Automatic translation of this blog page

Monday, December 13, 2010

MADU






Firman Allah swt:
“ Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, dipohon-pohon kayu dan di rumah-rumah yang didirikan manusia,” “Kemudian makanlah dari tiap-tiap buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat ubat-ubat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan.”

An-Nahl :68-69
Dari Abu hurairah r.a Rasulullah saw bersabda:
“ Barangsiapa yang menjilat madu 3 pagi dalam sebulan dia tidak akan diserangi penyakit yang serius.”
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a Rasulullah saw bersabda:
“ Gunakanlah dua penawar ini,ia itu madu dan Al-Qur’an.”
Dr.W.G.Sacket, Microbiologist dari Colorado Agriculture College Fort Collins.
“ Kuman demam kepialu mati dalam masa 48 jam. Kuman A dan B Typhosus mati dalam masa hanya 24 jam. Organisma yang menyerupai Typhoid Bacillus mati dalam masa 5 jam. Kuman-kuman yang menyebabkan pneumonia kronik mati pada hari keempat. Begitu juga bacteria-bakteria yang menyebabkan penyakit seperti peritonitis, pleuritis dan bisul bernanah. Sementara cirit-cirit mati dalam masa 10 jam selepas dimasukkan ke dalam madu.”
PENGENALAN

Madu adalah cairan manis yang berasal dari nektar tanaman yang diproses oleh lebah pekerja menjadi madu dan tersimpan dalam sel-sel sarang lebah. Di Malaysia lebah yang paling banyak diternak untuk menghasilkan madu adalah lebah tempatan (Apis cerana), lebah hutan (Apis dorsata), dan lebah Eropa (Apis Mellifera).
Berbagai kelebihan madu sebagai makanan berzat tinggi sudah diketahui sejak zaman Mesir maupun Yunani kuno. Dalam zaman Mesir kuno, larutan madu bukan sahaja dijadikan sebagai sumber makanan, tetapi juga dijadikan sebagai pengawet yang luar biasa: samada sebagai pengawet daging binatang buruan, sehingga kepada fungsi dalam mumifikasi jenazah yang bertahan ribuan tahun.
Madu dihasilkan oleh lebah madu. Dalam satu koloni lebah madu, terdapat seekor lebah ratu, beberapa ratus lebah jantan, dan lebah pekerja yang bisa mencapai 100.000 ekor. Ukuran lebah ratu dua kali lebih panjang dan 2,8 kali lebih berat dari lebah pekerja. Tugasnya hanya menghasilkan telur dengan jumlah 1.000-2.000 butir. Telur yang dikeluarkan setelah lebah ratu kawin dengan lebah jantan menghasilkan lebah pekerja dan kadang lebah ratu baru. Bila dalam satu koloni ada dua lebah ratu, maka yang satu akan meninggalkan koloni dengan pengikutnya. Sementara telur yang tidak dibuahi menghasilkan lebah jantan. Tugas lebah jantan hanya mengawini lebah ratu. Karena itu, umurnya pun pendek, hanya tiga bulan.
Tugas utama lebah pekerja adalah mengumpulkan nektar atau tepung sari untuk membuat madu. Tugas ini amat menakjubkan, karena mereka mampu mencari bahan madu dari bunga mekar yang jaraknya mencapai beberapa kilometer dari sarang.
Dalam keadaan tanpa muatan, seekor lebah bisa terbang dengan kecepatan 65 kilometer sejam. Sementara ketika membawa nektar, kelajuannya hanya sekitar gal 30 kilometer sejam.
Untuk membuat 100 gram madu, lebah harus mendatangi tidak kurang dari satu juta tangkai bunga. Nektar diangkut dalam kantung tepung di kakinya. Di dalam sarang, nektar diolah menjadi madu, lilin, dan royal jelly yang menjadi makanan utama lebah ratu. Umumnya satu sarang menghasilkan sekitar 150 kilogram madu setiap musim.
Peternakan lebah madu seperti di Australia yang sudah maju, juga menanam bunga-bunga sumber nektar sebagaimana halnya peternak menyediakan hijauan sumber makanannya. Tidak menghairankan pula bila madu yang dihasilkan juga berbeda-beda, bergantung kepada sumber nektarnya. Ada madu apel, madu pir, madu anggur, dan sebagainya. Selain jenis bunga, faktor kualitas dan kuantitas madu juga sangat dipengaruhi oleh jenis lebahnya. Rasa dan jenis madu ditentukan oleh jenis bunga sebagai makanan lebah tersebut misalnya pelbagai jenis bunga daripada pokok yang berhampiran sarang lebah. Hasil madu juga amat dipengaruhi oleh cuaca dan iklim di mana bunga yang dihisap oleh lebah tersebut berada.
Khasiat madu berasal dari kandungannya yang beragam. Ada berbagai jenis enzim seperti diastase, invertase, katalase, peroksidase, dan lipase yang membantu proses pencernaan sehingga memperlancar metabolisme. Sejumlah asid amino seperti asid malat, tartarat, sitrat, laktat, juga berperanan dalam metabolisma.
Juga terdapat mineral seperti magnesium, belerang, fosfor, besi, kalsium, khlor, natrium, sodium, serta kalium dalam bentuk garam-garamnya, yang diperlukankan tubuh agar tetap segar. Kandungan garam mineral ini serupa dengan kandungan garam mineral darah manusia sehingga mengambil madu tidak akan mendatangkan kesan negatif pada darah.
Menurut Dr Filatof, ophthalmologis dari Rusia, madu pun mengandung perangsang biogenik yang berperanan meningkatkan kesegaran.
Di dalam madu juga terdapat biose atau zat pengatur tumbuh yang mampu mempercepat pertumbuhan akar, tunas, serta pembungaan pada tanaman, selain zat antibakteria sehingga mampu membantu mencegah infeksi pada luka.
Vitamin pada madu antara lain B2 (riboflavin) dan B6 (pirodoksin) yang berperanan dalam metabolisma protein dan mencegah penyakit kulit. Ada pula B3 (asid pantotenat) dan H (biotin) yang berperanan dalam metabolisma lemak dan protein serta menghambat penyakit kulit seperti eksim dan herpes.
Oleh karena itu, madu banyak dimanfaatkan untuk kosmetik. Sejak Zaman Mesir dan Yunani kuno, madu digunakan di wajah agar tetap cantik, dan bersih. Sifat antibiotiknya boleh digunakan dalam syampu untuk mencegah kelemumur.
Selain itu madu juga baik untuk menyeimbangkan fungsi hati, menetralisir sakit racun dan melenyapkan rasa sakit, untuk menangani masalah radang lambung, tekanan darah tinggi dan sembelit. Sebab didalam kandungan madu terdapat unsur hidrogen peroksida dan fitonutrisi yang berguna sebagai bahan antibakteri. Unsur-unsur ini berguna untuk mencegah pertumbuhan bakteri Helicobacter pylori yang merupakan penyebab sakit perut dan gangguan pencernaan.
Jika diberikan pada anak-anak yang menderita diarrhoea akibat serangan bakteri Escherichia coli, karena kandungan glukosa yang tinggi pada madu menolong mengembalikan cairan tubuh penderita dengan cepat. Selain itu kandungan fruktosanya mempercepat proses oksidasi alkohol pada hati, sehingga dapat membantu menanggulangi kerusakan hati pada peminum minuman beralkohol.
Selain madu, Koloni lebah juga menghasilkan royal jelly, bee pollen, propolis, apitoxin/bee venom dan malam. Bee venom atau sengat lebah ini telah digunakan untuk mengobati beberapa penyakit, sedangkan malam banyak dipakai pada industri kosmetika dan preparat farmasi. Adapun propolis banyak dipakai untuk produk jadi farmasi seperti dalam tapal gigi, obat luka usus dan lain-lain. Adapun royal jelly dan bee polle banyak dipakai karena kandungan proteinnya yang tinggi dan biasa digunakan untuk membantu meningkatkan fertilitas/vitalitas sexual, meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan panas dalam.
Sumber madu
Madu dihasilkan hanya oleh lebah, tapi hanya oleh lebah dari jenis yang termasuk famili Apidae, genus apis. Biasanya lebah yang banyak dipelihara dan diambil madunya adalah dari jenis Apis mellifera. Prosesnya dimulai saat lebah mengumpulkan madu sebagai cadangan makanannya dari bunga-bungaan yang ada sekitar 1-2 km dari sarangnya. Yang diambil oleh lebah-lebah pekerja dari tanaman adalah nektar (cairan manis yang terdapat dalam bunga) dan pollen (sari tepung bunga). Dalam sehari seekor lebah mampu mengumpulkan 40 mg nektar dan 20 mg pollen. Setiap nektar yang diperoleh dari tanaman akan menentukan komposisi dan kualitas madu, serta rasa dari madu tersebut.
Komposisi
Kandungan madu terdiri dari air, gula (fruktosa, glukosa, sukrosa, maltosa), vitamin (B1, B2, B5, B6, C), mineral (Ca, Na, P, Fe, Mg, Mn), serbuk dan enzim berupa diastase.
Pada umumnya 100 gram madu mengandung :
Zat %
Fruktosa 38.5
glukosa 31.0
air 17
maltosa 7.2
karbohidrat 4.2
sukrosa 1.5
kalori 29.4 Kkalenzim
vitamin & mineral 5
Selain itu kandungan penting enzim diastase dan invertase pada madu sangat berguna untuk mengurai pati, protein dan glikosida. Mineral-mineral penting seperti natrium, kalsium, magnesium, tembaga, besi, kalium dan fosfor yang tersusun dalam madu juga mendekati kadar yang ada dalam darah manusia.
Bagaimana madu bertindak.
Madu bertindak 3 cara ;-
1. Sebagai bahan makanan yang bernilai tinggi
2. Sebagai makanan penjaga kesihatan
3. Sebagai ubat kepada pelbagai penyakit
Keistimewaan madu dibandingkan dengan gula jenis lain
1. Ia tidak mengganggu selaput dinding system penghadaman.
2. Ia mudah dan cepat diassimilasikan oleh badan.
3. Ia membekalkan tenaga yang diperlukan dengan cepat.
4. Ia dapat membantu memulihkan tenaga ahli sukan yang keletihan dengan cepat.
5. Ia dalam semua jenis gula adalah yang mudah dan serasi dikendalikan oleh buah pinggang.
6. Ia mempunyai kesan ‘laxative’ yang tabie (melawaskan pembuangan air besar)
7. Ia juga menenangkan badan dan akal fikiran.
Manfaat umum madu
Madu boleh dimanfaatkan untuk:
• Makanan kesihatan semulajadi
• Meningkatkan stamina tubuh
• Anti bakteria
• Anti kulat
• Merawat kulit
• Merawat batuk
• Mengatasi tidak nyenyak tidur
• Mengatasi kejang otot
• Merawat melecur
• Memulihkan kelelahan
• Mencerdaskan minda
• Sumber vitamin yang baik.
• Berfungsi baik bagi mereka yang menghadapi masalah penghadaman gula.
• Mengatasi anak-anak kencing malam

Tumbuhan Obat

Followers