sampai sariawan hilang.

Semoga bermanfaat dan ampuh obat sariawan tradisional nan alami.  Tumbuhan obat dan sains

Friday, November 4, 2011

Sakit Gigi dan Sariawan

Penyembuhan   Sakit Gigi  dan Sariawan dengan Tumbuhan Obat

Monday, November 29, 2010

Adas obat batuk, ambeien, bau mulut, sariawan, demam, stuip, biduran, sakit perut



Adas (Foeniculum vulgare Mill.) | Tanaman termasuk familia Apiaceae. Tumbuh dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut, namun akan lebih baik tumbuh pada dataran tinggi.

Untuk pengembangbiakannya dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.
Nama lain:

Friday, September 3, 2010

Senduduk


Senduduk obat keputihan, disentri, sariawan, diare bisul, menetralkan racun singkong, dan pendarahan rahim

Tuesday, June 15, 2010

Jambu Monyet


Jambu Monyet obat sakit gigi, radang tenggorok, sembelit, diabetes, sariawan, rematik, hipertensi, gigitan ular, sakit gigi, dan radang gusi

Jambu monyet (Anacardium occidentale L.) atau jambu mote berasal dari Brazil, tersebar di daerah tropik dan ditemukan pada ketinggian antara 1-1.200 m dpl. Jambu monyet akan berbuah lebih baik di daerah beriklim kering dan curah hujan kurang dari 500 mm per tahun. Tanaman ini dapat tumbuh di segala macam tanah, asalkan jangan ditanah lempung yang pekat dan tergenang air.
Pohon, tinggi 8-12 m, memiliki cabang dan ranting yang banyak. Batang melengkung, berkayu, bergetah, percabangan mulai dari bagian pangkalnya. Daun tunggal, bertangkai, panjang 4-22,5 cm, lebar 2,5-15 cm, helaian daun berbentuk bulat telur sungsang, tepi rata, pangkal meruncing, ujung membulat dengan lekukan kecil di bagian tengah, pertulangan menyirip, berwarna hijau. Bunga berumah satu memiliki bunga betina dan bunga jantan, tersusun bentuk malai, kelaur di ketiak daun atau di ujung percabangan. Buahnya buah batu, keras, melengkung. Tangkai buahnya lama kelamaan akan menggelembung menjadi buah semu yang lunak, seperti buah peer, berwarna kuning, kadang-kadang bernoda merah, rasanya manis agak sepat, banyak mengandung air dan berserat. Biji bulat panjang , melengkung pipih, warnanya coklat tua.
Kayunya dapat dijadikan bahan bangunan, peralatan rumah tangga, dan kerajinan tangan. Kulit kayu digunakan pada industri batik atau untuk bahan penyamak. Daun muda bisa dimakan sebagai lalap (mentah atau dikukus terlebih dahulu). Buah semu rasanya sepat dan bisa dimakan sebagai rujak, dibuat minuman, anggur dan selai. Jika sudah diolah, harga biji jambu monyet cukup mahal, dikenal dengan nama kacang mede. Kulit bijinya mengandung cashew nut shell liquid (CNSL). Jika cairan tersebut mengenai mulut dapat menimbulkan peradangan. Setelah diolah, CNSL dapat digunakan untuk bahan pelumas, insektisida, pernis, plastik, enten atau okulasi.
Sifat dan Khasiat
Kulit kayu berbau lemah, rasanya kelat dan alam -kelamaan menimbulkan rasa tebal di lidah. Khasiatnya sebagai pencahar, astringen dan memacu aktivitas enzim pencernaan (alteratif). Daun berbau aromatik, rasanya kelat, berkhasiat antiradang dan penurunan kadar glukosa darah (hipoglikemik). Biji berkhasiat sebagai pelembut kulitdan penghilang nyeri (analgesik). Tangkai daun berfungsi sebagai pengelat daan akar berkhasiat sebagai pencahar (laksatif).
Kandungan Kimia
Kulit kayu mengandung tanin yang cukup banyak, zat samak, asam galat dan ginkol katekin. Daun mengandung tanin-galat, flavonol, asam anakardiol, asam elagat, senyawa fenol, kardol dan metil kardol. Buah mengandung protein, lemak, vitamin (A, B dan C), kalsium, fosfor, besi dan belerang. Percarp mengandung zat samak, asam anakardat dan asam elegat. Biji mengandung 40-50% minyak dan 21% protein protein. Minyak mengandung asam oleat, asam linoleat dan vitamin E. Getah mengandung furtural. Asam anakardat berkhasiat bakterisidal, fungisidal mematikan cacing dan protozoa.
Bagian yang Digunakan
Bagian yang digunakan adalah kulit kayu, biji, minyak biji, kulit biji, daun mudan dan buah.
Indikasi
Kulit kayu digunakan untuk pengobatan: Sering buang air kecil, Kencing manis (diabetes mellitus), Sembelit, Sariawan, dan Jerawatan. Biji (nuts) digunakna untuk pengobatan: Radang mulut rahim (servikitis), Sakit gigi, radang gusi, Gigitan ular berbisa, dan Berat badan kurang. Minyak biji digunakan untuk pengobatan: Ruam kuku, borok, prosiasis, Karacunan makanan. Kulit biji digunakan untuk pengobatan: kanker kulit, Membersihkan karang gigi. Daun muda digunakan untuk pengobatan: Tekanan darah tinggi (hipertensi), Kencing manis (diabetes mellitus), Malaria, Rematik, Sariawan dan Ruam kulit.
Cara pemakaian
Untuk obat yang diminum, rebus 10-20 g kulit kayu, lalu air rebusannya diminum.
Untuk pengobatan luar, giling kulit kayu sampai halus, lalu bubuhkan pada bagian yang terkena gigitan ular berbisa atau clavus (penebalan kulit, biasanya terjadi di telapak tangan dan telapak kaki)./ cara lain, giling daun segar sampai halus dan bubuhkan pada luka bakar, lepuh, gigi dan gusi yang sakit. Untuk pengobatan borok, sifilis, lepra, psoriasis, eksim, kulit dan telapak kaki pecah-pecah, rebus, kulit biji yang masih segar sampai airnya mengental, lalu oleskan pada bagian yang luka. Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
Ekstrak alkohol daun jambu monyet menunjukkan: Efek hipoglikemik pada tikus albino, dan keaktifan antikanker terhadap hepatoma129 pada mencit. Sedangkan Infusum 10% daun jambu monyet menunjukkan: 1. Efek seperti yang ditimbulkan oleh morfin dan fenotiazin pada tikus albino. Efek perpanjangan waktu reaksi pada mencit. Efek ini timbul pada dosis 30 ml/kg bb. 2. Kemungkinan besar, keadaan ini diakibatkan oleh zat aktif yang berkhasiat analgetik, seperti morfin atau metamizol (vademikum bahan obat alam, Ditjen POM Depkes RI).
Secara spesifik, infus daun jambu monyet dengan takaran 50 cc/kg bb yang diberikan secara intra peritoneal pada tikus putih dapat menghambat conditional avoidance escape response pada 87% binatang percobaan. Di lain pihak, tikus kontrol yang diberi garam faal tidak mengalami hambatan (H. Sardjono O. Santoso, Sulistia Gunawan dan Jati Istiantoro, Bagian Farmakologi FKUI). Infus daun jambu monyet dengan dosis 6 dan 12 g/kg bb tidak menunjukkan adanya efek antiinflamasi yang nyata (p<0,05), pada jam kedua setelah pemberian karagenin. Presentasi penghambatan udem daun jambu monyet (26.86%) jauh lebih kecil dibandingkan demham natrium diklofenak (41.72%) (yanti Mariana dkk, Bagian Farmakologi FKUI 1993).
Infus daun jambu monyet muda mempunyai pengaruh analgesik yang sama kuat dengan parasetamol pada kasus periodontitis akut. Efek samping berupa mual dan pusing (Dewi F., dkk. FKG UI 1992). Obat Sembelit
Cuci 10g kulit kayu jambu monyet sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air selama 20 menit. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali sama banyak.
Kencing manis (Diabetes Mellitus)
Cuci 15g kulit kayu jambu monyet sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali masing-masing 1/2 gelas.
Radang Tenggorokan
Cuci 5 buah semu jambu monyet sampai bersih, lalu parut. Tambahkan 4 sendok makan air masak dan 2 sendok makan madu sambil diaduk rata. Peras ramuan tersebut, lalu saring. Gunakan air saringannya untuk berkumur (langsung ditelan), sehari 3 kali, masing-masing 2 sendok makan.
Sariawan
Cuci segenggam daun muda dan sepotong kulit kayu jambu monyet sampai bersih, lalu rebus dalam 1 liter air sampai mendidih (selama 15 menit). Setelah dingin saring dan air saringannya siap untuk diminum. Pengobatan dilakukan sehari 2-3 kali, masing-masing 1 gelas. Air rebusan tersebut juga dapat digunakan untuk berkumur-kumur.
Rematik, Tekan darah tinggi
Iris-iris segenggam daun jambu monyet, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas. Digigigt ular berbisa
Gongseng beberapa buah jambu monyet yang mengandung biji sampai kulit luarnya menguning untuk menghilangkan racun yang dapat menimbulkan iritasi kulit. Setelah kuning, keluarkan bijinya. Jemur sampai kering, lalu giling sampai halus. Gunakan ramuan ini untuk menabur luka akibat gigitan ular beracun. Sakit gigi, radang gusi
Gongseng 5 buah kacang mede kering sampai kuning, lalu giling menjadi serbuk. Ambil 1 sendok teh serbuk tersebut, lalu tambahkan 1/4 sendok teh madu. Aduk sampai rata, lalu bubuhkan pada gigi yang berlubang atau sekitar gusi yang meradang. Catatan
Secara botani, buah jambu monyet yang sebenarnya adalah buah geluknya (nuts), sedangkan buah yang biasanya dirujak adalah tangkai buah yang membengkak dan berdaging.
Getah kulit bijinya (pericarp)mengandung kardol yang beracun dan dapat menyebabkan iritasi kulit. Jika seseorang mengeluarkan kacang mede dengan cara menggigit kulit luar bijinya akan terasa panas dan perih karena terjadi iritasi di bibir dan mukosa mulut. (Tarmizi, B.Sc, S.Pd/ Universitas Negeri Padang)
Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia /Dr. Setiawan Dalimartha/Hadi

Thursday, March 11, 2010

Turi berkhasiat obat


Turi berkhasiat obat
by Tarmizi
Turi sering ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias, di pinggir jalan sebagai pelindung, atau sebagai pembatas tanah pekarangan. tanaman ini dapat ditemukan di bawah 1.200 m dpl.
Pohon "kurus" berumur pendek, tinggi 5-12 m, ranting kerapkali menggantung. Kulit luar berwarna kelabu hingga kecoklatan, tidak rata, dengan alur membujur dan melintang tidak beraturan, lapisan gabus mudah terkelupas. Di bagian dalam berair dan sedikit berlendir Percabangan baru keluar setelah tinggi tanaman sekitar 5 m. Berdaun majemuk yang letaknya tersebar dengan daun penumpu yang panjangnya 0,5-1 cm. Panjang daun 20-30 cm, menyirip gqenap, dengan 20-40 pasang anak daun yang bertangkai penciek. Helaian anak daun berbentulk jorong memanjang, tepi rata, panjang 3-4 cm, lebar 0,8-1.,5 cm. Bunganya besar dalam tandan yang keluar dari ketiak daun, letaknya menggantung dengan 2-4 bunga yang bertangkai, kuncupnya borbentuk sabit, panjangnya 7-9 cm. Bila mekar, bunganya berbentuk kupu-kupu. Ada 2 varietas, yang berbunga putih dan berbunga merah. Buah bentuk polong yang menggantung, berbentuk pita dengan sekat antara, panjang 2-55 cm, lebar 7-8 mm. Biji 15-50, letak melintang di dalam polong. Akarnya berbintil-bintil, berisi bakteri yang dapat memanfaatkan nitrogen, sehingga bisa menyuburkan tanah.
Daun, bunga dan polong muda dapat dimakan sebagai sayur atau dipecel. Daun mucia setelah dikukus kadang dimakan oleh ibu yang sedang menyusui anaknya. untuk menambah produksi asi, walaupun baunya tidak enak dan berlendir, Bunganya gurih dan manis, biasanya bunga berwarna putih yang dikukus dan dimakan sebagai pecel, Daun dan ranting muda juga merupakan makanan ternak yang kaya protein, Turi juga dipakai sebagai pupuK hijau.
Daunnya mengandung saponin sehingga dapat digunakan sebagai pengganti sabun setelah diremas-remas dalam air untuk mencuci pakaian. Sari kulit batang pohon turi digunakan untuk menguatkan dan mewarnai jala ikan. Kulit batang turi merah kadang dijual dengan nama kayu timor.
Turi berbunga merah lebih banyak dipakai dalam pengobatan, karena memang lebih berkhasiat. Mungkin kadar taninnya. lebih tinggi, sehingga lebih manjur untuk Oengobatan luka. ataupun disentri.
Perbanyakan dengan biji atau stek batang.
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Bunga: Pelembut kulit, pencahar, penyejuk.
Kulit batang: Mengurangi rasa sakit (analgetik), penurun panas (anti piretik), pencahar, pengelat (astringen), perangsang muntah, tonik.
Daun: Mencairkan gumpalan darah, menghilangkan sakit, pencahar ringan, peluruh kencing (diuretik).
KANDUNGAN KIMIA:
Kulit batang: Tanin, egatin, zantoagetin, basorin, resin, calsium oksalat, sulfur, peroksidase, zat warna.
Daun: Saponin, tanin, glikoside, peroksidase, vitamin A dan B. Bunga: Kalsium, zat besi, zat gula, vitamin A dan B.
BAGIAN YANG DIPAKAI: Kulit batang, bunga, daun, akar,
KEGUNAAN: Kulit batang (terutama bagian pangkalnya): Sariawan. Disentri, diare. Scabies. Cacar air. Demam dengan erupsi kulit,
Daun: Keseleo. Memar akibat terpukul (hematoma), Luka, Keputihan (fluor albus). Batuk, Hidung berlendir, sakit kepala. Memperbanyak produksi AS1. Beri beri. Demam nifas. Radang tenggorok.
Bunga: Memperbanyak dan memperlancar pengeluaran air susu ibu (ASI). Hidung berlendir, sakit kepala.
Akar: Pegal linu (rheumatism), Batuk berdahak.
PEMAKAIAN:
Untuk minum: Kulit batang turi merah bagian pangkal, sebesar ibu jari direbus.
Pemakaian luar: Kulit batang secukupnya ditumbuk halus, untuk pemakaian setempat seperti scabies. Daun segar setelah ditumbuk halus, diikatkan pada bagian tubuh Yang memar atau keseleo.
CARA PEMAKAIAN:
• Sariawan:
(1) Kulit batang segar secukupnya diremas-remas dalam air, untuk kumur-kumur. Lakukan 3 kali sehari.
(2) Kulit batang sebesar ibu jari direbus, minum. Lakukan beberapa kali.
• Sariawan, sakit tenggorok.
Daun secukupnya dicuci bersih lalu diremas-remas dalam air matang. Digunakan untuk kumu- kumur pada tenggorok (gargle).
• Radang tenggorok:
Segenggam daun turi merah direbus dengan air bersih secukupnya. Setelah dingin disaring, airnya dipakai untuk kumur-kumur. Lakukan kumur-kumur sebanyak 4 kali sehari.
• Disentri, berak darah:
Kulit batang sebesar ibu jari dari pohon turi Yang bunganya. merah direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa. 1 gelas, Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari.
• Kuku jari bengkak akibat tersandung atiu terpukut:
Daun secukupnya dicuci bersih Wu ditumbuk halus, Taruh di atas kuku Yang sakit dan kulit sekitarnya, lalu dibalut. Ganti 2-3 kali sehari, Bekuan darah dibawah kuku akan hilang dan sakitnya akan berkurang.
Keputihan:
Segenggam daun turi putih dan kunyit sebesar ibu jari dicuci bersih lalu digiling halus. Tambahkan 3/4 cangkir air minum, diaduk merata lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.
Batuk:
Daun turi merah dan daun inggu masing-masing 1 genggam dicuci Ialu ditumbuk halus, tambahkan air perasan sebuah jeruk pecel. Aduk merata, Ialu diperas dan disaring, minum.
Batuk berdahak:
Akar turi sebesar jari telunjuk dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan 1/2 cangkir air masak dan I sendok madu. Aduk sampai merata, lalu diperas dan disaring dengan sepotong kain. Minum,
Penambah ASI:
(1) Daun turi yang masih muda dik'ukus, dimakan sebagai lalab matang. (2) Bunga dari turi putih dimasak, makan.
Pegal linu:
Akar dari pohon turi berbunga merah secukupnya digiling halus, tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur. Gosokkan kebagian badan yang sakit.
Cacar air, demam dengan erupsi kulit:
Kulit batang sebesar ibu jari direbus dengan air secukupnya, Setelah dingin disaring, minum.
Hidung berlendir, sakit kepala:
Segenggam daun dan bunga digiling halus, tambahkan 1/2 cangkir air masak, Aduk merata, lalu diperas dan disaring. Minum,
Demam nifas:
Daun turi 1/3 genggam dicuci bersih Ialu digiling sampai halus. Tambahkan 3/4 cangkir air minum dan sedikit garam. Diperas dan disaring, lalu diminum.
162 TANAMAN BERKHASIAT OBAT IV

Tumbuhan Obat

Followers