Automatic translation of this blog page

Thursday, May 24, 2012

Pinang





Sosok tanaman pinang
          Pinang umumnya ditanam di pekarangan, di taman-taman atau dibudidayakan, kadang tumbuh liar di tepi sungai dan tempat-tempat lain, dapat ditemukan dari 1-1.400 m dpl.
          Pohon berbatang langsing, tumbuh tegak, tinggi 10-30 m, diameter 15-20 cm, tidak bercabang dengan bekas daun yang lepas. Daun majemuk menyirip tumbuh berkumpul di ujung batang membentuk roset batang. Pelepah daun berbentuk tabung, panjang 80 cm, tangkai daun pendek. Panjang helaian daun 1-1,8 m, anak daun mempunyai panjang 85 cm, lebar 5 cm, dengan ujung sobek dan bergigi,
          Tongkol bunga dengan seludang panjang yang mudah rontok, keluar dari bawah roset daun, panjang sekitar 75 cm, dengan tangkai pendek bercabang rangkap. Ada 1 bunga betina pada pangkal, di atasnya banyak bunga jantan tersusun dalam 2 baris yang tertancap dalam alur. Bunga jantan panjang 4 mm, putih kuning, benang sari 6. Bunga betina panjang sekitar 1,5 cm, hijau, bakal buah beruang satu.
          Buahnya buah buni, bulat telur sungsang memanjang, panjang 3,5-7 cm, dinding buah berserabut, bila masak warnanya merah oranye. Biji satu, bentuknya seperti kerucut pendek dengan ujung membulat, pangkal agak datar dengan suatu lekukan dangkal, panjang 15-30 mm, permukaan luar berwarna kecoklatan sampai coklat kemerahan, agak berlekuk-lekuk menyerupai jala dengan warna yang lebih muda.
          Umbutnya dimakan sebagai lalab atau acar, sedang buahnya merupakan salah satu ramuan untuk makan sirih, dan merupakan tanaman penghasil zat sarrak. Pelepah daun yang bahasa Sundanya disebut upih, digunakan untuk pembungkus makanan, bahan campuran untuk pembuatan topi, dsbnya. Perbanyakan dengan biji.
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Biji pinang: Pahit, pedas, hangat. Obat cacing (anthelmintic), peluruh kentut (antiflatulent), peluruh haid, peluruh kencing (diuretik), peluruh dahak, memperbaiki pencernaan, pengelat (astringen), pencahar (laksan).
Daun pinang: Penambah napsu makan.
Sabut: Hangat, pahit. Melancarkan sirkulasi tenaga, peluruh kencing, pencahar.
KANDUNGAN KIMIA:
          Biji pinang mengandung 0,3-0,6% alkaloid, seperti Arekolin (C8Hi3NO2), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine. Selain itu juga mengandung red tanin 15%, lemak 14% (palmitic, oleic, stearic, caproic, caprylic, lauric, myristic acid), kanji dan resin. Biji segar mengandung kira-kira 50% lebih banyak alkaloid, dibandingkan biji yang telah diproses.
Arekolin: Obat cacing dan berkhasiat sebagai penenang.
BAGIAN YANG DIPAKAI: Biji, daun, sabut,
KEGUNAAN:
Biji pinang (Binglang): untuk obat  Cacingan: taeniasis, fasciolopsiasis,  Perut kembung akibat gangguan pencernaan.  Bengkak karena retensi cairan (edema).  Rasa penuh di dada.  Luka, batuk berdahak, diare, terlambat haid, keputihan, beri-beri, edema, memperkceil pupil mata (miosis) pada glaucoma,
Daun pinang: tidak napsu makan. sakit pinggang (lumbago).
Sabut pinang:  Gangguan pencernaan (dyspepsia), Sembelit., Edema dan beri-beri.
PEMAKAIAN:
Untuk minum: 5-10 g biji kering atau 5-10 g sabut, rebus,
Pernakaian luar. Biji pinang secukupnya direbus, airnya untuk mencuci luka dan infeksi kulit lainnya.
CARA PEMAKAIAN:
•     Cacingan: 30 g serbuk biji pinang direbus dengan 2 gelas air, didihkan perlahanlahan selama 1 jam. Setelah dingin disaring, minum sekaligus Sebelum makan pagi.
•     Luka: Biji pinang ditumbuk halus, untuk dipakai pada luka.
•     Kudis: Biji pinang digiling halus, tambahkan sedikit air kapur sirih sampai menjadi adonan seperti bubur. Dipakai untuk memoles bagian tubuh yang kudis.
•     Koreng: Pinang, gambir, kapur sirih masing-masing sebesar telur cecak, tembakau sebesar ibu jari dan 1 lembar daun sirih segar, Bahan-bahan tersebut dicampur lalu digiling halus. Lumurkan pada koreng yang telah dibersihkan.
•     Disentri: Buah pinang yang warnanya kuning muda dicuci lalu direndam dalam 1 gelas air selama beberapa jam. Minum air rendaman pinang.
•     Membersihkan dan memperkuat gigi dan gusi : Biji pinang diiris tipis-tipis. Kunyah setiap hari selama beberapa menit, lalu ampasnya dibuang. .
•     Sakit pinggang: Daun pinang secukupnya dicuci bersih, lalu digiling halus. Tambahkan minyak kelapa secukupnya, panaskan sebentar di atas api, Hangat-hangat dipakai untuk mengompres bagian pinggang yang sakit.
•     Difteri. 1 butir biji pinang kering digiling halus, seduh dengan 3/4 cangkir air panas dan 1 sendok makan madu. Setelah dingin dipakai untuk kumur-kumur di tenggorokan selama 2‑3 menit, lalu dibuang, Lakukan 3 kali sehari,
Efek samping:
Senyawa alkaloid yang dikandung pada buah cukup berbahaya untuk sistem syaraf. Yang umum terjadi adalah mual dan muntah (20-30%), sakit perut, pening dan nervous..Untuk mengurangi kejadian muntah, minumlah rebusan obat setelah dingin. Efek samping yang japrig terjadi adalah luka pada lambung yang disertai muntah darah.
Tanda-tanda kelebihan dosis: Banyak keluar air liur (qalivation), muntah, mengantuk dan seizure.
Pengobatan: Cuci lambung dengan larutan potassium permanganate dan injeksi atropine.
Untuk mengurangi efek racunnya, pemakaian biji pinang sebaiknya yang telah dikeringkan, atau lebih baik lagi bila biji pinang kering direbus dahulu sebefum diminum. :
Kebiasaan mengunyah biji pinang, dapat meningkatkan kejadian kanker,mukosa pipi (buccal cancer).



No comments:

Post a Comment

Tumbuhan Obat

Followers