Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Friday, September 3, 2010

TEMPUYUNG SEBAGAI OBAT BATU GINJAL



oleh Tarmizi, BSc, S.Pd

Menurut dr.Nico A. Lumenta, penyakit batu ginjal dan saluran kemih merupakan salah satu penyebab kerusakan ginjal. Kemungkinan kambuhnya penyakit menahun ini berkisar antara 67 hingga 100 per- sen. Maksudnya, tiap seratus pasien akan mengalami kekambuhan paling kurang 67 orang dan mungkin juga semuanya.

Penyebab batu ginjal

Bagaimana terjadinya batu di dalam ginjal/ saluran kemih, sampai sekarang belum diketahui dengan tuntas. Namun para ahli berpendapat, faktor utama adalaha kelainan metabolisme, disamping faktor resiko umum. Faktor resiko umum itu antara lain: umur, jenis kelamin, keturunan, diet, dan lingkungan.

Ada hubungan yang erat antara pembentukan batu dengan tingkat staus sosial ekonomi, ujra dr. Tangjong,yang membicarakan batu ginjal dalam kaitannya dengan makanan. Protein hewani disebut sebagai hal yang paling besar pengaruhnya terhadap penyakit ini. Bertambahnya konsumsi protein hewani, menyebabkan bertambahnya ekskresi (pembuangan) asam urat dalam air kemih, diikuti dengan menurunnya tingkata keasaman air kemih dan pembuangan sitrat.
Perubahan-perubahan ini menyebabkan risiko pembentukan batu bertambah. Risiko ini dapat pula dipertinggi bersama meningkatnya konsumsi gula, lemak dan garam, karena dapat meningkatkan pembu-angan kalsium. Kurangnya konsumsi makanan berserat tinggi, polisakarida nonselulosa, magnesium, fosfat, dan vitamin B-1 juga menambah risiko pembentukan batu kalsium oksalat. Kalau sering makan daging, kurang makan sayur dan senang makanan manis-manis, risiko pembentukan batu bertambah lagi.

Jenis batu ginjal
Ada empat empat jenis batu ginjal dan saluran kemih, yaitu batu kalsium, infeksi/struvite, asam urat dan cystine. Batu kalsium merupakan jenis yang paling banyak ditemukan, yaitu pada 70 sampai 75 persen pasien batu. Ditemukan paling sering pada usia 20 - 50 tahun, lebih banyak pada lelaki. Umumnya sebagian besar akan kambuh dengan rata-rata satu batu tiap dua-tiga tahun.
Batu struvite terbentuk karena adanya infeksi bakteri, terdapat pada 25 persen dari penderita batu. Batu asam urat terdapat pada lima hingga duap puluh persen pasien penyakit batu. Sedangkan batu cystine merupakan penyakit yang diturunkan. Kelainan metabolisme.

Gejala batu ginjal
Batu ginjal sering tidak menimbulkan gangguan sama sekali. Kadang kala menimbulkan gangguan ringan sampai berat. Tetapi penyakit ini timbul sebagai akibat dari gangguan tersebut atau yang menyertainya merupakan penyakit menahun. Dari itu, perlu pengenalan dini terhadap kemungkinan batu ginjal dan pencegahan terhadap penyakit berikutnya yang mungkin kambuh.
Gejalanya, menurut dr. Lumenta, biasa timbul karena batu menyebabkan penyumbatan saluran kemih. Nyeri terasa dipinggang, kemudian menjalar ke samping, ke depan, dan ke depan-bawah sampai ke kemaluan. Rasa nyeri pada mulanya ringan, tetapi setelah sete-ngah hingga sejam kemudian meningkat, dapat menjadi nyeri yang hebat (colic) sampai si penderita meraung-raung kesakitan. kadang kala terdapat gejala sepertinya ada suatu iritasi kandung kemih, seperti berulang-ulang ingin kencing dan nyeri pada saat kencing (sban-saban/diuretis). Tetapi, ada juga yang tidak menampakkan gejala sama sekali, sehingga ditemukan penyakit batu dengan ukuran besar atau ginjal dalam keadaan rusak secara kebetulan ketika memeriksakan diri untuk maksud lain.

TEMPUYUNG
Tanaman tempuyung (Sonchus arvensis L) sudah sejak lama terkenal sebagai penghancur batu ginjal. Tanaman ini berasal dari daratan Aurasia (perbatasan Eropa Timur dan Asia Barat Daya) dan tumbuh di Indonesia mungkin sejak penyebarkan agama Hindu. Sebagai terna menahun yang berdiri tegak, tempuyung yang berbatang bulat itu hanya bisa tumbuh setinggi 0,5-1,5 meter. Batang ini beronga dan kalau dilukai akan mengeluarkan getah putih seperti susu. Ia biasa tumbuh pada ketinggian 50-1650 m dpl, di tempat yang sedikit ternaungi seperti di pinggir tembok rumah. Daun yang hijau licin dengan sedikit ungu mempunyai tepian berombak dan bergerigi tidak teraratur. Sepintas tampak sepertii daun tapak gajah, yang memang masih sekeluarga, tetapi daun tapak gajah terlalu bergerigi. Di dekat pangkal batang, daun bergerigi itu terpusar membentuk roset, tapi yang terletak di sebelah atas mebeluk batang berselang seling. Daun berombak yang memeluk batang inilah yang berkhasiat litotriptik, menghancurkan kalsium karbonat yang mengendap sebagai "batu" dalam kandung kemih dan ginjal kita.
Khasiat ini disebabkan daun mengandung kalium, yang selalu bersaing dengan kalsium untuk menggabung dengan karbonat, oksalat atau urat. Kalsium dan endapan kalsium karbonat yang "membatu" di ginjal itu didobrak oleh kalium tempuyung, sehingga endapan itu larut dan turut keluar bersama air kencing. Kalium ternyata juga bersifat diuretik (meluruh air seni).
Jika ginjal yang bertugas menyaring zat buangan itu tersumbat oleh endapan kalsium karbonat, maka kerjanya akan terganggu. molekul protein yang mestinya tidak ikut hanyut, kini ikut keluar. Begitu juga butir drah merah. kalau udah begitu air seni kita akan jadi keruh dan mungkin juga berdarah. dengan masuknya kalium dari tempuyung, batu yang menyumbat ginjal itu dapat dilarutkan sedikit dem sedikit. bila dimasukkan kalium terus menerus secara teratur, akhinya ginjal itu bebas batu dan tugasnya normal lagi.

Tempuyung dapat dibeli dalam bentuk teh celup yang diproksi oleh Produsen obat-obat tradisional Bhineka karya Manunggal, sedangkan daun yang sudah kerin dijual pula oleh penjual bahan-bahan jamu.

Batu Ginjal
Pada awalnya batu ginjal tidak menimbulkan keluhan. Sewaktu batu sudah agak besar, batu bergeser dan menggelinding ke saluran ureter sehingga timbul rasa nyed yang hebat di daerah pinggang. Selanjutnya, jika batu sampai kebagian bawah saluran ureter, nyeri akan berpindah ke arah daerah pangkal paha yang disertai keluarnya darah bersama air seni
Batu ginjal terjadi karena ketidakseimbangan yang menyebabkan garam-garam dalam air Seni mengendap membentuk lagi hangat.
Penggempur batu ginjal
· 5 lembar daun tempuyung segar, 6 buah jagung muda, dan 3 gram gula enau dipotong‑potong lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian dinlinum selagi hangat. lakukan secara teratur 2 kali sehari (Hembing, 2002)
· 3 lembar daun tempuyung yang direbus dalampanci kecil bersama air bersih 2 gelas, biarkan mendidih hingga tinggal separohnya. setelah dingin disaring dan diminum, lakukan tiga kali sehari.
. 5 lembar daun tempuyung yang sudah dicuci diasapi sebentar, kemudian dimakan sebagai lalap bersama nasi. Makanlah daun itu 3 kali sehari ketika makan.

Referensi:
Sardianto "Kecubung Sebagai Obat" Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu, 1990.
S "Akar Kecubung untuk Obat Kolera" (Majalah Tumbuh No.15, Nopember 1990). PT Menara Bangun Tanindo, Jakrta.
Suci Puji Suryani "Kecubung" (Majalah Trubus No.278, Januari 1993). Yayanas Sosial Tani Membangun, Jakarta.
Uje "Dua Jenis Kecubung" (Majalah Trubus No.279, Februari 1993).Yayanas Sosial Tani Membangun, Jakarta.
Drs. Djoko Hargono et al, "Tanaman Obat Indonesia Jilid I & II," 1985, Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan - Depkes RI. Jkt.
Dra. H.Cir," Obat-obat Peninggalan Nenek Moyang," 1982, Ikhwan Jakarta.
C Wahyu Suryowidodo, "Kecubung Kasihan Obat Keseleo," (Trubus No.248, juli 1990) Yayasan Sosial Tani Membangun, Jakarta.

Tumbuhan Obat

Followers