Automatic translation of this blog page

Tuesday, December 21, 2010

apelples

End-end we will encounter many apples everywhere. Not only apples from Malang, but also will be found apple imports. Seems like the slanting-ta, the fruit is increasingly popular in the community is a lot of usefulness.

If Eastern societies (Eastern) had a durian as the fruit of the century, the Western society (Western) have an apple. Westerners often use apples as a paradigm for an interesting fruit.

It is estimated that there are seven thousand kinds of apples grown in the world, but only a few kinds on the market in Indonesia, such as apples Village, Australian apples, apple Manalagi, American apple.

The shape, size, color, flavor and texture of each type of apple is diverse. But in terms of nutrition is not much different. The presence of potassium / high potassium and pectin in apples, making this fruit is very useful to prevent stroke, and reduce blood sugar and blood cholesterol. One thing that is beneficial for people with diabetes and coronary heart disease.

Taste

Apples generally are round, with a basin at the base of the bud. Apple flesh white, crisp and juicy with sweet or sour taste. The meat of this fruit is protected by a thin skin that is generally glossy. When the meat is dikerat out its fragrant and fresh. But there are several varieties of apples, the smell of it was very sharp.

Flavor, aroma, and texture, is actually generated from approximately 230 chemical components. Including a variety of acids such as acetic acid, 20 kinds of formats and other acids. Additionally there is alcohol content ranges from 30-40 species, esters such as ethyl acetate, approximately 100 species, such as formaldehyde and acetaldehyde carbonyl, and much more.

Potassium and stroke

The dominant nutrient in apples is potassium, especially in red apples, as well as pectin and cellulose. Potassium is a mineral that works to increase the regularity of heart rate, activating muscle contractions, regulating delivery of nutrients to the cells, control the fluid balance in the body's tissues and cells, and help regulate blood pressure.

Research conducted by experts from the University of California at San Diego, United States, shows, one serving of fruits that contain lots of potassium a day, can reduce the risk of stroke (brain attack) by 40%.

Research is applied to the approximately 800 men and women aged 50 years or older, the age at high risk for brain attack. Apparently, high concentrations of potassium intake through diet can reduce blood pressure, thus decreasing the chances of stroke.

Apples, especially the red, has a relatively high potassium content of potassium. Every 100 grams of edible red apples contained approximately 203 mg of potassium content.

It is still lower when compared with the potassium is in bananas (435 mg), avocado (278 mg), Duku (232 mg) and papaya (221 mg). However, still higher than in brown manila potassium content (181 mg), orange (162 mg), leatherback (130 mg), pineapple (125 mg) and wine (111 mg). Thus, apple fruit is considered one of the potential in reducing the risk of brain attack.

Dietary fiber

Apples contain fiber in large quantities. Cellulose, is insoluble fiber (in water) which is in apple skin. Meanwhile, pectin is a type of soluble fiber that are often found on apple fruit flesh.

Insoluble fiber, particularly cellulose in addition to some hemicellulose and lignin, can accelerate the journey across the channel percerna leftovers. While soluble fibers can cause the opposite effect, slowing the 'traffic' leftovers.

Both forms of fiber is actually equally memunyai strength laxative. Both types of fiber to absorb water and makes stools larger. So, do not be surprised if people with constipation (difficult bowel movements), the consumption of whole apples with the skin is highly recommended aliases.

Controller cholesterol

Soluble fiber, namely pectin and gums, forming a gel in the intestine. As a result, the time needed to move the remaining food from the mouth of the anus so much longer. This makes the person will feel full longer. That is why, for that is undergoing a slimming program, apples can be used as penggati energy food, such as fatty or sweet cakes.

In addition, soluble fiber can bind to various substances, including cholesterol, and reduce its absorption from the intestinal tract. The form of this fiber can lower blood cholesterol levels.

The study shows, apple pectin can reduce LDL cholesterol by 10%. LDL cholesterol is a cause of heart disease and stroke. In addition to lowering LDL, the apple does not reduce HDL cholesterol or cholesterol 'good'. So the apples is expected to be able to minimize the risk of heart disease by 20%.

Soluble fiber also was able to slow the entry of glucose from the digestion of carbohydrates into the bloodstream. This is very useful for controlling diabetes.

Freshness apple

To obtain the maximum benefit from the apple then the dosage form must be considered. Fresh apples are generally better than those processed into juice or syrup.

Research conducted several experts showed, giving an apple with a variety of dosage forms in a normal person, produce different responses to the concentration of blood sugar and insulin. While consumption of fresh apples intact serum insulin only raised slightly, compared to apple pulp. Fiber structure in apple pulp is damaged.

So, fresh apples, especially in people with diabetes, more beneficial than the processed apples. High content of soluble fiber and low energy, as well as a variety of sweet and sour taste makes apples suitable as a snack choice than as a good dessert.

Apple crisp taste to help release the sticky material on the teeth, for example sugar, as well as stimulate salivation, so as to clean the teeth. "A. For apple ."***

Central Library Yusep Ikrawan, MSc.,

Lecturer Department of Food Technology, FT Unpas.

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0304/18/cakrawala/lainnya05.htm
-7.699782 112.869903
Written in efficacy. Leave a comment »

Flickr: Your Photostream: "- Sent using Google Toolbar"javascript:void(0)
Khasiat Apel
Januari 4, 2010 — pisassakienah

AKHIR-akhir ini kita akan banyak menjumpai buah apel di mana pun. Tak hanya apel dari Malang, tapi juga akan dijumpai apel impor. Ternya-ta, buah yang semakin memasyarakat ini banyak khasiatnya.

Jika masyarakat Timur (Eastern) memiliki durian sebagai buah unggulan, maka masyarakat Barat (Western) memiliki apel. Orang Barat sering memakai apel sebagai paradigma bagi buah yang menarik.

Diperkirakan ada tujuh ribu jenis buah apel yang tumbuh di dunia, tapi hanya ada beberapa macam yang ada di pasaran di Indonesia, seperti apel Kampung, apel Australia, apel Manalagi, apel Amerika.

Bentuk, ukuran, warna, rasa serta tekstur masing-masing jenis apel memang beragam. Tapi dalam hal gizi tidak jauh berbeda. Adanya kalium/potasium serta pektin yang tinggi dalam apel, menjadikan buah ini sangat bermanfaat untuk mencegah stroke, serta mengurangi kadar gula dan kolesterol darah. Satu hal yang bermanfaat bagi penderita kencing manis serta jantung koroner.

Rasa

Apel umumnya berbentuk bulat, dengan cekungan pada pangkal pucuknya. Daging apel berwarna putih, renyah dan berair dengan rasa manis atau asam. Daging buah ini dilindungi oleh kulit tipis yang umumnya mengkilap. Bila daging ini dikerat keluarlah aroma yang harum dan segar. Namun ada beberapa varietas apel, aroma itu terasa sangat tajam.

Citarasa, aroma, maupun tekstur, sebenarnya dihasilkan dari kurang lebih 230 komponen kimia. Termasuk pula beragam asam seperti asam asetat, format serta 20 jenis asam lain. Selain itu ada kandungan alkohol berkisar 30 – 40 jenis, ester seperti etil asetat sekira 100 jenis, karbonil seperti formaldehid dan asetaldehid, serta banyak lagi.

Kalium dan stroke

Kandungan zat gizi yang menonjol pada apel adalah kalium, khususnya pada apel merah, serta pektin dan selulosa. Kalium merupakan mineral yang berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi ke sel-sel, mengendalikan keseimbangan cairan dalam jaringan dan sel tubuh, serta membantu mengatur tekanan darah.

Penelitian yang dilakukan oleh pakar dari Universitas California di San Diego, Amerika Serikat, menunjukkan, satu porsi buah yang banyak mengandung kalium dalam sehari, mampu menurunkan risiko terkena stroke (serangan otak) hingga 40%.

Riset tersebut diterapkan pada sekira 800 pria dan wanita yang berumur 50 tahun keatas, yaitu usia risiko tinggi untuk terkena serangan otak. Ternyata, konsumsi kalium konsentrasi tinggi lewat makanan bisa mengurangi tekanan darah, sehingga peluang terjadinya stroke menurun.

Apel terutama yang berwarna merah, tergolong memiliki kandungan kalium cukup tinggi kalium. Setiap 100 gram bagian apel merah yang dapat dimakan terdapat kandungan sekira 203 mg kalium.

Memang masih lebih rendah bila dibandingkan dengan kalium yang ada di dalam pisang (435 mg), alpukat (278 mg), duku (232 mg) dan pepaya (221 mg). Akan tetapi masih lebih tinggi dibandingkan kandungan kalium pada sawo manila (181 mg), jeruk (162 mg), belimbing (130 mg), nenas (125 mg) dan anggur (111 mg). Karenanya, apel dianggap salah satu buah yang potensial dalam menurunkan risiko serangan otak.

Dietary fiber

Apel mengandung serat dalam jumlah banyak. Selulosa, adalah serat yang tidak larut (dalam air) yang berada pada kulit apel. Sedangkan, pektin adalah tipe serat larut yang banyak dijumpai pada daging buah apel.

Serat tak larut, khususnya selulosa selain beberapa hemiselulosa dan lignin, dapat mempercepat perjalanan sisa makanan melintasi saluran percerna. Sementara serat larut dapat menimbulkan efek sebaliknya, memperlambat ‘lalu lintas’ sisa makanan.

Kedua bentuk serat ini sebenarnya sama-sama memunyai kekuatan mencuci perut. Kedua jenis serat dapat menyerap air dan membuat tinja lebih besar. Maka, jangan heran jika penderita konstipasi (sulit buang air besar), konsumsi apel utuh alias beserta kulitnya sangat dianjurkan.

Pengontrol kolesterol

Serat larut, yaitu pektin dan gum, membentuk gel dalam usus. Akibatnya, waktu yang dibutuhkan sisa makanan untuk bergerak dari mulut anus jadi lebih lama. Hal ini membuat orang yang bersangkutan akan merasa kenyang lebih lama. Itu sebabnya, bagi yang sedang menjalani program melangsingkan tubuh, apel dapat dijadikan sebagai penggati makanan energi, seperti kue yang berlemak atau manis.

Selain itu, serat larut mampu mengikat berbagai zat, termasuk kolesterol, dan mengurangi penyerapannya dari saluran usus. Bentuk serat ini dapat menurunkan tingkat kolesterol darah.

Hasil penelitian memperlihatkan, pektin apel dapat mengurangi kandungan kolesterol LDL sebanyak 10%. Kolesterol LDL merupakan penyebab penyakit jantung dan stroke. Selain menurunkan LDL, apel tidak mengurangi kolesterol HDL atau kolesterol ‘baik’. Sehingga apel diperkirakan mampu memperkecil risiko penyakit jantung hingga 20%.

Serat larut pun ternyata mampu memperlambat masuknya glukosa dari pencernaan karbohidrat ke aliran darah. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengontrol penyakit kencing manis.

Kesegaran apel

Untuk memperoleh manfaat yang maksimal dari apel maka bentuk sediaan harus diperhatikan. Apel segar umumnya lebih baik dibandingkan dengan hasil olahan menjadi sari buah maupun sirup.

Riset yang dilakukan beberapa ahli menunjukkan, pemberian apel dengan berbagai macam bentuk sediaan pada orang normal, menghasilkan respon yang berbeda terhadap konsentrasi gula darah maupun insulin. Sedangkan konsumsi apel segar utuh hanya menaikkan sedikit insulin serum, dibandingkan bubur apel. Struktur serat pada bubur apel sudah rusak.

Jadi, apel segar, khususnya pada penderita kencing manis, lebih bermanfaat dibandingkan apel olahan. Kandungan serat larut yang tinggi dan energi yang rendah, serta rasa asam manis yang bervariasi membuat apel cocok sebagai pilihan makanan kecil selain sebagai pencuci mulut yang baik.

Rasa renyah apel dapat membantu melepaskan bahan-bahan yang lengket di gigi, misalnya gula, sekaligus memacu pengeluaran air liur, sehingga mampu membersihkan gigi. “A. Untuk apel.”***

Dr.Ir. Yusep Ikrawan, MSc.,

Dosen Jurusan Teknologi Pangan, FT Unpas.

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0304/18/cakrawala/lainnya05.htm
-7.699782 112.869903
Ditulis dalam khasiat. Tinggalkan sebuah komentar »

Tumbuhan Obat

Followers