Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Monday, May 19, 2008

Penanggulangan Bahaya Kebakaran



PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN


Di Laboratorium selalu ada kemungkinan bahaya kebakaran. Alat-alat.dari kaca, porselen dapat merengat sehingga isinya tumpah. Alkohol, eter, benzen, karbon disulfida, aseton. petroleum eter dan pelarut organik lain yang mudah menguap adalah cairan yang sering dipergunakan yang mudah sekali terbakar. Maka dari itu alat pemadam api harus senantiasa disediakan.
Jika terjadi kebakaran jangan panik! Pakailah pemadam api yang biasanya terletak di dindiring, dan bacalah aturan penggunaannya. Sesudah memakai alat pemadam api, ruangan harus diperanginkan karena Tetra yang keluar itu dapat membentuk fosgen suatu gas yang amat beracun, kemudian ruangan harus dibersihkan.

Dalam keadaan darurat kain yang tebal (karung, kain pel) yang dibasahi dengan air dapat digunakan secepatnya untuk menyelubungi api. Api yang disebabkan oleh cairan yang mudah terbakar seperti eter dan alkohol. Air tidak dapat dipergunakan untuk cairan yang tidak bercampur dengan air, seperti: benzen, bensin , minyak tanah dan bahan lain. Dalam hal ini pasir kering adalah alat pemadam yang terbaik, makanya suatu peti berisi pasir kering harus selalu disediakan.
Kebakaran adalah api yang tak terkendali. Kebakaran tanpa terduga dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, dan sangat sering terjadi. Kebakaran adalah suatu bencana yang yang sering tcdadi karena kecerobohan manusia dan meremehkan penyebabnya. Kebanyakan kebakaran terjadi karena masyarakat yang kurang disiplin. Kebakaran dapat menimbulkan malapetaka. Malapetaka yang ditimbulkan dapat berupa:
1. Korban manusia: meninggal, cacat tubuh, dsb.
2. Korban materil : rumah, harta benda, kehilangan usaha, d1l.
3. Kerusakan lingkungan dan gangguan ketenangan masyarakat
Oleh karena itu kebakaran perlu dihindari/dicegah (usaha preventif), dan bila terjadi kebakaran dapat dilakukan upaya untuk mengehentikannya dan melakukan evakuas, agar sedipat mungkin terhindar kcrugian seperti apa yang telah discbutkan di atas. Untuk itu perlu diketahui usaha-usaha pencegahan kebakaran dan bagaimana usaha evakuasi bila terjadi kebakaran.

A. PROSES PEMBAKARAN
Pada umumnya kebakaran bukanlah suatu kejadian yang tiba-tiba terjadi, tetapi ada unsur-unsur yang harus dipenuhi. Secara umum kebakaran dapat terjadi jika ada tiga unsur terpenuhi, yakni :
1. bahan bakar +
2. udara (Oksigen) +
3 sumber penyalaan

1. Bahan bakar dapat berbentuk padat, cair dan gas. Bahan bakar tersebut memiliki (itik api (suhu pcnyalaan), yaitu suhu terendah dimana pada suhu tersebut pembakaran dapat berlangsung. Olch karena itu setiap bahan bakar mempunyai SUhu penyalaannya sendiri. Suhu penyalaan sangat tergantung kepada kadar oksigen, lamanya zat berada dalam suhu tersebut, tekanan udara, adanya katalisator, dsb. Contoh bebcra macam zat yang memiliki titik api rendah adalah
• Posfor putih, natrium, kalium, dan sebagainya. Bahan-bahan ini akan terbakar pada suhu ruang.
• Karbondisuffid (CS2) pada suhu kira-kira 100oC, dan ether pada kira-kira 1800C.
2. Oksigen memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembakaran. Apabila kadar oksigen semakin kecil dan pada suatu titik tertentu habis, maka api dapat padam.
3. Sumber penyalaan mempunyai kekuatan yang cukup hingga dapat memulai proses pcmbakaran. Karena bahan bakar memiliki suhu penyalaan, maka sumber penyalaan untuk memulai proscs pembakaran menjadi faktor penting. Sumber penyalaan dapat berupa:

Tumbuhan Obat

Followers